Can You Change ?

Can You Change ?
Answer (대답)


__ADS_3

Happy reading sayang-sayangku😘😘😘


Eunmi keluar dari mobil nya ketika telah memasuki halaman parkir sebuah bangunan bertingkat. Tidak terlihat seperti apartement ataupun sebuah kantor. Hanya seperti bangunan bangunan sederhana lainnya.


Mengeluarkan ponsel nya sekedar mengecek jam , dan ternyata sudah jam 4 walau terlewat sekitar 5 menit.


"tidak terlalu telat. Aku harap dia didalam." Eunmi bergumam. Mengunci mobil setelah mengambil tas dan segera berlalu dari tempat parkir itu.


Eunmi Kembali mengambil benda segi empat itu dan menghubungi seseorang. Tak beberapa lama menunggu sambungan telpon nya segera diangkat oleh orang diseberang.


"Oppa , aku sudah berada ditempat mu..." setelah mendengar jawaban dari orang yang dihubungi , Eunmi langsung saja memasuki sebuah ruangan yang terdapat seorang namja menggunakan jas putih. Tertera di meja yang ada diruangan itu nama namja tersebut.


Dr. Choi Namjoon.


"Permisi boleh aku masuk? Namjoon oppa "Eunmi tersenyum simpul. Namjoon nama namja yang berada diruangan itu mendongakkan kepala nya keatas.


"Ah kau sudah datang ? Silahkan duduk....." Namjoon menutup berkas Yang tengah ia baca.


"...jadi apa ada masalah lagi dengan kesehatan mu Eunmi-ssi?"


Eunmi menatap namjoon lalu segera menjawab "bisa kau periksa ulang tubuhku ? Akhir akhir ini aku merasa sangat lelah oppa...." menjeda sebentar kalimatnya, Eunmi segera melanjutkan.


"... Dan lagi tadi mertua ku datang. Dia menanyakan padaku kapan dia bisa mengendong cucu. Aku bingung oppa. Apa yang harus ku katakan ?" Eunmi meremas tangan nya.


Sedih ,bingung semua bercampur aduk jadi satu. Namjoon menghela nafas nya kasar.


"Kenapa kau tidak berkata sejujurnya pada mereka?"


"Aku tahu. Aku ingin sekali mengatakannya pada mereka. Tapi...."


Air mata Eunmi sedikit menetes memikirkan perkataan mertuanya itu.


"...aku tidak ingin membuat mereka kecewa padaku. Aku tidak bisa membuat muka bahagia mereka menjadi sedih setelah mendengar kondisi ku. Aku ... Hiks aku tidak mau oppa hiks" tangisan Eunmi akhirnya pecah setelah dia tadi berusaha menahan agar tidak keluar.


Namjoon memegang tangan Eunmi. Sedikit mengelus nya.


"Aku tau itu. Tapi kau sendiri tau bukan bahayanya jika kau sampai hamil. Bukan kau saja yang tidak selamat tapi anakmu juga. Kau mau itu Terjadi?"


"Lalu apa yang harus aku lakukan oppa ??? Eottokeh ???(bagaimana ini) " tangis Eunmi makin menjadi setelah mendengar perkataan Namjoon.


Namjoon segera berdiri dari duduknya ,menghampiri Eunmi dan segera memeluk badan Eunmi yang bergetar hebat.


Mengelus punggung yeoja itu dengan lembut , Namjoon kembali bersuara.


"Kita harus segera melakukan perawatan. Kau harus istirahat dari pekerjaan mu." melepas pelukannya dari namjoon. Eunmi segera menjawab.


"akan aku pikirkan. Saat ini berikan saja aku obat untuk penahan rasa sakit."


Eunmi akhirnya pulang kerumah setelah mengecek kondisi tubuhnya dan mendapat beberapa obat.



Sesampainya dihalaman rumah yang dia tempati bersama suaminya Kim Taehyung , Eunmi berdiam diri sejenak didalam mobil tersebut. Menatap kearah bingkisan yang isinya obat obatan yang sempat dia tebus di apotik yang ada ditempat namjoon tadi.



Berpikir apa dia harus mengikuti saran Namjoon , apa membiarkan saja penyakit ini semakin menggerogoti tubuhnya.



Menundukkan kepala di stir mobil sebentar , Eunmi memutuskan untuk keluar lebih dahulu dari mobil dan segera memasuki rumah itu.



Hal yang pertama kali dia lihat adalah Taehyung yang sepergi sedang menunggu kepulangannya sambil membaca laporan yang ada di tablet ditangannya.



"oh , kau sudah pulang" pertanyaan Eunmi membuat Taehyung menoleh kepala nya.



"Tentu saja aku sudah pulang , ini sudah jam berapa kalau kau mau tau. Kau saja yang pulang nya telat. Kemana saja kau ?" Taehyung bertanya dengan nada lebih dingin dari sebelumnya.



Eunmi sedikit gugup , membuat dia menjawab dengan sedikit terbata "A\-aku cukup sibuk hari ini. Kau tau bukan. Aku harus mempersiapkan kebutuhan makanan untuk pesta ulang tahun kakek sebentar lagi. Dan itu membuat ku harus sedikit agak lama berada di restoran ku"



Taehyung hanya menatap datar Eunmi yang menundukkan kepala nya. Tidak habis pikir kenapa wanita ini berbohong padanya. Pasalnya tadi ketika dia sudah pulang dia berencana mengajak Eunmi pulang bersama. Taehyung bahkan mengingat dengan jelas perkataan pelayan yang ada direstoran Eunmi , bahwasanya yeoja itu sudah pulang. Lebih tepatnya meninggalkan restorannya sekitar jam 4 tadi. Dan ini bahkan sudah memasuki sekitar jam 8 malam yang berarti lewat dari jam makan malam.



Flash back



Setelah dari restoran Eunmi, Taehyung mengantar ibunya kerumah mereka lalu segera menuju kantor.



Dikantor Taehyung mengerjakan laporan yang memang tinggal sedikit.



Tak terasa hari sudah menunjukan jam 5 sore , Taehyung segera bersiap siap untuk pulang. Dan tak tau kenapa terlintas idenya ingin mengajak Eunmi pulang bersama sambil mengajak nya makan malam diluar. Menyambar jas kerjanya dan juga kunci mobil Taehyung segera berlalu dari ruangan itu.



Taehyung sudah sampai di restoran milik Eunmi. Mengernyit heran melihat tidak ada mobil Eunmi terparkir di halaman parkiran. Padahal sebelumnnya ketika dia bersama ibunya kesana mobil itu disana.


'apa dia sudah pulang ? Tapi tidak mungkin biasanya juga dia pulang sekitar jam 6 sore. Ini bahkan baru jam 17.25. Sebaiknya aku tanya saja salah satu pelayannya' ucap Tae dalam hati.


Memasuki restoran itu , salah seorang pelayan segera menghampiri Taehyung ketika Taehyung memberikan gesture memanggil.


"Ada apa tuan Jeon? Apa anda ingin sesuatu?" pelayan itu bertanya dengan sopan padanya.


"Aniyo(tidak), aku hanya ingin bertanya dimana Eunmi istri ku sekarang. Apa dia sudah pulang ? Soalnya aku tidak melihat mobilnya diparkiran tadi" Taehyung menjawab sambil bertanya kembali.


"Ah ,itu tadi sebelumnya Chef Eunmi mengatakan akan pergi kesuatu tempat. Dan menitipkan restoran ini kekami. Dia tidak mengatakan apa apa lagi setelah itu" ini bukan jawaban dari pelayan yang tadi melainkan Lisa , orang kepercayaan Eunmi yang ada disana.


"Jjinja ?(Benarkah) Ahh kalo begitu aku pamit." Taehyung membungkuk setelah berkata seperti itu dan segera berlalu dari sana menuju ke mobilnya.


Flashback end


Taehyung menghela nafas nya lelah. Menatap istrinya dengan lembut. Dan berkata "Eunmi-ah bisa kita bicara sedikit. Bisakah kau duduk disini?"


Eunmi hanya mengangguk dan segera menundukkan wajahnya ketika tidak sengaja netra bulatnya bersibobrok dengan Taehyung yang masih menatap intens.


"Eunmi-ah " Taehyung memanggil Eunmi dengan lembut dan memegang sebelah tangan Eunmi. Membuat Eunmi langsung menoleh kearah Taehyung. Untuk kesekian kalinya Taehyung menyentuh tangannya. Genggaman itu terasa lebih hangat. Tapi juga menguris pedih secara bersamaan untuk Eunmi.


"apa kau memikirkan perkataan ibuku tadi siang?"


"Hmm sedikit" Eunmi tersenyum kecil.


"Eunmi-ah ...." jeda sejenak Tae kembali melanjutkan " ....kau tidak perlu terlalu memikirkan perkataan eomma"


"apa maksudmu?" Eunmi bertanya dengan nada bingung.


"Maaf kan eomma ku karena terlalu memaksamu soal itu."



"gwenchana(tidak apa-apa) Tae"


"syukurlah , aku tidak ingin membuat mu jadi merasa tidak nyaman...." Taehyung tersenyum.


".... Ah iya kau sudah makan ?? Mau makan diluar dengan ku?" mengganggukkan kepalanya Taehyung langsung tersenyum lebar dan segera menyeret Eunmi sedikit untuk segera bersiap siap.


Eunmi hanya tersenyum melihat tingkah Tae yang tak seperti biasanya.


'maafkan aku Tae , aku tidak bisa jujur padamu untuk sekarang'


💜💜💜


Hoseok mengusap lembut pipi Soora. Dia menggeliat pelan memeluk tubuh Hoseok. Namja itu hanya bisa tersenyum tipis. Tak pernah terpikir olehnya dia akan merasakan hal yang disebut cinta pada Soora. Hoseok memeluk erat tubuh mungil itu seakan tak ingin dia lepas lagi.


Flashback...


Hoseok kembali membawa Soora untuk duduk di sampingnya. Dia membasahi bibir bawahnya lalu menatap Soora.


"Wae( kenapa) kau sangat mengkhawatirkan Soon Ae?" tanya Hoseok. Soora terlihat sedikit berfikir mencerna ucapan Hoseok.


Soora menundukkan kepalanya.


"Soora-ya apa kau tau sesuatu?" tanya Hoseok pelan.


Pelan Soora mendongakkan kepalanya menatap Hoseok.


"Saat itu aku melihat Soon Ae dan Yoongi oppa bertengkar hebat" lirih Soora.


Hoseok membulatkan matanya.


"Jinjja?(benarkah)"


"Ne..." jawab Soora pelan. Gadis itu pun mulai menceritakan semua pada Hoseok.


"Aku hanya takut Yoongi oppa menyakiti Soon Ae"


Mereka membiarkan hening untuk beberapa saat. Hoseok tidak menyangka Soora bisa seperhatian itu pada orang lain. Sebenarnya dia tidak ingin tau sebanyak itu tentang rumah tangga Yoongi dan Soon Ae. Namja itu hanya ingin tau apa Soora mengetahui tentang rencananya dengan Yoongi dan Taehyung.


Soora menatap kedepan.


"Selama ini aku tidak pernah punya teman sebaik Eunmi eonni dan Soon Ae. Mereka sudah seperti saudara bagiku......." ucapnya tersenyum.


".......semua temanku biasanya akan memanfaatkan ku, tapi mereka.......mereka menyayangiku dengan tulus oppa" Lanjut Soora menatap Hoseok.


Ucapan tulus Soora membuat hati Hoseok tersentuh tapi juga pedih di waktu yang bersamaan. Bagaimana jika dia tau bahwa Yoongi akan meninggalkan Soon Ae? Begitupun dengannya.


Ada sisi lain dalam hati Hoseok yang tidak menginginkan perpisahan itu. Perpisahan yang dulu sangat dia inginkan tapi sekarang, dia bahkan sangat takut jika Soora sampai tau hal itu. Apakah itu bisa di sebut cinta? Apakah dia telah jatuh cinta pada Soora?


Hoseok menggenggam lembut tangan Soora membuat gadis itu bingung.


"Itu tidak akan terjadi Soora-ya"


"Kuharap juga begitu". Soora tersenyum manis.


Tidak lagi.


Hoseok tidak akan melepaskan Soora.


"Soora-ya jowa haeyo(aku menyukaimu)"

__ADS_1


"Ne?(apa)" Soora membulatkan matanya. Hoseok terkekeh pelan melihat ekspresi gadis itu.


"Mianhae(maaf).....aku baru mengatakannya sekarang. Maafkan juga sikapku selama ini padamu. Sungguh aku sangat menyesal apa lagi saat aku membawamu ke club malam itu ak__"


"Oppa kau serius?". Soora masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Hoseok menarik Soora lalu mencium bibirnya lembut.


"Apa ini tidak bisa jadi bukti juga untukmu?" tanya Hoseok menatap lekat mata hitam milik Soora.


Seketika Soora menghamburkan pelukan pada Hoseok.


"Nado.....na jeongmal joayo(aku juga sangat menyukaimu)" ucap Soora membuat Hoseok makin mengeratkan pelukannya.


"Sejak kapan?"


"Sejak pertama kali aku melihatmu di pesta pernikahan Taehyung oppa dan Eunmi eonni"


Flash back end


Hoseok kembali tersenyum. Gadis bodoh yang dulu sangat dia benci justru bisa mencuri hatinya. Dia bahkan bisa merubah Hoseok yang notabennya seorang pria nakal hanya dengan sifat polos dan perhatian darinya.


"Gomawo(terima kasih) Soora-ya sudah mencintaiku" gumam Hoseok.



Suara kicauan burung membangunkan Hoseok dari mimpinya. Sedikit bingung dengan apa yang tengah dia sentuh.



'apa ini , kenyal kenyal lembut pas sekali dalam genggamanku' pikir Hoseok.



Mulai membuka mata nya perlahan\-lahan dan ketika sudah sempurna netra Hoseok dihadapkan oleh punggung seseorang. Mengernyit bingung Hoseok tersadar apa yang tengah dia genggam dari tadi.



"Omo !!!\(astaga\) Aku tidak sengaja maafkan aku Soora...." menatap khawatir Soora yang bisa saja sudah bangun.



"... Ah syukurlah dia belum bangun. Ehehe dada nya besar. Pasti Cup D. Bakal puas buat main" sambil memegang dadanya sendiri Hoseok meremas remas sedikit. Dan tiba tiba saja dia menumbuk pipinya dengan keras.



'Oh sh\*t , apa yang aku pikirkan. ' Hoseok meratapi pikiran mesumnya dengan dramatis. Dan segera bangkit menuju kamar mandi.



Keadaan diruang makan sedikit tampak sibuk , terlihat sosok Soora yang sedang berusaha membuat sarapan untuk mereka berdua. Para maid di sana terlihat kewalahan menghadapi Soora. Ohh ayolah gadis itu hanya bisa mengacau.



Hoseok tersenyum tipis lalu menghampiri Soora. Dia Sengaja tidak bersuara dan berjalan di belakang sang Istri lalu memeluknya Pinggang rampingnya.



Soora sontak terkejut tapi setelah mengetahui aroma familiar tersebut Soora tersenyum lalu menoleh kan wajah ke arah Hoseok yang sedang menatap nya intens sambil tersenyum.



"Pagi sayang , kau membuat keributan apa hari ini?" Soora memanyungkan bibirnya mendengar godaan atau justru ejekan dari mulut licin Hoseok.



"Aku sedang berusaha belajar memasak oppa tapi mereka tidak mau mengajariku" Ucap Soora kesal.



"Sudahlah biarkan para maid melanjutkan pekerjaan mereka. Arasso\(mengerti\)" tutur Hoseok yang di jawab anggukan lemah dari Soora.



"Ini masih pagi bukannya memberiku morning kiss kau malah memberiku wajah kesal ? Mulai saat ini kita wajib melakukan morning kiss." Hoseok memonyongkan bibir nya kearah Soora membuat rona pipinya menjadi merah.



Malu sekali. Apa lagi disana bukan hanya ada mereka berdua.



"Yak oppa.....apa kau tidak malu meminta hal itu sekarang?"


"Wae?\( kenapa\) Kemarin saja aku menciummu di taman hiburan lalu apa bedanya eoh"


"Benar juga" pikir Soora.



"Baiklah"



Soora segera mengecup bibir Hoseok dan segera membebaskan diri dari tangan kekar suaminya itu sambil tersenyum tanpa dosa.



"itu bukan morning kiss , kau curang" protes Hoseok karna Soora hanya memberinya kecupan singkat.




Sedikit hening Soora melihat cara makan Hoseok yang begitu lahap memakan makanannya. Tapi netra nya tak sengaja melihat kearah pipi Hoseok yang lebam.



"oppa pipimu kenapa ? Kenapa bisa lebam seperti itu?" Soora bertanya dengan nada yang khawatir.



Jelas saja , pasalnya pipi Hoseok terlihat sedikit membiru.



"bu\-bukan apa apa. Sebentar lagi akan hilang" Hoseok menjawab dengan terbata.



"hmm begitukah ?" Soora hanya menggangguk kan kepalanya tanda percaya. \(polos sekali soora ini 😂😂\)



'haah untung lah dia tidak tau yang terjadi tadi. Kalo tidak haaah entah lah'



💜💜💜



"Jungkook \- ah!! " Teriak Soon Ae sambil mengejar Jungkook yang berjalan dengan cepat. Tangan nya menarik tangan Jungkook memaksanya untuk berhenti atau... Memaksanya untuk berbalik menatapnya.



"Hah~ Jungkook\-ah waeire?!! \(Kenapa begini\)" Tanya Soon Ae bingung. Pasalnya Jungkook bukan tipikal orang yg akan mengabaikan panggilan orang lain.. Dan.. Terlebih ia yakin Jungkook melihat Soon Ae barusan. Kenapa dengan Jungkook??



Jungkook terdiam sambil menatap Soon Ae.


Ada yang aneh.. Pikir Soon Ae.



"Kookie\-ah kau sakit?! " Tanya Soon Ae sambil menangkup wajah Jungkook dengan tangannya. Jungkook hanya masih diam.



"Iya" Ucap Jungkook pelan.



Setelah memberi tahu sekretaris Kang bahwa Soon Ae ada urusan lain kini Soon Ae tengah berada di apartemen Jungkook yang baru ia beli beberapa minggu yang lalu.



Soon Ae tengah fokus membuat bubur di dapur sedangkan Jungkook hanya diam di meja makan. Keadaan memang tidak parah hanya saja mukanya lebih tirus dari biasanya, ada lingkaran hitam dan.. Jungkook lebih pendiam dari biasanya.



Soon Ae sudah menyuruhnya untuk istirahat sembari menunggu buburnya matang namun Jungkook menolak dan ingin melihat Soon Ae memasak.



Saat setelah selesai memasak Soon Ae memasukan bubur yang telah matang ke dalam mangkuk dan menutup panci yang tadi ia gunakan namun saat ia hendak berbalik tangan nya tak sengaja menyenggol panci sehingga panci itu jatuh dan Soon Ae terluka.



"Akh! "



"Soon Ae!! Yak kenapa ceroboh sekali eoh? Lihat tanganmu jadi terluka! " Teriak Jungkook kaget sambil melihat tangan Soon Ae yang terkena panci panas itu.



Soon Ae ditarik pelan dan didudukan di kursi meja makan sedangkan Jungkook mencari kotak p3k


Jungkook mengobati luka bakar itu dengan perlahan.



"Akh sakit! " Ucap soon Ae saat tangannya diobati.



"Tau begini aku tak akan membiarkanmu memasak! " Ucap Jungkook penuh dengan kemarahan pun membuka kotak p3k.




__ADS_1


"Yak kenapa kamu jadi semarah ini eoh? " Tanya soon ae heran.



"Kau terluka"



"Ini hanya luka kecil kook\-ah" Jawab Soon Ae sambil menarik tangannya dari Jungkook,namun Jungkook kembali menarik tangan Soon Ae untuk mengobatinya namun lagi \- lagi Aoon Ae malah menghindar. Meski ia tau lukanya kecil tapi itu sangat perih Soon ae tak suka saat lukanya di obati itu hanya akan membuat lukanya semakin perih dan sakit 'opininya'.



"Diam" Ucap Jungkook dingin. Soon Ae yang tidak bisa membaca raut muka kesal Jungkook lagi \- lagi menarik tangannya saat salep yang hendak dioleskan pada tangan Soon Ae.



"Bisakah kau diam?!!! " Jungkook membentak membuat Soon Ae kaget dan langsung terdiam.



"Ah apa suamimu melarang orang lain menggenggam tanganmu?" Ucap Jungkook sinis membuat Soon Ae mengerutkan keningnya tambah bingung.



"Aku lupa kau sudah bersuami" Ucap Jungkook sambil menghentikan acara mengobati lengan Soon Ae dan pergi membereskan kotak p3k nya.



Soon Ae bangkit lalu memegang tangan Jungkook untuk sekedar membuat dia berbalik menatapnya.



"Kau sudah tau? "


"Apa? "



"Tentang stat\_"



"Kau yang sudah menikah? " Ucap Jungkook lagi dengan nada dingin, Soon Ae mengangguk sebagai jawaban.



"Maaf, " Gumam Soon Ae.



Jungkook terdiam ingin sekali mendengar kata yang tak mungkin terucap dari mulut Soon Ae.



"Kenapa minta maaf? " Jungkook mencoba memancing.



"Maaf karena tak mengundangmu di acara pernikahan dan tak memberitahumu dari awal"



Sakit Jungkook sakit. Hatinya berdenyut sakit saat ucapan Soon Ae terdengar begitu mudah.



Jungkook menghela nafas untuk menetralkan pernafasan nya. Lalu berbalik tanpa menjawab ucapan Soon Ae.



Soon Ae heran. Tidak biasanya Jungkook tak menjawab ucapan Soon Ae.



"Kookie \-ah mianhae... Mian karena tak mengundangmu.. " Ucap Soon Ae sambil mengikuti Jungkook yang tengah menyimpan kotak p3k.



Jungkook menghiraukan Soon Ae dan berusaha untuk menahan rasa sakit dihatinya.



"Kookie ah aku tau alasan kau marah padaku, maaf sungguh aku tak tau nomor ponselmu atau alamat rumahmu yang di Busan aku\_"



"Pulanglah" Ucap Jungkook pelan


Hatinya terlalu sakit hingga membuat ia merasa lemas sekarang.



"Ani.\(Tidak\) Aku tak mau! " Ucap Soon Ae keras Kepala.



Jungkook diam.



"Aku tak mau pergi sebelum permintaan maafku diterima. "



Jungkook lelah.



"Aku maafkan " Ucapan itu terlontar dari mulut Jungkook dengan sangat pelan. Namun Soon Ae merasa masih ada hal yang janggal.



Soon Ae menatap Jungkook lekat seolah menyelidik ekspresi jungkook.



"Pulanglah" Ucap Jungkook lagi.



"Kau memaafkanku karena ingin mengusir ku? "



"Tidak. Jadi sekarang pulanglah."



"Tapi\_"



"Apalagi Soon Ae\-ah kumohon tinggalkan aku sendiri sekarang! Aku cukup sakit setelah mendengar perkataanmu jadi pergilah!!"


Ucap Soon Ae terpotong dan Jungkook yang emosinya tengah tak karuan tiba\-tiba meledak.



"Kookie ah kajja\(ayo\) kita ke rumah sakit saja" Ucap Aoon Ae sambil memegang tangan Jungkook. Kentara sekali ia tengah khawatir.



Jungkook melepas pegangan tangan Soon Ae.



"Tidak"



"Tapi Kookie\-ah kau bilang kau sakit.. "



"Ya aku sakit. Tapi bukan fisik. "



"Huh? "



"Hatiku sakit"



"W\-wae?\(Kenapa\)" Soon Ae melepas genggamannya pada Jungkook lalu mudur untuk menatap muka Jungkook yang tengah menunduk.



Tes,



Satu tetes air mata Soon Ae lihat terjatuh di lantai, Soon Ae menatap jungkook yang masih menundukan mata.



"Aku sakit karena mencintaimu Hyu Soon Ae"



DEG!! ~~~



TBC.............



Gimana yeorobun????? Udah lumayan mengobati rasa rindu kepada Soon Ae dan Yoongi, Eunmi dan Taehyung, Soora dan Hoseok😂😂😂


__ADS_1


Ok see u next chapter😘😘😘


By Rara Vina Lion💜💜💜


__ADS_2