
Happy reading😘😘😘
"Oppa~" rintih Eunmi yang sudah berada di atas tempat tidur dorong untuk segera di bawa ke ruang gawat darurat.
Taehyung memegangi tangan Eunmi untuk memberinya kekuatan.
"Dokter tolong panggil Dr Namjoon untuk menangani Eunmi" kata Hoseok.
"Baik Tuan"
Mereka sudah sampai di ruang UGD, Hoseok dan Taehyung tidak di biarkan masuk untuk menemani Eunmi. Jadi lah Taehyung sekarang hanya terduduk sambil mengacak surainya kasar. Sementara Hoseok hanya berdiri sambil sesekali memperhatikan Taehyung.
"Hoseok Hyung....." panggil Taehyung saat dia menyadari sesuatu.
"Mwo?(apa)"
"Siapa Dr Namjoon?" tanya Taehyung.
"Dia dokter pribadi Eunmi" jawab Hoseok.
"Kenapa Eunmi punya dokter pribadi bukannya dia hanya sedang hamil?" tanya Taehyung bingung.
Hoseok menghela napas lalu memegang pundak Taehyung.
"Aku tidak berhak menjelaskan apa pun padamu. Biar Eunmi sendiri yang nanti menjelaskannya" kata Hoseok.
Tak menunggu lama akhirnya Namjoon sudah datang kesana. Dengan sedikit tergesah-gesah dia langsung masuk keruang UGD untuk segera menolong Eunmi yang sudah sangat kesakitan di dalam sana.
Taehyung memegangi tangan Eunmi sedikit mengelusnya. Pandangannya tak pernah teralih dari yeoja yang setia menutup matanya sejak tadi.

"Eunmi terkena leukimia dan keadaannya makin memburuk karna dia tidak melakukan pengobatan dengan benar" jelas Namjoon.
Bagaikan belati yang menancap sempurna di dada Taehyung kenyataan pahit yang sungguh membuatnya tak bisa berkata apa apa lagi.
"Awalnya kami memang akan memberikan pengobatan terbaik untuknya dengan cara kemoterapi tapi karna Eunmi sedang hamil dia tidak bisa melakukan itu karna akan membahayakan hidupnya dan juga bayi yang ada dalam kandungannya" lanjut Namjoon.
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Hoseok.
"Hanya ada 2 pilihan. Pertama Eunmi harus menggugurkan kandungannya dan melakukan kemo. Kedua donor sumsum tulang belakang dan dia tetap bisa mempertahankan kandungannya." jawab Namjoon.
Taehyung yang mendengar itu lantas menatap Namjoon.
"Kalau begitu lakukan cara kedua saja"
"Aku juga ingin menggunakan cara itu tapi........." Namjoon menghela napas sebelum melanjutkan kata\-katanya.
"......kami belum mendapatkan pendonor yang cocok".
Seketika harapan Taehyung runtuh. Dia kembali menatap Eunmi tapi kali ini tatapannya di sertai dengan air mata yang mengucur deras di pipi namja itu.
Hoseok mendekati Taehyung mengelus pundaknya seakan memberinya kekuatan untuk bisa menghadapi itu semua.

"Kenapa kau tidak memberitahuku Hyung?" tanya Taehyung.
"Aku ingin memberitahumu tapi Eunmi melarangku" jawab Hoseok.
"Mianhae\(maaf\)" lanjut Hoseok lalu pergi dari sana bersama Namjoon.
Mereka yakin Taehyung butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan itu. Dimana dia harus memilih antara istri dan anaknya.
Baru saja Taehyung ingin memberitahu orang tua dan juga mertuanya tentang kehamilan Eunmi, dia sudah di hadapkan dengan penyakit Eunmi yang tak membolehkannya hamil.
Lalu jalan apa yang Taehyung harus ambil sekarang. Dia hanya bisa menangis sambil memeluk tangan Eunmi dengan erat.
"Jika saja aku bisa menggantikanmu, Istriku" Gumam Taehyung.
"Hoseok\-ah kau mau kemana?" tanya Namjoon saat mereka sudah si luar ruang inap Eunmi.
"Aku harus menemui istriku" jawab Hoseok.
"Kau bertengkar dengan istrimu". Terdengar lancang tapi entah kenapa mulut Namjoon bisa mengatakan itu.
"Begitulah. Aku pamit yah. Jaga Eunmi " kata Hoseok berlalu dari sana setelah Namjoon mengangguk.
💜💜💜
Soon ae berlajan cepat ahh tidak ia lebih tepatnya berlari menjauhi rumah Yoongi.
__ADS_1
Ia berhenti karena kelelahan. Air matanya terus mengalir, hatinya sakit. Entahlah apa ini namanya. Apa ini yang dinamakan cemburu?
Soon ae sesegukan sambil menutup mulutnya. Mengabaikan tatapan orang\-orang yang menatapnya.
"Kenapa hiks sesakit ini? " Ucap Soon ae. Ia berjalan sambil terus menangis dan akhirnya ia pun berhenti berjalan. Air matanya pun ikut terhenti sambil memikirkan sesuatu.
"Apa rasa ini yang Yoongi rasakan saat melihatku bersama Jungkook tadi? " Tiba\-tiba pertanyaan itu muncul di benaknya.
Yoongi beranjak lalu berjalan tergolong menuju kamarnya. Kepala maid awalnya ingin mendekat namun ia tau jika saat sedang dalam keadaan kacau Yoongi tak ingin bertemu siapapun. Karena itu sang maid hanya diam sambil Menangis lalu pergi dari sana.
Yoongi memilih duduk di dekat ranjang tepatnya ia duduk di lantai dengan tubuh menyender pada kaki ranjang. Tubuhnya sakit semua terutama bagian wajah. Ia tak tau ternyata bogeman Hoseok sekuat itu.
Yoongi menatap ujung sepatunya. ia sedang berfikir apa harus ia mencari Soon ae. Ia sebenarnya ingin menemui Soon ae tapi di sisi lain ia muak pada wanita itu. Lagi-lagi dia tertipu dan berakhir terluka. Ternyata rasa cintanya itu salah. Rasa percaya nya itu salah. Dan untuk kesekian kalinya ia akan kehilangan.

Yoongi menundukkan kepalanya. Berusaha menjadi kuat meski air matanya mulai mengalir dan ingin sekali rasanya dia mengakhiri hidup. Melihat Soon ae dipeluk namja lain waktu itu membuat hatinya sakit dan marah. Ia sekarang tak tau harus bagaimana. Jika dia tau bakal sesakit ini mungkin dia tidak akan pernah mencoba untuk mencintai Soon Ae. Tapi dia ingin mencoba merasakan cinta dan bahagia. Entah dosa apa yang di perbuat Yoongi di masa lalu hingga dia di hukum begitu berat.
Saat sedang bergelut dengan pemikirannya sepasang kaki berhenti tepat didepan Yoongi yang tengah menunduk.
'Soora. Wanita itu. ' Yoongi menebak. Tapi ia malas untuk meladeni wanita itu sekarang. Bisa saja dia malah meluangkan segala kemarahannya pada wanita itu.
"Pergi" Ucap Yoongi pelan tapi masih bisa terdengar.
"Yoongi-ssi kau terluka"
Mendengar suara itu sontak Yoongi mendongak.
Itu Soon ae. Wanita itu kembali.
Soon ae berjalan menuju saklar lampu dan menyalakannya.
Saat Soon ae berjalan mendekat Yoongi angkat suara.
"Kenapa kau kembali? "
"Nde? (Apa)"
"Bukankah seharusnya kau pergi ke rumah pacarmu? " sindir Yoongi.
Soon ae menghela nafas. Ternyata benar Yoongi melihatnya bersama Jungkook.
"Yoongi-ssi_"
"Pergilah. Aku tak butuh wanita pembohong dan pengkhianat sepertimu"
Soon ae meremas kotak p3k di tangannya. Dia ingin marah tapi itu memang benar adanya. Dia sudah berbohong dan mengkhianati Yoongi.
"Yoongi-ssi kau salah faham_" Soon ae mencoba untuk menjelaskan tapi Yoongi dengan segera angkat biacara.
"Salah faham.. Ah benar aku salah faham. Seharusnya aku tidak apa-apa melihatmu dipeluk oleh namja lain. Aku salah karna sudah percaya dan mencintaimu. Itu kesalahan terbesarku Hyu Soon Ae"
"Pergilah" ucap Yoongi lalu duduk di tepi tempat tidur membelakangi Soon Ae.
"Tapi kau terluka" Ucap Soon ae sambil mendekati Yoongi.
" Biarkan saja. Luka ini akan sembuh dengan sendirinya"
Soon ae tak mendengarkan dan mendekati Yoongi. Dia duduk di depan namja itu. Membuka kotak p3k dan mulai mengobati luka Yoongi.
"Kau tak punya alasan membantuku. Jadi lebih baik pergi" Ucap Yoongi sambil mengelak dari Soon ae.
Soon ae menghela napas."Aku akan pergi setelah mengobati lukamu. Jebal"(kumohon)
Yoongi akhirnya diam dan hanya membiarkan Soon ae mengobati lukanya. Soon ae mengobati luka Yoongi dengan sangat pelan. Sedangkan Yoongi, ia hanya memperhatikan cara Soon ae mengobatinya. Untuk pertama kalinya ia melihat Soon ae mengobatinya. Jika selama ini Soon ae akan mengobati Yoongi saat ia terluka dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar maka hari ini Yoongi melihat nya sendiri. Melihat cara Soon ae merawat nya. Sangat lembut dan hati-hati hingga Yoongi tidak merasakan sakit atau perih sama sekali.
Tiba-tiba Soon ae meneteskan air matanya membuat Yoongi bingung. Dengan terburu Soon ae mengusap air matanya kasar. Namun setelahnya air matanya tetap keluar juga.
Entah kenapa tangan Yoongi terulur untuk menghapus air mata di pipi Soon ae membuat Soon ae membeku. "Jangan menangis. Apalagi itu karna ku. Cukup Soon Ae"
Mendengar kata itu keluar dari mulut Yoongi membuat Soon ae menghentikan kegiatan nya dan akhirnya menangis keras membuat Yoongi semakin bingung.
"K-kenapa malah makin menangis eoh?" Yoongi kalang kabut melihat Soon ae menangis tepat didepan matanya. Ia menjadi merasa bersalah karna sudah membentak wanita itu.
"Hiks Yoongi-ssi hiks Mianhae(maaf).. Jinjja mianhae(sungguh aku minta maaf).. Tapi sungguh aku tak ada hubungan apapun dengan namja itu hiks.. Aku memang menyayanginya tapi aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun.. Maaf hiks membuatmu terluka, maaf karna membuatmu kecewa hiks....... "Soon ae mengusap kasar air matanya. Menatap Yoongi lekat lalu melanjutkan ucapannya.
"......aku tidak pernah berniat menghianatimu Yoongi-ssi karna ............A-aku mencintaimu hiks_"
Mendengar pengakuan tulus Soon ae serta tidak adanya kebohongan di mata itu membuat Yoongi luluh dan yakin untuk mempertahankan cintanya yang tadi sempat ingin dia lenyapkan karna emosi.
Grep.........
Yoongi menarik Soon ae dan memeluknya erat. Mendengar pengakuan Soon ae bahwa dia juga mencintai Yoongi.. Membuat ia senang. Kemarin Soon ae tak menjawab pernyataan cintanya dan ia terlalu kesal melihat Soon ae dan Namja lain tengah berpelukan.
"Mianhae(maaf) Soon -ae ah.. Mianhae(maaf). Aku terlalu takut jika harus kehilangan lagi. Aku takut" Gumam Yoongi sambil memeluk Soon ae yang terus menangis.
Soon ae mendengar Yoongi bergumam makin mengeratkan pelukannya.
Tidak.
Yoongi tidak akan kehilangan lagi. Soon ae akan selalu bersamanya sekarang apapun yang terjadi.
💜💜💜
Hoseok kembali ke rumah Yoongi dan tak menemukan Yoongi maupun Soon ae disana. Saat ia hendak menuju kamar Yoongi, Soon ae keluar dari kamar itu.
"Dimana Soora?" tanya Hoseok.
"Dia ada di dalam kamarku" jawab Soon Ae.
"Tunjukan padaku" titah Hoseok.
Soon ae menatap Yoongi sebentar lalu mengantar Hoseok untuk menemui Soora.
Tok.....tok....tok.....
"Jangan ganggu aku" teriak Soora dari dalam.
"Ini aku Hoseok" kata Hoseok.
__ADS_1
"Aku tinggal yah Hoseok-ssi" kata Soon Ae yang diangguki oleh Hoseok.
"Soora-ya buka pintunya...." teriak Hoseok.
"Pergilah......aku tidak ingin menemuimu" pekik Soora.
"Jangan seperti ini Soora, kenapa kau sangat marah padaku eoh?"
Apa? Namja itu masih saja bertanya dan merasa tidak melakukan kesalahan apapun?
Soora bangun dari tempat tidur lalu menuju pintu untuk membukanya.
"Kenapa kau kemari?" tanya Soora.
"Apa maksudmu sayang.....aku pasti akan datang untuk menjemputmu. Kajja(ayo) kita pulang" bujuk Hoseok.
"Shireo(tidak mau)...." bentak Soora.
"Apa maksudmu tidak mau?" tanya Hoseok.
"Cckkk....kau lupa atau pura-pura lupa. Bahkan kau lebih peduli pada Eunmi eonni dari pada aku......hiks.." tangis Soora pecah.
Hoseok menarik Soora kedalam pelukannya saat dia ingat bahwa tadi dia sempat membentak Soora. Padahal keadaan Soora sendiri sedang syok dengan apa yang dilakukan Yoongi padanya.
"Mianhae (maaf) Soora-ya kau salah paham. Aku tidak Mengabaikanmu. Sungguh" lirih Hoseok.
Soora melepaskan pelukannya lalu masuk kedalam kamar.
"Jika memang kau tidak mengabaikanku kenapa kau lebih peduli pada Eunmi eonni tadi. Kemarin saat kita bertemu kau berpegangan tangan dengannya. Dan tadipun seperti itu......sebenarnya istrimu aku atau Eunmi eoh?" kesal Soora dengan bahu yang naik turun.
"Eunmi sedang sakit dan dia juga tengah hamil" ucap Hoseok.
"Ne?(apa).......Eunmi eonni sakit?" ucap Soora agak terbata.
"Iya.....dia sekarang tengah berjuang untuk selamat Soora. Seharusnya kita semua ada di sampingnya. Bukannya malah bertengkar tidak jelas disini"
Soora terduduk sambil memegangi dadanya. Jadi dia salah sangka, bahkan Soora sudah menolak air dari Eunmi dan malah cemburu padanya.
Hoseok duduk didepan Soora sambil mengusap lembut air mata wanita itu. Manik mata Soora menatapnya.
"Mianhae(maaf) oppa.....aku sudah salah sangka" lirih Soora.
"Aku juga juga minta maaf padamu sayang. Maafkan aku" ucap Hoseok menarik Soora kedalam pelukannya.

Yoongi terbaring di kasur. Tubuhnya sakit semua, apalagi bagian perut rasanya nyeri sekali. Dengan telaten Soon Ae membantu Yoongi.
Saat sedang bersama Soon ae dikamar, pintu terbuka menampakan Hoseok dan Soora.
"Kami akan pulang" Ucap Hoseok berpamitan, Yoongi yang melihat itu menatap Hoseok
"Hoseok\-ah \_"
"Tak perlu dibahas. Soon ae, Eunmi sedang sakit dia masih dirumah sakit, jika ingin menjenguk dia ada di rumah sakit xxx. Kami pamit dulu" Ucap Hoseok lalu pergi menarik pelan tangan Soora mengabaikan Yoongi yang terus menatapnya.
💜💜💜
Kakek Park menatap kesal pada orang kepercayaannya. Saat setelah ia mendengar kabar tentang para cucunya.
"Kirimkan dokumen itu sekarang! "
"Tapi Tuan Park\_"
"Cepat lakukan dan berikan padaku sesegera mungkin! " Murka Kakek Park.
Pagi hari.......
Diwaktu yang sama di tempat yang berbeda, di rumah Yoongi, rumah sakit kamar Eunmi dirawat, dan di Rumah Hoseok. Ada 3 orang yang memberikan sebuah dokumen dengan amplop coklat pada mereka semua.
"Apa ini? " Hoseok bertanya pada orang yang mengantarkan dokumen itu. Yoongi, Hoseok maupun Taehyung kenal dengan orang yang mengirimkan dokumen itu. Dia adalah salah satu pekerja kakek Park.
"Saya diperintahkan untuk menyerahkan dokumen ini pada anda." Ucap si pengiriman dokumen.
Soon ae menerimanya dan Yoongi menatap penuh pertanyaan apa isi amplop itu?
Sedangkan dilain tempat Taehyung yang sedang menunggu Eunmi sadar menerima amplop itu dan langsung membukanya.
Hoseok yang kebetulan membukakan pintu pun menerima amplop itu dan membukanya cepat.
"Soon ae apa itu? " Tanya Yoongi.
"Do-dokumen perceraian?! " Taehyung, Hoseok dan Soon ae terkejut begitupun Yoongi yang tengah mengepalkan tangannya dibalik selimut.
TBC...........
Mianhae karna lama baru update karna kami sedang melakukan revisi guys. Lebih baik sedia payung sebelum hujan ye kan😘😘😘
Surat cerai guys😱😱😱. Ada yg mau tebak-tebakan kira2 cerita ini akan happy ending ato sad ending????😁
Mari menebak. Berikan koment kalian yah jangan lupa vote juga😘
Ok see u next chap
__ADS_1
By Rara Vina Lion💜💜💜