
Happy reading😘😘😘😘
"Apa maksud kalian berdua? Bayi siapa yang harus digugurkan ? siapa yang tidak akan selamat?" Hoseok memberi pertanyaan bertubi-tubi. Walau terdengar lancang Hoseok tak sengaja mendengar kata bahwa Eunmi hamil.
Mengejutkan. Tapi lebih mengejutkan lagi ketika dia mendengar bayi itu harus digugurkan. Hoseok berpikiran negatif dibuat nya , berprasangka buruk jika Eunmi menjalin hubungan gelap dengan namja berprofesi sebagai dokter tersebut sampai hamil anaknya. Membuat dia terkejut dan reflek membuka kasar pintu kamar.
Sedangkan dua sosok yang ada dikamar tak menyangka Hoseok akan mendengar pembicaraan mereka berdua. Eunmi hanya terdiam tak tau harus menjawab apa. Namjoon yang melihat Eunmi tak bersuara berinisiatif menjelaskannya.
"Hoseok-sii bisa kah kau duduk dulu? Akan kujelaskan mengenai masalah ini." Ujar Namjoon tegas.
Selama Namjoon menjelaskan Hoseok hanya terdiam. Tak ada niat sedikit pun untuk menyela. Hanya memandang nanar Eunmi yang hanya terduduk di ranjang sana sambil menunduk.
Namjoon menyelesaikan perkataannya dan memperhatikan Hoseok yang saat ini mengusak surainya kasar.
Namun tiba tiba Hoseok mengambil ponselnya berniat menghubungi Taehyung.
"Aku harus memberitahukan ini pada Taehyung. Bagaimana pun dia adalah suami sah Eunmi."
"Andwae(jangan)......Dia tidak harus tau tentang kehamilan ini dan juga penyakitku oppa. Dia pasti akan menyarankan untuk mengugurkan bayi ini." Nada Eunmi sedikit tinggi saat mengatakannya.
"Terus kau akan menyembunyikan masalah ini dari suami mu ?" Hoseok seketika menengadah kepala mendengar jawaban Eunmi.
"Ya tentu saja"
"Eunmi-ah , ini menyangkut nyawa. Aku akan bantu menj___" ucapan Hoseok terpotong teriakan Eunmi.
"Aku tak peduli. Tau apa kalian dengan penyakitku. Aku yang merasakannya." Nafas Eunmi naik turun menahan emosi.
"Kalian nengatakan ini untuk keselamatan ku. Tapi kalian tidak memikirkan perasaan ku. Mereka pasti akan menyuruh ku menggugurkan bayi ku. "Mata Eunmi bahkan mulai berkaca-kaca.
"Aku baru sadar ini ternyata alasan utama mu membuat perjanjian konyol dengan Soon Ae dan Soora. Kau hanya ingin melarikan diri dari Taehyung. Kau takut dia tau kau hamil dan juga tengah sakit. Kau gila Eunmi-ah. Kau Egois" tutur Hoseok membentak gadis itu.
"Ne geure (ya benar) aku egois. Aku gila. Aku bahkan membuat kalian harus terpisah seperti ini. Kau tau oppa , aku hanya takut mengecewakan Taehyung yang saat ini sangat berharap padaku tanpa tau kebenarannya. Membuatku harus bertengkar hebat gara gara ini. Aku bahkan melarikan diri dan melibatkan banyak orang. Ini semua memang salahku hiks"
"Eunmi" Namjoon yang diam akhirnya angkat bicara namun ucapannya juga dipotong Eunmi.
"Mwo(apa)? Kau ingin bilang ini akan berbahaya untukku ? Arraseo(aku tau). Karna itu aku akan melakukan perawatan yang kau katakan Namjoon oppa." Ucap Eunmi tegas.
"Tapi itu tak menjamin akan berhasil terlebih kau saat ini sedang hamil Eunmi-ah. Perawatan yang akan dilakukan pasti dibatasi. " Namjoon berusaha memberi penjelasan.
"Aku yakin bisa. Aku hanya butuh dukungan kalian berdua. Ku mohon " lirih Eunmi.
Eunmi mengelus lembut perutnya.
"Aku menginginkan bayi ini. Aku yakin bisa menahan rasa sakit ketika perawatan nanti. Namjoon oppa bantu aku. Aku tak ingin kehilangan bayiku. Biarkan aku mengandung nya ne ~~" Eunmi bahkan berusaha berdiri dan menyatukan kedua tangannya sambil memohon.
Bahkan kini air mata sudah jatuh dipipi Eunmi yang menirus.
Hoseok memalingkan wajah nya. Tak sanggup melihat Eunmi yang memohon seperti itu.
"Hoseok oppa , aku juga memohon padamu jangan beritahu Taehyung dan keluarga. Aku akan lakukan apapun yang Kalian katakan. Tapi tolong jangan suruh aku menggugurkan bayi ini. Jebaaal ~~ hiks hiks"
Namjoon menghela nafas kasar. Bingung ingin berkata apa pada pasien yang dia anggap adiknya itu.
"Baiklah , aku setuju. Dengan syarat kau harus istirahat total dari kegiatanmu. Namjoon-sii aku mohon bantuanmu. Tolong rawat adik dan calon ponakan ku." tutur Hoseok yang di angguki oleh Namjoon. Namun Eunmi tampak ragu dengan permintaan Hoseok itu.
"Oppa soal restoran ku ~~"
"Aku akan memantau nya. Kau percaya kan saja pada ku. " Hoseok tersenyum sambil mengusak rambut Eunmi lembut.
Hoseok pun menuntun Eunmi kembali istirahat diranjang itu.
"Setidak nya biarkan aku sesekali mengecek restoran ku. Kalau tidak mereka akan curiga kalau aku jarang kesana" sungut Eunmi.
"Ne ne , setidaknya istirahat lah dulu. Jangan memikirkan apapun saat ini."ucap Hoseok lembut.
"Tapi Eunmi saranku kau tetap harus memberi tahu Taehyung tentang kehamilanmu" lanjut Hoseok.
"Aku akan memberitahunya di waktu yang tepat" timpal Eunmi tersenyum.
💜💜💜
"Soon Ae!! " Teriak Jungkook saat melihat Soon Ae baru keluar dari kantor. Tadi pagi Soon ae berangkat bersama Taehyung dan tidak berangkat bersama Jungkook. Jadi sekarang Jungkook menunggu Soon ae untuk pulang bersama.
Sebenarnya Soon ae sengaja tidak menunggu Jungkook menjemput dan malah ikut dengan Taehyung. Ia semalaman memikirkan apa yang harus ia lakukan antar harus meninggalkan Yoongi atau Jungkook. Soon ae tau pasti ia akan melukai salah satu diantara mereka. Dan karena itu Soon ae menghindari Jungkook. Tapi nyatanya Jungkook datang kembali padanya. Apa yg harus Soon ae lakukan? Soon ae takut jika harus melukai Jungkook dan ia tak bisa meninggalkan Yoongi.
"Oh Jungkook-ah" Soon ae mendekat dengan ragu.
Didalam mobil Soon Ae banyak diam tak seperti biasanya.
"Kenapa? " Tanya Jungkook
"Nde? "
"Kenapa hanya diam saja, tak seperti biasanya. Ada yang salah? "
"Ahh tidak.. Hanya sedang memikirkan eumm pekerjaan tadi"
Jungkook menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Loh ko belok ke kiri? " Tanya Soon ae saat Jungkook membelokkan mobilnya kearah kiri seharusnya masih lurus ke depan.
"Ayo kita jalan\-jalan sore. " Ucapan Jungkook sambil tersenyum.
"Tap\_"
"Kau terlalu fokus bekerja, jadi kenapa tidak kita refreshing dulu ke sungai Han. Saat sore hari begini suasana di sana sangat indah"
"Tapi aku belum mengganti baju Kookie ah" Soon ae coba mengelak.
"Memakai baju kerja pun tetap cantik kok."
"Tap\_"
"Sstt! Sudah ayo turun. " Jungkook keluar mobil duluan, membuat Soon ae mau tak mau ikut keluar mobil.
__ADS_1
Jungkook menarik tangan Soon ae untuk merapat bersamanya. Tangan Soon ae ia genggam.
"Lihatlah bukankah indah? "
Soon ae melihat sungai Han, ya.. Ia akui sangat indah.
"Jangan terlalu lelah bekerja. Sesekali pergilah ke tempat seperti ini untuk merefresh otakmu yang pintar ini" Ucap Jungkook sambil mengusak rambut Soon ae.
"Aih lihat jadi berantakan.. " Kesal Soon ae membuat Jungkook tertawa.
"Kiyowo~\(imut\)"
"Apanya yang lucu?! ! Kookie! Menyebalkan! " Soon ae menggerutu sambil membenarkan tatanan rambut nya.
Soon ae melirik kearah tampat Jungkook berdiri tadi tapi tak ada membuat ia panik.
"Jungkook?? Jungkook eoddiga\(dimana kau\)?! " Soon ae memutar tubuhnya mencari keberadaan Jungkook.
Kakinya berjalan menuju mobil yang diparkir tadi, masih ada mobil Jungkook tapi kemana namja itu. Soon ae sudah lelah mencari sekitar 20 menit? Tak juga Jungkook kembali. Dengan lelah ia pun kembali ke tampat tadi ia bersama Jungkook, Soon ae berjongkok kesal juga ditinggal Jungkook sendirian.
"Menyebalkan! Tau begini lebih baik aku pulang! " Gerutu Soon ae. Ponselnya mati gara\-gara habis baterai, dan ada di dalam mobil, tasnya juga Pintu mobil juga terkunci. Kesal. Soon ae jadi tambah kesal padahal suasana hatinya sedang tidak baik karena semalaman ia memikirkan Yoongi. Ditambah sekarang Jungkook meninggalkannya Soon ae ingin menangis.
Jungkook berjalan meninggalkan Soon ae untuk mengambil kamera di mobil. Lalu ia melihat Yoongi dan seorang wanita. Ia melihat mereka tengah bermain. Eh lebih tepatnya wanita itu tengah bermain ayunan sedangkan Yoongi duduk di kursi taman.
Jungkook terus memperhatikan mereka menyelidik. Ia pernah bertemu dengan wanita itu tapi entah dimana. Setelahnya ia kembali ke tampat tadi Soon Ae ia tinggal. Tapi tak ada Soon ae. Ia mencari menuju parkiran, tapi tak ada Soon ae. Jungkook menelfon Soon ae tapi ponselnya tak aktif.
Jungkook mencari Soon ae di taman dan dekat sungai tapi tak ada. Sudah 15 menit ia mencari tapi tak kunjung menemukannya. Ia yakin Soon ae akan marah.
Saat ia berlari kembali menuju tempat ia tadi meninggalkan Soon ae ia menghela nafas melihat Soon ae tengah berjongkok disana.
"Hah~ kukira dia pulang" Gumam Jungkook. Saat ia hendak mendekat ia melihat Yoongi tengah berjalan kearah sini. Dengan cepat ia mendekati Soon ae.
"Soon ae" Panggil Jungkook. Soon ae mendongak lalu berdiri mendapati Jungkook yang terengah sambil menatapnya.
"Tad_"
"Kau kemana saja?! ! Aku mencarimu" Soon ae menangis.
"Eh? " Dengan cepat Jungkook memeluk Soon ae membuat Soon ae menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jungkook. Tangannya juga memeluk erat tubuh namja itu.
"Hei kenapa menangis? " Tanya Jungkook ia jadi merasa bersalah.
'Aku kesal Kookie ah pada diriku sendiri! Aku menghianati Yoongi dan sekarang aku pasti melukai dirimu juga! Apa yang harus aku lakukan? ' fikir Soon ae. Namun sayangnya ia tak bisa berbicara begitu pada Jungkook sekarang. Mungkin nanti setelah ia mendapatkan keputusan.
"maafkan aku, tadi aku membawa kamera saat kembali kau tak ada jadi aku mencarimu.. Eh saat kembali aku melihat kau menangis. Aigoo uri Soon ae menangis.. Cup-cup ayo membeli eskrim jangan menangis lagi ya. Nanti cantiknya hilang" Jungkook berbicara sambil menangkup kedua pipi Soon ae dan menghapus air mata nya.
"Mau? " Tanya Jungkook sekali lagi dan Soon ae mengangguk mengiyakan.
"Aigoo nomu kiyowo uri Soon ae"
💜💜💜
Yoongi menatap jengah gadis yang sedang berada di depannya. Dia sama sekali tidak merasa kepanasan sementara Yoongi sendiri sudah sangat gerah.
"Kenapa Hoseok bisa tahan dengan gadis itu. Aku saja sudah menyerah" gumam Yoongi duduk di salah satu bangku disana.
"Oppa kajja(ayo)......." teriak Soora dari kejauhan. Yoongi menolak dengan menggeleng.
Seharusnya dia sedang berbaring di tempat tidur sekarang bukannya malah duduk di taman seperti orang bodoh. Tapi jika dia tidak menuruti kemauan Soora mungkin saja dia juga akan kehilangan pendengarannya karna suara gadis itu yang terus berteriak ingin di bawa pergi jalan-jalan.
Yoongi membuang napasnya berat sambil memperhatikan Soora yang asyik bermain.
'Apakah jika dia lahir dia akan selincah Soora?'. Hati Yoongi tiba-tiba berdenyut.
"Soora-ya......." panggil Yoongi.
"Apa?"
"Kau mau beli ice cream tidak?"
Soora tersenyum girang lalu berlari menghampiri Yoongi. "Ne aku mau oppa"
"Kajja(ayo)" ucap Yoongi yang diikuti Soora dari belakang.
Mereka kembali ketempat tadi setelah membeli ice cream. Sebenarnya hanya Soora saja yang membeli ice cream Yoongi sendiri hanya membeli jus jeruk.
"Aku mau bermain lagi..." ucap Soora yang diangguki Yoongi.
Hari mulai sore tapi Soora sepertinya belum ada niat untuk pulang. Netra Yoongi yang semula pada Soora teralih saat dia melihat seseorang yang dia kenal. Itu Soon Ae bersama......namja itu lagi. Seketika Yoongi mengepalkan tangannya.
Apa-apaan mereka? Sebenarnya apa hubungan mereka berdua? Kenapa mereka terlihat makin akrab?
Pertanyaan itu terus terngiang di kepala Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya dari dua sejoli itu. Yoongi berdiri lalu menghampiri Soora. Dia menarik tangan gadis itu.
"Ayo kita pulang" Ucap Yoongi dingin.
"Tapi aku masih ingin bermain oppa" kata Soora mencoba melepaskan pegangan tangannya. Yoongi tak memperdulikan rengekan Soora dan malah terus menarik tangannya.
Langkah mereka terhenti saat tangan Soora yang lainnya di genggam seseorang. Yoongi berbalik. Itu Hoseok dan Eunmi.
"Apa yang kau lakukan Hyung?" tanya Hoseok.
Namja itu tak bergeming dan perlahan melepaskan pegangan tangannya pada Soora lalu pergi meninggalkan mereka.
"Gwenchana\(kau baik\-baik saja\)?" tanya Hoseok mengusap lembut tangan Soora.
"aku baik\-baik saja oppa" jawab Soora tanpa menghapus senyum di wajahnya. Bahagia sekali bisa bertemu dengan Hoseok suaminya.
"Apa Yoongi\-ssi selalu memperlakukanmu seperti itu?" tanya Eunmi khawatir.
__ADS_1
Bagaimana tidak dia bisa melihat jelas Yoongi menarik paksa tangan Soora.
"Ani\(tidak\)........aku sendiri merasa aneh eonni. Ada sesuatu yang terjadi pada Yoongi oppa" jawab Soora.
"Jinjjayo\(benarkah\) kau tidak berbohong kan sayang?" tanya Hoseok.
"Tidak oppa. Yoongi oppa sangat baik padaku bahkan dia mau menemaniku jalan\-jalan. Aku saja yang selalu merepotkannya" ucap Soora.
"Kalau begitu sebaiknya kau pulang saja bersamaku. Otte?\(bagaimana\)" tanya Hoseok.
Eunmi tiba\-tiba mengeratkan pegangan tangannya pada lengan Hoseok. Dia menatap wanita itu seakan bertanya. Eunmi menggeleng perlahan dan Hoseok dengan segera paham dengan isyarat Eunmi.
Soora yang sejak tadi memperhatikan gerak\-gerik keduanya menjadi bingung. Ada apa?
"Aku tidak bisa pulang oppa sebelum Yoongi oppa sadar akan perasaanya pada Soon Ae. Kau tidak perlu khawatir" kata Soora pada Hoseok tapi pandangan gadis itu tetap pada tangan Eunmi yang masih menggenggam lengan Hoseok.
"Tapi sayang\_\_\_"
"Kau percaya padaku kan. Aku sangat mencintaimu"
"Nado....aku juga sangat mencintaimu Soora\-ya"
Hoseok memeluk erat tubuh Soora. Eunmi yang melihat adegan itu malah makin merasa bersalah sudah membuat mereka berpisah jarak.
'Mianhae.....' lirih Eunmi dalam hati.
"Kalau begitu aku pulang ke rumah Yoongi oppa dulu yah" kata Soora berdiri.
"Soora\-ya~~~"
"Aku mencintaimu" kata Soora lagi mencium pipi Hoseok lalu melambai pada Eunmi dan berlalu dari sana.
Soora sudah sampai dirumah Yoongi. Dia menelan salivanya sebelum mengetuk pintu kamar milik Yoongi.
"Oppa~~~~" panggil Soora lembut. Tidak ada balasan dari dalam.
"Aku masuk yah" ucap Soora lalu membuka pintu itu. Yoongi tidak ada disana.
"Oppa~~" teriak Soora lagi. Dia melihat Yoongi sedang berada di balkon kamarnya. Soora menghampirinya dengan hati\-hati.
"Kau kembali?"
"Tentu saja aku kembali"
"Cckkk aku kira kau akan ikut pulang dengan suamimu?"
"Belum saatnya aku pulang"
Yoongi masih belum menatap Soora yang berdiri di sampingnya.
"Soora\-ya......apa kau percaya pada Hoseok?"
"Tentu saja. Kenapa oppa bertanya seperti itu? Apa kau tidak percaya pada Soon Ae?"
Yoongi membasahi bibir bawahnya. "Aku tidak pernah percaya dengan siapapun"
"Waeyo?\(kenapa\)" tanya Soora makin penasaran.
"Karna saat kau percaya pada seseorang dan dia menghianatimu maka rasanya akan sangat sakit Soora" jelas Yoongi.
Soora terdiam dan mengingat kembali kejadian tadi saat Eunmi menggenggam lengan Hoseok. Apa yang seperti itu yang dimaksud Yoongi?
" jika kau yakin dia mencintaimu......dia tidak akan pernah berkhianat" kata Soora lalu menatap Yoongi.
"......tapi bagaimana bisa seseorang memberi cinta saat kau menolaknya?" lanjutnya.
Soora menatap kedepan. "Seperti saat aku mengirim naskah pada penerbit dan dia menolaknya maka aku akan pergi pada penerbit lain yang mungkin bisa menerima tulisanku"
Perumpaman Soora itu bisa langsung Yoongi pahami dengan baik. Soon Ae sudah berusaha memberinya cinta tapi dia sendiri yang menolaknya dan sekarang Soon Ae sedang mencari orang yang bisa menerima cintanya.
"Tanyakan pada hatimu oppa. Apakah kau mencintai Soon Ae. Aku rasa kau lebih paham soal itu dari pada aku" ucap Soora mulai beranjak dari sana.
Namun langkahnya terhenti saat tangan Yoongi menghentikannya.
"Ada apa?"
"Kalau begitu tolong bantu aku"
TBC........
Gimana yeorobun??????
Apakah hati kalian masih kuat??? Kuat\-kuatin yah karna ini masih akan tetap berlanjut😘😘😘
__ADS_1
Ok see u next chap👋👋
By Rara Lion Vina💜💜💜