
Happy reading😘😘😘
Bunyi pintu yang terbuka membuat Taehyung mengerjapkan matanya untuk menelaah sosok yang sedang mendekatinya.
"Selamat pagi" sapa Namjoon tersenyum pada Taehyung.
"Pagi Dok" balas Taehyung yang juga tersenyum tipis. Dia bangun dan meregangkan sedikit tubuhnya sambil mengumpulkan semua kesadarannya.
Namjoon mendekati ranjang Eunmi lalu memeriksa keadaan yeoja itu.
"Keadaannya sudah membaik" ucap Namjoon.
"Tapi kenapa dia belum sadar juga?" tanya Taehyung khawatir.
"Mungkin karna efek obat biusnya belum hilang" jawab Namjoon.
"Ahhh benar juga"
Namjoon memegang pundak Taehyung.
"Sekarang kau tak perlu terlalu khawatir Jeon Taehyung-ssi semuanya akan baik-baik saja" kata Namjoon.
"Ne arasso. Gumawo(ya baiklah. Terima kasih)" ucap Taehyung tersenyum.
Ya semua kekhawatiran Taehyung hilang mulai hari itu. Hari yang mengubah segalanya. Hari yang membuat senyum itu terus merekah.
Hari dimana Eunmi mendapatkan hidupnya kembali....
Flashback......
Saat perjalanan ke rumah sakit tiba-tiba keadaan Eunmi menurun. Taehyung dan Namjoon segera membawa Eunmi ruang gawat darurat. Suasana hati yang kacau serta dia yang sudah tidak melakukan perawatan dengan teratur membuat keadaannya drop.
"Bagaimana ini dokter?" tanya Taehyung kalang kabut.
"Kita harus mengambil keputusan sekarang Tae. Gugurkan kandungannya atau mendapatkan pendonor dengan segera" ucap Namjoon malah makin membuat Taehyung frustasi.
Tak jauh beda dengan orang tua Eunmi yang sudah kehabisan akal. Mereka juga sudah melakukan pemeriksaan tapi tulang sumsum mereka tidak ada yang cocok.
Disaat keadaan sedang kacau itu tiba-tiba ada seorang namja anak buah dari kakek Park menghampiri Taehyung.
"Ini untuk anda Tuan Jeon..." katanya menyodorkan amplop itu.
"Apa lagi ini??!!" Sinis Taehyung. Dia tak langsung membacanya karna ia tau pasti itu hanya berisi hal yang malah akan membuat dia makin kacau. Dia memberika amplop itu pada orang tua Eunmi untuk disimpan.
Tak lama kemudian Hoseok, Soora , Yoongi dan Soon Ae datang kerumah sakit setelah Taehyung menghubungi mereka.
"Apa yang terjadi pada Eunmi Eonni, bukankah tadi dia baik-baik saja?" tanya Soora panik.
"Ne(iya).....tapi tiba-tiba saja keadaannya menurun" jawab Taehyung.
"Ya Tuhan....." gumam Soon Ae.
"Aku akan mencari tau siapa yang sudah mengambil donor untuk Eunmi itu" tukas Taehyung.
"Lalu kau mau apa?" tanya Yoongi menghentikan Taehyung.
"Aku akan memohon padanya untuk memberikan itu pada Eunmi dulu Hyung" lirih Taehyung.
"Aku akan membantumu" kata Hoseok.
"Aku juga" tambah Yoongi.
Akhirnya mereka bertiga menuju resepsionis untuk mencari tau siapa yang sebenarnya mengambil donor itu. Dan semoga saja mereka belum melakukan operasi.
"Tolonglah bantu kami" mohon Hoseok pada resepsionis yang bersih keras tidak mau memberitahu mereka tentang informasi pendonor tersebut.
"Maaf tuan tapi itu data rumah sakit kami tidak bisa seenaknya memberi tahu pada orang lain" masih saja seperti itu.
"Apa rumah sakit ini akan bertanggung jawab jika pasiennya yang sedang sekarat meninggal hanya karna melindungi data rumah sakit" Jengah Yoongi.
Resepsionis itu terdiam. Dan tiba-tiba telpon berdering. Dia meninggalkan ketiga namja itu untuk mengangkat telpon.
"Baiklah saya akan memberitahu kalian" kata resepsionis setelah memutuskan telpon. Sepertinya itu dari seseorang yang menyuruhnya untuk memberitahu mereka.
Wanita itu memberikan file pada mereka. Dengan seksama Taehyung membaca file itu. Seketika matanya membulat sempurna.
"Harabeoji(kakek)......." gumam Taehyung
Mereka sungguh tidak percaya dengan apa yang barusan tertera di dalam file itu. Ternyata yang mengambil donor untuk Eunmi itu Kakek Park. Tapi untuk apa?
"Aku tidak menyangka kakek benar-benar sudah keterlaluan" kesal Hoseok.
Taehyung meremas file itu. Emosinya sudah berada di ubun-ubun.
"Mau kemana kau?" tanya Yoongi menahan Taehyung.
"Aku akan menemui harabeoji sekarang juga" kata Taehyung dengan amarah yang sudah meluap-luap.
"Untuk apa?"
"Kau masih bertanya untuk apa Hyung. Apa kau tidak lihat Harabeoji sengaja ingin membuat Eunmi celaka. Aku tidak bisa membiarkan ini Hyung. Ini sudah di luar batas" bentak Taehyung penuh penekanan.
__ADS_1
"Pergilah jika kau ingin mati konyol di tangan anak buah harabeoji. Emosi tidak akan mengubah apapun Jeon Tae." kata Yoongi mencoba mereda amarah Taehyung.
"Tapi Hyung___"
"Ani(tidak) Hoseok-ah......setidaknya sekarang kita tau apa yang harus kita lakukan" kata Yoongi memotong ucapan Taehyung.
"Apa?"
"Mencari donor dengan segera. Tidak ada waktu untuk berdebat Tae. Nyawa Eunmi lebih penting sekarang"
Taehyung dan Hoseok mengangguk. Yoongi benar sekarang Eunmi lebih penting. Urusan dengan Kakek Park masih bisa diselesaikan nanti.
Mereka kembali ke kamar inap Eunmi.
"Kalian dari mana saja?" tanya Soora.
"Bukankah kami sudah katakan kami sedang mencoba mencari pendonor untuk Eunmi" jawab Hoseok.
"Tidak perlu" kata Soon ae.
"Wae?(kenapa)" tanya Yoongi.
"Karna kita sudah mendapatkannya" jawab Namjoon tersenyum pada mereka.
"Jinjjayo?(benarkah)" tanya Taehyung.
"Ne(iya)..." kata Namjoon lalu memberikan Taehyung amplop yang tadi sempat dia berikan pada orang tua Eunmi.
"Bacalah" lanjut Namjoon.
Taehyung menerima amplop itu dengan raut wajah bingungnya tapi tidak berlangsung lama terganti dengan raut wajah kaget dan bahagia.
"Jadi....." Taehyung bertanya.
"Ne(iya)......" timpal Namjoon dengan segera.
Flashback End.....
Cklek.......
Mata Taehyung dan Namjoon tertuju pada pintu yang terbuka.
Itu Yoongi dan Soon ae serta Hoseok dan Soora.
"Annyeong(hallo)....." sapa Soora.
"Ne annyeong"
Yang lain hanya membungkuk untuk saling menyapa.
"Belum....tapi mungkin sebentar lagi dia akan sadar. Dia baru saja menghadapi operasi yang cukup besar jadi tidak heran dia belum sadar sampai sekarang" jawab Namjoon.
"Ahhh arasso(aku paham)" kata Soora memanyungkan bibirnya.
"jangan membuat ekspresi seperti itu Soora. Aku bisa saja menciummu di depan mereka" kata Hoseok sedikit mengancam.
Bukannya takut Soora malah memanyungkan bibirnya."Cium saja" Goda Soora.
"Yak(hey)...." pekik Hoseok mencubit pipi istrinya itu membuat mereka yang ada disana terkekeh.
"Hoseok Hyung.....Yoongi Hyung apa kalian juga mendapatkan amplop yang sama sepertiku?" tanya Taehyung.
Sebenarnya dia memang sudah sangat penasaran beberapa hari ini. Tapi belum sempat bertanya karna sibuk dengan Eunmi. Barulah sekarang ada waktu untuk dia bertanya.
"Ne(iya)....aku mendapatkannya" jawab Hoseok.
"Kami juga" jawab Yoongi bersamaan dengan Soon Ae. Kompak sekali mereka.
"Ohh Jinjjayo(benarkah)..... aku penasaran apa isi amplop kalian?" tanya Taehyung.
"Tiket" jawab Soon ae.
"Tiket apa?"
"Tiket bulan madu" itu Yoongi yang bersuara.
"Ahhh benarkah?" Tanya Taehyung dengan mata yang berbinar.
"Ya benar.....aku tidak menyangka amplop itu berisi tiket untuk bulan madu di luar negeri" Tambah Hoseok.
Sungguh kejutan yang tak disangka-sangka dari Kakek Park. Namja itu dengan segaja membuat mereka hampir jantungan karna menyuruh mereka untuk berpisah. Tapi nyatanya itu semua hanya berupa ancaman yang sungguh luar biasa menguras perasaan dan air mata.
1 minggu kemudian........
Eunmi sudah di perbolehkan untuk pulang. Tanpa dia sangka semua keluarga sudah berkumpul untuk menyambutnya.
"Harabeoji keterlaluan sekali sudah membuatku menangis. Lihat! kantung mataku belum hilang sampai sekarang" protes Soora pada kakek Park,
Namja itu terkekeh lalu mengusap lembut kepala Soora.
"Mianhae(maaf) cucuku sayang.....aku hanya ingin tau seberapa besar cinta kalian"
__ADS_1
"Luar biasa kakek membuat kami semua hampir jantungan eoh?" sekarang Taehyung yang bersuara.
"Bukan hanya jantungan kami jadi membantah dan juga melawan harabeoji. Maafkan kami nde?" ucap Hoseok menambahkan perkataan daru Taehyung.
"Tapi setidaknya itu menjadi efek jerah pada kalian. Jangan melakukan hal seperti itu lagi. Arasso(paham)?!" kata Kakek Park.
"Mianhae(maaf)......" lirih Eunmi.
"Tidak nak. Sebenarnya idemu itu bagus hanya saja cara kalian yang salah. Mungkin karna jiwa kalian yang masih sangat muda dan meledak-ledak hinggga tidak bisa memikirkan konsekuensi dari keputusan yang kalian buat" timpal kakek Park.
"Harabeoji maafkan aku juga karna sudah membentakmu" kata Yoongi.
Kakek Park tersenyum. Baru saja Yoongi minta maaf padanya? Sungguh luar biasa.
"Yoongi-ssi cucuku akhirnya kembali. Soon ae-ah gumawo" tutur kakek Park.
"Ne harabeoji." jawab Soon ae.
"Ahhh dari kalian semua ternyata hanya Soon ae yang mengenalku dengan baik yah" kata kakek Park menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Maksudnya?" tanya Soora.
"Ne....hanya dia yang peka jika harabeoji tidak serius dengan ancaman itu" kata Kakek Park.
"Karna aku tau harabeoji tidak sejahat itu" timpal Soon Ae.
"Ne. Kau benar nak"
"Oh iya harabeoji. Surat perceraian yang kami tanda tangani itu bagaimana?" tanya Taehyung.
"Cckkk kalian saja yang tidak membacanya dengan teliti. Itu surat rekayasa yang aku buat sendiri bukan dari pengadilan" balas kakek Park dengan santainya.
"Ahhh jinjja(benarkah) harabeoji memang sudah mempersiapkannya dengan matang" dengus Hoseok.
Mereka semua tertawa. Sungguh diluar dugaan ternyata itu semua hanya rekayasa kakek Park untuk menguji seberapa besar cinta dari ketiga pasangan cucunya itu.
Walaupun mungkin caranya cukup kejam. Tapi pada akhirnya mereka semua sadar betapa berarti kehadiran setiap pasangan mereka.
Mengenal arti dari sebuah kerinduan, cemburu, cinta serta kasih sayang. Semua itu tumbuh tanpa mereka sadari.
Yoongi berdiri sambil menatap keluarganya dari jauh.
"Yoongi-ah...."
Namja itu menoleh dan tersenyum tipis kearah Kakek Park yang memanggilnya.
Kakek Park merangkul pundak cucunya Itu.
"Maafkan kakek nak...."
Yoongi menatap sang kakek lekat.
"Kakek tau selama ini kakek sudah sangat egois padamu, Taehyung dan juga Hoseok........" kakek Park menelan salivanya lalu membalasa tatapan Yoongi.
"........sampai membuatmu trauma. Tapi kakek bersyukur karna Soon Ae bisa sedikit demi sedikit mengembalikan Yoongi yang dulu. Kuharap kau tidak lagi melukai dirimu nak, pergilah ke psikiater" Bisik Kakek Park diakhir kalimat.
Kakek Park meneteskan air matanya.
"Harabeoji__"
"Sekarang kau bebas" potong kakek Park.
Namja itu menepuk pundak Yoongi.
"Kejarlah kebahagianmu sendiri tanpa terikat lagi denganku. Aku percaya kalian bisa menggapai itu tanpa campur tangan dariku lagi. Tanpa terikat tradisi lagi" kata kakek Park tersenyum tipis.
Tanpa berkata apa-apa Yoongi memeluk namja itu erat. Kakek Park pun memeluk cucunya itu dengan erat.
Dari kejauhan Hoseok dan Taehyung tersenyum bahagia. Sungguh pemandangan yang luar biasa yang sudah sangat lama tidak mereka saksikan.
"Kita berhasil Hyung..." kata Taehyung.
"Ne(iya).....aku sangat bahagia akhirnya harabeoji dan Yoongi Hyung berbaikan" kata Hoseok mengusap air matanya.
Soon ae pun ikut tersenyum melihat interakai Yoongi dan kakek Park
"Gumawo Soon ae-ya....." ucap ayah Yoongi memegang tangan Soon ae. Wanita itu pun menatapnya lalu tersenyum.
"Ne aboji(ayah)" membalas pegangan tangan sang mertua.
"Kau sudah membuat ayah dan anakku kembali bersatu. Sungguh terima kasih nak" kata ayah Yoongi menarik Soon ae kedalam pelukannya.
Soon ae memejamkan matanya sesaat menikmati pelukan yang bahkan dia sendiri tidak pernah merasakannya selama ini. Pelukan hangat dari seorang ayah.
Inikah yang disebut Keluarga? Ya.. Inilah keluarga dimana kau dan semua orang saling tertawa tanpa kebohongan dan.. Mendapat sebuah pelukan hangat sebagai perlindungan. Berharap kebahagiaan akan selalu menyertai aku, kamu, kita semua.
End.
Akhirnya kita berada di ending part dari cerita Can You Change👏👏👏👏.
Gimana nih readers? Kuy coret2 di komen kesan kalian selama membaca story ini???
__ADS_1
Ok deh sampai jumpa lagi di bonus chap👋👋👋👋
By Rara Vina Lion 💜💜💜💜