Can You Change ?

Can You Change ?
Leave (휴가)


__ADS_3

Happy reading😘😘😘


Pada akhirnya keputusan kakek Park adalah keputusan mutlak. Tidak ada yang bisa menentang nya termasuk para anaknya.


Disiilah mereka dimansion kakek. Baik Yoongi, Taehyung dan Hoseok sudah memberikan dokumen kepada sang kakek.


Tidak ada lagi raut wajah bahagia. Hanya air mata yang bercucuran serta tangisan tanpa suara namun sangat menyakitkan.


Keluarga yang dulunya memimpikan untuk hidup bahagia bersama akhirnya kandas hanya karena sebuah kesalahan kecil yang menimbulkan berbagai macam masalah.


Semua impian yang telah mereka rajut hancur seketika. Cinta yang mulai tumbuh pun akhirnya harus rela terkubur kembali dalam-dalam. Menyisakan sakit yang luar biasa tanpa mereka bisa katakan.


Soora menggenggam kuat lengan Hoseok menyalurkan segala rasa sakit yang dia rasakan.


Eunmi sendiri hanya duduk terdiam di kursi roda dengan Taehyung dan Namjoon disampingnya.


Sementara Yoongi menggenggam tangan Soon ae yang setia menunduk tak sanggup melihat semua orang disana. Terutama sang ayah.


Masih terngiang di benak mereka ucapan kasih sayang yang biasa mereka dengar dari para orang tua berubah menjadi kata-kata kasar bak belati saat kakek Park belum datang tadi.


"Kenapa kau bisa mengusulkan ide gila seperti itu Eunmi. Apa kau sudah tidak waras"-Nyonya Song.


"Aku tidak menyangka kalian bisa seceroboh itu. Sekarang apa yang bisa kita lakukan. Tidak ada"-Nyonya Jeon.


"Soora-ya apa yang kau fikirkan saat itu eoh? Seharusnya kau tidak menuruti Yoongi untuk bersandiwara. Sekarang lihat kau sendiri yang sudah menggali kuburanmu"-Nyonya Han.


"Apa yang ada dalam pikiranmu? Kau tau kan apa yang terjadi jika kita putus hubungan dengan mereka. Semuanya akan hancur Soon Ae"-Tuan Hyu.


Bentakan itu mereka terima dengan hanya diam. Tak ada yang bisa mengelak atau sekedar membela diri itu memang kesalahan mereka. Jadi sekarang mereka harus siap atas segala konsekuesi yang berikan kakek Park.


"Sidang perceraian kalian akan segera dilaksanakan. Tunggu saja panggilan dari pengadilan." Kata kakek Park lantang setelah lama hening sejak kedatangannya menghampiri rumah besar itu.


"Harabeoji(kakek)" Lirih Eunmi.


Membuat semua yang ada disana saat ini memusatkan perhatiaan kepada Eunmi yang meremat jaket nya.


"Aku sudah bukan kakekmu Lagi semenjak kau Soora dan Soon ae membuat perjanjian konyol itu." Ketus kakek Park.


Air mata yang sejak tadi ditahan oleh Eunmi menetes. Berusaha menguatkan diri dengan apa yang sudah ditahan olehnya sejak semalam.


"Maafkan aku tuan Park..." Mengusap air mata yang berada wajahnya sedikit Eunmi melanjutkan kembali perkataannya.


"Tapi , bisakah ..... bisakah perceraian ini diundur sampai saat aku melahirkan ? setidaknya biarkan aku dan Taehyung serta yang lainnya bahagia untuk beberapa saat" pinta Eunmi sambil menatap langsung mata kakek Park yang saat ini menatap tajam dirinya.


"Bahagia ? Kalian sendiri yang menghancurkan kebahagian itu" seringai sang kakek.


"Berilah kami sedikit waktu harabeoji" pinta Soora lirih.


"Tidak bisa. Kalian pikir aku akan membiarkan kalian lebih lama bersama hanya untuk membuat kesalahan yang lebih besar lagi?? Dan membuat nama baik keluarga ini makin buruk??!! Tidak itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup" ucap sang kakek kuat.


Kakek Park menatap mereka.


"Kalian masih terus memohon untuk tidak bercerai. Bukankah ini yang kalian inginkan? Sekarang aku mengabulkannya, seharusnya kalian senang bukan?" sinis sang kakek.


Yoongi mengangkat kepalanya. Dia tau persis kata-kata di tujukan padanya.


"Itu memang benar!!!!" sarkah Yoongi membuat kakek Park tersenyum tipis atas pengakuan sang cucu.


Yoongi menatap Soon Ae sesaat sebelum melanjutkan ucapannya.


"Tapi sekarang aku tidak menginginkan hal itu. Bahkan aku sudah tidak memikirkannya. Yang ku ingin kan sekarang adalah tetap bersama Soon Ae. Karna aku yakin dia tidak akan meninggalkanku sama seperti yang kalian lakukan selama ini" kalimat terpanjang yang pernah mereka dengar dari Yoongi.


Ayah Yoongi menatap putranya itu sendu. Menyesal ? Mungkin. Tapi apa yang bisa dia lakukan?


"Apakah itu tidak bisa jadi pertimbangan harabeoji untuk tidak memisahkan kami? Apakah kau sekejam itu?" tanya Hoseok.


"Aku memang kejam Ahn Hoseok apalagi pada orang yang mau menghancurkan nama baik keluargaku" sinis Kakek Park.


Ya namja itu benar-benar menampakkan sisi paling egois dirinya sekali lagi.


"Kau memang sangat egois harabeoji...


...." ucap Taehyung penuh penekanan.


"......Kami ini keluargamu. Cucumu. Bahkan kepada kami pun kau bersikap seperti ini?" lanjut Taehyung dengan penuh emosi.


Taehyung tersenyum miring lalu kembali melanjutkan ucapannya.


"Ahh kenapa aku harus bertanya pada putramu saja kau seperti itu". Rasanya sudah tidak ada lagi sopan santun yang Taehyung miliki sekarang.


Plak........


"Jaga ucapanmu Jeon Taehyung" ucap Tuan Park setelah melayangkan satu tamparan keras pada cucunya. Keadaan makin tegang. Sepertinya tidak akan ada lagi titik terang dari masalah ini.


"Appa(ayah)...." gumam Nyonya Jeon melihat sang ayah menampar putranya.


"Kalian semua sudah berani menentangku eoh??!!!" pekik Kakek Park.


Semuanya terdiam kembali untuk beberapa saat.


"Itu karna kami ingin mempertahankan pernikahan kami Tuan Park" Soon ae akhirnya angkat biacara.


"Kau pasti sangat kecewa pada kami. Tapi bukankah setiap orang punya hak mendapatkan kesempatan Kedua?" tanya Soon Ae.


Dia mengeratkan genggaman tangannya pada Yoongi.


"Aku yakin Harabeoji tidak sejahat itu" lanjut Soon Ae.

__ADS_1


Walaupun rasanya mustahil tapi ada sisi di hati Soon Ae yang mengatakan jika kakek Park sebenarnya tidak sejahat yang mereka kira. Mungkin karna emosi yang meluap serta rasa kecewa yang begitu dalam membuat dia bersikap sekajam sekarang. Entahlah.


"Lagipula Eunmi eonni melakukan itu karna alasan agar kami bisa menyadari perasaan masing-masing. Agar kami bisa saling mencintai. Bukankah itu yang harabeoji inginkan?" Tanya Soon ae.


"Benar......itu benar sekali Soon ae tapi tidak dengan cara serendah itu" bantah Kakek Park.


"Tapi buktinya kami bisa saling menerima sekarang" timpal Soora.


Eunmi menatap sendu kedua adiknya yang sedang berusaha membelanya. Rasanya sangat sakit melihat mereka harus menanggung kenyataan pahit yang mutlak dari Eunmi.


"Kalian sedang membela Eunmi rupanya" teka sang kakek.


"Tentu saja kami membelanya. Dia saudara kami. Keluarga kami. Seharusnya keluarga saling melidungi bukan malah saling menjatuhkan" jawab Soora.


Kakek Park menghela napasnya berat.


"Kalian sudah terlalu banyak mengoceh. Kurasa sudah cukup. Aku sudah sangat muak" kata kakek Park.


"Sebaiknya kalian pergunakan waktu kalian untuk saling mengucapkan selamat tinggal. Karna keputusanku tidak akan berubah sama sekali. Bahkan sekarang aku makin yakin, aku salah sudah menyatukan kalian"


Berakhir.


Sepertinya ini akhirnya. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan kakek Park.


Mereka hanya bisa menatap kerpergian namja itu dengan tatapan sendu. Para orang tuapun pergi meninggalkan mansion tak lama setelah kakek Park pergi.


Meninggal ke 3 pasangan yang masih larut dalam pikiran masing-masing.


"Kurasa semuanya sudah berakhir" ucap Hoseok.


"Oppa~" lirih Soora kembali menangis.


"Jangan menangis Soora-ya.......sudah cukup aku mohon" tutur Hoseok memeluk Soora.


"Kita harus kembali kerumah sakit" kata Namjoon pada Eunmi.


Taehyung duduk di depan Eunmi mengelus tangannya dengan lembut.


"Pergilah bersama Namjoon. Aku akan menyusulmu" kata Taehyung yang diangguki lemah oleh Eunmi.


"Kau salah Soon Ae jika menyangka harabeoji akan luluh" kata Yoongi menatap Soon ae.


"Entahlah tapi perasaanku mengatakan dia tidak bersungguh-sungguh" jawab Soon ae membalas tatap Yoongi.


"Aku kenal kakekku" timpal Yoongi.


Itu sudah menjadi bukti jika memang sudah tidak ada harapan. Soon ae menghamburkan pelukan. Mungkin pelukan terakhir sebelum mereka berpisah di meja hijau persidangan.


"Soon ae-ya......Soora-ya......." panggil Eunmi membuat dua yeoja itu menatapnya.


Mereka melerai pelukan lalu menghampiri Eunmi.


"Tidak ada yang perlu minta maaf Eonni" tutur Soora mengusap lembut tangan Eunmi.


"Ne(iya)....Soora benar" timpal Soon ae yang juga menggenggam tangan Eunmi yang sebelah lagi.


"Tapi jika saja hari itu aku___"


"Bukankah kita semua setuju? Jadi jika ada yang harus di hukum memang kita semua yang harus menanggungnya" potong Soon Ae.


Eunmi makin merasa bersalah. Dia memeluk kedua adiknya itu dengan sangat erat. Tangis Soora dan Soon ae pun akhirnya pecah. Mereka saling menyalurkan rasa sakit yang luar biasa itu lewat pelukan dan tangis.


"Eonni......" panggil Soora sesaat setelah mereka melepaskan pelukan.


"Hmmmm adikku yang manis?" kata Eunmi gemas.


"Setelah kau sembuh nanti. Aku ingin sekali kerestoranmu dan makan cup cake yang kau buatkan untukku. Itu pasti akan sangat enak" kata Soora mencoba tersenyum tapi masih dengan linangan air mata.


"Tentu......eonni akan membuatkan yang banyak untukmu" tutur Eunmi.


"Aku juga akan makan banyak nanti" balas Soon ae.


"Kita semua pasti akan gendut nanti. Iya kan" kata Soora mengundang kekehan dari mereka.


Sementara para istri berusaha untuk mengalihkan rasa sakit dengan bercanda bersama.


Taehyung, Hoseok dan Yoongi sedikit berbincang.


"Mianhae(maaf) Yoongi Hyung...." kata Hoseok membuka suara.


"Untuk apa?" tanya Yoongi.


"Atas kejadian kemarin. Jujur aku tidak bisa mengendalikan emosi. Sungguh aku sangat me___"


"Aku tidak tau kau punya pukulan yang bisa membuat orang mati. Kau tau?" potong Yoongi membuat Taehyung terkekeh.


"Hyung aku benar-benar minta maaf" sesal Hoseok.


"Gwenchana(tidak apa-apa).......kau bahkan lebih baik dariku. Kau bisa melawan orang yang menyentuh istrimu sementara aku......" entah kenapa Yoongi jadi teringat saat Soon ae bersama namja itu.


"Jika kau memukulinya juga hari itu. Kau juga akan menyesal Hyung jika tau alasannya. Terbukti kau memang lebih baik dalam menahan emosi dari pada Hoseok Hyung" kata Taehyung membuat Yoongi tersenyum tipis.


"Hanya saja kau sedikit bodoh karna membuat Hoseok cemburu dan berakhir kau babak belur" goda Taehyung.


"Sialan!!!!" umpat Yoongi.


Setelah percakapan itu mereka kembali diam. Mereka mencoba mengalihkan pikiran tapi ternyata tak semudah itu. Mungkin mereka bisa tersenyum sekarang. Hanya sekarang. Besok entah apa yang mereka akan hadapi. Tentu bisa di tebak.

__ADS_1


Perpisahan.


Hoseok dan Soora pulang kerumah begitu pun Yoongi dan Soon Ae. Sementara Eunmi dan Taehyung kembali ke rumah sakit.



Seperti yang dikatakan kakek Park mungkin ini waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal.



💜💜💜



Malam harinya Soon ae dan Yoongi memutuskan tidur dan Soon ae memilih kembali tidur di kamarnya. tak ada alasan lain selain.. Ia tak ingin dilihat Yoongi dalam keadaan menangis lagi.



Soon ae menutupi dirinya dengan selimut dan menangis didalamnya. tak ia kira ternyata ini adalah akhir kisah dari keluarganya.



Tak jauh berbeda dengan Yoongi, ia juga sama kacaunya. kembali dalam fase terpuruk membuat ia merasakan deja vu. Yoongi membuka nakas dalam mejanya melihat satu pisau yang selalu ia simpan disana.



Ia selalu ingin mengakhiri hidupnya. Seperti sekarang. Dan ini bukanlah percobaan bunuh diri yang pertama ia lakukan. Bukan hal aneh lagi saat kalian memperhatikan tangan kiri Yoongi. Disana ada bekas sayatan pisau yang kian memudar. Namun..entah bagaimana caranya ia selalu berakhir selamat.



Mungkin Tuhan masih ingin menyiksa Yoongi\(?\) entahlah Yoongi pun tak tau.



Yoongi membawa pisau itu dan berjalan menuju cermin besar. Menatap bengis kearah dirinya sendiri. Kembali ia kecewa pada dirinya. Selalu dikendalikan oleh kakek Park membuat ia membenci separuh perjalanan hidupnya. Meski berbagai cara ia lakukan untuk lepas dari belenggu kakek Park, selama itu pula ia berakhir terluka. Kakek Park selalu tau kelemahan Yoongi dan hal itu membuat Yoongi sulit melepaskan diri.



Tangannya bergerak mengangkat pisau tajam itu lalu menatap cermin di depannya tatapannya kosong. Yoongi menutup matanya dan tangan kanan itu bersiap untuk melukai tangan kirinya.



Saat Soon ae tengah menangis tiba-tiba percakapannya dengan kepala maid terlintas.


'Nyonya, tolong jaga Tuan Yoongi. '


'Nde?(apa) '


'Saya mohon jangan biarkan dia sendiri dalam keadaan seperti ini. Saya takut jika tuan Yoongi menyakiti dirinya sendiri atau bahkan berniat bunuh diri seperti dulu saat ia dalam keadaan sama kacaunya dengan sekarang jadi kum_'


"Yoongi! " Mengingat itu sontak Soon ae berdiri dan berjalan cepat untuk keluar kamar. Tangannya dengan kasar menghapus air matanya. Saat ia hendak membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka.


"Yoongi-ssi"


Soon ae memperhatikan Yoongi dari atas ampai bawah tubuhnya. Yoongi yang melihat itu mendekat.


Menarik Soon ae untuk ia peluk.


"Takut aku melukai diri sendiri eum? " Tanya Yoongi


"Nde?(Apa)"


"Hah~ awalnya aku ingin sekali melukai diriku melampiaskan kekecewaan ku dengan cara melukai diriku bahkan berniat untuk mengakhiri hidup_"


"Yoongi-ssi! " Soon ae memotong ucapan Yoongi dan berusaha melepas pelukannya. Namun pelukan Yoongi erat dan Soon ae tak bisa melepasnya


"_itu sebelum aku berfikir, sebelum aku mengingat namamu. Aku tak ingin orang yang aku cintai melihatku dalam keadaan terburukku. Aku tak ingin menorehkan kembali luka padamu. Karena itu.. Aku berhenti dan memilih pergi menemuimu" Ucap Yoongi sambil melepas pelukan dan menatap Mata Soon ae. Tangannya terangkat untuk menghapus lelehan air mata pada pipi Soon ae yang entah sejak kapan ia menangis.


"Maafkan aku Soon ae-ah"


"Maaf karena tak bisa mempertahankan keluarga kita. Maafkan aku.. "


Soon ae menggeleng pelan.


"Bolehkah aku berjanji padamu? " Tanya Yoongi membuat Soon ae mengangguk cepat dengan air mata yang masih mengalir.


" Aku tau aku tak akan bisa melawan kakek Park. Dan berakhir berpisah denganmu. Tapi aku berjanji aku akan kembali padamu bagaimanapun itu caranya. Aku akan berusaha melepas diriku dari kendali kakek tua bangka itu. Jadi saat aku berusaha berjanjilah padaku untuk selalu menungguku. Aku akan kembali padamu. Ber_"


"Aku akan selalu menunggumu. Tolong tepati janjimu. " Soon ae memeluk Yoongi erat.


"Aku akan selalu menepati janjiku padamu Park Soon ae. Aku mencintaimu"


"Aku juga" Soon ae melepas pelukannya lalu menjinjit, menarik tengkuk Yoongi


Dan Soon ae menciumnya.


Ciuman yang sarat akan luka.


💜💜💜


"Maaf......... Ini untuk kalian" kata namja itu menyodorkan sebuah surat pada pasangan Hoseok, Taehyung dan Yoongi.


"Apa lagi ini!!!!??!!!!!"


Tbc.........


Meweknya masih berlanjut yah😭😭. Dan sebelum ending aku pengen tau gimana perasaan kalian selama ini membaca 'Can You Change?' kuy coret-coret di komen😘😘😘

__ADS_1


Ok see u di chap ending sayang😍


By Rara Vina Lion💜💜💜


__ADS_2