
Annyeong haseo ayo siapa yang udah gak sabar dengan chap ini😘😘😘😘.
Kami harap kalian suka yah dan juga semoga ceritanya ngefeel.
Ok deh langsung aja😂
Happy reading sayang-sayangku😘
Pukul 6 pagi Yoongi bangun, ia meraba kepalanya yang masih sedikit pusing.
"Handuk? " Yoongi memegang handuk kecil yang ada pada kepalanya, keadaan handuk dingin berarti baru saja diganti. Ia menatap seseorang yang tidur meringkuk di kursi sofa. Soon ae. Tertidur di sofa dengan masih menggunakan baju kerjanya. Yoongi yakin tidurnya tidak nyaman.
Yoongi melihat Soon Ae bergerak untuk bangun ia cepat-cepat menyimpan kembali handuk itu dikepalanya dan berpura tertidur.
Soon Ae berjalan mendekati Yoongi melepas handuk kecil itu dan mengecek suhu tubuhnya.
"Syukurlah demamnya sudah turun. " Gumam Soon ae lalu melirik jam sudah jam 6. Soon ae membenarkan posisi selimut Yoongi.
"Aku harus membuat bubur" Ucap Soon Ae lalu berjalan keluar kamar.
Yoongi kembali membuka mata saat suara pelan pintu tertutup
"Dia merawatku? "
Benar.. Soon Ae merawat Yoongi, dan Yoongi baru sadar sekarang.
Ada bagian hatinya yang menghangat.
Soon ae memutuskan untuk mandi lalu membuat bubur untuk Yoongi. Setelahnya ia masuk ke dalam kamar dan ia dikejutkan dengan Yoongi yang tengah memakai jas kerjanya.

"Kau akan masuk bekerja? " Tanya Soon Ae tak percaya.
"Ya.. Hari ini aku harus bertemu dengan kolega ku" Ucap Yoongi datar.
Soon Ae menyimpan nampan berisi sarapan dan obat itu di meja nakas.
"Kau masih sakit. Dan akan bekerja? "
Yoongi menatap Soon Ae lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Andwae\(jangan\), sekarang kembali ganti baju dan istirahat"
"Aku ti\_"
"Apa jika kau pergi sekarang para kolega mu akan menyetujui kontrak? Dengan keadaanmu yang tak meyakinkan ini? "
"Berhentilah mengomel lagipula aku tidak butuh izin darimu"
Yoongi berjalan melewati Soon Ae namun tiba\-tiba kepalanya kembali sakit dan hampir terjatuh. Dengan sigap Soon Ae membantu Yoongi berdiri.
"Lihat bahkan kau tidak bisa menyeimbangkan dirimu sendiri" omel Soon Ae.
"Apa sepenting itu kolegamu daripada dirimu sendiri?!!" Gadis itu masih terus mengomel.
"Ya! Mereka lebih penting dibandingkan aku sendiri.."
Sebelum Soon Ae bicara Yoongi kembali memotong ucapannya.
"...karena aku menanggung kehidupan para karyawanku. "
Ucapan Yoongi membuat Soon Ae bungkam. Benar, jika Soon Ae berada di posisi Yoongi sekarang ia juga akan melakukan hal yang sama. Berjuang demi karyawannya. Karena mereka dalam posisi sama, mereka menanggung beban berat sebagai CEO perusahaan.
"Kalau begitu makanlah dulu, kau harus punya tenaga untuk melakukan rapat hari inikan" Ucap Soon Ae lembut.
💜💜💜
Soora Duduk dibangku taman yang berada di halaman belakang rumahnya sembari membaca novel superhero sambil mengunyah biskuit.
Soora menggoyang goyang kan kakinya sambil membuat suara\-suara tidak jelas. Membuat seseorang yang hendak melewati taman berhenti sejenak untuk memeriksanya. Dia Berpikir bahwa itu suara hantu. Tapi ternyata itu adalah istrinya.
Hoseok menghampiri Soora lalu duduk di sampingnya. Namja itu Melirik sedikit buku bacaan yang dibaca oleh Soora lalu merotasikan mata nya malas.
"Kau tidak bosan membaca buku seperti itu terus ?" ucap Hoseok yang membuat Soora terkejut dan hampir saja menjatuhkan buku yang berada digenggaman nya.
"KAMJAGIYA\(ku mengangetkanku\) !?!? YAK OPPA!! \_\_\_" Sambil memegang dadanya Soora sedikit berteriak.
"kenapa oppa mengagetkan ku dan muncul tiba tiba seperti hantu. Kau ingin membuat ku jantungan ?"
Hoseok terkekeh lalu mengusak rambut Soora dengan gemas hingga menimbulkan rengekan dari sang yeoja.
"Oppaaa.....jangan dirusak tatanan rambutku ini. Dan kenapa oppa berada disni ? Oppa tidak bekerja?"
"Aku sedang tidak ingin bekerja karna aku ingin mengajak mu kesuatu tempat. Kau mau? Kau pasti akan suka " ucap Hoseok tersenyum.
"Tidak mau , terakhir kali oppa mengajakku keluar oppa mengajakku ke bar, dan berciuman dengan wanita disana. Aku tidak mau"
Soora menyilang tangan didadanya dan mengerucutkan bibirnya lucu.
"Hei ,aku kan sudah minta maaf, kenapa kau masih saja mengungkit masalah itu eoh ? Aku tidak akan mengajak mu ke bar lagi. Kita akan ke taman hiburan. Kau yakin tidak mau ikut ?....." tanya Hoseok. Dia membuang nafasnya pelan.
"......Ahh padahal aku sudah membeli tiket nya , apa aku ajak saja yeoja yg kemarin yah?"
Hoseok pura pura membuat pose berpikir sambil melirik lirik Soora yang tampak tertarik dengan ajakannya. Terlihat dari matanya yang antusias mendengar kata taman hiburan.
"Oppa kau tidak bercanda kan tentang taman hiburan ??? Aku ikut aku mau ikut" jawab Soora cepat.
" Awas kalo kau mengajak orang lain selain aku. Aku akan bersiap siap ,oppa tunggu aku ok ??"
Soora segera berlari ke dalam rumah sambil berteriak yang membuat Hoseok terkekeh.
"Aku akan bertanya nanti" gumam Hoseok.
💜💜💜
"Chef......" ucap Lisa pada Eunmi. Gadis itu sedang menghias dissert yang di pesan pelanggannya.
"Ada apa?" tanya Eunmi tanpa mengalihkan padangannya.
"Di luar ada mertua dan suamimu chef" ucap Lisa pelan\-pelan.
"Mwo\(apa\)? Jinjjayo\(benarkah\)?" kata Eunmi menghentikan aktivitasnya. Dia melepaskan celemek lalu berlari kecil menemui Taehyung dan mertuanya.
"Eommanim....." sapa Eunmi.
"Ahh menantuku.." ucap Nyonya Jeon memeluk Eunmi.
"Ada apa sampai Eommanim kemari?" tanya Eunmi.
"Kita jangan bicara disini"
"Ohh baiklah kajja\(ayo\) kita keruanganku saja"
Eunmi sedikit bingung. Tumben sekali mertuanya datang ke resto. Dan dia juga bersama Taehyung.
"Ada apa?" bisik Eunmi pada Taehyung.
"Entahlah....eomma tadi langsung menyeretku kemari tanpa berkata apa\-apa" jawab Taehyung.
Jawaban Taehyung tidak membantu sama sekali. Mereka semua duduk di Sofa yang berada di ruangan kerja Eunmi.
"Eommanim mau makan sesuatu?" tanya Eunmi.
"Tentu...." jawab Nyonya Jeon.
"Baiklah aku ak\_"
"Aniyo\(tidak\).....suruh saja pegawaimu yang memasak kau disini saja. Karna ada sesuatu yang ingin eomma sampaikan pada kalian berdua" tutur Nyonya Jeon.
Eunmi menurut saja dengan perkataan mertuanya. Dia menyuruh Lisa yang menyiapkan makan siang.
__ADS_1
"Eunmi\-ya.....gwenchanayo\(kau baik baik saja\)?" tanya Nyonya Jeon membuat Eunmi bingung.
"Ne...gwenchanayo\(aku baik\-baik saja\) eommanim" jawab Eunmi.
"Kau terlihat pucat Nak" kata Nyonya Jeon memperhatikan Eunmi.
'Apakah sangat terlihat jelas' pikir Eunmi.
"Ne...eomma benar beberapa hari ini dia juga muntah di pagi hari. Aku sudah melarangnya untuk bekerja tapi menantu eomma itu sangat keras kepala" adu Taehyung dan seketika Eunmi menatapnya tajam. Tapi namja itu malah menggidikkan bahunya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Jinjjayo\(benarkah\)?" nyonya Jeon terlihat sangat khawatir.
"Aniyo\(tidam\) eommanim ak\_" perkataan Eunmi terpotong saat Nyonya Jeon menghampirinya lalu memeriksa keadaanya seperti anak kecil.
"Kau berkeringat dingin, muntah di pagi hari dan juga sangat pucat....."
Eunmi memegang tangannya sendiri.
Gugup.
Dia sangat gugup sekarang.
Bagaimana jika mertuanya sampai tau? Dia belum siap dan tidak tau harus menjawab apa?
"......jangan\-jangan kau\_"
"Aniyo eommanin\(tidak ibu\) aku baik\-baik saja jinjja\(sungguh\)" panik Eunmi.
"Apakah kau hamil?"
Taehyung dan Eunmi membulatkan matanya.
Hamil? Siapa? Eunmi? Bahkan mereka tidak pernah melakukan hal itu. Lalu bagaimana bisa Eunmi hamil?
"Eunmi kau hamil?" tanya Taehyung.
"Ani\(tidak\)....mana mungkin aku hamil oppa" jawab Eunmi.
"Memangnya kenapa kau tidak mungkin hamil?" tanya Nyonya Jeon.
"Itu karna kami tidak pernah melakukannya eomma" jawab Taehyung cepat.
"Mwo\(apa\)? Wae\(kenapa\)?" Nyonya Jeon begitu kaget dengan jawaban Taehyung.
"Aisshhh kalian ini...lalu kapan eomma bisa mendapat cucu dari kalian eoh" kesal nyonya Jeon membuat pasangan itu menunduk.
Gadis itu bernafas lega tapi ada sesuatu juga yang menjanggal. Eunmi berperang dengan pikirannya.
'Bagaimana ini? Aku harus segera menemuinya' pikir Eunmi.
💜💜💜
Mata Soora berbinar bahagia saat melihat semua wahana permainan disana.
"Oppa nanti kita naik itu yah"
"Aku ingin mencoba yang itu juga"
"Oppa aku mau beli makanan"
Ocehan Soora tak henti\-hentinya. Hoseok hanya bisa menghela nafas. Lalu kapan dia bisa bertanya?
"Akhh sial" gumam Hoseok.
"Oppa kau kenapa?" tanya Soora.
"Aniyo\(tidak\).."
"bagaimana kalau kita mengajak Eunmi eonni, Taehyung oppa, Soon Ae dan Yoongi oppa juga kemari?" usul Soora.
"bagaimana jika mereka sedang sibuk?"
"Telpon saja dulu" rengek Soora.
Raut wajah Hoseok berubah setelah mematikan panggilannya.
"Bagaimana?" tanya Soora.
"Taehyung dan Eunmi sedang berada di resto bersama Kim Ahjumma. Mereka tidak bisa datang" jawab Hoseok.
"Lalu Soon Ae dan Yoongi oppa bagaimana?"
"Yoongi hyung sedang ada di kantornya dan Soon Ae pun sedang menuju kesana" jawab Hoseok.
Raut wajah Soora berubah lesu. Dia duduk di kursi sambil memanyungkan bibirnya. Hoseok menghela nafas kemudian duduk di samping Soora.
"Gwenchana\(tidak apa\-apa\)....kita bisa bertemu mereka lain waktu. Untuk hari ini kita habiskan waktu bersama. Otte\(bagaimana\)?" tanya Hoseok menghibur gadis itu.
"Ne\(baiklah\)..memangnya mau bagaimana lagi" ucap Soora membuat Hoseok sedikit lega.
"Kalau begitu kajja\(ayo\) kita bermain...."
"Tunggu..."
Hoseok menggenggam tangan Soora.
"Ada apa?"
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Hoseok serius.
💜💜💜
Soon Ae duduk menyila di kursi ruang tamu. Ia melirik ponselnya yang tak kunjung berdering. Jika di terawang Soon Ae sekarang memikirkan kenapa si kelinci buntal itu belum juga menelfon nya? Padahal sudah seminggu terakhir dia tak bertemu.
Di sisi lain juga Soon ae mengkhawatirkan Yoongi. Apa dia baik\-baik saja? Apa dia tak pingsan? Apa rapatnya berjalan lancar? Kenapa sekretaris Kang tak juga memberi kabar?
Soon ae berkali kali mengecek ponselnya lalu menyimpannya kembali matanya juga berulang kali melirik jam besar di ruang tamu. Padahal Yoongi baru berangkat 2 jam yang lalu.
"Nyonya tidak bekerja hari ini? " Tanya kepala maid.
"Oh? Aku? Tidak? " Jawab Soon Ae sambil masih melirik ponselnya.
"Anda menunggu telfon dari tuan Yoongi? " Tanya kepala maid memberi umpan.
Dengan cepat dan tanpa berfikir Soon ae mengangguk, sadar akan apa yang ia lakukan ia cepat\-cepat menggeleng.
"Ah tidak he he aku menunggu telfon dari Jungkook temanku"
Jawaban Soon Ae tidak sepenuhnya bohong kan?
"Kenapa tidak di susul saja ke kantornya nyonya? Sekalian saja membawa bekal tuan Yoongi yang tertinggal? " Ucap kepala maid sambil tersenyum.
'Haruskah? ' fikir Soon Ae.
"Tuan Yoongi itu kadang tidak memperhatikan jadwal makannya. Itu sebabnya kemarin tuan jatuh sakit dan saya yakin itu karena magh nya kambuh lagi. " Ucap kepala maid secara tidak langsung berusaha membujuk Soon Ae.
Soon Ae mengigit bibir bawahnya lalu bergegas pergi menuju kamar untuk berganti pakaian "ahjumma tolong siapkan bekal yang tadi kubuat!! " Teriak Soon Ae dari lantai atas.
Drrrtttttt.......drrrttttt
Ponsel Soon Ae tiba\-tiba bergetar, dengan sigap dia menyambar benda persegi itu.
__ADS_1
"Hoseok oppa?" bingung Soon Ae. Dia segera mengangkat telpon itu.
Dia tersenyum disela\-sela pembicaraannya dengan Hoseok.
"Soora....aku juga merindukanmu, aku akan menemuimu nanti" ucap Soon Ae setelah memutuskan sambungan telponnya.
Pukul 11 siang di perusahaan Park Corp.
Yoongi memimpin rapat dengan baik bahkan orang lain mungkin berfikir bahwa ia dalam keadaan segar bugar terbukti dari cara dia bicara, yang tegas dan berwibawa. Mungkin yang membedakan hanya wajahnya yang lebih pucat dari biasanya.
Rapat hampir selesai tinggal menunggu persetujuan pihak dari perusahaan Park dan melakukan tandatanan sebelum suara ponsel Yoongi berdering.
Dia mengira itu dari Hoseok yang memang sejak tadi menelponnya. Tapi setelah dia periksa ternyata itu dari salah satu kepala manajemen. Mau tak mau Yoongi harus menunda tanda tangan itu dan pergi keluar untuk mengangkat telfon.
Soon Ae berjalan memasuki kantor, mendekati resepsionis lalu berkata bahwa dia adalah istri Park Yoongi, resepsionis itu lalu menelfon sekretaris Kang. Dan setelahnya membiarkan Soon ae pergi sendiri menuju ruangan Yoongi.

Ia berjalan dan masuk ke salah satu ruangan tanpa melihat papan nama diatas pintu. Ia masuk dan kaget saat melihat bahwa banyak orang berpakaian formal tengah mengobrol. Itu ruang rapat yang dipakai Yoongi dan koleganya.
"Oh? Mianhamnida(maaf) saya salah ruangan" Ucap Soon ae sopan lalu hendak keluar sambil menutup pintu sebelum jalannya terhenti saat salah satu orang disana memanggilnya.
"Oy! Yeoja cantik! " Ucap salah satu lelaki berparas agak tua dengan baju jas terbaik. Soon Ae perlahan berbalik dan dengan sopan menatapnya Seolah bertanya.
"Mau kemana? Kau sudah cantik begitu" Ucap nya lagi membuat Soon Ae diam.
"Ohoy..Kita berbicara padamu cantik" Soon ae hendak berbalik dan pergi sebelum ucapan itu kembali ia dengar.
"Eyy wanita cantik kemarilah.. Berapa yang kau inginkan? Ayo setelah rapat ini selesai kita pergi jalan-jalan" Ungkapnya dan diikuti tawa bawahannya. Soon ae menatap namja itu dengan mata berkaca. Untuk pertama kalinya Soon Ae diperlakukan bagaikan Jalang oleh para ahjussi brengsek.
Saat Soon Ae hendak berbicara.
"Wahh payudara mu besar juga ya.. Apa kau melakukan opra_"
"Oh sayang kenapa kemari? " Tanya seseorang dari belakang membuat Soon Ae berbalik dan menatapnya. Yoongi tersenyum dengan sangat manis padanya.
Yoongi menutup telfonnya, lalu kembali ke ruang meeting tentu sang sekretaris mengikutinya dari belakang. Namun sebelum ia masuk ia berhenti saat melihat Soon Ae menunduk meminta maaf karena salah masuk ruangan.
Yoongi dan sekretaris Kang hendak mendekat namun langkah mereka terhenti saat mendengar ucapan\-ucapan laknat dari kolega bisnisnya.
...."Eyy wanita cantik kemarilah.. Berapa yang kau inginkan? Ayo setelah rapat ini selesai kita pergi jalan\-jalan"
Yoongi mengepalkan tangannya menatap punggung Soon Ae. Sekretaris Kang ingin masuk ke dalam namun Yoongi mencegah nya.
'Kenapa kau diam saja?' Yoongi mulai kesal karena mendengar ucapan lelaki itu semakin menjijikan.
"Wahh payudara mu besar juga ya.. Apa kau melakukan opra\_"
Cukup!!
Yoongi berjalan dengan amarah yang menumpuk pada dirinya. Ia menghela nafas lalu tersenyum
"Oh sayang kenapa kemari? " Yoongi memulai aksinya.
Soon Ae terkejut lalu berbalik menatap Yoongi. Yoongi melihat raut wajah Soon Ae yang hendak menangis, matanya juga sudah berkaca\-kaca.
"Oh? Tuan Park! " Kaget kolega tadi dan ia langsung berdiri.
"Yo\-yoongi\-ssi.. " Gumam Soon Ae pelan teramat pelan tapi Yoongi mendengarnya.
"Ohh.. Kau membawakan makan siang untukku ternyata. " Ucap Yoongi mengabaikan koleganya yang tengah panik.
"Tuan Park dia istri anda? Wahh di\-dia sangat cantik ya.. " Ucap nya berusaha menutupi kesalahan nya
Yoongi yang mendengar itu mengumpat dalam hati.
'Bajingan Tua sialan'
Yoongi menatap kolega itu dengan raut muka dingin andalannya. Aura di ruang rapat pun terasa mencekam.
"Oh? Masih ada tamu ternyata maaf saya terlalu terpesona dengan istri saya. Oh iya sekretaris Kang! "
Sekretaris Kang yang berada dibelakang Yoongi mendekat.
"Tolong tunjukan jalan keluar pada mereka ya\_"
Yoongi berbalik dan merangkul Soon Ae meninggalkan ruangan itu.
"Eh? Sajangnim! " Kaget kolega itu.
"Ah iya satu lagi. Cari partner kerja yang baru, yang memiliki attitude yang baik. Aku tunggu laporanmu" Ucap Yoongi tegas pada sekretarisnya.
"Baik sajangnim" Sekretaris Kang menunduk patuh.
"Sa\-sajangnim anda mengusir ku?!! " Protes kolega itu lagi.
"Tuan silahkan keluar pintu ada disebelah sana" Ucap Sekretaris Kang.
"M\-mwo?!! Yak!!!"
Sampai di ruangannya Yoongi mendudukan Soon Ae yang masih diam sejak tadi.
Yoongi mengambil sapu tangannya lalu menyodorkan sapu tangan itu pada Soon Ae. Ia tau Soon Ae merasa sakit hati. Ia pun sama ingin sekali dia merobek mulut si tua itu namun.... Dia masih memiliki sopan santun untuk menghormati orang tua.
"Mianhae(maaf). " Ucap Soon Ae membuat Yoongi bingung.
"Mwo(apa)?"
"Karena aku... kerjasama dengan kolegamu itu batal" Ucap Soon Ae lirih. Sungguh ia sangat menyesal.
"Huh? Aku dari awal memang tidak akan melanjutkan kontrak dengan mereka. Aku tak setuju dengan permintaan mereka dan yah aku tadi sedang mencari cara untuk menolak mereka." Dusta Yoongi lalu duduk di single sofa.
"Gomawo(terima kasih), karena telah datang" Ucap Soon Ae pada Yoongi. Yoongi hanya diam sambil menatap Soon ae sesaat lalu mengalihkan pandangannya di detik berikutnya.
Entah itu alasan atau memang benar adanya, Soon Ae bersyukur Yoongi datang di waktu yang tepat sebelum ia menangis ditempat.
Soon Ae pulang terlebih dahulu karena Yoongi masih ada pekerjaan. Tentu setelah menyaksikan Yoongi makan bekal dan obatnya. Soon ae pun pamit pulang diantar oleh sekretaris Kang. Ia meraba jas Yoongi.
Yaa tadi sebelum ia keluar dari ruangan, Yoongi memberikan jas itu berdalih di luar dingin. Dan Soon Ae masih ingat muka dingin itu yang memperlihatkan kehangatan untuk pertama kalinya. Soon Ae perlahan tersenyum.
Saat melewati minimarket Soon Ae menyuruh sekretaris Kang berhenti. Soon Ae ingin membeli ice cream. Sekretaris Kang pun menurut dan menunggu Soon Ae di mobil.
Soon Ae menjinjing satu kantung plastik berisi 1 buah eskrim dan 1 botol minuman untuk sekretaris Kang. Saat ia hendak keluar tiba\-tiba ia berpapasan dengan Jungkook.
Namun.. Saat hendak menyapa.. Jungkook.. Melewatinya begitu saja. Seolah Soon Ae tak dikenalnya.
"Ju\-jungkook.. "
💜💜💜
Setelah mertua dan suami nya pulang , Eunmi dengan segera menghubungi seseorang. Terlibat sedikit percakapan Eunmi segera menutupnya setelah ia mengatakan.
"Ne , aku akan menemuimu sekitar jam 4 nanti. Annyeong oppa"
Menghela nafas , Eunmi merebah kan tubuhnya di sofa yang ada diruangan itu. Menatap langit langit ruangan dengan sendu hingga tak sadar sedikit demi sedikit mata nya tertutup lalu tertidur.
Tapi gadis itu tidur terlalu lama hingga jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Eunmi meregangkan tubuhnya lalu mengecek sebentar ponsel yang masih berada di genggaman nya.
"Omo sudah jam hampir jam 4 , aku tertidur cukup lama rupanya. Kenapa hal ini membuat ku sangat lelah. Aku harus pergi dan segera menemui 'DIA' "
Eunmi beranjak dan segera berlalu dari ruangan itu setelah mengambil mantel jas nya tas dan kunci mobil.
TBC...........
Kira\-kira apa yang akan di tanyakan Hoseok pada Soora?🤔 Dan Jungkook kok dia kayak gak kenal sama Soon Ae yah padahal kan dia suka sama Soon Ae?. Eunmi siapa yang akan dia temui? siapakah 'dia' yang dimaksud? Pacar, mantan, atau siapa?
Mulai rumit yah mereka 😂😂😂 beberapa rahasia harus di ungkap guys jadi yah selamat penasaran ria😘😘😘
__ADS_1
Ok see you next chap
By Rara Vina Lion💜💜💜