Can You Change ?

Can You Change ?
Epilog


__ADS_3

Gak kerasa yah kita udah sampai di epilog cerita CYC๐Ÿ™‚. Setelah cukup lama๐Ÿ˜‚ dengan lika liku yang cukup menguras perasaan kami(penulis) dan mungkin kalian juga๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ pada akhirnya kami bisa menyelesaikan cerita ini๐Ÿ˜˜. Chapter kali ini bakal spesial bgt dong karna lebih dari 5000 kata๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ. Dan satu lagi bagi kalian yang belum cukup umur tolong bijak yah dalam membaca karna episode kali ini mengandung banyak adegan dewasa. So have fun๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Happy reading guys๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Tapi sebelum itu kita pemanasan dengan para suami dulu kuy๐Ÿ˜‚


Soora berbaring sambil memejamkan matanya membiarkan aroma bunga menyebar di indra penciumannya. Sungguh sangat menenangkan.


Cklek....


Bunyi pintu terbuka menampilkan Hoseok dengan dua tas belanjaan di tangannya.


"Sayang apa kau sedang tidur?" tanya Hoseok meletakkan bag itu diatas meja.


"Aniyo(tidak) oppa" jawab Soora bangun dari tidurnya lalu menatap Hoseok.


"Apa yang kau beli?" tanya Soora saat netranya melihat bag belanjaan sang suami.


"Ohhh itu oleh-oleh untuk Eunmi dan bayinya nanti" jawab Hoseok.


"Oh iya......aku sangat ingin cepat-cepat melihat bayi Eunmi eonnie lahir" ucap Soora gemas memikirkan wajah menggemaskan anak Taehyung dan Eunmi kelak.


Hoseok mendekati Soora yang tengah duduk di tepi ranjang.


"Bagaimana kalau kita membuat satu juga yang seperti itu. Baby milik kita sendiri. Otte?(bagaimana)" goda Hoseok sambil menaik turun kan alisnya.


"Ne?(apa) Aku____" Kata Soora gugup.


"Bukankah kita sedang bulan madu? Seharusnya kita membawa kabar gembira setelah pulang dari sini" ucap Hoseok menunduk mensejajarkan wajahnya dengan Soora.


Ya Hoseok dan Soora sedang berbulan madu di New Zealand 3 bulan setelah Eunmi melakukan operasi sumsum tulang belakang. Mereka berada disana selama 2 minggu dan ini baru hari ketiga.


Dua hari ini mereka habiskan dengan jalan-jalan dan mengunjungi beberapa tempat terkenal disana.


Baru hari inilah Soora hanya diam di hotel tempat mereka menginap. Alasan klasik, wanita itu lelah dan ingin beristirahat.


"Soora-ya~~~" panggil Hoseok mengelus pipi Soora lalu mengarahkannya untuk menatapnya.


"Jika memang kau belum siap aku tidak akan memaksamu" lanjut Hoseok tersenyum. Walaupun sebenarnya itu senyum yang dia paksakan karna jujur saja dia sangat ingin tapi dia tidak mungkin memaksa sang istri juga.


Hoseok melangkah menjauh setelah mengecup kening Soora lembut. Dia membuka jaketnya dan berniat untuk mandi.


"Aku bukannya belum siap.......tapi tepatnya aku tidak tau harus bagaimana" kata Soora sontak membuat Hoseok menghentikan langkahnya.


Hoseok terkekeh pelan. Sungguh gadis itu sangat polos. Hoseok kembali mendekati Soora dan langsung menindih tubuh mungil Soora.


Wanita itu membulatkan matanya kaget atas perlakuan sang suami.


"Kau tidak perlu melakukan apapun. Cukup ikuti dan nikmati saja" ucap Hoseok begitu sensual.


"Tap____"


Chup~~


Dengan segera Hoseok membungkam mulut Soora dengan bibirnya.


Walaupun mereka sudah sering berciuman tapi Soora tetap saja merasa sangat gugup. Apalagi posisi mereka sekarang aaahhh sungguh sangat tidak memungkinkan untuk dia mengelak atau menolak.


Lagipula bukankah itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri walaupun Soora sendiri tidak tau seperti apa sebenarnya kewajiban seorang istri itu.


Ciuman Hoseok makin brutal dan agak sedikit memaksa. Tangannya pun tidak tinggal diam. Melepaskan satu per satu pakaian Soora. Walau dengan tergesah tetap saja Hoseok melakukannya dengan lembut tak ingin menyakiti sang istri yang sangat dia cintai itu.


"Aku sudah menahan ini cukup lama. Jadi maaf jika kita akan melakukannya tak hanya sekali" ucap Hoseok lalu melanjutkan aktifitasnya tanpa menunggu persetujuan dari Soora.


Sudah cukup selama ini dia bersabar dan sekarang saatnya dia memenuhi hasratnya.


ย 


Hoseok mengusap sebelah tempat tidurnya tapi dia tidak menemukan yang dia cari. Dia membuka matanya dan benar saja di sebelahnya kosong.


"Soora~~~~" panggil Hoseok. Hoseok menoleh kesana kemari dan hendak beranjak dari ranjang itu sebelum sebuah suara menghentikan nya.


"Aku dikamar mandi oppa" teriak Soora dari dalam kamar mandi.


Hoseok tersenyum. Cepat juga wanita itu bangun dan langsung mandi pula.


'Apa dia sedang bersiap siap untuk kuterkam kembali' kekehnya dalam hati sambil kembali menarik selimutnya. Udara masih cukup dingin di pagi hari.


Soora keluar sambil mengusap rambut panjangnya.


"Oppa kau tidak mandi?" tanya Soora melihat Hoseok masih berada di balik selimut.


"Nanti saja" ucap Hoseok


"Ayolah oppa aku ingin keluar jalan\-jalan" rengek Soora.


Hoseok menyibak selimutnya lalu menanap Soora intens dari ujung kaki sampai kepala. Wanita itu hanya menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Membuat sebagian paha mulus wanita itu terlihat membuat Hoseok menelan ludahnya dengan gugup. Tapi tetap saja tak mengalihkan pandangannya tersebut.


"Aku tidak mau" jawab Hoseok.


"Waeyo?\(kenapa\)" tanya Soora bingung.


"Kita lanjutkan saja yang semalam. Otte?\(bagaimana\)"


Oh ayolah namja itu mulai lagi. Soora menatapnya jengah.


"Apa oppa tidak lelah. Bahkan aku saja masih kesakitan sekarang"


"Jika memang sakit kenapa kau ingin keluar. Aku tidak mau jika harus menggendongmu" kata Hoseok menampilnya wajah merajuknya.


"Inikan salahmu oppa" kata Soora tak terima. Padahal jelas Hoseok yang telah membuatnya kesakitan luar biasa di bagian selangkanya.


"Salahku??" ucap Hoseok menunjuk dirinya sendiri.


"Ne"\(iya\)


"Bukankah kau sendiri yang menginginkannya. Apa kau tidak ingat bagaimana kau merengek dan meminta"


Belum selesai ucapan dari namja itu sebuah bantal sofa sudah melayang mengenai tepat di wajahnya membuat Hoseok berteriak.


"Yak Ahn Soora" protes Hoseok.


"Mwo???\(apa\)" pekik Soora menatap tajam Hoseok.


"Jika oppa masih membahasnya maka aku akan melemparimu dengan vas bunga. Arasso\(paham\)" ancam Soora.


"Cckkk apa kau tega membuatku terluka eoh?" tantang Hoseok.


Soora sudah tidak memperdulikan omongan dan juga ejekan dari sang suami. Hoseok masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Soora segera memakai pakaiannya dan berniat untuk keluar sendirian.


Tapi langkahnya terhenti saat Hoseok memeluk pinggang rampingnya dengan erat.


"Kau mau meninggalkanku?" tanya Hoseok manja.


"Bukankah oppa tidak ingin ikut?" Soora malah balik bertanya.


"Kapan aku mengatakannya? Jangan tinggalkan aku" rengek Hoseok membuat Soora tersenyum tipis dengan perlakuan manja sang suami.


"Baiklah sekarang oppa bersiap. Aku akan menunggu" kata Soora membalikkan tubuhnya lalu mengalungkan tangannya di leher Hoseok.


"Morning kiss" kata Hoseok memanyungkan bibirnya.


Soora mencium namja itu dengan lembut. Tidak begitu lama.


"Wahhh kau belajar dengan cepat sayang" kata Hoseok mengusap bibir Soora.


"Itu karna oppa yang jadi guruku" kata Soora terkekeh.


Hoseok tersenyum lebar melihat sang istri yang sudah pandai menggoda nya.


"Tunggu aku baby. Aku harus memakai pakaianku. Atau kalau kau mau kau bisa memakaikan baju ku. Hitung hitung latihan memakaikan baju untuk anak kita nanti." Bisik Hoseok sensual ditelinga Soora.


Soora sontak menginjak kaki Hoseok dengan kencang. Hoseok mengaduh kencang dibuatnya sambil memegang kaki yang diinjak tadi. Biarkan saja pasangan ini untuk sekarang.


ย 


Waktu dua minggu yang diberikan sang kakek untuk bulan madu sudah hampir habis. Saat ini Hoseok dan Soora sedang mengemasi semua barang barang mereka dan juga oleh oleh yang akan diberikan kepada keluarganya. Tentu saja barang barang mereka harus terlebih dahulu di kirim ke negara asal mereka. Agar memudahkan mereka diperjalanan.


"Oppa tak terasa ya waktu dua minggu ini akan berakhir besok. Ahh aku masih betah disini" keluh Soora setelah selesai membereskan barangnya dan duduk disofa disamping Hoseok yang mengecek tiket dan password serta administrasi yang lainnya.


Hoseok melirik sekilas istrinya tersebut. "Kau ingin menambah jatah bulan madu kita sayang ? haruskah aku mengundur jadwal kepulangan kita dan mengabari keluarga di Korea kalau istri ku ingin menambah jadwal olahraga malam disini ?" goda Hoseok.


Bugh.......


Bantal sofa kembali melayang kemuka Hoseok yang saat ini terpingkal melihat Soora yang wajahnya sudah memerah malu.


"Kau mesum Ahn Hoseok"


"tapi kau mencintaiku kan sayang" tawa Hoseok yang makin meledak. Soora menghentakkan kakinya lalu segera mencubiti pinggang Hoseok.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Sinar matahari menembus kecelah jendela kamar. Cahayanya membuat seseorang terusik untuk bangun dari tidurnya. Perlahan ia mengusap tangan yang melingkar di perutnya posesif. Ya benar, itu Soon ae yang tengah dipeluk oleh Yoongi dari belakang dengan posesif. Tersenyum Soon ae saat mengingat betapa canggung nya Yoongi saat ia mengajak Soon ae untuk tidur bersamanya. Catat hanya 'tidur' seperti biasa, tak ada kegiatan lain.


Ia bisa mengingat bagaimana gelisah nya Yoongi waktu itu bahkan sempat hening untuk beberapa waktu sampai Soon ae sendiri yang menawarkan dirinya untuk tidur bersama Yoongi dan waktu itu juga senyum merekah yang Yoongi suguhkan jangan lupakan anggukan antusias dari Yoongi. Sungguh imut dan tampan diwaktu bersamaan.


"Morning Soon ae" Ucap Yoongi parau tepat dibelakangnya.


"Morning too Yoongi-ssi.. " Soon ae hendak melepaskan pelukan Yoongi namun pria itu malah mengeratkan pelukannya.


"Eh? Ini sudah pagi Yoongi-ssi, kau harus bekerja, bukankah harus membereskan semua perkerjaan sebelum mengambil cuti? "


"Hemm... Tapi 10 menit lagi.. " Gumam Yoongi tepat di ceruk leher Soon ae.


Soon ae dengan perlahan memutar badannya membuat pelukan sedikit melonggar. Ia menatap Yoongi yang masih menutup matanya.


"Sakit? " Tanya Soon ae khawatir, tangannya terulur untuk mengelus pipi Yoongi.


Perlahan Yoongi membuka matanya lalu menatap langsung ke mata Soon ae. Soon ae yang pertama kali ditatap sedekat ini oleh Yoongi menjadi gugup, ia tarik tangan nya dari pipi Yoongi.. Namun Yoongi menahan tangan wanita itu agar tetap berada di pipinya.


"Tidak, hanya sedang malas berangkat bekerja."


"Kalau begitu ak_"


"Tetap dulu begini.. Aku suka" Ucap Yoongi menelusup kan dirinya kedalam pelukan Soon ae.


Soon ae tersenyum. Ia baru tau ternyata Yoongi bisa manja juga. Tangannya mengusap rambut belakang Yoongi dan tangan yang lain membalas pelukan Yoongi.


"Aigoo.. Kau bisa manja juga tenyata" Gumam Soon ae dan Yoongi hanya diam sambil kembali mengeratkan pelukannya.


Sejak saat itu hubungan Yoongi dan Soon ae semakin dekat, mereka bahkan sudah tak malu lagi mengumbar kemesraan didepan Taehyung atau Hoseok. Meski cara mesra Yoongi berbeda dengan cara Taehyung yang lebih mirip menggoda Eunmi, tapi Hoseok dan Taehyung tau Yoongi itu memang telah membuka hatinya untuk Soon ae bahkan terlihat sombong. Yoongi dengan segala kelakuan nya. _-


ย 


Bulan madu.


Hari ini adalah hari ke 4 dimana Yoongi dan Soon ae menikmati bulan madu mereka, tempatnya di Hawaii. Menikmati waktu berdua di pantai Hawai adalah yang terbaik. Soon ae suka pantai dan Yoongi juga, keduanya selalu menyempatkan waktu untuk sekedar melihat matahari tenggelam dari bibir pantai langsung atau dari hotel tempat mereka menginap. Yoongi sungguh sangat baik ternyata, jauh dari perkiraan Soon ae dulu sewaktu baru menikah dengan Yoongi. Yoongi selalu perhatian kepadaย  Soon ae, dan selalu memperhatikan apa yang Soon ae minta. Soon ae juga berusaha menjadi istri yang baik untuk Yoongi. Dan yang baru Yoongi ketahui dari Soon ae adalah bahwa Soon ae tak suka udara dingin dan waktu itu Yoongi memesan banyak sekali mantel dan kaus kaki untuk Soon ae, dasar Yoongi.


Emmm.


Yoongi dan Soon ae sudah melakukan hubungan suami istri? Tentu saja sudah.. Meski Yoongi itu dingin tapi tetap saja ia akan sangat agresif saat menyangkut tentang Soon ae dan ranjang.


Hanya saja ada yang aneh dari malam pertama mereka, Yoongi selalu memakai pengaman. Soon ae bingung tentu saja. Ia tak bodoh untuk tidak tau apa maksud Yoongi. Yoongi tak ingin keturunan.


Sudah lama Soon ae ingin bertanya tapi waktu yang tak tepat membuatnya urung bertanya.


Hari ini hari terakhir mereka berbulan madu. Yoongi harus kembali mengurus perusahaan dan Soon ae harus mengadakan evaluasi bulanan. Ada banyak hal yg harus mereka lakukan. Tapi kali ini ia ingin bertanya pada Yoongi.


Malam hari Soon ae mendekati Yoongi yang tengah duduk di kursi balkon hotel yang tengah meminum secangkir teh.


"Yoongi\-ssi"


"Huh? " Yoongi melirik Soon ae yang masih berdiri, menepuk\-nepuk kursi disebelahnya menyuruh Soon ae duduk. Soon ae menurut dan duduk disebelah Yoongi.


"Yoongi\-ssi" Panggil Soon ae lagi setelah hening beberapa menit.


"Jika nanti kita punya anak.. Ingin berapa anak? "


Yoongi menyimpan gelas teh nya lalu menatap Soon ae.


"Eumm... 3? Atau 2? "


"Perempuan atau laki\-laki? "


"Aku tidak mempermasalahkan jenis kelaminnya" Jawab Yoongi cepat.


"Jika sekarang aku hamil\_"


"Tak mungkin Soon ae ah.. Akukan selalu memakai pengaman"


"Tapi Kenapa? "


Yoongi yang awalnya santai menjawab langsung terlihat kaku,


"Huh? "


"Kenapa selalu memakai pengaman saat melakukan\_"


"Udara semakin dingin ayo masuk" Ucap Yoongi memotong ucapan Soon ae.


"Yoongi\-ssi aku sedang bertanya.. "


Yoongi berbalik.


"Dan aku sedang tidak ingin membahas ini ayo masuk Park Soon Ae" Yoongi berbicara dingin. Menyebut nama Soon ae dengan langkap berarti Yoongi sedang tak ingin dibantah.


Dan dari situ Soon ae mulai berfikir negatif tentang Yoongi. Kenapa dia tak ingin seorang anak dari Soon ae? Kenapa? Apa ia tak benar\-benar mencintai Soon ae? Apa mungkin nanti ia akan menceraikan Soon ae sehingga Yoongi tak membiarkan Soon ae hamil? Pertanyaan itu selalu bermunculan membuat Soon ae sering melamun.

__ADS_1


Dan Yoongi sadar itu.


ย 


Hari terakhir di Hawai


Soon ae tengah mengepak bajunya dan baju Yoongi ke dalam koper sedangkan Yoongi baru saja memesan sarapan karena Soon ae menolak untuk sarapan. Dan setelah perbincangan dengan Yoongi malam yang lalu... Soon ae menjadi lebih pendiam dan terlalu sering melamun.


"Soon ae-ah sarapan dulu" Ucap Yoongi sambil memegang nampan yang baru saja dibawakan oleh karyawan hotel.


"Aku tidak lapar, sarapan saja duluan"


See?? Bahkan saat menjawab pun Soon ae tak menatap Yoongi.


"Soon-ae ah.. "


"Aku tak lapar Yoongi-ssi" Ulang Soon ae.


Yoongi menyerah dan menyimpan nampan itu di meja. Ia perlahan berjalan mendekati Soon ae yang tengah berdiri mengambil baju di lemari.


Yoongi memeluk Soon ae dari belakang membuat Soon ae kaget.


"Yoongi-ssi?! "


"Maafkan aku" Gumam Yoongi dipundak Soon ae.


"Bukannya aku tak ingin menjelaskan alasanku tentang pembahasan tempo hari menyangkut anak. Aku juga ingin memiliki anak kandungku denganmu. Darah daging ku sendiri, tapi kumohon untuk saat ini berhenti bertanya tentang itu. Ada hal yang masih belum bisa aku ceritakan. Tapi ingat satu hal. Jangan pernah ragukan cintaku untukmu, dan berhenti bersikap dingin padaku."


Suara Yoongi memelan diakhir.


"Hah~" Soon ae menghela nafas. Ya.. Soon ae terlalu berlebihan. Tidak seharusnya ia menjadi sensitif terhadap hal seperti ini dan seharusnya ia mencoba mengerti Yoongi dan menunggunya. Bukan malah bersikap kekanakan seperti ini.


Soon ae berbalik lalu menatap Yoongi.


"Maaf.. Aku hanya terlalu sensitif karena aku iri dengan Eunmi eonnie yang telah mengandung anak Taehyung. Baiklah jika itu maumu aku akan menunggu. " Soon ae tersenyum lalu menarik Yoongi dalam pelukannya.


"Terimakasih, aku mencintaimu Park Soon ae. Selalu"


"Nado(aku juga).. Aku juga mencintai mu sangat"


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Saat itu Eunmi sudah sembuh total dari penyakitnya dan terlihat sedang menyiapkan sesuatu didapur mansion kakek Park. Kenapa dimansion kakek Park ? Sebab sang kakek meminta para cucu dan anak anaknya berkumpul di sana dengan alasan sang kakek rindu suasana ramai ketika dulu anak anaknya masih tinggal di sana. Dan jadilah Eunmi yang menyiapkan semua makanan walau tetap saja dibantu oleh para maid disana mengingat kehamilan Eunmi yang sudah mencapai usia 9 bulan. Bahkan perut nya saat ini terlihat sangat Besar.


"huft sesaknya." Lirih Eunmi yang masih sibuk menghias tatanan makanan disana. Sebenar nya tidak perlu toh itu juga akan habis dimakan oleh mereka namun jiwa koki milik Eunmi membuat dia keasikan menata sana sini makanan apapun untuk menambah selera katanya.


"Nyonya istirahat lah sebentar. Kau sudah terlalu lama berdiri sejak tadi."ucap khawatir kepala maid yang dari tadi senantiasa mendampingi Eunmi. Pasalnya Eunmi sejak tadi memegang perut dan meringis kecil.


"Gwenchana ahjumma(tidak apa apa bibi). Tinggal sedikit lagi, aku akan istirahat setelah ini semua selesai ne ?" ucap Eunmi sambil tersenyum.


Maid itu mengangguk mengerti lalu pergi untuk merapihkan meja makan, dan Eunmi tengah mencuci tangannya.


"Oh Eunmi-ssi? Selesai memasak? " Tanya Yoongi yang berjalan mengambil minuman dikulkas.


"Eh oppa sudah sampai ternyata. Yaa aku memasak untuk kalian"


"Hebat ya.. "


"Eumm aku baru datang dengan Soon ae, Hoseok dan Soora mungkin akan datang sebentar lagi" Jawab Yoongi sambil membuka kaleng minumannya.


"Soon ae? Dimana? "


"Didepan bersama kakek dan Taehyung"


"Ohh.. "


"Kau mau? " Tanya Yoongi sambil menyodorkan minuman pada Eunmi. Minuman perisai buah yang aman untuk orang hamil tentunya.


"Aku tak suka rasa buah itu oppa"


"Eh? Bukannya kau dulu suka segala jenis makanan? "


"Iya itu sebelum aku hamil hehe"


Namun tak berapa lama sejak Eunmi mengucapkan kalimat itu. Tiba tiba saja Eunmi berteriak kesakitan.


"Arrghh , appo(sakit)." Eunmi mengalami kontraksi, darah segar mengakir menodai lantai marmer putih.


Yoongi yang melihat itu sontak kaget. Peluh mulai bercucuran, napasnya terengah. Soora yang kebetulan baru saja datang dan mendekati dapur sontak membantu Eunmi.


"Eonni!! " Teriak Soora.


"Akkhh sakit Soora ahh!! " Teriak Eunmi.


"Eoh? A-arraseo(aku tau) oppa cepat panggil Taehyung!! Bantu aku!! " Teriak Soora pada Yoongi yang membeku ditempat bagaikan orang bodoh.


"Yoongi oppa!!! "


Tak bersuara Yoongi hanya mampu diam dengan tangan gemetar, pikirannya kosong. Dan dia seakan tuli. Yoongi menutup telinganya. Dan Yoongi terlihat kesakitan.


Soora yang frustasi berteriak pada maid untuk memanggil Taehyung.


"Akkhh Taeh~"


"Eunmi!!!! " Taehyung yang tadi nya sedang meminum teh sontak meloncat saat mendengar istri nya sedang kesakitan didapur. Tak memperdulikan lebar meja yang dia lompati. Bahkan hampir saja menubruk maid yang menyampaikan pesan itu.


Kakek Park yang melihat itu sontak menatap Yoongi.


"Soon ae!! Bawa Yoongi kekamar!! " Teriaknya saat melihat Yoongi yang tengah meringis kesakitan.


"Y-yoongi-ssi!! " Soon ae mendekat dan memeluk Yoongi.


Sesampai nya disana Taehyungย  menggendong bridal Eunmi yang sudah berkeringat dingin sambil memegang perut. Terlihat dilantai sudah ada ceceran darah dari paha Eunmi.


"Tolong siapkan mobil. Eunmi seperti nya akan melahirkan. Pallika(cepat pergi) " Taehyung seperti kesetanan berlari keluar dengan Eunmi berada di dekapan nya. Hoseok yang tengah memegang kunci mobil pun dengan cepat menyiapkan mobilnya.


Soora yang bingung hanya mengikuti kakek Park yang berjalan cepat menuju mobil.


Di rumah sakit.........


Taehyung kembali mengangkat bridal Eunmi dan membawa ke ruang UGD sambil berteriak memanggil suster dan dokter agar bisa segera mengurus istrinya yang sedikit pucat menahan rasa sakit. Membuat Hoseok menggeleng kan kepala nya melihat sang adik seperti orang bodoh yang ingin segera meletakkan sang istri ke ruang operasi sedangkan tadi sang perawat sudah menyiapkan ranjang dorong dihadapannya namun dengan langkah pintar sang adik hanya melewati para suster dan dokter. Lucu sekali.


Tak lama setelah masuknya Eunmi kedalam ruang bersalin Terlihatย  namja itu dengan pakaian acak-acakkan didepan pintu ruang bersalin tersebut setelah diusir gara gara dia menangis keras melihat Eunmi yang akan dioperasi.


Kakek Park yang baru sampai bersama Soora pun menepuk jidat saat melihat Taehyung, Hoseok yang dari tadi melihatnya pun hanya menunduk malu sambil berucap lirih 'dia bukan adikku. Aku tidak mengenalnya' sedangkan sang dokter dan para suster terkekeh geli melihat Taehyung bertingkah seolah olah dialah yang akan melahirkan dan dioperasi.


Keluarga Jeon dan yang lain tiba sesaat setelah lampu ruang operasi menyala. Semua bingung melihat Taehyung yang seperti terkena badai angin topan karna penampilan nya tersebut. Setelah Hoseok menjelaskan, keluarga Jeon dan yang lain sontak tertawa lebar tak habis pikir kenapa sifat lembut Taehyung masih ada mengingat umurnya yang sudah tak muda lagi. Terlebih dia masih saja senggukan didepan pintu tersebut sambil mengusap pipi nya. Melihat yang lain tertawa membuat Taehyung melirik sinis yang lain seolah olah berkata 'Tunggu saja waktu nya hyung. Kalian pasti tidak akan bisa tertawa setelah mengalaminya.'


Operasi tersebut memakan waktu lumayan lama. Sekitar 2 jam akhirnya terdengar suara bayi yang keras sedang menangis membuat mereka semua lega. Dan ketika lampu operasi mati keluar lah sang dokter sambil tersenyum manis kearah Taehyung.


"Selamat tuan Jeon. Bayi dan istri anda selamat. Bayi anda laki laki. Kalian bisa melihat nya nanti setelah kami membersihkan semuanya diruang rawat. Saya permisi." Taehyung hanya mengangguk kan kepalanya bahagia sedih senang semua tercampur aduk dihatinya. Lega mendengar kabar dua malaikatnya selamat.


"Cah Taehyung. Sudah dengar kan sayang. Pergilah mengurus administrasi tadi, tinggal menunggu tanda tangan mu maka semua selesai. Kau bisa menjenguk istri dan anak mu setelahnya." Ucap lembut nyonya Jeon mengelus pundak anaknya yang masih saja sesenggukan bahagia


ย 


"Astaga oppa. Aku yang melahirkan dan merasakan sakit kenapa malah kau menangis keras eoh? " lirih Eunmi sambil mengelus pipi Taehyung dengan sebelah tangan nya yang bebas.


"Aku khawatir sayang. Kau tidak tau rasanya jadi aku yang harus menunggu kabar mu dari luar ruang mengerikan itu. Terkadang orang yang melihatmu akan merasa lebih kesakitan dari pada kau. Dan itulah yang aku rasakan." Ucap Taehyung sambil tersenyum manis. Tampan sekali.


Yang lain hanya merotasikan matanya dengan malas. Dan langsung meledek Taehyung dengan menceritakan semua yang dilakukan oleh namja bermarga Jeon itu ketika dia menangis tanpa henti. Namun segera terhenti ketika sang suster membawa masuk bayi mereka kedalam ruangan. Dan kembali riuh melihat betapa tampannya anak dari pasangan Jeon tersebut.


Sementara itu Kakek Park menelfon dokter pribadi Yoongi. Menyuruhnya untuk datang ke mansion. Soora yang tak sengaja mendengar pun merasa bingung.


"Kakek, Yoongi oppa baik\-baik saja kan?" tanya Soora.


Hoseok yang mendengar pertanyaan Soora sontak membolakan matanya.


"Tak perlu Hoseok, sudah ada dokter Seo. " Ucap Kakek Park yang melihat Hoseok hendak pergi ke mansion


"Tapi kek\_"


"Sudah ada Soon ae tak apa" Jawab kakek Park.


Hoseok hanya menunduk ia sampai lupa dengan Yoongi.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


"Oeekkk ...oeekk" suara tangis anak bayi yang terdengar di suatu ruangan yang saat ini sedang berada dalam dekapan seorang namja. Terlihat sangat kesulitan hanya untuk menidurkan sang bayi mungil berumur 1 bulan tersebut.


"ssstt .. ssst sayang sudah ya jangan menangis terus, nanti eomma mu terbangun. " ujar namja yang ternyata adalah ayah dari bayi yang masih saja sibuk menangis.


"Aiisshh aku tidak tau harus membujuk nya dengan apa. Apa aku bangunkan saja Eunmi ya ? tapi dia terlihat lelah tadi setelah makan malam." Gumam Taehyung. Ya benar,namja yang sedang mengendong anak bayi tadi adalah Taehyung dan bayi yang sedang digendong nya adalah buah hatinya dengan Eunmi. Bayi dengan jenis kelamin laki\-laki yang sangat sehat, terlihat dari badannya yang sangat gembil untuk ukuran bayi umur 1 bulan.


Taehyung membuka sedikit kamar mereka berdua dan mengintip sedikit Eunmi yang masih tertidur diranjang dengan wajah luar biasa lelahnya membuat mau tak mau Taehyung mengurungkan niat nya kembali membangunkan Eunmi.


"Sudahlah, aku akan berusaha keras menidurkan pangeran kecil ku yang manja ini."semangat Taehyung sambil mengepalkan tangan nya membuat bayi yang berada digendongannya langsung berhenti menangis melihat ekspresi sang appa yang terlihat lucu. Dan akhirnya tertawa dengan imutnya. Taehyung yang tak menyangka bisa mendiamkan anaknya sontak senang sekali dan langsung membuat wajah lucu yang banyak hingga mereka berdua tertidur disofa besar diruang keluarga dengan Taeni berada di dadanya.


Pagi hari Taehyung kembali dikejutkan suara tangisan Taeni yang menangis didadanya. Membuat dia langsung berdiri dan menggendong dengan wajah yang masih terlihat mengantuk. Membawa masuk kedalam kamar dan pelan pelan membangunkan Eunmi.


"Sayang bangunlah. Bantu aku sebentar mendiamkan Taeni. Aku harus kekamar mandi. Dia tak henti\- hentinya menangis. Aku bingung mendiamkan nya bagaimana." Rengek Taehyung Membuat Eunmi menatap dengan tatapan lesu khas orang baru bangun tidur.


"Ayolah sayang Taeni rewel terus sejak tadi."ucap Taehyung sambil menggendong bayi gempal tersebut.


Eunmi mengulurkan tangannya dan segera menerima bayi itu dalam gendongannya. Dan tentu saja Taeni reflek diam ketika menghirup aroma ibunya tersebut.


"Waaah anak ini...... tadi dia menangis keras, dan lihat lah sekarang dia langsung diam ketika kau menggendongnya. Dasar bayi nakal." Cibir Taehyung.


Eunmi hanya bisa terkekeh melihat suami nya yang memanyunkan bibir sambil menatap dengan padangan gemas kearah anaknya. Berdoa agar keluarga kecil mereka bisa selalu bersama dan bahagia.


1 bulan semenjak Eunmi melahirkan. Soora sedikit aneh. Mood nya berubah rubah dan selalu saja meminta sesuatu yang aneh aneh. Seperti saat ini Soora menelpon Hoseok yang sedang rapat dengan klien penting. Menangis dengan keras mengatakan Hoseok harus segera pulang kerumah tanpa ada alasan yang jelas. Membuatnya mau tak mau kalang kabut meninggalkan rapat tersebut dan menitipkan kepada sekretaris nya.



Sesampainya dirumah Hoseok segera mencari keberadaan sang istri yang saat ini berada di halaman belakang sedang berendam di kolam berenang.



Meminum jus dan segera melambaikan tangan kearah Hoseok yang terlihat dimatanya sedang menatap khawatir dan juga bingung.



"Sayang ada apa ? kau memintaku pulang. Apa ada yang sakit ? lalu kenapa kau disini sayang ? disini dingin. Ayo masuk." Soora menggeleng lalu segera berenang menjauh dari tepi kolam.



"Gwenchana\\(tidak apa\\) oppa. Aku hanya ingin berenang denganmu sekarang." Jawab nya tak lupa tersenyum manis.



"Mwo\\(apa\\) ? Aku meninggalkan rapat penting ku hanya untuk menemani mu berenang ? Yak Ahn Soora Jangan main main. " bentak Hoseok lumayan keras.



Soora tak menyangka akan mendengar bentakan itu langsung saja menangis histeris. Mood nya benar benar buruk beberapa terakhir ini jadi apapun yang membuat dia sedih akan membuat dia menangis.



Hoseok kegalaban disana, langsung masuk kekolam tanpa melepas jas dan menaruh ponsel serta dompet nya terlebih dahulu. Yang terpenting adalah agar sang istri bisa tenang.



Soora yang saat ini berada didalam kolam tiba\\-tiba pingsan. Membuat Hoseok menjadi merasa sangat bersalah. Dan segera memanggil dokter.



Dokter yang menangani Soora membereskan peralatan nya setelah memeriksa Soora. Lalu keluar ruangan dan bertemu dengan Hoseok yang sejak tadi mondar mandir di depan kamar. Hoseok mehampiri dokter itu.



"bagaimana keadaan istri saya dok ? apa dia baik baik saja ? apa dia sakit ? " Hoseok memberi pertanyaan beruntun kepada dokter tersebut yang ditanggapi dengan senyuman maklum.



"Tuan Ahn. Istri anda tidak terkena penyakit apapun. Dia sedang hamil. Dan umur kandungannya sudah memasuki 3 minggu. Tolong jaga pola makan dan saya harap jangan terlalu memberi dia beban pikiran. Karena wanita yang hamil muda rentan keguguran jika terlalu stress. Kalau begitu saya permisi. Dan ini resep vitamin untuk nyonya Ahn. " dokter itu segera pamit dari sana setelah Hoseok mengucapkan terima kasih.



Hoseok tersenyum bahagia setelah mendengar kabar itu dan langsung masuk kekamar. Memeluk sang istri dengan erat.



"Terima kasih sayang. Terima kasih. Sudah memberikan kebahagian yang tiada tara. Dan maafkan aku telah membentak mu tadi." Ucapnya lalu memberi kecupan kecil di kening Soora.



Soora mengangguk dan membalas pelukan Hoseok.



"Ne oppa. Kita akan punya baby seperti Taehyung oppa dan Eunmi eonni " ucap Soora lembut.



"Tapi oppa ku harap kau tidak melakukan hal memalukan yang dilakukan oleh Taehyung oppa ketika aku melahirkan nanti" celetuk Soora. Hoseok tertawa mendengarnya dan mengangguk setuju.



Semoga mereka berdua bahagia dengan kehamilan ini dan juga langgeng sampai maut memisahkan.



๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ



Soon ae menatap Yoongi yang tengah mempresentasikan produk perusahaannya terhadap publik. Banyak wartawan dan perusahaan penting yang datang diacara ini. Hoseok dan Soora, juga Taehyung, Eunmi dan Taeni\\(bayi mereka\\) juga datang di acara peluncuran mobil baru yang diproduksi perusahan Yoongi. Termasuk Soon ae sebagai perwakilan Hotel dan juga sebagai Istri Yoongi.

__ADS_1



Soon ae tersenyum melihat kesempurnaan Yoongi dalam presentasi ia juga kagum dengan cara Yoongi menjawab setiap pertanyaan yang lancarkan para wartawan atau musuh perusahaan lain yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan Park.



"Dia sempurna" Gumam Soon ae.



"Nde? " Tanya sekretaris Lee.



Soon ae menggeleng lalu kembali menatap Yoongi yang tersenyum kearahnya begitupun kamera wartawan yang memotret dirinya hingga Yoongi turun dari podium dan mendekati Soon ae.



"Ayo pulang" Ucap Yoongi sambil mengulurkan tangannya.



Soon ae dengan senang hati menerimanya dan berjalan meninggalkan tempat duduk mereka pun mendekati tempat duduk dimana hanya keluarga besar Park yang berada di sana.



"Yeoksi! \\(Sungguh! \\) seorang Park Yoongi yang hebat! " Terpukul tangan Hoseok merasa bangga akan Yoongi.



"Eyy tentu hyung kita.. " Bangga Taehyung membuat Yoongi tertawa kecil.



"Diam.\\_" Ucap Yoongi dengan langsung merubah saat wajahnya menjadi datar.



"\\_Terlihat tidak tulus" Ucap Yoongi lalu meninggalkan mereka membuat Soon ae harus mengejar.



"Bye Soora Eonni aku pergi dulu, bye Eunmi eonnie bye baby Taeni" Ucap Soon ae gemas sambil mencolek pipi Taeni yang masih tertidur.



"Bye!! " Ucap Soora ceria.



"Cepat ikuti suamimu" Canda Eunmi.



Disinilah sekarang Soon ae dan Yoongi yang berjalan santai di sungai Han... Eumm boleh Soon ae bicara sesuatu? Ini tentang Yoongi waktu di mansion bulan lalu.


Jadi sebenarnya Yoongi itu mengalami PTSD atau Post Traumatic Stress Diseolder. Adalah Kondisi mental dimana Yoongi mengalami serangan panik yang dipicu boleh trauma masa lalu. Dan Yoongi mengalami trauma terhadap orang yang melahirkan. Dan sekarang Soon ae mengetahuinya. Meski ia penasaran kenapa Yoongi bisa mengalami hal itu tapi Soon ae tak berani bertanya kepada Kakek Park, keluarga Park atau Hoseok dan Taehyung karena ia sudah berjanji akan mendengar sendiri dari Yoongi langsung dan akan tetap menunggunya, sampai Yoongi menjelaskan semuanya. Ia hanya akan mengerti bahwa alasan Yoongi belum siap memiki anak darinya adalah karena trauma nya belum sembuh.


"Jadi bagaimana? " Tanya Yoongi


"Apa? "


"Tentang mengadopsi anak, aku tak ingin kau kesepian dirumah sedangkan Eunmi sudah punya bayi dan Soora sedang hamil aku\_"


"Gwenchana.. Aku tak kesepian, ada MinHoly dirumah. Juga ada kau" Ucap Soon ae memotong pembicaraan Yoongi.


"Waah ternyata bisa gombal juga ya? "


"Huh? Aku tidak gombal kok.."


"Yak mengaku saja.. Belajar dari siapa? Taehyung? "


"Yak Park Yoongi\-ssi!! "


Jahil Yoongi terus menggoda Soon ae. Namun Soon ae hanya diam.


"Soon ae. "


Soon ae masih diam.


"Mian eoh.. Aku hanya bercanda" Ucap Yoongi.


"Soon\_"


"Sssttt!! " Soon ae mengisyaratkan Yoongi untuk tutup mulut.


'Mwo? Wae? ' \(apa? Kenapa\) Yoongi bicara tanpa bersuara.


"Aku mendengar suara tangisan bayi" Mendengar itu Yoongi sontak merapatkan dirinya dengan Soon ae. Yoongi itu savage, tapi tak suka dengan cerita horor. Ini malam dan sepi!


Soon ae melepas pegangan Yoongi dan berjalan kebalik pohon besar.


"Yak Park Soon Ae! Mau kemana?! " Yoongi mulai panik , kakinya pun mengikuti Soon ae yang masih berjalan menuju balik pohon


"Ba\-bayi!! "


"Mwo? Bayi? " Yoongi yang bingung pun dengan cepat menyusul Soon ae hingga ia melihat seorang bayi kecil mungil yang berada di dalam sebuah dus kumuh.


Soon ae perlahan memangku tubuh bayi itu.


"Astaga! Siapa orang yang tega membiarkan bayi seorang diri disini?? " Murka Yoongi sambil mencari orang yang menyimpan bayi itu disana.


"Dia dibuang" Gumam Soon ae sedih. Yoongi yang mendengarnya mendekat.


"Yoongi\-ssi dia kedinginan" Ucap Soon ae parau.


Mendengar itu sontak Yoongi melepas mantelnya lalu menutupi tubuh sang bayi yang masih ada dalam gendongan Soon ae.


"Kita bawa dia ke rumah sakit! " Ucap Yoongi final.


Rumah sakit


Bayi itu tengah berada di dalam inkubator untuk menormalkan kembali suhu tubuhnya yang tadi kedinginan.


Yoongi dan Soon ae menatapnya dari luar ruangan. Soon ae menangis tadi tapi sekarang sudah berhenti dan menatap lekat bayi itu.


Dokter yang tadi memeriksa sang bayi mendekati Yoongi.


"Yoongi\-ssi, "


"Oh dokter bagaimana? "


"Bayi itu baru berusia 1 hari, dalam artian baru dilahirkan tadi siang. Dia berjenis kelamin laki\-laki, tubuhnya sehat hanya tinggal menunggu suhunya kembali normal dan dia bisa dibawa pulang. " Ucap dokter itu membuat Yoongi mengangguk mengerti setelahnya dokter itu pamit.


"Malangnya nasibmu nak" Ucap Soon ae sambil mengusap jendela ruangan dari pandangannya ia tengah mengusap tubuh sangat bayi yang terlihat terlelap dalam tidurnya.


Semenit kemudian sekretaris kang berjalan mendekati Yoongi.


"Sudah ketemu? "


"Iya sajangnim. Anak itu adalah anak yang tidak diinginkan\_"


"Jaga ucapanmu! " Ucap Soon ae kesal, Yoongi mengusap pundak Soon ae untuk menenangkannya.


"Ma\-maafkan aku" Ucap sekretaris Kang.


"Lanjutkan"


"Ibu dari sang bayi bunuh diri setelah membuang bayi itu di dekat sungai Han. Alasannya pacar si ibu tertabrak mobil sebelum bertemu dengannya, saat aku cari latar belakang keluarga nya. Ayah dan ibu si bayi yatim piatu dan sekarang sang bayi tak memiliki keluarga untuk dikembalikan" Ucap sekretaris Kang yang selesai menyelesaikan tugasnya.


Yoongi hanya menatap bayi itu lalu menyuruh sekretaris Kang pergi. Sebelum pergi sekretaris berkata bahwa dia tengah mencari panti asuhan dan Yoongi hanya menggunakan kepalanya mengerti.



Bayi itu sudah bisa keluar dari inkubator, Soon ae tengah memangku nya, Yoongi berdiri disamping Soon ae yang tengah duduk di sofa. Dan dokter Itu hanya memperhatikan.



"Yoongi\\-ssi bisakah kita mengadopsi anak ini? " Tanya Soon ae namun Yoongi hanya diam tak menjawab.



Perlahan mata bayi itu terbuka, ia menatap Soon ae. Soon ae tersenyum lalu mengajaknya bicara meski ia tau sangat bayi tak akan menjawab. Yoongi perlahan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Soon ae yang tengah memangku sang bayi. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi sang bayi.



Saat Yoongi menyentuh pipinya sang bayi Menoleh dan menatapnya. Tak disangka tangan sang bayi menggenggam jari telunjuk Yoongi erat. Seakan meminta Yoongi untuk di adopsi. Yoongi tersenyum.



"Boleh aku memangku nya? " Tanya Yoongi dan Soon ae mengangguk lalu perlahan memberitahu cara Yoongi untuk memangku sang bayi. Setelah ia pangku bayi itu tersenyum pada Yoongi. Bayi itu juga menyimpan satu tangan nya tepat didada Yoongi.



"Sekretaris Kang"



"Iya sajangnim? "



"Persiapkan semua berkas untuk mengadopsi bayi ini"



"Baik tuan " Ucap sekretaris Kang lalu berlalu dari ruangan itu begitupun dokter nya.



Soon ae menatap penuh haru pada Yoongi.



"Aku akan melakukan terapi, pengobatan. Dan kita akan membuat yang lucu seperti ini" Yoongi bertekad.



"Tentu. Aku akan mendukungmu" Ucap Soon ae bahagia. Satu tetes air mata jatuh saat mendengar penuturan Yoongi.



"Annyeong.. Baby Park, ini appa mu. Mulai sekarang panggil aku appa dan itu eomma mu arraci? \\(Mengerti?\\) "



"Annyeong baby .. \\_"



"Park Yeonjun" Ucap Yoongi memotong ucapan Soon ae.



"Namanya" Lanjut Yoongi



"Annyeong Baby Yeonjun" Sapa Soon ae sambil mengusap pipi YeonJun.



Soon ae berdiri lalu mengambil foto Yoongi yang tengah tersenyum pada sang bayi yang ada pada gendongannya.



'Aku tak tau semua tentang dirimu, tapi ijinkan aku untuk mengenal semua tentangmu tentang masa lalumu, tentang yang menyakitimu, tentang kebahagianmu bahkan tentang dia yang pernah melukaimu. Tolong ceritakan semuanya padaku Park Yoongi. Karena aku adalah Istrimu' \\- Park Soon Ae.



Selesai~~~~~~~~~~~



Huwaaaaa๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Terharu banget liat mereka akhirnya pada bahagia๐Ÿ˜˜.



Kami mengucapkan banyak terima kasih buat kalian yang udah setia membaca CYC dari awal sampai akhir.



Terima kasih juga untuk vote dan juga koment kalian. Seneng bgt deh pokoknya liat komen kalian๐Ÿ˜€.



Sampai berjumpa lagi di story yang lain yah guys๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜



Salam perpisahan dari kesayangan kalian๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜



By Rara Vina Lion๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


__ADS_1


ย 


__ADS_2