
Happy reading😘😘
Ada yang masih penasaran???
Jangan lupa vote dan komen yah sayang-sayangku😍
"Ahh jinjja ada apa dengan ku ?? Kenapa aku harus berdebar hanya karna Taehyung memegang tanganku." gerutu Eunmi yang mengelus dadanya sambil menatap tangan yang sebelumnya digenggam oleh Taehyung.
Kejadian itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu tapi efeknya masih terasa untuk Eunmi. Gagap adalah ciri Eunmi sedang gugup berat.
"Sadarlah Eunmi...." katanya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Dia berencana untuk memasak tapi karna pikiran itu terus membayanginya, Eunmi memutuskan untuk istirahat sejenak.
"Ne aku cuma butuh istirahat sekarang" gumamnya lalu membuka pintu kamar.
Karna hanya sibuk menetralkan pikiran, Eunmi bahkan masuk kekamar yang didalam nya terdapat Taehyung yang terlihat sedang melepaskan bajunya. Hingga teriakan membahana dilancarkan oleh Eunmi terkaget tak menyangka akan melihat pemandangan sang suami yang hanya memakai boksernya didalam kamar itu.
"AAAARRGGGHHHHHHHH" Eunmi berteriak sambil menutup matanya dengan tangan membuat Taehyung yang hendak menurunkan bokser nya pun ikut berteriak.
"AAARRRGGHHHHHH , YAAAAK !! KAMJAGIYAA~ Ahhhh kenapa berteriak eoh?!" teriak Taehyung menutupi tubuhnya. Entahlah tubuhnya kan besar memangnya bisa tertutup hanya dengan kedua tangannya?
"Ka-kau ke-kenapa tak memakai baju eoh? Dasar mesum" ucap Eunmi"
"Yaakk !! Yang mesum itu kau yang tiba tiba saja masuk tanpa mengetuk aku kan sedang ganti baju, apa kau sudah tidak sabar eoh ingin melihat tubuhku?? "
Eunmi terperangah mendengar jawaban sang suami dan wajahnyapun tampak merona merah. Ingin sekali rasanya dia mencakar Jeon Taehyung itu.
Sialan!!?
"Dan ada apa dengan wajahmu itu kenapa muka mu memerah eoh ?!? "
Taehyung menatap ngeri Eunmi yang langsung saja keluar dari kamar Itu sambil memegangi pipinya.
"aahhh kenapa pipiku memerah__" Eunmi berlari keluar dari kamar itu sambil memukul kepala nya kecil.
"__ aku terlihat seperti orang yang mesum sekarang ini. Aahhh eottokeeh(bagaimana ini)"
Eunmi pun masuk kekamar sebelahnya dan mengunci rapat pintu itu setelah mengucap kan kalimat itu.
💜💜💜
Hoseok menuruni tangga sambil menenteng jas dan tasnya. Dia melihat Soora sudah berada di meja makan.
"Selamat pagi oppa" sapa Soora saat melihat kehadiran Hoseok.
"Eumm morning!........Kau ada acara apa hari ini?" tanya Hoseok lalu duduk depan Soora.
"Hari ini aku ada acara launching buku dan juga jumpa fans" ucap Soora lalu mengunyah kembali roti terakhirnya.
"Aku akan mengantarmu" ucap Hoseok.
"Jinjjayo(benarkah)??"
"Tentu"
"Ahh oppa baik sekali" kata Soora tersenyum manis pada Hoseok.
'Kenapa makin hari dia makin menggemaskan saja'
Soora mengerucutkan bibirnya merajuk. Bagaimana tidak Hoseok mengatakan dia yang akan mengantarnya tapi sekarang apa. Dia pergi sendiri. Tiba-tiba saja tadi setelah sarapan seseorang menelpon Hoseok dan namja itu buru-buru pergi tanpa mempedulikan Soora lagi.
Tapi rasa kesal itu seketika pudar saat dia tiba di mall tempat acara itu di gelar. Suara riuh para anak-anak dan remaja membuat Soora bahagia.
Soora memberikan beberapa inspirasi kepada para penggemarnya dan juga hadiah berupa tanda tangan dan juga buku gratis.
"Tanda tangani bukuku juga" ucap seseorang saat sampai di depan Soora.
Soora diam seketika melihat namja itu.
"Waeyo(kenapa)?" kata namja itu membuat Soora tersadar.
"Ahh aniyo(tidak)....baiklah tunggu sebentar yah"
Soora menandatangi buku itu.
"Maaf siapa nama anda?" tanya Soora.
"Nam Jimin" ucap namja itu.
"To Nam Jimin" kata Soora mengeja apa yang dia tulis.
"Gomasimnida(terima kasih)...." ucap namja itu menunduk sambil mengambil bukunya kembali.
"Buku itu aku tujukan untuk anak-anak tapi ternyata ada orang dewasa juga yang suka" gumam Soora setelah Jimin berlalu.
Acara berlalu begitu cepat. Lumayan melelahkan tapi juga sangat seru.
Soora mengusap lembut perutnya.
"Aku sangat lapar" gumamnya sambil mencari tempat makan.
Dia memilih tempat makan siap saji. Perutnya sudah benar-benar lapar. Tapi sebelum makanan itu datang, seseorang menghampirinya.
"Boleh aku duduk denganmu?"
"Ahh Nam Jimin.....tentu saja" ucap Soora.
"Gomasimnida(terima kasih)..." tutur Jimin duduk di depan Soora.
"Aku mengira kau sudah pulang?" ucap Jimin basa-basi.
"Belum...aku ingin mengisi perut ku dulu" kata Soora tersenyum manis.
Tidak lama makanan mereka akhirnya datang. Soora dengan cepat menyantap makanan itu dengan lahap.
"Wahhh kau terlihat kecil tapi ternyata makanmu banyak juga" kata Jimin terkekeh.
"Ini harna haku hapar hau(ini karna aku lapar tau)" kata Soora dengan makanan yang masih penuh di dalam mulutnya.
Jimin hanya bisa tertawa. Dia tidak menyangka Soora yang dia lihat di atas panggung dengan image anggun dan cantik tadi adalah orang yang sama dengan yeoja yang ada di depannya sekarang. Sangat imut dan menggemaskan.
Setelah mereka makan, Jimin menceritakan betapa dia sangat mengidolakan Soora dan juga dia sangat menyukai karya-karya gadis itu.
Namja itu memang sangat ramah dan mudah sekali berbaur sama seperti Soora. Walaupun memang awalnya agak canggung.
"Aku tidak menyangka anda menyukai buku karyaku" ucap Soora malu-malu.
"Tidak usah terlalu formal seperti itu, kau bisa memanggilku dengan sebutan oppa saja" tutur Jimin.
"Ne....oppa..."
"Itu lebih baik......" ucap Jimin lalu menyeruput minumannya.
".......aku tidak menyangka aku bisa bertemu denganmu, aku sudah menantikan hari ini lumayan lama" lanjutnya.
__ADS_1
"Ahh jinjja(benarkah)_"
"Ne aku sampai menghubungi beberapa penerbit yang biasa menerbitkan bukumu tapi mereka mengatakan kau sedang cuti"
"Oh Itu benar. Aku baru saj_"
"Ahn Soora..." panggil seseorang. Dia melangkah mendekati mereka.
"Oppa.....sedang apa kau disini?" tanya Soora bingung.
"Tentu saja menjemput istriku yang cantik ini" Ucap Hoseok merangkul Soora.
Jimin membulatkan matanya.
"Jadi kau sudah menikah?" tanya Jimin.
"Ne(iya)...aku baru saja akan memberitahumu. Kenalkan ini suamiku Ahn Hoseok" jawab Soora.
Mereka saling berjabat tangan dan mengenalkan diri masing-masing.
'Sayang sekali' pikir Jimin.
"Pokoknya aku tidak mau tau, mau dia fans mu atau apapun itu aku tidak suka Ahn Soora" omel Hoseok.
"Bahkan oppa lebih cerewet dari eomma sekarang" kata Soora yang sudah jengah dengan omelan Hoseok yang sudah berlangsung selama satu jam sejak mereka sampai di rumah.
"Aku tidak peduli" ucap Hoseok.
"Apakah oppa sedang cemburu?" goda Soora tersenyum.
"Cemburu??? Aniiii\(tidak\)! !" elak Hoseok.
"Oppa masih saja mengelak. Ini juga seperti yang aku rasakan saat oppa bersama yeoja itu di bar. Marah dan juga sakit secara bersamaan" ucap Soora mengingat kembali kejadian itu.
Hoseok kembali menatap kedepan.. Apa benar dia sedang cemburu, bahkan dia juga merangkul dan mengatakan dengan lantang kalau Soora itu istrinya tadi. Hoseok menggeleng cepat.
Itu tidak benar. Tapi perasaannya sekarang harus di sebut apa? Entahlah.
"Apakah oppa sudah mulai menyukaiku?" tanya Soora membuat Hoseok terperanjak karna gadis itu berbisik padanya.
'Sejak kapan dia berdiri di belakangku?'
"Menyukaimu??? Jangan bicara hal bodoh"
Hoseok membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Mollayo\(entahlah\)....aku sendiri bingung" ucap Soora tersenyum bodoh.
'Ya ampun gadis ini' pikir Hoseok menyerah.
💜💜💜
Taehyung dan Hoseok berjalan menghampiri Yoongi yang sedang duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi.
"Hyung...." kata Taehyung saat sampai di meja yoongi.
"Ada apa tumben sekali kalian kemari?" tanya Yoongi.
"Kami hanya ingin mengajakmu makan di luar Hyung" jawab Hoseok di barengi dengan anggukan dari Taehyung.
"Aku se\_"
"Ahh aniyo\(tidak\) Hyung tidak boleh menolak" Taehyung memotong perkataan Yoongi. Sudah bisa di tebak pasti dia akan menolak.
"Kajja\(ayo\)"
Taehyung merangkul Yoongi keluar dari kantin kantor.
Di cafe...
"Waahh jadi kau sekarang menyukai Eunmi?" tanya Hoseok heboh.
"Entahlah Hyung, awalnya aku sangat membencinya karna dia itu cerewet dan juga sangat menyebalkan......." ucap Taehyung sambil membayangkan wajah istrinya itu.
".....tapi belakangan aku merasakan sesuatu dalam hatiku. Sesuatu yang tak pernah aku rasakan pada wanita lain selama ini"
Namja itu tersenyum tipis.
"Tentu saja kau merasa seperti itu karna Eunmi kan gadis pertama yang dekat denganmu" celetuk Hoseok membuat senyum Taehyung lenyap dan berganti dengan tatapan tajam.
"Memangnya kau sendiri tidak menyukai gadis bodoh itu"
__ADS_1
"Yak berhenti mengatai Soora bodoh eoh" ucap Hoseok kesal.
"Secepat itukah kalian menyukainya?" Yoongi yang sejak tadi hanya diam akhirnya angkat bicara.
"Memangnya Hyung tidak\_"
"Padahal hari itu kalian begitu semangat ingin berpisah dari istri kalian, tapi sekarang....." Yoongi tersenyum miring sambil melipat tangannya di dada.
".......kalian sungguh memuakkan" lanjut Yoongi.
"Memangnya Hyung tidak merasakan sesuatu pada Soon Ae selama hampir 4 bulan bersama?" tanya Hoseok.
"Ani\(tidak\)...." jawab Yoongi cepat.
"Perasaanku masih sama seperti saat pertama kali kami menikah......dan aku pasti akan segera menceraikan dia"
Hoseok dan Taehyung hanya bisa diam mendengar kata\-kata Yoongi.
"Tapi aku yakin sebelum Hyung menceraikannya kau akan lebih dahulu mencintainya" ucap Taehyung.
"Pikirkan terlebih dahulu hyung, penyesalan hanya akan hadir diakhir." Lanjut Taehyung mengeluarkan kata\-kata bijaknya.
"Ckk....jangan bicara hal bodoh" timpal Yoongi.
Taehyung menggidikkan bahunya sementara Hoseok masih diam di tempatnya sambil menatap Yoongi.
'Jadi ini maksudnya, aku akan bertanya'
Yoongi berjalan sempoyongan sambil memegangi pelipisnya. Kepalanya terasa sangat berat. Pandangannya pun mulai kabur. Sebenarnya sudah sejak pagi dia merasa seperti itu tapi dia tetap ingin bekerja. Alhasil tadi setelah pertemuannya dengan Taehyung dan Hoseok dia langsung pulang.
"Tuan anda baik-baik saja?" tanya salah satu maid menghampiri Yoongi.
"Gwenchana(tidak apa-apa)....apa Soon Ae sudah pulang?" tanya Yoongi.
"Belum tuan....nyonya kan bisanya pulang jam 7 malam" jawab sang maid.
Apa informasi itu penting untuk Yoongi tapi untuk apa juga dia bertanya. Dia hanya akan tetap sendiri jika sakit. Tak perlu mencari, jika hanya akan selalu sendiri, tak perlu berharap karena waktu tak bisa terulang bukan? Memiliki namun hilang setelahnya. Yoongi.. Benci kehilangan.
"Jangan ganggu aku, aku hanya ingin tidur. " Ucap Yoongi berusaha menahan sakit dikepalanya. Sang maid hanya mengangguk lalu pamit pergi.
Sebenarnya ia sungguh sangat khawatir. Melihat tuan yang ia layani sejak kecil mengalami sakit seperti ini? Dan dia tak bisa berbuat apapun. Sang maid hanya mengusap air matanya lalu menatap sebentar pintu kamar itu dan akhirnya pergi menuju dapur.
Pukul 5 sore Soon Ae pulang entahlah ia hanya kurang bersemangat hari ini. Dia hanya ingin pulang. Diperjalanan menuju rumah Soon Ae selalu melihat ponselnya. Entah menunggu telfon dari siapa.
Soon Ae membuka pintu utama saat masuk ia langsung disambut oleh kepala maid.
"Nyonya sudah pulang"
"Nde.. Yoongi? Apa dia sudah pulang? Aku melihat mobilnya sudah ada di tempat parkir "
"Nde.. Tuan Park sedang tidur di kamarnya"
"tidur? Ini baru jam berapa dan dia sudah tidur?" Tanya Soon Ae merasa heran.
"Dia sedang sakit nyonya.. " Ucap maid itu sambil menunduk.
"Sa-sakit? " Dengan cepat Soon Ae melepas sepatunya dan meninggal kan tasnya dan berlari menuju kamar Yoongi dan benar saja namja itu sudah berbaring disana.
"Kenapa tidak dibawa kerumah sakit saja?" tanya Soon Ae pada kepala maid yang tadi mengikutinya.
"Tuan Yoongi tidak mau di bawa ke rumah sakit Nyonya" jawab maid itu sopan.
"Waeyo(kenapa)? Kalau tidak sakitnya bisa tambah parah" omel Soon Ae lalu berjalan mendekati Yoongi.
"Dia demam" ucap Soon Ae.
Soon Ae menyuruh maid itu untuk mengambil handuk dan air sementara dia mengganti pakaian Yoongi. Ya Yoongi masih mengenakan jasnya.
"Ughhh" lenguh Yoongi lemah.
"Kenapa kau sakit? " Tanya Soon Ae namun yang ditanya tidak menjawab.
Samar Yoongi bisa mendengar suara itu tapi matanya begitu berat.
Soon Ae meletakkan handuk di dahi Yoongi lalu menyelimutinya.
"Tidurlah aku akan buatkan bubur" Ucap Soon Ae sebelum berlalu.
Entah sadar atau tidak Yoongi menuruti semua ucapan Soon ae. Mulai dari mau menerima suapan bubur minum obat bahkan saat ia menyuruh Yoongi langsung tidur.
Soon ae melihat jam di meja nakas. Pukul 10? Kenapa waktu berjalan dengan cepat?
Soon Ae menatap Yoongi yang terlihat tak nyaman dalam tidurnya.
"Wae(kenapa)? Apa kau kedinginan? " Tanya Soon Ae.
Saat hendak mengambil selimut tambahan dari lemari tangan Soon Ae ditarik oleh Yoongi.
Soon Ae menatap tangannya yang digenggam oleh Yoongi lalu perlahan ia kembali mundur dan duduk di kursi tadi. Soon Ae menatap Yoongi yang masih sedikit terpejam namun berusaha menatapnya. Lalu bibir itu sedikit terbuka.
"Mianhae(maafkan aku).. "
TBC.........
Tanda tanda cinta mulai terlihat guys😍😍. Tapi gak akan semudah itu😎. Kalian lihat saja nanti bagaimana kami akan menaik turunkan perasaan itu hingga benar-benar kami yakin kalau emng udah saatnya menyatu atau malah berpisah😂😂😂
Ok see u next chap👋👋👋
By Rara Vina Lion💜💜💜
__ADS_1