
Happy reading😘😘😘
Soon Ae berjalan menuruni tangga dengan raut wajah yang entah sulit diartikan. Dia menatap kearah ruang tamu mendapati Soora dan Maid disana.
"Soora eonni" panggil Soon Ae. Yang di panggil segera menoleh dan memberi Soon Ae senyum manis.
"Sudah selesai?" tanya Soora.
"Mwo?(apa)"
"Maksudku sudah selesai merawat Yoongi oppa?"
"Ahhh ne(iya) sudah" jawab Soon Ae sedikit gugup . Mengapa dia merasa Soora mengetahui apa yang baru saja terjadi?
"Mianhae(maaf) aku tidak bisa menjaga Yoongi oppa. Aku ada pekerjaan mendadak tadi tapi untunglah ahjumma(bibi) langsung menelponmu" ucap Soora lagi. Sang maid pamit pada 2 nyonya besar itu untuk mengurus pekerjaannya.
Soon ae tersenyum lalu duduk di samping Soora.
"Kau kenapa?" tanya Soora.
"Gwenchana(aku baik-baik saja)" jawab Soon Ae singkat.
"Soon Ae-ah apa kita akhiri saja pertukaran tempat kita ini?" tanya Soora dengan lembut sambil memegang tangan Soon Ae.
Wanita itu bisa saja langsung menyetujuinya tapi masih ada masalah yang harus dia selesaikan sebelum kembali pada Yoongi.
"Tidak bisa Eonni.......Eunmi eonni dan Taehyung-ssi belum_"
"Ahh aku lupa.....lalu bagaimana?" Soora memotong ucapan Soon Ae lalu kembali bertanya padanya.
"Kita harus sabar beberapa hari lagi" jawab Soon Ae.
"Ahhh baiklah kurasa Hoseok oppa harus lebih banyak bersabar lagi atau aku sebenarnya aku yang harus lebih bersabar" kata Soora menyandarkan tubuhnya.
"Kalau begitu aku pamit" kata Soon Ae berdiri.
"Ne. Jalgayo(sampai jumpa) Soon Ae-ah" timpal Soora memeluk Soon Ae sekilas.
Setelah kerpergian Soon Ae, Soora berlari menuju kamar Yoongi.
"Oppa~" teriak Soora masuk kedalam kamar Yoongi. Dia melihat namja itu melihat keluar jendela. Mungkin sedang melihat kepergian Soon Ae.
Dia berbalik menatap Soora.
"Gumawo(terima kasih) Soora-ya" ucap Yoongi mengulurkan tangannya sambil tersenyum tipis.

Soora menyambut tangan Yoongi.
"Wahhh oppa kau sangat manis jika tersenyum seperti itu" ucap Soora takjub saat pertama kali melihat Yoongi tersenyum. Bahkan itu hanya senyuman tipis.
"Ini berkat bantuanmu. Terima kasih uri dongsaeng(adikku)" kata Yoongi mengacak-acak rambut Soora.
"Huwaaaaaaa~ oppa" Soora histeris lalu memeluk Yoongi.
"Waeyo(kenapa)? Kenapa kau malah menangis" tanya Yoongi panik dan canggung saat Soora memeluknya.
"Kau memanggilku adik. Aku tidak pernah punya kakak selama ini dan kau menganggapku sebagai adikmu. Huwaaaa aku bahagia sekali oppa" kata Soora.
Yoongi membuang napasnya pelan. Ya Tuhan gadis ini. Dia membalas dengan mengelus rambut gadis itu. Yoongi pun sebenarnya merasakan hal yang sama.
Sekarang dia tidak akan sendirian lagi bukan?. Ada Soon Ae wanita yang sangat dia cintai dan Soora wanita yang dia anggap sebagai adiknya.
Yoongi berharap ini adalah awal dari kebahagiaanya. Kebahagiaan yang selama ini dia idamkan dan pantas dia dapatkan.
Sekarang Soora dan Yoongi sedang menonton tv bersama. Hanya ada suara tv yang terdengar hingga Soora membuka suara.
"Jadi bagaimana rasanya oppa mencium wanita yang kau cintai?"
Yoongi membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia dengar sementara Soora masih serius menonton tv.
"Kau melihatnya?" tanya Yoongi.
"Tentu saja aku melihatnya. Aku kan punya mata" jawab Soora lagi dengan wajah tak berdosanya.
"Apa kau tau itu melanggar privasi eoh?" kesal Yoongi tak terima.
"Oppa kau terlalu kaku. Tinggal jawab saja" Ucap Soora menatap Yoongi jengah.
"Tapi___"

"Ya sudah kalau kau tidak mau menjawab yang penting kan rencana kita berhasil. Sekarang tinggal menunggu Eunmi eonni dan Taehyung oppa saja" timpal Soora tak ingin mendengar celotehan namja itu lagi.
Yoongi sedikit mengerutkan keningnya. Dia tau betul jika Taehyung mencintai Eunmi. Lalu apa masalahnya?
"Memangnya mereka belum saling mencintai?" tanya Yoongi.
"Eunmi eonni yang belum bisa menerima Taehyung" jawab Soora dan seketika itu membuat hatinya berdenyut. Dia berusaha untuk tidak berfikir negatif pada Eunmi dan Hoseok, tapi sangat sulit.
"Kau baik-baik saja Soora?" tanya Yoongi saat menyadari raut wajah Soora yang berubah.
"Ne(iya) aku baik-baik saja" jawab Soora seadanya.
"Baiklah"
Walaupun Yoongi berkata seperti itu dia tetap tau jika Soora menyimpan masalah tapi dia tidak akan memaksanya untuk bercerita. Mungkin belum saatnya.
__ADS_1
💜💜💜
Soon ae baru saja sampai di rumah Taehyung. Saat awal masuk ke dalam rumah, dia langsung masuk kamarnya dan kembali ke ruang tamu. Taehyung yang berada disana terus menatapnya Membuat Soon ae bingung.
"Wae(kenapa)? "
"Kenapa tersenyum begitu? Sedang bahagia? "
"Eh? Aku? Aku tak tersenyum. Aku biasa saja" Jawab Soon ae canggung.
'apa terlihat jelas ya? '
Taehyung hanya merotasi matanya lalu kembali menatap TV.
"Katakan saja barusan kau menemui Yoongi hyung kan"
"Eh? Kenapa kau bisa tau? "

"Aku menjemput mu tadi saat pulang kerja tapi kata sekretaris mu Kau berlari cepat setelah mendapat telfon. Sekretaris mu mengatakan kau mungkin pergi menemui suamimu. "
"Ah.. Begitu.. "
Taehyung mengangguk malas.
"Bagaimana dengan Eunmi eonni? Sudah bicara dengannya? "
Yang ditanya hanya menghela nafas.
"Belum."
"Wae?(kenapa) "
"Aku hanya masih bingung. "
Soon ae memeluk bantal kursi lalu menatap Taehyung.
"Sekarang apa lagi yang mengganggumu? "
"Hanya bagaimana caranya aku bisa bertemu Eunmi"
Soon ae membuka mulutnya. Pertanyaan konyol.
"Aigooo kau hanya perlu pergi menemui Eunmi di rumah Hoseok-ssi. Apa yang membuatmu bingung?"
"Ck arra(aku tau). Hanya saja akan terasa canggung jika harus berbicara dengannya dirumah orang lain. "
"Pergi saja saat Hoseok-ssi bekerja. Eunmi eonni pasti ada di sana Sendiri kalau dia tidak bekerja "
Taehyung yang awalnya menatap malas pada TV kini menatap Soon ae.
"Baguslah." Soon ae ikut senang.
"Satu lagi. Kuharap hubunganmu dengan Yoongi hyung semakin membaik"

Soon ae menatap Taehyung.
"Jangan saling melukai hati kalian. " Ucap Taehyung lalu berdiri meninggalkan Soon ae yang terdiam karena bingung.
Drrtt.......Drrttt......
'Soon ae. Kenapa tadi mengabaikan pesan ku? Kau sedang sakit? ' Jungkook
Pesan singkat dari Jungkook.
Dan Soon ae hanya menatapnya. Tak ada niatan untuk membalas. ia bingung apa yg harus ia ucapkan pada Jungkook?
Soon ae menjatuhkan dirinya disofa. Ia menghela nafas. Mengingat kembali apa yang Taehyung katakan tadi sebelum ia masuk ke kamar
'Jangan pernah serakah Soon ae. Jika kau serakah, kau akan kehilangan keduanya. Bahkan semuanya.'
Soon ae meraba bibirnya sendiri. Ia jadi teringat kembali ciumannya dengan Yoongi tadi. Dan ucapan setelah ciuman itu berakhir selalu terngiang-ngiang di telinganya.
'Min Soon ae. Aku mencintaimu, aku percaya padamu. '
"Aahh! Kutukan Ciuman sialan!! " Teriak Soon ae sambil menenggelamkan mukanya di bantal.
"Jadi aku harus bagaimana? " Ucap Soon ae sambil berguling-guling karena kesal sendiri.
💜💜💜
Taehyung melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Dia sudah sempat sampai di kantor tapi dia memutar balik mobilnya menuju restoran Eunmi. Taehyung sudah tidak bisa menahan tidak bertemu dengan Eunmi sungguh dia sangat merindukan yeoja itu. Semula dia berniat pergi kesana di sore hari. Tapi hatinya berkata lain.
Dia juga ingin melakukan apa yg disarankan oleh Soon Ae. Membuat Eunmi percaya padanya.
"Selamat pagi Tuan Jeon" sambut Lisa saat melihat Taehyung memasuki restoran.
"Apakah Eunmi ada?"
"Chef Eunmi tidak masuk bekerja tuan"
"Nde?(apa)"
"Sudah beberapa hari ini chef tidak datang katanya dia sedang beristirahat" jelas Lisa.
"Apakah dia sakit?" raut wajah Taehyung begitu khawatir.
__ADS_1
"Bukankah anda suaminya kena__"
"Ahhh baiklah. Aku pamit" ucap Taehyung memotong omongan Lisa.
Benar juga kenapa dia malah bertanya. Masalah ini tidak ada yang tau kecuali mereka ber 6. Taehyung melajukan mobilnya menuju tempat Hoseok. Beberapa pertanyaan menghampiri Taehyung. Jika Eunmi sakit kenapa Hoseok tidak mengabarinya? Sebenci itukah Eunmi padanya hingga dia sakitpun wanita itu tidak ingin dia mengetahuinya? Entahlah.
Ting tong....
Bunyi bel bergema di seluruh ruangan. Sang maid berlari kecil ke arah pintu dan membukanya.
"Selamat datang tuan Jeon" sambut sang maid saat melihat Taehyung.
"Ne(iya)....dimana Eunmi?" tanya Taehyung tak sabaran.
"Nyonya ada di kamar tuan. Mari saya antar" kata maid itu mengantar Taehyung menuju kamar yang di tempati Eunmi.
Tok....tok....
"Iya masuk" terdengar teriakan dari dalam. Taehyung membuka pintu lalu menatap Eunmi yang sedang bersandar di kepala tempat tidur sambil membaca sebuah majalah.

"Ada ap__" seketika Eunmi terdiam saat melihat sosok Taehyung yang tengah berdiri di ambang pintu. Namja itu masuk menghampirinya tanpa berkata apa-apa.
Dia mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur.
"Kau sakit?" tanya Taehyung.
"Tidak.....aku baik-baik saja" jawab Eunmi tanpa melihat Taehyung. Sungguh dia tak sanggup menatap manik mata namja itu.
"Jika kau baik-baik saja kenapa kau hanya diam disini. Tidak biasanya" kata Taehyung makin menyelidik kebohongan sang istri.
"Aku hanya sedang cuti"
"Kau bohong"
"Jika kau datang kemari hanya untuk membuatku kesal maka pergilah" kata Eunmi sedikit meninggikan suaranya. Tapi tetap menunduk. Bohong jika Eunmi tidak bahagia saat ini. Bahkan jika dia tidak menahannya mungkin saja dia sudah memeluk Taehyung saat itu juga.
Taehyung menaikkan bag yang dia bawa tadi.
"Aku membelikanmu cup cake. Makanlah" kata Taehyung.
"Gumawo(terima kasih) taruh saja di atas Meja"
"Kau tidak mau makan sekarang"
"Aku masih kenyang"
Taehyung membuang napasnya berat. Sejak tadi Eunmi terus saja menolak dan membantah segala apa yang dia katakan.
"Sungguh aku tidak tau jalan fikiranmu Eunmi dan aku juga tidak tau apa alasanmu bersikap seperti ini padaku. Padahal kau tau bagaimana perasaanku padamu" lirih Taehyung.
Eunmi tak berniat menjawab Taehyung. Tepatnya dia bingung harus berkata apa.

"Aku ini suamimu tapi kenapa kau tidak percaya padaku. Aku ingin tau alasannya Eunmi. Apakah karna kau tidak mencintaiku?" teka Taehyung menatap sendu Eunmi.
'Tidak Taehyung aku sangat mencintaimu. Sungguh' lirih Eunmi dalam hati. Kenapa sulit sekali kata itu keluar dari mulut Eunmi.
"Kenapa kau diam saja.......tolong jawab aku" mohon Taehyung.
Eunmi mendongakkan kepalanya menatap Taehyung. Pelupuk matanya sudah penuh dengan air mata yang bisa saja tumpah kapan saja.
"Mianhae(maaf)......" lirih Eunmi. Taehyung yang melihat reaksi Eunmi jadi bingung.
"Kenapa kau malah minta maaf?" tanya Taehyung.
"Aku begitu takut.....aku takut" ucap Eunmi.
"Apa yang kau takutkan? Katakan padaku" tutur Taehyung mengusap lembut tangan Eunmi.
Hangat. Eunmi membalas pegangan tangan Taehyung.
"Jika memang kau punya masalah ayo kita hadapi bersama. Jangan kau pendam sendiri sayang" kata Taehyung lagi makin mengeratkan pegangan tangannya pada Eunmi.
Wanita itu tersenyum lalu mengarahkan tangan Taehyung ke perutnya. Semula namja itu bingung. Etensinya menatap Eunmi seakan bertanya.
"Baby Jeon" gumam Eunmi.
"Kau hamil?" tanya Taehyung membulatkan matanya tak percaya.
"Ne(iya)......aku hamil anakmu" jawab Eunmi.
Taehyung langsung memeluk Eunmi dengan erat. Sungguh kebahagian yang sangat luar biasa.
"Terima kasih Eunmi. Aku mencintaimu. Terima kasih" ucap Taehyung.
"Nado saranghae(aku juga mencintaimu)" lirih Eunmi membalas pelukan Taehyung.
Entah Taehyung mendengarnya atau tidak tapi dua beban Eunmi sudah tersampaikan. Tinggal satu lagi yang entah sampai kapan dia akan menyembunyikannya.
TBC...,....
Hayoloh baper gak???? Harus dong😘😘😘😘
Ok deh See u next chap👋👋👋
By Rara Vina Lion💜💜💜
__ADS_1