Can You Change ?

Can You Change ?
Debate (토론)


__ADS_3

Happy reading😘😘😘


Taehyung meremat kasar isi amplop coklat yang dia terima dari suruhan sang kakek. Berusaha sedikit tenang, entah kenapa perasaan nya kali ini sedikit tak bisa bertoleren dengan otaknya. Taehyung mengambil ponsel yang sejak tadi berbunyi terus menerus. Melihat siapa yang menghubungi nya disitu tertera nama "Hoseok Hyung".


Segera menekan tombol hijau, Taehyung mendekat kan benda persegi empat itu ketelinganya.


"Yeoboseo. Wae hyung ?"(hallo. Kenapa kakak)


"........"


"Kau juga menerimanya ? Soora tau ?"


"........"


"Bagaimana dengan Yoongi hyung ?"


"........."


"Aisshh jjinjja(benarkah). Kita harus kemansion sekarang menjelaskan situasi kepada kakek. Jangan sampai biarkan masalah ini menjadi besar. Hubungi Yoongi hyung juga. Kalian duluan saja , aku akan menyusul setelah memastikan Eunmi baik baik saja. Annyeong(sampai jumpa)." Taehyung segera memutuskan panggilan telpon tadi. Mengusak rambutnya dengan kasar.


"Aisshhh dari mana kakek tau masalah ini ? Apa dirumah kami di letakkan salah seorang mata mata kakek ? tapi tidak mungkin. Tidak ada satupun maid dirumah kami yang aku kenali sebagai mata mata kakek. Sial." Umpat Taehyung memijit sedikit pelipisnya. Kepalanya terasa akan pecah memikirkan segala apa yng terjadi.


Taehyung masih saja menundukkan kepala nya tak menyadari Eunmi sejak tadi sudah tersadar ketika mendengar Taehyung berbicara dengan Hoseok di telpon.


"Oppa" Lirih Eunmi.


Melihat Taehyung yang tak juga menjawab panggilannya, Eunmi kembali bersuara.


"Apa ada masalah ? Kenapa oppa dengan yang lain harus segera kemansion? Apa yang harus dijelaskan?" Tanya Eunmi beruntun. Membuat Taehyung yang sejak tadi sedang melamun akhirnya tersadar. Mendekati ranjang Eunmi dan menggenggam tangannya.


"Eunmi-ah kau sudah sadar sayang? Apa ada yang sakit ? Tunggu sebentar akan ku panggilkan dokter dulu." Taehyung yang hendak beranjak dari sana terhenti oleh sebuah tangan yang menggenggam tangannya.


"Oppa aku baik baik saja. Tolong jawab pertanyaan ku tadi."


Taehyung menghela nafas gusar. Tak ingin menambah pikiran Eunmi pasal isi dokumen yang baru saja dia terima.


"Tidak ada masalah apapun sayang. Kau istirahat saja yah, aku harus kemansion kakek. Ada yang harus kami selesaikan dengan kakek hari ini" jelas Taehyung mencoba tersenyum fake pada Eunmi.


"Jangan berbohong oppa ! aku mendengar semua pembicaraan mu tadi. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian semua mendapat dokumen yang sama ? Apa isi dokumen itu? Aku ingin melihatnya" paksa Eunmi yang tidak ingin menuruti perkataan suaminya itu. Terlebih sepertinya ini masalah yang serius sehingga sang kakek sampai mengirimkan dokumen kepada tiga cucunya. Apalagi dia tadi sempat mendengar nama Soora disebut dan apa Soora mengetahuinya. Masalah apa yang sebenarnya akan mereka hadapi Ini?


"Aku tidak bisa mengatakannya padamu sayang. Kau disini saja ya, istirahat lah. Aku janji tidak akan lama" Taehyung tetap tidak ingin mengatakan sebenarnya. Eunmi terpaksa bangun dari ranjang itu dan segera berdiri walau sakit yang dia rasakan masih terasa. Namun tak diperdulikan olehnya. Saat ini yang dia pikirkan apa isi dokumen yang ada diamplop itu.


Taehyung yang melihat Eunmi yang berdiri dan hendak menuju kearah meja yang saat ini masih menampilkan isi dokumen itu membuat mau tak mau berjalan berusaha menghentikan pergerakan Eunmi.


'Dia tak boleh melihatnya' ucap Taehyung dalam hati. Namja itu mendahului Eunmi mengambil dokumen itu membuat Eunmi menetapnya bingung.


"Sayang sudahlah istirahat saja dulu ne. kau masih lemah saat ini. Nanti akan kuceritakan saat aku pulang nanti ne ?" ucap Taehyung berusaha membujuk Eunmi.


"Tidak ! Aku ingin tau. Berikan aku dokumen itu biarkan aku membaca nya. " tegas Eunmi .


"Sayang akan kuberitahu nanti ok ? tolong dengarkan aku. Kau istirahat saja dulu disini."


Eunmi menghela nafas kasar dengan sisa kekuatan yang masih dimiliki olehnya dia mendorong kuat tubuh suaminya. Dengan langkah tertatih Eunmi berusaha mengambil dokumen itu. Mata nya membelalak kaget. Apa apan ini. Kenapa isi dokumen itu menerangkan bahwa itu adalah dokumen perceraian.


"Oppa ini apa maksudnya? Kenapa kakek menyuruh kita bercerai ? apa yang lain juga mendapat dokumen yang sama ?" lirih Eunmi tak percaya. Taehyung memejamkan matanya lalu segera menghampiri Eunmi.


"Aku tidak tau sayang. Sepertinya kakek mengetahui kejadian hari ini dan juga perjanjian konyol kalian. Aku akan mengurusnya. Kau disini saja ya?" ucap Taehyung dengan nada memohon.


"Shireo(tidak mau) Aku harus tau apa alasan kakek melakukan ini. Dan aku juga harus menjelaskan semua nya tentang perjanjian itu. Karna aku lah yang memulainya. Aku harus bertanggung jawab oppa." Tegas Eunmi sambil meremat tangannya.


"Tapi say-"


"Aku akan pergi kesana walau oppa melarang ku. Aku harus ikut" Eunmi langsung beranjak dari sana memegang tiang infus. Mengambil jaket dan menyampirkan nya kebahu. Memanggil seorang suster yang lewat dan menyuruh nya membuka jarum infus tersebut.


"Ayo oppa. Kita harus bergegas" ucap Eunmi ketika dia sudah selesai merapikan diri. Taehyung menghela nafas kasar, tak ingin bertengkar dengan istrinya dan menggangguk saja.


Pasangan Jeon itu segera pergi dari sana setelah Eunmi selesai diperiksa dan diperbolehkan pergi sebentar, walau dia harus  beberapa obat untuk berjaga jaga.


💜💜💜


"Yoongi-ssi.. " Soon ae menatap sedih kearahnya ia juga kaget dengan apa yang baru saja ia baca. Dokumen perceraian? Konyol. Baru saja barusan Soon ae dan Yoongi berbaikan lalu sekarang apa lagi?


Baru saja Yoongi dan Soon ae hendak memulai semuanya dari awal tapi.. Belum juga melangkah nyatanya sudah ada dinding yang kian menjulang untuk memisahkan keduanya. bukankah takdir ini lucu?


Yoongi menyibak selimutnya lalu mendudukan dirinya sedikit meringis saat menggerakkan tubuh karena nyeri dibagian perutnya masih sangat terasa. Soon Ae yang melihat itu pun sontak membantu.


Yoongi tak banyak bicara ia pun langsung menerima dokumen itu.

__ADS_1


"Tunggulah dirumah. " Ucap Yoongi lalu berdiri dengan perlahan. Pukulan Hoseok di perutnya semalam tak main-main rupanya.


"Yoongi-ssi mau kemana? "


"Aku harus pergi ke mansion. Kau di rumah saja"


Soon ae menggeleng


"Aku ikut"


"Tapi Soon ae_"


"Yoongi-ssi aku tau ini mungkin terlihat konyol tapi kumohon aku ingin ikut biarkan aku sama-sama memperjuangkan keluarga kita. Kumohon"


Demi kerang ajaib milik SpongeBob ia merasakan bahagia yang luar biasa saat Soon se menyebut kata keluarga. Benar kini Yoongi dan Soon ae adalah keluarga. Meski terlambat tapi biarkan mereka saling memperjuangkan apa yang harus mereka perjuangkan.


"Baiklah. Ayo" Ucap Yoongi sambil mengulurkan tangan.


Soon ae tersenyum dan menggapai tangan Yoongi.


Dengan begini mereka akan meyakinkan si kakek tua Park untuk tidak membuat keputusan konyol. Yang membuat keduanya harus berpisah. Tidak. Yoongi tak akan membiarkan hal itu terjadi.!!!


💜💜💜


Hoseok melirik Soora yang sejak tadi diam tak bersuara. Sejak tadi dia jadi pendiam. Entah apa yang sedang dia fikirkan. Hoseok pun bingung karna gadis itu tak ingin menjawab.


"Soora-ya...." panggil Hoseok dengan sangat lembut.


"Semua akan baik-baik saja. Kita tidak akan berpisah" kata Hoseok mencoba menenangkan Soora.


Air mata Soora mengucur membasahi kedua pipinya. Dia mengusapnya dengan kasar lalu turun dari mobil menuju mansion.


Hoseok hanya bisa menghela napas. Bahkan dia sendiri tidak tau apakah dia bisa mempertahankan pernikahan mereka.


Saat sampai di dalam mansion, dia bisa melihat Soora sudah duduk di samping kakek hanya ada mereka berdua.


Hoseok pun mengambil tempat duduk di samping Soora.


Suasana sangat hening tak ada yang ingin berbicara sampai pasangan Jeon datang.


Taehyung datang bersama Eunmi, melihat itu Hoseok berdiri begitupun Soora.


"Aku baik oppa, Soora kau kemari? " Tanya Eunmi.


Hoseok meremat tangan Soora


"Huh? Ah ne(iya). " Jawab Soora canggung. Eunmi hanya tersenyum lalu Taehyung menyuruhnya duduk di sofa.


Kakek memandang mereka dengan tatapan yang sama sekali tidak bersahabat tapi dia belum membuka suara karna Yoongi dan Soon ae belum tiba.


"Haraabeoji(kakek)~ apa maksud dokumen yang kami Terima?" Tanya Taehyung sesaat setelah dia duduk.


"Yoongi, belum datang? "


"Haraabeoji!(Kakek)" Taehyung kesal karena di abaikan.


Brak!


Yoongi membuka kasar pintu utama membuat semuanya menatap kearahnya.


"Akhirnya kau datang" Ucap Kakek Park melihat Yoongi berjalan diikuti Soon ae.


Ada tatapan kebencian yang Yoongi pancarkan saat melihat Kakek Park yang berdiri tersenyum sinis kepadanya.


"Kau berharap aku tak akan datang? " Tanya Yoongi tak kalah menusuk


Inilah yang Taehyung suka dari Yoongi. Dia itu.. Paling pemberani.


Kakek Park tersenyum miring sambil melipat tangannya didada. Dia mendudukkan dirinya di sofa.


"Duduklah....." titahnya pada Yoongi dan Soon ae.


"Dalam keadaan seperti ini kau masih menyuruh kami untuk duduk? " Tanya Yoongi.


Kakek Park hanya mendengus sambil tersenyum. Ia melihat lagi sosok Yoongi yang penuh ambisi, sama seperti dulu saat kakek Park memaksa Taehyung masuk ke dalam dunia bisnis. Saat itu Yoongi menentang karena usia Taehyung masih sangat muda. Akhirnya Kakek Park melihat itu lagi sekarang. Setelah sekian lama Yoongi hanya diam dan menuruti segala apa yang di perintahkan kakek Park.


Kakek Park berdiri lalu masuk ketengah-tengah mereka.

__ADS_1


Sang kakek tertawa renyah mendengar ucapan Yoongi.


"Apa ini lelucon untukmu? " Tanya Yoongi penuh amarah.


"Lelucon? Ah benar ini lelucon. Dan apa yang telah kau lakukan juga lelucon bukan? " Kakek Park angkat suara.


"Mwo?"(Apa)


"Disaat aku menyatukan kalian sebagai pasangan suami istri, apa kalian juga berfikir bahwa pernikahan itu lelucon?" Pekik kakek Park membuat mereka Semua bungkam.


"Apa yang sudah kalian lakukan......terutama kau PARK YOONGI" Suara kakek Park lantang.


"Bertukar suami? Melecehkan istri orang lain? Lalu.. Nanti apa lagi eoh? " Lanjutnya.


Mereka semua masih terdiam. Tidak ada yang membuka suara bingung kenapa Kakek Park bisa tau segalanya.


"Kalian benar-benar memalukan........" ucap kakek Park.


"Haraboeji (kakek)....." panggil Soora.


"Ini semua___"


"Ini semua salahku" potong Eunmi membuka suara.


Seketika semua mata menatap Eunmi.


"Maafkan aku, karena keegoisan ku semua ini terjadi. Maaf.. "


"Apa maksudmu Eunmi -ah? " Tanya Taehyung bingung akan ucapan Eunmi.


Eunmi menghela nafas dan menunduk.


"Bukan kah sudah ku katakan padamu oppa aku yang meminta Soora dan Soon ae untuk bertukar tempat. Aku meminta mereka melakukan itu hanya semata-mata aku yang takut jika Taehyung mengetahui bahwa aku hamil. Aku takut saat itu Taehyung melihat aku kesakitan karena penyakit ku. Aku takut.. Jika aku harus kehilangan bayiku. Maafkan keegoisan ku.. " Eunmi menunduk penuh penyesalan.


Kakek Park menatap Eunmi.


"Salahmu?" Sinis sang kakek.


" Soal perjanjian itu semua murni ide ku" tegas Eunmi.


Wanita itu mengelus perutnya sesaat. Menelan salivanya berat lalu menatap kakek Park.


"Jadi jika ada yang harus bercerai itu aku dan Taehyung.....bukan mereka" lanjut Eunmi.


"Eunmi-ah apa yang katakan ? Kau ...... kau ingin bercerai dari ku?" Taehyung tak menyangka Eunmi akan menjawab seperti itu.


"Aniyo(tidak).....tidak akan ada yang bercerai. Baik Yoongi hyung dan Soon ae, Taehyung dan Eunmi, juga aku dan Soora. Kami tidak akan menandatangi dokumen itu Harabeoji(kakek). Tidak akan" kata Hoseok menantang sang kakek untuk pertama kalinya.


"Dan kalian akan mengulang kesalahan yang sama? Jangan bercanda ......Bahkan setelah istri mu dilecehkan? " sinis kakek Park.


"Lalu kakek ingin kami semua bercerai? " Soon ae angkat bicara.


"Bukankah ini lucu? Saat kita tidak saling mengetahui satu sama lain.. Saat kita dipaksa untuk menikah dengan orang yang bahkan kita tidak kenal dan bahkan saat kita mulai saling jatuh cinta.. Kakek akan mengakhiri nya seperti ini? " Soon ae menatap miris.


"Lalu? Kalian ingin melanjutkan hubungan keluarga yang telah hancur berantakan seperti ini? Yoongi yang telah melecehkan Soora, Soora yang cemburu pada Eunmi, Soon ae yang dekat dengan teman namja nya, dan Eunmi yang memiliki penyakit tapi dia tidak memberitahu kalian? Kalian bahagia dengan itu semua? Jangan pikir aku tak tau" pekik kakek Park membuat mereka kembali bungkam.


"Kami bisa mengulang dari awal kek " mohon Taehyung.


"Tidak.....aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Kalian sudah cukup membuatku malu" sanggah kakek Park.


Tidak ada yang bersuara lagi bahkan Yoongi yang sejak tadi meluap-luap kini hanya diam.


"Jangan pikir karna aku yang menyatukan kalian, aku tidak bisa memisahkan kalian" ucap kakek Park membuat mereka makin tidak tau harus berkata apa.


"Hari ini juga kalian semua harus menandatangani dokumen itu. Kakek tidak mau mendengar alasan apapun lagi dari kalian" kata kakek final.


Dia akan beranjak dari sana sebelum sebuah suara menghentikannya.


"Yoongi oppa tidak melecehkanku"


Tbc........


What the???? 😱😱😱


Gantung lagi biar kering😂


Ok see u next chap

__ADS_1


By Rara Vina Lion💜💜💜


__ADS_2