
Hallo semuanya👋👋👋
Lanjut lagi nih😂 siapa yang terus penasaran gimana kelanjutan kisah cinta para kesayangan kalian😎
Kuy kita langsung simak
Happy reading😘😘😘
Eunmi terbangun di meja kerja nya. Setelah seharian membantu didapur untuk persiapan pesta ulang tahun sang kakek. Menguap dan sedikit mengucek matanya ketika dia melihat jam diatas meja kerjanya.
"Tertidur lagi. Selalu seperti ini. Apa aku harus libur dulu sejenak? Tapi acara kakek tinggal 3 hari lagi. Tak mungkin aku meninggalkan karyawan ku mengerjakan semua sendiri....." Eunmi sedikit lesu.
Mengingat dua minggu lalu Kakek Park yang mendatangi restorannya dan menginginkan Eunmi sendiri yang membuat hidangan untuk acara ulang tahunnya.
Namun itu tak bertahan lama , sebab Eunmi mulai menyemangati dirinya sendiri.
"Semangat Eunmi-ah kau pasti bisa. Ini tinggal sedikit lagi dan kau bisa libur beberapa hari. Fighting"
Eunmi kembali lagi kedapur , melihat karyawan nya sedang sibuk kesana kemari berlalu lalang.

Melihat sedikit catatan yang ada di atas meja pantri dan tersenyum ketika pesanan kakek yang sudah hampir 65% selesai.
"Lisa , bisakah kau bawa lagi bahan makanan yang lain? Aku harus membuat kue ulang tahun khusus untuk kakek. Dan nanti tolong bantu aku menghiasnya. Otte ?(bagaimana)" Lisa yang tadi berkeliaran disana berhenti melihat Eunmi yang meminta bantuan kepadanya. Mengangguk dan segera mengambil apa yang diinginkan oleh bosnya itu.
Sedikit memijit kepala nya yang pusing , tapi ketika melihat Lisa sang asisten dia langsung saja berpura pura seolah tidak ada apa apa.
💜💜💜
Soora mengacak rambutnya kasar. Sudah hampir 3 jam dia berada di depan laptopnya tapi satu paragraf saja belum bisa dia tulis.
"Ini ternyata lebih sulit dari yang aku fikirkankan". Gadis itu mendumel tidak jelas. Dia menyandarkan tubuhnya sejenak sambil mencari cari kata yang tepat untuk dia tulis. Dia memejamkan matanya.
Sepasang mata memperhatikan Soora. Namja itu melepas jas lalu menghampiri sang istri. Ide jahil muncul di benak Hoseok. Dia mencubit gemas hidung Soora.
"Appoooooo(sakit)....." teriak Soora terbangun.

Hoseok tertawa keras melihat Soora kesakitan.
"Oppa apa yang kau lakukan eoh?" protes Soora. Dia masih memegangi hidungnya. Mungkin saja sudah hilang pikirnya.
Hoseok tersenyum manis.
"Lagi pula kenapa kau malah tidur disini, nanti tubuhmu sakit" ucap Hoseok penuh perhatian.
"Aku tidak tidur oppa. Lihatlah....." ucap Soora menunjuk laptopnya.
".......aku sedang mengetik tapi tiba-tiba otakku tidak bekerja" lanjutnya memanyungkan bibirnya.
Hoseok membaca kata-kata yang berada di sana.
"Kau mau membuat cerita cinta?" bingung Hoseok.
"Ne(iya) tapi sepertinya aku tidak akan bisa"
"Waeyo?(kenapa)"
"Aku sudah berada di sini 3 jam lalu dan belum mendapat ide yang bagus......" oceh Soora.
".....aku lelah oppa" ucap Soora sedikit merengek.
"Kalau begitu kau istirahat saja dulu nanti oppa akan membantumu. Otte?(bagaimana)" Hoseok memberinya usul.
"Jinjjayo?(benarkah)". Gadis itu terlihat sangat girang.
"Ne chagi-ya(iya sayang) aku akan mandi dulu" tutur Hoseok meninggalkan Soora.
Soora beranjak menuju tempat tidur.
"Aaiisshhh oppa kenapa kau tidak menggantung jasmu" gerutu Soora melihat jas suaminya tergeletak di atas tempat tidur.
Dia mengambil jas itu, tapi tiba-tiba ada kertas lebih tepatnya seperti undangan. Soora mengambilnya lalu membaca isi dari undangan itu.
Matanya membulat seketika. Kenapa tidak ada yang memberi tahunya?
"Yak......Soora apa yang kau lakukan?" tanya Hoseok melihat keadaan kamar itu. Semua baju berserakan di mana\-mana. Sementara yang di tanya tadi masih sibuk mengelurkan semua pakaian yang di lemari.
Soora berbalik menatap tajam Hoseok.
"Ada apa eoh?"
"Kenapa oppa tidak memberitahuku?" tanya Soora kesal.
"Memberi tahu apa?". Entah apa lagi yang membuat gadis itu kesal?
"besok hari ulang tahun harabeoji\(kakek\) dan oppa tidak memberitahuku. Aku belum membeli gaun, aku juga belum membeli kado untuk kakek...oppa jahat sekali" ucap Soora duduk di tepi tempat tidur.

Hoseok tersenyum tipis lalu merotasikan matanya malas. Ya ampun gadis ini. Dia berjalan menghampiri Soora, duduk di depannya sambil mengelus tangan mungil itu lembut.
"Kau tidak perlu memikirkan itu chagi\(sayang\)" ucap Hoseok menghapus air mata Soora.
Gadis itu menatapnya seakan bertanya kenapa.
"Aku sudah menyiapkan gaun untukmu dan juga kado untuk harabeoji\(kakek\)". Suara Hoseok begitu lembut membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa sangat tenang termasuk Soora.
"tapi kan itu kado dari oppa. Lalu kado dariku bagaimana?" tanya Soora.
"Itu kado dari kita berdua Soora" jawab Hoseok.
"Kado dari kita berdua? Memang apa kadonya?" gadis itu masih penasaran rupanya.
"Mungkin akan menjadi kado terindah untuk harabeoji\(kakek\) dari kita"
"Katakan padaku oppa kado apa itu? Jangan membuatku penasaran"
Hoseok mengusap pipi Soora lalu mengecup keningnya sekilas.
"Nanti juga kau akan tau......" ucapnya menghela napas lalu melanjutkan ucapannya.
".......jadi sekarang kajja\(ayo\) kita tidur"
"Tapi semua ini bagaimana?" tanya Soora menunjuk baju yang masih berserakan.
"Nanti biar maid saja yang membereskannya" jawab Hoseok yang di hadiahi anggukan serta senyuman manis dari Soora.
💜💜💜
Soon ae berjalan lemas menuju pekarangan rumah nya. Setelah mendapat pengakuan dari Jungkook, Soon Ae langsung membeku saat tangannya hendak menggapai Jungkook tiba\-tiba Jungkook berkata dengan dingin agar Soon Ae pulang karena waktu memang sudah menunjukan pukul 7 malam. Dan dengan hati tercabik Soon Ae memilih menurut dan pulang berjalan tanpa naik taksi ataupun naik kendaraan lainnya. Ia berjalan menghabiskan waktu 3 jam memang tidak terlalu jauh jarak antara rumah Soon Ae dan Apartemen Jungkook namun.. Karena cara jalan Soon Ae yang terkesan pelan dan lemah membuat perjalanan serasa jauh. Saat melihat ponsel pun ia tak menemukan satupun pesan atau panggilan dari Yoongi membuat ia semakin ingin menangis. Dalam situasi begini ia menjadi sangat merindukan kakak nya.
__ADS_1
Yoongi sampai pukul 8 malam namun keadaan kamar Soon Ae gelap dan sepi. Ia kira Soon Ae sudah tidur namun saat mendengar penuturan kepala maid bahwa Soon Ae belum juga pulang sejak tadi pagi membuat Yoongi memutar ulang memori hingga ia ingat bahwa Soon Ae berkata pada sekretaris Kang bahwa Soon Ae pergi bersama namja lain.
Bohong jika Yoongi tak khawatir, buktinya ia berdiri di balkon lantai 2 sambil menatap pekarangan rumah berharap dapat menemukan Soon Ae tengah berjalan masuk ke rumah namun.. Sudah 2 jam menunggu tak juga ia menemukan Soon Ae. Bahkan Yoongi lagi-lagi melupakan makan malamnya. Sebenarnya dan seharusnya Yoongi tinggal menelfon Soon Ae dan menanyakan dimana dia sekarang berada namun.. Yoongi tak memiliki nomor ponsel Soon Ae, dan Yoongi juga tak pernah meminta nomor ponselnya.
Sekarang ia merutuki betapa tinggi egonya hingga ia sekarang bingung sendiri. Akan sangat memalukan jika ia meminta nomor ponsel Soon Ae pada kepala maid yang nyatanya kepala maid sudah istirahat.
Yoongi mengusap tangannya yang kedinginan karena cuaca malam hari di Seoul sedang dingin. Ia jadi semakin khawatir. Yoongi pun berdecak lalu berbalik untuk pergi ke kamar dan membawa kunci mobil, ya.. Yoongi akan mencari Soon Ae. Saat ia berjalan menuruni tangga, pintu utama terbuka menampilkan Soon Ae yang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Bibirnya pucat mendekati biru mungkin karena kedinginan. Tentu ia akan kedinginan dia tak memakai jaket atau mantel.
"Oh Yoongi-ssi sudah pulang ternyata. " Ucap Soon Ae tanpa semangat. Yoongi bisa melihat itu dari sorot mata Soon Ae yang sedikit meredup dan berbeda dari biasanya.
'Ia habis menangis' fikir Yoongi
"Dari mana saja? " Akhirnya kata yang sejak tadi ia tahan nyatanya terlontar juga.
"Maaf aku ada urusan tadi. Sudah makan malam? Maaf karena tidak memasakkan makan malam untukmu.. " Ucap Soon Ae lagi masih berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
Namun Yoongi adalah seorang yang bisa melihat gerak tubuh seseorang dengan sangat baik. Yoongi yang awalnya diam berdiri kini berjalan mendekat dan tepat saat Yoongi sampai saat itu pula Soon Ae pingsan. Dan Yoongi menopang tubuh Soon Ae yang tak sadarkan diri.
"Gadis bodoh"
Soon Ae bangun ditengah malam. Ia berada di kamarnya, di dahinya sudah tertempel plaster penurun panas ada bubur dan air juga di meja makan, dibawahnya terdapat tatakan berbentuk seperti kompor kecil namun tak keluar api dari sana biasanya alat itu dipakai untuk membuat makanan yang berada diatasnya selalu hangat. Terdapat pula obat dan memo di sampingnya.
Soon ae bangun lalu mengambil memo yang tertulis di samping gelas.
" Makanlah bubur dan jangan lupa minum obatnya."

Soon Ae tersenyum lalu perlahan memakan buburnya setengah mangkuk dan meminum obat yang telah disediakan. Saat ia hendak kembali berbaring ia tak sengaja meraba tangannya yang terluka.
"Sudah diberikan plaster ternyata" Gumam Soon Ae yang sadar bahwa lukanya telah diobati lagi Oleh Yoongi..
Meski ia tak melihat siapa yang merawatnya tapi ia yakin bahwa itu adalah Yoongi karena ia tau seluruh maid jika sudah pukul 9,mereka akan pulang dan sebagian tidur di rumah khusus yang disediakan oleh Yoongi di belakang rumah utama.
"Terimakasih Yoongi\-ssi"
Tersenyum samar, Yoongi tersenyum saat mendengar ucapan lemah Soon Ae. Soon Ae tak sadar bahwasannya Yoongi tengah duduk di sofa kamar Soon ae. Tentu dia tak akan sadar karena posisi sofa membelakangi kasur. Keadaan kamar juga gelap dan hanya mengandalkan lampu tidur yang sedikit temaram.
Hari hari berikutnya Soon Ae menjalani hari seperti biasa yang berbeda adalah semangatnya yang kian menurun, ia juga sering kehilangan fokus. Yoongi menyadarinya? Tentu ia tau hanya saja ia berusaha untuk tak ikut campur. Sudah hari ke 3 setelah kejadian itu dan Soon Ae belum lagi bertemu Jungkook, bukan tak ingin tapi dia hilang seperti 2 tahun yang lalu. Soon Ae berusaha mencari tapi tak juga bertemu. Ia hanya ingin menjelaskan situasinya pada Jungkook dan berharap ia mau mendengarkan.
Sore hari Soon Ae pulang ke rumah setelah melakukan pekerjaannya. Ia berkunjung ke salah satu toko Aksesoris dan membeli hadiah untuk kakek Park yang tengah berulang tahun.
💜💜💜
Hari ini adalah hari ulang tahun kakek Park. Dan hari ini juga menjadi hari pertama keluarga baru mengikuti acara besar dan mewah yang diadakan di Mansion kakek Park.
Sudah menjadi tradisi tiap tahun jika orang paling dihormati di keluarga harus mengadakan acara pesta sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan karena diberikan umur panjang, meski pun orang itu menolak untuk mengadakan pesta.

Keluarga besar dimalam ini turut hadir untuk memeriahkan pesta, keluarga Park, keluarga Ahn, keluarga Jeon bahkan pasangan baru seperti Keluarga Yoongi, Hoseok dan Taehyung datang diacara ini. Tak satupun anggota keluarga yang tak hadir. Semuanya saling meluangkan waktu dan turut hadir diacara tersebut.
Soon Ae mengenakan gaun berwana hitam dengan riasan natural dan lipstik berwarna pink natural sedikit tidaknya membuat Yoongi tertegun akan kecantikan Soon Ae.
"Apa ada yang salah? " Tanya Soon Ae karena diperhatikan Yoongi.
"Geraikan rambutmu. " Ucap Yoongi yang melihat rambut Soon ae diikat membuat leher jenjangnya terekspos.
"Ohh apa ini tidak cocok? " Soon Ae bergumam lalu kembali ke kamar untuk menata kembali rambutnya. Setelah selesai Yoongi dan Soon Ae pergi menuju Mansion utama.
Yoongi menyetir dan Soon Ae duduk di samping Yoongi.
Sesampainya di Mansion Yoongi dan Soon Ae berjalan bersama namun tidak saling bergandengan. Yoongi bukan enggan namun merasa canggung dan memilih memasukan tangan kanannya ke dalam celana dan Soon Ae berjalan sambil memegang tas kecilnya.
💜💜💜
"Kajja(ayo)" kata Hoseok mengalungkan tangan Soora di lengannya. Gadis itu tersenyum manis mengikuti langkah sang suami masuk kedalam Mansion.
"Eunmi eonni dan Soon ae dimana yah oppa?" tanya Soora mencari-cari dua sahabat atau bisa disebut keluarganya.
Eunmi yang baru saja tiba bersama Taehyung melihat Soora yang seperti mencari seseorang.
"Soora-ya." teriak Eunmi sedikit keras.
Soon ae berjalan bersama Yoongi, mereka adalah satu-satunya pasangan yang datang tanpa bergandengan tangan. Yoongi hanya memasukan lengan kanannya ke dalam saku celana dan Soon ae hanya berjalan disampingnya. tak aneh jika semua mata menatap mereka.
"Eonni(kakak)....." teriak Soora menghampiri Eunmi tanpa menghiraukan Hoseok lagi.
Soon ae yang melihat itu hanya tersenyum kecil.
Eunmi melambaikan tangan dan segera berjalan kearah Soora setelah sempat memutuskan gandengan tangannya dengan Taehyung.
"Aku merindukan adik manis ku ini. Kau melihat Soon Ae?" Eunmi memeluk soora sedikit.
"Aku juga merindukanmu eonni" jawab Soora dalam pelukan Eunmi.
Eunmi segera melepasnya ketika melihat sosok Soon Ae yang menuju kearah mereka berdua.
"Annyeong haseyo(hallo apa kabar)" Sapa Soon Ae dengan canggung setelah mendekati kedua kakak ipar nya(?)
"Hei Soon Ae-ah. Kenapa jalan mu lambat sekali. Tak merindukan kami eoh ?" Eunmi mengerucutkan bibir nya sambil berpura pura memberi pose galak.
"Ah hehe bukan begitu.. " Ucap Soon Ae berusaha menutupi perasaannya yang sedang kacau.
"Kemarilah Soon Ae" ucap Soora langsung memeluk Soon Ae.
Dipeluk oleh orang lain jujur membuat Soon Ae ingin sekali menangis. Beban di hatinya terlalu besar ia tak memiliki tempat untuk mengadu.
Soon Ae menggeleng kecil dan berusaha menahan tangisnya lalu tersenyum saat pelukan itu terlepas.
"Aku sangat merindukanmu Soon Ae....kau baik baik saja kan?" tanya Soora dengan semangatnya.
"Nde.. Eonni (kakak) aku baik-baik saja.. " Ucap Soon Ae sambil tersenyum tipis.
"Yayaya kalian saja yang berpelukan. Lupakan saja aku yang ada disni" Eunmi sedikit merajuk melihat dua adik yang dia sayang berpelukan. Namun didalam hati nya sedikit senang bisa melihat kembali dua orang yang jujur saja sangat dia rindukan.
"Aahhh mianhae(maaf) kemarilah kita berpelukan lagi" tutur Soora kembali memeluk Soon Ae dan Eunmi.
"Ah apa kabar eonni.. " Tanya Soon Ae pada Eunmi setelah melepaskan pelukan.
"Aku baik-baik saja Soon Ae-ah. " Eunmi tersenyum sambil mengelus puncak kepala Soon Ae. Lalu beralih ke Soora yang seperti nya ingin juga diperlakukan seperti Soon Ae.
"Jangan cemberut, kau mau membuat kakek marah padaku ?" Eunmi mengusak rambut Soora dengan sedikit gemas.
Entah kenapa Soora tidak begitu yakin dengan jawab Eunmi dan Soon ae. Mereka bisa menyembunyikan dengan kata tapi tidak dengan wajah mereka. Tapi Soora tidak ingin bertanya sekarang. Nanti saja.
"Hey kalian sudah lah ayo acara akan segera di mulai" Ucap Hoseok yang tadi tengah berbincang dengan Taehyung dan Yoongi.
Eunmi hanya menatap sinis Hoseok yang tiba tiba saja mengganggu kesenangan mereka bertiga.
"Ne oppa...." kata Soora.
"...kajja(ayo)" ajak Soora pada Eunmi dan Soon Ae.
"ne" Eunmi segera mengikuti Soora dan Soon Ae .
Menarik mereka berdua dari Hoseok. Jujur saja Eunmi sedikit kesal dengan Hoseok. Baru saja ingin melepas rindu tapi dia mengacaukan sedikit suasananya.
"Selamat ulang tahun harabeoji(kakek). Bogosippoyo harabeoji(aku merindukanmu kakek)" kata Soora menghamburkan pelukannya dengan manja pada kakek Park.
"Terima kasih sayang. Harabeoji juga sangat merindukannmu" ucap kakek Park membalas pelukan Soora sambil mengusap rambutnya.
"saengi chukkae harabeoji(selamat ulang tahun kakek). Semoga panjang umur dan selalu sehat" Eunmi memeluk kakek setelah Soora melepas kan pelukannya.
Mencium sedikit pipi kakek. Lalu tersenyum seraya melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Aku dan Taehyung sudah mengirim kado untuk mu kesini harabeoji. Semoga harabeoji suka" Taehyung yang mendengar nya tersenyum.
"ne cucuku yang manis" kakek juga tersenyum melihat Eunmi yang memeluk dan mencium pipinya.
Tak menduga cucu menantu pertama mau mencium pipinya yang sudah tua itu.
Soon Ae mendekat lalu menyodorkan sebuah kotak kecil berisi hadiah yang ia beli sendiri.
"Selamat ulang tahun kakek" Ucap Soon Ae lalu tersenyum manis. Sang kakek ikut tersenyum.
"Terimakasih sayang.. Aku berharap banyak padamu" Ucap sang kakek pelan saat ia mengusap kepala Soon Ae.
Soon Ae hanya diam mengerti betul maksudnya sang kakek lalu mengangguk di akhir.
"Cahh semuanya sekarang nikmati pesta dan jamuan makannya. Selamat bersenang-senang" Teriak sang kakek mengundang sorakan bahagia dari yang lainnya.
💜💜💜
Setelah tadi sempat menyapa kakek. Eunmi segera beranjak menuju arah makanan berpura pura ingin makan banyak. Padahal dia sedang menyembunyikan raut mukanya yang sedang menahan sakit nya itu.
Berusaha bergerak lincah agar tak seorang pun curiga.
'Sial , aku lupa meminum obat ku tadi. Tahan lah eunmi. Kau pasti bisa. Ya kau bisa' ucap Eunmi dalam hati. Menyemangati dirinya yang sendiri. Tanpa disadari diperhatikan oleh Soora yang menatap curiga tingkahnya.
Melangkah menuju taman sambil membawa makanan. Setelah sempat bertemu sang mertua dan orang tua kandung nya. Membuat perasaan Eunmi sedih kembali.
Flashback.
"Annyeong eomma\(ibu\) appa\(ayah\), annyeong ommonim ahboji." Eunmi menyapa kedua orang tuanya dan juga mertua nya canggung. Teringat percakapan tempo hari ketika ibu Taehyung datang kerestoran.
"Eunmi ah kenapa jarang kerumah? Setidaknya kunjungi ibu dan ayah mu sekali sekali. Jangan hanya menghabiskan waktu mu bersama Taehyung" nyonya Song memeluk anaknya dengan erat mengeryit sedikit ketika pipi nya merasakan panas dari leher sang anak.
" Itu benar nyonya Song, mereka juga jarang mengunjungi ku dan suami ku. Entah apa yang mereka berdua kerjakan dirumah...."
"... Dan juga kenapa kalian lama sekali memberi kabar gembira untuk kami? " nyonya Jeon sedikit mengomel kecil membuat para ayah hanya tersenyum mendengarkan sang istri mengomel.
"Sudahlah , biarkan saja. Mereka pengantin baru. Wajar saja bukan ingin selalu berdua. Benar begitu sayang?" tuan Song tersenyum maklum melihat anaknya yang hanya bisa diam tanpa bisa menjawab pertanyaan dari orang tuanya dan Taehyung.
Sedangkan tuan Jeon tersenyum tipis tanpa ada niat ikut membuka suara. Hanya memperhatikan Eunmi yang seperti menutupi sesuatu.
'mungkin hanya perasaan ku saja'ucap tuan Jeon dalam hati.
Eunmi segera beranjak dari sana setelah dirasa cukup basa basi nya dan berpamitan pergi kearah taman.
Flashback end
"mian eomma appa eommonim ahboji"
Eunmi hanya menatap malas piringan yang berisi makanan kesukaannya. Tak berniat sedikit pun mencoba , padahal dulunya sebelum penyakit itu datang dia senang sekali memakan nya. Dan sanggup menghabisi semua makanan yang ada.
Mencoba memakan dengan gigitan kecil , lantas membuat perutnya mual kembali berontak ketika Eunmi menelan makanan tadi. Sedikit berlari kearah taman yang lebih gelap dari tempatnya tadi.
"Hueekk... Hueeekkk haah haah" Eunmi mengusap bibirnya dengan tangannya.
Sedikit meringis merasakan sakit yang mendera.
"Ya Tuhan , ini sungguh sakit sekali. " Eunmi beranjak dari sana setelah sedikit merapikan pakaian nya.
💜💜💜
Selama acara Soon Ae hanya duduk di kursi yang disediakan dan sesekali meminum orange juice nya. Yoongi yang tengah mengobrol dengan rekan kerjanya sesekali memperhatikan Soon Ae.
Setelahnya Yoongi berjalan mendekati Soon Ae.
"Kajja\(ayo\) pulang" Ucap Yoongi membuat Soon Ae bingung.
"Pulang? "
"Aku lelah, ayo pulang. "
"Tapi acara\_"
"Kakek mengizinkan kita pulang duluan" Ucap Yoongi lalu berjalan terlebih dahulu membuat Soon Ae mau tak mau mengikuti.
Yoongi dan Soon Ae hanya diam di perjalanan, Soon Ae menatap jalanan Seoul yang sepi di malam hari. Ini pukul 11 malam ngomong\-ngomong.
Saat matanya menatap jalanan tak sengaja ia melihat Jungkook yang tengah duduk sendiri di kursi minimarket.
"Stop! Yoongi\-ssi tolong menepi sebentar"
Yoongi menurut dan menatap Soon Ae yang berjalan terburu menuju minimarket.
Yoongi hanya memperhatikan saat Soon Ae bertemu seorang namja.
"Oh ternyata dia yang membuatmu gelisah dan sedih. Huh" Gumam Yoongi.
Yoongi melepas jas nya sebelum suara ketukan pintu membuatnya berbaik.
"Ada apa? "
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. " Ucap Soon Ae membuat Yoongi mengerutkan kening dan mengangguk memberikan izin.
Soon Ae terlihat gelisah namun akhirnya mengangguk memantapkan hatinya. Dan pertanyaan yang selalu ingin Soon Ae tanyakan akhirnya terucap juga.
"Yoongi-ssi, Apakah kau mencintaiku?"
TBC...........
Seketika hening😅😅. Hayolohhhhh baper kan???? Jangan lupa voment nya biar kami makin semangat bikin next chap.
Ok see u next chap
__ADS_1
By Rara Vina Lion💜💜💜