Can You Change ?

Can You Change ?
Evidence (증거)


__ADS_3

Happy reading😘😘😘


Soora menatap Yoongi dengan tatapan yang sulit dia artikan.


"Aku harus membantumu apa?" tanya Soora.


Pertanyaan yang sejak tadi dia lontarkan sampai sekarang mereka sudah berada di kamar. Mungkin karna udara yang mulai dingin Yoongi mengajak Soora berbicara di dalam kamar saja.


"Bantu aku untuk mengetahui bagaimana perasaanku pada Soon Ae" akhirnya namja itu pun menjawab setelah lama berfikir. Bahkan sebelum Soora kembali dia sudah berfikir bagaimana solusi terbaik untuknya dan Soon Ae. Tapi Yoongi tidak menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaannya itu.


"Bagaimana caranya?" tanya Soora masih bingung. "Yang bisa mengetahui kau menyukai Soon Ae atau tidak itu dirimu sendiri".


Benar juga apa yang dikatakan Soora. Tapi Yoongi masih bingung.


"Begini saja aku akan memberikan pertanyaan padamu dan kau jawab sesuai dengan apa yang kau rasakan. Otte?(bagaimana)" tanya Soora.


Yoongi menggangguk setuju. "Baiklah"


"Apakah kau merasa kehilangan saat aku yang berada disini dan bukannya Soon Ae?"


"Iya......tapi menurutku itu hanya karna aku belum terbiasa saja tanpa kehadiran Soon Ae" jawab Yoongi dengan santainya.


"Apakah bayang Soon Ae selalu menghampirmu. Contohnya seperti kenangan saat kalian bersama begitu?"


"Sering bahkan di setiap sudut rumah ini aku selalu melihat bayangan Soon Ae". Sungguh itu sebuah kejujuran dari Yoongi. Bahkan dia mengira dirinya sudah gila karna membayangkan Soon Ae dimana-mana.


Soora tersenyum. "Pertanyaan terakhir, apakah kau marah dan kesal saat Soon Ae bersama pria lain?"


Yoongi menatap manik mata Soora. Teringat kejadian di taman sungai Han. "Iya bahkan aku ingin sekali menghajar pria itu" jawab Yoongi terdengar menakutkan.


"Baiklah itu membuktikan jika kau sebenarnya sangat mencintai Soon Ae. Kau hanya terlalu menjunjung tinggi egomu oppa" ucap Soora bernafas lega.


"Benarkah?" tanya Yoongi yang di angguki oleh Soora.


"Tapi sekarang yang jadi masalahnya adalah apakah Soon Ae juga mencintaiku?" tanya Yoongi pada Soora.


"Kurasa Soon Ae sangat mencintaimu" jawab Soora spontan.


"Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?"


"Jika dia tidak mencintaimu tidak mungkin dia bertanya padamu apakah kau mencintainya......dan dengan kejamnya kau menjawab tidak" coleteh Soora.


Yoongi terlihat terkejut akan pernyataan Soora. 'dari mana gadis itu bisa tau' monolog Yoongi.


"Tapi jika kau masih ragu aku punya ide bagus untuk membuktikannya" kata Soora sambil menaik turunkan alisnya.


"Ide apa?"


💜💜💜


Hening.


Hanya ada suara kendaraan dari luar mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang. Eunmi melirik Hoseok yang hanya diam sejak tadi. Eunmi sangat tau apa yang tengah di pikirkan oleh namja itu. Dia membasahi bibir bawahnya.


"Kau memikirkan Soora?" tanya Eunmi memecah keheningan.


"Ne......tepatnya aku khawatir dengan keadaannya" jawab Hoseok tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


"Maafkan aku" lirih Eunmi.


"Sudahlah Eunmi ini bukan salahmu" timpah Hoseok.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di mansion. Hoseok membukakan pintu untuk Eunmi.


"Sekarang kau istirahatlah jangan terlalu banyak pikiran dan ingat apa yang dikatakan Dr Namjoon padamu tadi. Ara" celoteh Hoseok sambil membenarkan letak selimut Eunmi.


Wanita itu tersenyum lalu memegang tangan Hoseok.


"Soora sangat beruntung memiliki dirimu oppa" kata Eunmi.


"Justru aku yang beruntung memilikinya" balas Hoseok tersenyum tipis.


"Kau begitu perhatian dan sayang padanya. Sungguh kalian membuatku iri" kata Eunmi tersenyum tapi itu tak berlangsung lama, dia kembali menunduk lalu berkata. "Maafkan aku sudah menjauhkanmu dengan Soora" kembali wanita itu menyalahkan dirinya.


"Gwenchana(tidak apa) selama Soora baik-baik saja aku pun akan tenang tapi....." Hoseok tidak melanjutkan kata-katanya. Kembali dia teringat dengan kejadian tadi bagaimana Yoongi menarik paksa Soora.


"Aku yakin oppa dia pasti akan baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir" bujuk Eunmi.


"Tapi kau lihat sendiri kan tadi bagaimana Yoongi Hyung memperlakukan Soora?" kesal Hoseok.


"Ne arasso. Tapi aku yakin Yoongi oppa tidak mungkin menyakiti adik iparnya sendiri" timpal Eunmi meyakinkan Hoseok.


Namja itu diam sejenak larut dalam pikirannya. Yang dikatakan Eunmi benar , Yoongi tidak mungkin menyakiti siapapun apalagi itu seorang wanita. Bukankah Hoseok sangat tau bagaimana perangai Yoongi lalu kenapa sekarang dia ragu?


Hoseok menatap wanita itu lalu tersenyum. "Kau benar.......aku saja yang terlalu khawatir"


"Itu karna kau sangat merindukannya kan?" Tanya Eunmi sedikit menggoda Hoseok.


Mereka berdua lalu tertawa bersama.

__ADS_1


"Tentu saja aku sangat merindukannya Eunmi. Tapi setelah melihatnya tadi aku jadi lebih tenang"


"Ahhh syukurlah" lega Eunmi.


"Aku tidak pernah menyangka akan sedekat ini denganmu padahal dulu aku sangat membencimu saat kau membawa Soora ke club" kata Eunmi terkekeh mengingat bagaimana marahnya dia pada Hoseok hari itu.


"Hehehe ne aku ingat. Dan gara-gara itu juga aku jadi sadar akan perasaanku pada Soora" kata Hoseok terkekeh.



"Dia mengubah hidupku. Dan baru kali ini aku merasa sangat di cintai" lanjut Hoseok sambil membayangkan senyuman manis milik Soora.


"Soorapun begitu. Dia juga sangat mencintaimu oppa" kata Eunmi.


"Ara(aku tau)" kata Hoseok.


Pancaran mata Hoseok yang penuh cinta membuat Eunmi seketika ingat dengan Taehyung. Eunmi juga sering melihat namja itu menatapnya dengan tatapan seperti itu. Sungguh dia baru merasakan jika dia juga begitu merindukan sosok Taehyung yang jail dan selalu membuatnya kesal.


Eunmi mengelus perutnya pelan.


"Kau merindukan Taehyung?" tanya Hoseok.


"Mungkin" kata Eunmi tersenyum kecut.


"Kenapa mungkin......Taehyung sangat mencintaimu Eunmi" ucap Hoseok sukses membuat netra Eunmi menatapnya.


"Dan kau pun sangat mencintainya bukan?". Eunmi diam dan malah menunduk.


"Dia pasti akan sangat bahagia saat mendengar kau hamil. Taehyung sangat menyukai anak kecil kau tau?" ucap Hoseok yang di jawab gelengan oleh Eunmi.


"Kalau begitu Aku akan melahirkan anak ini untuk Taehyung" kata Eunmi.


"Dan kau pun harus selamat Eunmi. Kalian berdua harus selamat" tutur Hoseok.


"Semoga"


💜💜💜


Tatapan Yoongi membuat Soora agak ciut.


"Apakah tidak ada cara lain selain ini?" tanya Yoongi.


"Kau ingin tau bukan apakah Soon Ae mencintaimu atau tidak?" timpal Soora tak mau kalah.


"Tapi ini terlalu Kekanak-kanakan" namja itu tak hentinya protes sejak tadi.


Soora memutar bola matanya malas. Sungguh Yoongi sangat cerewet mungkin lebih baik Soora menyumpal mulutnya itu.


"Sudah ahjumma kau bisa menelpon Soon Ae sekarang" jawab Soora.


"Baiklah"


"Aku akan pergi sekarang" kata Soora beranjak.


Yoongi sudah tak sempat lagi berbicara karna gadis itu sudah berlari dengan cepar keluar dari kamar Yoongi.


"Ingat kau harus melakukan tugasmu dengan baik. Arasso" ucap Yoongi pada wanita yang tengah berdiri di sampingnya.


"Baik tuan Park" jawab wanita itu dengan nada takutnya.


Setelah menunggu beberapa saat, suara mobil terdengar di pekarangan. Itu Soon Ae. Dia terlihat sangat panik dan buru-buru masuk kedalam rumah.


"Nyonya akhirnya kau datang" sambut sang maid.


"Dimana Yoongi?" tanya Soon Ae.


"Dia di kamar nyonya" kata maid itu. Soon Ae langsung saja berlari kecil menuju kamar Yoongi.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat apa yang sedang terjadi dalam kamar itu. Soon Ae kembali melanjutkan langkahnya tanpa bersuara.


"Maaf kau siapa?" ucap Soon Ae membuka suara membuat wanita yang tengah memperbaiki letak selimut Yoongi berbalik padanya.


"Ahhh aku asisten Tuan Park" jawab wanita itu tersenyum.


"Mwo? Yang aku tau asisten Yoongi itu tuan Kang bukan dirimu" kata Soon Ae.


"Aku asisten pribadi Yoongi Oppa"


Jika saja Soon Ae tidak ingat dosa mungkin dia sudah mencakar wanita di depannya. Berani sekali dia menyebut nama Yoongi dengan embel-embel oppa.


"Aku istrinya jadi silakan anda boleh pergi sekarang" ucap Soon Ae penuh penekanan.


"Ohh benarkah...tapi kenapa tuan Yoongi malah menghubungiku?" kata wanita itu makin membuat hati Soon Ae panas.


"Aku bilang pergi dari sini. PALLIKA" pekik Soon Ae membuat wanita itu langsung pergi dari sana.


Disisi lain Soora dan maid tersenyum penuh kemenangan. Yoongi pun seperti itu. Sungguh dia sangat bahagia mendengar Soon Ae kesal. Itu sudah menjadi bukti jika gadis itu mencintainya.


Dengan panik Soon ae mendekati Yoongi setelah wanita tadi berlalu.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa sakit lagi? " Tanya Soon ae pada Yoongi yang tertidur.


Tangannya terulur untuk mengusap dahi dan pipi Yoongi. Mengecek suhu tubuh nya.


"Demamnya tidak tinggi syukurlah" Lega Soon ae.


Yoongi membuka matanya lalu menatap Soon ae yang tengah sibuk mencari obat di kotak p3k.


Yoongi memperhatikan baju Soon ae.


'Masih menggunakan baju kerja ternyata'


"Soon ae" panggil Yoongi.


Yang dipanggil menoleh, Yoongi bangun dan duduk di atas kasur. Soon ae mendekat sambil membawa kotak p3k tadi dan duduk di kursi dekat ranjang.


"Yoongi-ssi kau bangun? Apa ada yang sakit? Dibagian mana? Apa sudah minum obat? Perlu kupanggil kau dokter? Katanya tadi kamu pingsan? Kenapa kau bla bla"



Yoongi hanya menatap Soon Ae. Sungguh dia sangat merindukan moment ini. Saat Soon Ae mengomel padanya tanpa henti. Bahkan Yoongi tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh wanita itu. Dia seakan tuli sekarang.


"Kau datang?" kata Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya dari Soon Ae.


"Tentu saja aku datang aku khawatir mendengarmu sakit dan pingsan di tem_"


Greppppp


Yoongi memeluk Soon Ae secara tiba-tiba membuat gadis itu membulatkan matanya kaget.


"Yoongi-ssi" ucap Soon Ae lirih.


"Berisik kau terlalu banyak bicara. Biarkan begini sebentar saja" kata Yoongi mengeratkan pelukannya.


Semula Soon Ae hanya mengira mungkin ini karna efek Yoongi sedang sakit. Jadi dia membalas dengan mengelus punggung namja itu pelan tanpa niat membalas pelukannya.


Yoongi yang menyadari itu melepaskan pelukannya lalu menatap Soon Ae lekat. Menarik tengkuk gadis itu dan.....


Chu~


Soon ae membulatkan matanya saat Yoongi menciumnya. Ciuman singkat hanya terjadi 1 detik.


Jantung Soon ae berdegup kencang. Yoongi Melihat reaksi Soon ae yang hanya membulatkan matanya tersenyum samar.


"kenapa kau diam saja?" tanya Yoongi membuat Soon ae mengerjapkan matanya.


"A- aku......ti- tidak" jawab Soon Ae terbata.


Tangan Yoongi mengelus pipi Soon Ae dengan lembut. "Sejak lama aku ingin sekali menyentuhmu seperti ini dan aku baru punya keberanian sekarang"


Soon masih terdiam tapi pandangannya tetap terarah pada netra Yoongi. Namja itu sedikit membasahi bibir bawahnya. "Maaf karna selama ini aku tidak pernah memperlakukanmu dengan semestinya" lirih Yoongi.


"Yoongi-ssi.....kau sedang sakit jadi bicara tidak jelas___"



Namja itu membungkam Soon dengan menindih tubuhnya. Tidak sepenuhnya karna kedua lengan Yoongi menahan tubuhnya agar tidak menimpa Soon Ae. Tatapan mata Yoongi membuat Soon Ae makin gugup di tambah dengan posisi mereka sekarang.


Apa kabar detak jantung Soon Ae? Seakan sudah berada di tenggorokan. Begitupun yang dirasakan oleh Yoongi. Pertama kali sedekat ini dengan Soon Ae sungguh membuatnya akan meledak.


"Yoon-yoongi apa yang kau lakukan ?"


Soon ae hendak menyingkir sebelum Yoongi kembali angkat suara.


"Aku mencintaimu"


Soon ae membulatkan matanya kaget.


'Apa? Apa aku tidak salah dengar? ' fikir soon ae.


Yoongi mendekatkan wajahnya ke telinga Soon ae.


"Aku mencintaimu Park Soon Ae. Tetaplah bersamaku "


Yoongi menatap mata Soon ae kembali lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Soon ae. Memeluk pinggang istrinya itu dengan lembut.


Soon Ae bisa melihat wajah Yoongi dalam radius sangat-sangat dekat dengannya. Mata Yoongi menutup seakan menikmati ciuman nya.


Refleks Soon ae pun ikut menutup matanya. Terasa olehnya bibir Yoongi melumat lembut bibir atas bawah bergantian. Tak ada nafsu namun tersirat didalam ciuman itu perasaan penuh cinta dan damba yang ingin disampaikan oleh Yoongi. Menikmati ciuman pertama mereka. Dan Tangan Soon ae pun bergerak untuk mencengkam baju Yoongi. Dan naik menuju leher Yoongi lalu mengalungkan tangannya disana. Yoongi tersenyum di sela ciumannya. Soon ae terlihat canggung namun ia senang Soon ae menerimanya.


'Terimakasih telah memberikan aku kesempatan'-Yoongi.


Di sisi lain Soora dan sang maid tersenyum penuh kemenangan karna akhirnya mereka bisa menyatukan Soon Ae dan Yoongi.


TBC..........


Ada yang ikutan bahagia???? Sama kami juga😂. Udah hampir ending kah???? Entahlah tunggu aja😘😘😘


Ok see u next chap👋👋👋

__ADS_1


By Rara Vina Lion💜💜💜


__ADS_2