
Happy reading sayang-sayangku😘😘😘😘😘😘😘
Yoongi membuang napasnya pelan saat mendapati tempat tidurnya yang kosong. Dalam artian tidak ada setelan jas dan baju di sana seperti yang biasa dia lihat saat Soon Ae masih ada disana. Dengan langkah berat Yoongi menuju lemari menyiapkan sendiri pakaiannya.
Setelah bersiap dia pun turun untuk sarapan.
"Ahjumma...." panggil Yoongi pada maidnya yang sedang sibuk mempersiapkan makanan.
Wanita itu berbalik sambil melempar senyuman pada Yoongi.
"Tuan Park" gumamnya.
Yoongi duduk disana, meletakkan tasnya di atas meja.
"Dimana gadis itu?" tanya Yoongi mencari Soora.
"Nyonya Soora sudah pergi beberapa menit lalu tuan," jawab sang maid sambil mulai menata sarapan di atas meja.
"Ohhh" jawab Yoongi singkat.
Sang maid menatap Yoongi sambil tersenyum tipis.
"Apakah tuan merindukan nyonya Soon Ae?"
Yoongi menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"apa maksud ahjumma...." lalu detik berikutnya dia kembali menunduk.
"Aku tidak merindukannya. Aku kan menanyakan Soora bukan Soon Ae"
Sang maid mengangguk tapi dia tau Yoongi sedang berbohong. "Memang sulit mengurus diri sendiri saat kita sudah terbiasa ada yang mengurus"
Yoongi tidak bergeming mencoba mengerti apa yang dimaksud sang maid. Apakah terlihat jelas?
"Bahkan letak dasi tuan salah...." lanjut sang maid sambil terkekeh. Segera Yoongi memeriksa dasinya. Dia menggerutu tidak jelas saat menyadari letak dasinya yang berantakan.
"Ahjumma~~~~" suara itu terdengar merengek. Wanita itu masih tersenyum lalu menghampiri Yoongi yang sudah berdiri memintanya untuk memperbaiki dasinya.
"Ini bahkan baru satu hari nyonya Soon Ae tidak disini tapi tuan sudah sangat kalut" omelnya pada Yoongi.
"Hentikan ahjumma" protes Yoongi yang mulai jengah dengan segala omelan sang maid.
"Tuan Yoongi.......aku sudah menganggapmu seperti putraku sendiri bahkan aku sudah sangat tau bagaimana dirimu......." ucap wanita itu. Dia mengelus pundak Yoongi lalu melanjutkan ucapannya.
".......jika kau memang mencintainya jangan biarkan dia meninggalkanmu"
"Semua yang bersamaku senantiasa meninggalkan ku ahjumma. Hanya kau yang selalu tinggal untuk bersamaku" tutur Yoongi berbalik lalu menyambar tasnya membuat sang maid terdiam..
"Chankamman(tunggu)......" Yoongi menghentikan langkahnya.
"Jangan lupakan makan siangmu" ucap sang maid menyodorkan kotak bekal pada Yoongi.
"Gumawo....aku pergi" kata Yoongi menerima kotak itu lalu pergi dari sana.
Kata\-kata sang maid terus terngiang di pendengaran Yoongi membuatnya sulit untuk berkonsentrasi bekerja. Dia memijit kepalanya yang terasa berat.
Apakah benar dia mulai mencintai Soon Ae? Apakah sekarang ini dia merasa rindu pada gadis itu? Bahkan ini belum sampai 24 jam gadis itu pergi tapi Yoongi merasa sudah ada yang kosong dalam dirinya.
Dia menggeleng cepat. Tidak. Mungkin dia hanya tidak terbiasa saja. Seiring berjalannya waktu dia pasti akan melupakan Soon Ae. Ya Yoongi yakin itu.
Pukul 08:45 pm
Yoongi baru saja selesai membersihkan dirinya. Mengusap surainya yang masih basah dengan handuk kecil. Terlintas sebuah kenangan saat Soon Ae mengeringkan rambutnya membuat namja itu sedikit terdiam lalu menghentikan aktivitasnya.
Dia duduk di tepi ranjang sambil menunduk.
"Oppa makan malam sudah siap..." ucap Soora tanpa mengetuk pintu dan langsung saja masuk.
"Soon Ae" kata Yoongi spontan.
"Mwo?" bingung Soora.
Yoongi yang menyadari kata\-katanya langsung berdiri.
"Aniyo\(tidak\) aku akan segera turun"
"Baiklah" ucap Soora lalu pergi dari sana sambil menggidikkan bahunya.
'Dia baru saja menyebut nama Soon Ae?' monolog Soora lalu tersenyum Manis setelahnya.
Makan malam berlangsung hening. Tidak ada yang ingin membuka suara baik Soora apalagi Yoongi.
"Aku selesai" ucap Yoongi berlalu dari sana.
Soora hanya menatapnya tanpa niat angkat bicara.
"Ahjumma...." panggil Soora pada kepala maid yang sedang membereskan meja makan.
"Iya Nyonya"
"Tadi saat aku memanggil Yoongi oppa untuk makan malam dia sempat menyebut nama Soon Ae" kata Soora agak pelan. Gadis itu takut jika Yoongi mendengar ucapannya. Padahal Yoongi sendiri sudah berada dalam kamarnya.
"Jinjjayo\(benarkah\)?"
"Ne\(iya\) kurasa dia mulai merindukan istrinya"
"Baguslah itu berarti rencana kalian berhasil" ucap sang maid sambil menaikkan jempolnya.
"Ku harap juga begitu jadi aku bisa cepat\-cepat pulang. Aku juga sudah sangat merindukan Hoseok oppa" kata Soora sambil memanyungkan bibirnya yang mengundang kekehan pelan dari wanita paruh baya di sampingnya.
Cklek......
Suara pintu terbuka membuat Yoongi mengedarkan atensinya ke arah pintu.
"Kau kenapa?" tanya Yoongi melihat Soora berdiri di depan pintu kamarnya.
"Aku tidak bisa tidur" jawab Soora melangkah masuk kedalam kamar Yoongi.
Gadis itu duduk di tepi tempat tidur sambil menatap Yoongi yang sedang memangku laptop sambil menatapnya bingung.
"Biarkan aku tidur disini. Jebal\(kumohon\)" mohon Soora.
"Apa maksudmu eoh?" tanya Yoongi makin bingung.
"Oppa aku tidak biasa tidur sendirian. Aku takut semalam saja aku tidak bisa tidur nyenyak. Jadi biarkan aku tidur disini aku mohon" Soora makin merengek.
"Tap\_\_\_\_"
"Aku tidak akan mengangganggumu. Aku janji" potong Soora membuat Yoongi memutar bola matanya malas.
Bahkan Soon Ae saja yang notabennya adalah istrinya tidak pernah tidur disana dan sekarang wanita lain ingin tidur disana. Yoongi tidak percaya ini.
"oppa~~~~~" pekik Soora merengek sedikit memaksa.
"Baiklah" kata Yoongi menyerah.
"Ahhh gumawo" kata Soora girang.
Dia lalu tidur sambil menyelimuti seluruh tubuhnya menyisakan hanya kepalanya saja terlihat. Dia tidur sambil memunggungi Yoongi yang sepertinya masih akan melanjutkan pekerjaannya.
Yoongi melirik jam yang berada di atas nakas sudah jam 12 malam. Dia mencopot kaca matanya lalu melirik ke arah Soora yang sudah tertidur pulas.
Namja itu bangkit dari tempat tidur. Meletakkan laptop di atas meja lalu keluar dari kamar itu.
Soora terbangun saat panggilan alamnya tidak dapat tertahan. Dia berlari kecil dengan kesadaran yang masih setengah menuju kamar mandi.
"Ahhh lega...." gumam Soora saat keluar dari kamar mandi. Dia melirik sisi tempat tidur. Tidak ada Yoongi disana.
"Kemana dia?" tanya Soora pada dirinya sendiri.
Soora berjalan keluar mencari Yoongi. Membuka pintu kamar Soon Ae.
"Jadi dia tidur disini" gumam Soora saat netranya menemukan Yoongi tertidur pulas sambil memeluk guling.
"Kau sangat merindukan Soon Ae rupanya".
Soora menutup kembali pintu kamar itu lalu kembali ke kamar Yoongi untuk melanjutkan kembali tidurnya.
💜💜💜
Hoseok dan Eunmi tidur satu ranjang. Mereka saling memunggungi dengan bantal guling sebagai pembatas. Hoseok sudah tidur mungkin dan Eunmi juga begitu. Keduanya tidur dengan lelap meski hati mereka sibuk merindu sosok diluar sana.
Pagi hari Hoseok terbangun ia tak mendapati Soora di kamar.
"Ah mungkin dia sedang memasak" Tutur Hoseok sambil mengerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya yang masuk.
Setelah menyikat gigi dan mencuci muka Hoseok keluar kamar. Ia malas mandi lagipula hari ini ia tak akan masuk kerja. Libur di hari weekend.
Hoseok berjalan menuju dapur mencari sosok Soora tapi tak juga ada.
Ia melihat seorang maid tengah berdiri dengan muka gelisah di kamar sebelah. Itu kamar tamu.
"Sedang apa disini? " Tanya Hoseok sebelum ia mendengar suara kesakitan seseorang yang tengah muntah.
"Hoekk!! "
Mendengar itu dengan cepat ia membulatkan mata dan berlari menuju toilet kamar tamu. Pintunya tertutup. Fikirannya kalut.
"Soora!! _" Hoseok membuka cepat pintu itu lalu tertegun saat melihat sosok Eunmi tengah duduk lemas di dekat wastafel.
"E-eunmi!! " Lupa Hoseok lupa kalau Soora tak ada di rumah. Dengan cepat ia membantu Eunmi berdiri dan mengajaknya menuju kamar nya yang berada di dekat kamar tamu.
"Telfon dokter!! " Teriak Hoseok pada maid yang hanya diam.
__ADS_1
"A-andawe!(jangan) " Ucap Eunmi sambil mencengkram tangan Hoseok kuat.
"Nde(apa)? Tapi kau sakit Eunmi. Atau Kau mau kita langsung saja ke rumah sakit? Ahjussi siapkan mo_"
"Namjoon.......telfon Namjoon saja. Dia dokter pribadi ku" Jawab Eunmi lemas.
Hoseok terdiam beberapa saat lalu mengangguk detik berikutnya. Dia menyuruh maid untuk membawa ponsel Eunmi dan Hoseok segera menghubungi Namjoon.
Hoseok tengah menunggu Namjoon datang. Eunmi sedang istirahat di kamarnya. Ia bingung harus bagaimana. Haruskah menelfon Taehyung? Tapi.. Eunmi melarangnya tadi. Tapi kan Taehyung suaminya..
Hoseok mengacak kelapanya kasar sebelum seseorang berlari menuju arah Hoseok berdiri.
"Namjoon-ssi?" Tanya Hoseok melihat orang itu.
"N-nde.. Annyeong haseyo(hallo). Dimana Eunmi"? Tanya nya cepat. Hoseok lalu menyuruh Namjoon masuk ke kamarnya.
Hoseok menunggu diluar, ia tau privasi Eunmi jadi ia lebih baik menunggu didekat pintu. Meski pintu tak tertutup sepenuhnya.
Namjoon membuka pintu lalu dengan cepat mengeluarkan alat medisnya. Memeriksa keadaan gadis itu, Namjoon setelahnya iapun menatap Eunmi dengan muka frustasi.
" Kau hamil?! " Tanya Namjoon.
Eunmi yang masih lemas hanya diam dan menghindari tatapan Namjoon tapi ia tetap mengangguk mengiyakan pertanyaan Namjoon.
"Eunmi\-ah kenapa bisa?".Eunmi masih diam.
"Suamimu tau?". Eunmi menggelengkan kepalanya.
"Ada yang tau selain dirimu? "
"Tidak......hanya aku dan kau\(?\) " Jawab Eunmi jujur. Akhirnya wanita itu bersuara.
"Sebelum terlambat lebih baik kau gugurkan saja" Ucap Namjoon membuat Eunmi sontak menatapnya dengan tatapan kaget.
Refleks tangan Eunmi memeluk perutnya sendiri. Melihat reaksi itu Namjoon menghela nafas.
"Kau tidak mencintai suamimu bukan, lalu untuk apa mempertahankan bayi ini? " Tanya Namjoon berusaha membuat Eunmi sadar. Meski ia tau apa yang diucapkannya berbanding terbalik dengan janji sumpahnya menjadi dokter.
"Tidak Namjoon oppa aku tidak mau. Aku mohon lakukan apa saja. Tapi jangan menyuruhku untuk membunuh anak ku sendiri"
"Kau tau kan apa yang akan terjadi pada dirimu saat kau hamil dan melahirkan nanti?! ! " Namjoon mulai kesal. Apalagi melihat Eunmi yang mulai menangis.
"Arra\(aku tau\)\_"
"Lalu kenapa? "
"Aku tak bisa melakukan hal bejad seperti oppa! " Kesal Eunmi.
"Lalu apa maumu?! ! Mempertahankan bayimu meski kau tau akhirnya kalian berdua tidak akan selamat?!!!!! " Namjoon meluapkan kekesalannya.
Brak!
"Mwo?! ! "
Eunmi maupun Namjoon menatap Hoseok yang berdiri didekat pintu dengan raut wajah kagetnya.
💜💜💜
Soon Ae pamit pada Taehyung katanya ingin mengecek reservasi di hotel yang dipesan oleh tamu VVIP. Ia takut ada kesalahan jadi lebih baik jika ia pergi untuk mengeceknya sendiri.
Taehyung yang tengah bermain dengan anjingnya menatap Soon Ae yang pergi dengan lelaki tak ia kenal. Taehyung melihat interaksi diantara keduanya. Terlalu intim.
"Ah mungkin itu hanya temannya" Gumam Taehyung saat melihat mobil itu melaju meninggalkan pekarangan rumah.
'Tapi Apa mungkin? '
"Ck lebih baik aku mengikutinya" Gumam Taehyung.
Soon Ae kembali di sore hari setelahnya ia memutuskan untuk mandi.
Soon Ae keluar dari kamar dan pergi mengambil minum, Ia melihat Taehyung tengah diam di kursi ruang tamu sambil menonton TV. Tapi ia tau Taehyung tengah melamun.
"Taehyung-ssi mau menemaniku minum teh? " Tanya Soon Ae sambil mengangkat dua cangkir teh yang ia pegang.
Disinilah sekarang Taehyung dan Soon Ae menikmati suasana sore hari ditaman belakang rumah. Keduanya menikmati teh sambil terdiam.
"Mau bercerita? " Tanya Soon Ae memecah keheningan di antara keduanya.
Taehyung yang ditanya hanya menatap nya bingung.
"Kulihat kau sering melamun. Kenapa? Ada masalah? "
"Ya.." Jawab Taehyung lemas.
"Dengan Eunmi eonni?". Taehyung mengangguk pelan.
"Jika kau tidak keberatan. Kau bisa bercerita padaku? " Tawar Soon Ae.
Taehyung membuang napasnya.
"Hah~ aku tak yakin. "
"Aku tak akan memaksa" Jawab Soon Ae sambil kembali meminum teh nya.
Taehyung menatap Soon Ae sekilas. Tidak ada salahnya juga dia bercerita. Mungkin saja Soon Ae bisa membantunya. Dia kan juga sangat dekat dengan Eunmi.
"Eunmi. Kami bertengkar"
Soon Ae yang tengah menatap burung ditaman pun mengalihkan pandangannya pada Taehyung.
"Ini sangat lucu jika diceritakan." Ucap Taehyung sambil tersenyum tapi dari sorot mata memancarkan kesedihan.
"Tak apa. Ceritakan saja. Aku akan mendengarkanmu"
"Waktu itu setelah pulang dari acara pesta ulang tahun kakek, Eunmi merasakan kesakitan dan rasa panas di sekujur tubuhnya. Akibat obat perangsang. Aku tak tau siapa yg memberikan obat laknat itu padanya. Waktu itu aku melihat Eunmi meringis menahan sakit, kau tau, tak ada obat yang bisa meredakan sensasi yang timbul dari obat perangsang. Selain melakukan hubungan intim bukan?" Ucap Taehyung sambil menatap kedepan.
"Kalian melakukannya? " tanya Soon Ae pelan.
"Ya.. Aku melakukannya."
"Lalu apa yang salah dengan itu? " Soon ae tak mengerti. Bukankah itu hal yg lumrah jika sepasang suami istri melakukan hubungan intim?
"Itu salah. Karena Eunmi tak mencintaiku" Ucap Taehyung sambil menunduk.
"Aku tak bisa jika hanya diam melihat dia meringis kesakitan semalaman. Dan karena itu aku melakukannya. Dan saat pagi hari Eunmi terlihat marah padaku. Dia pergi begitu saja........"
Taehyung terkekeh pelan lalu melanjutkan kembali kata\-katanya. "......dan lucunya sekarang dia meninggalkanku"
"Apa sebelum melakukan hal itu kau meminta izin? "
"Iya"
"Apa dia mengizinkanmu? "
__ADS_1
"Ya.." Taehyung menjawab semakin lesu.
Soon Ae sedikit berfikir.
"Pasti ada alasan lain. "
Taehyung menatap Soon Ae. "Nde? "
"Pasti ada alasan lain kenapa dia marah padamu. Jika dilihat dari sisi wanita. Jikapun itu aku yg berada diposisi Eunmi eonni.. Aku tak akan marah karena kau berniat menolongku bukan melecehkan ku bukan? Lalu jika esoknya aku marah pasti ada alasan lain yang tak bisa aku ceritakan padamu. Dan jika kau berfikir bahwa Eunmi eonni tak mencintaimu, kurasa itu salah" jelas Soon Ae.
Tapi Taehyung masih bingung tidak bisa menangkap arti dari kata\-kata Soon Ae.
" Kemarin ia sempat mengatakan bahwa ia senang dengan perhatianmu. Dan aku yakin Eunmi eonni mencintaimu. Meski ia belum bisa mengakui. Aku ingat senyum Eunmi eonni saat di acara pernikahan. Meski senyum nya samar tapi terlihat tulus. Semua wanita ingin dicintai suaminya. itu.. Adalah fakta" lanjut Soon Ae membuat Taehyung mulai paham arah yang di maksud gadis itu. Benar mungkin saja Eunmi punya alasan lain.
"Jika kau meragu kenapa tidak bertanya saja?"
"Aku takut dia tak akan bercerita"
"Berarti buat dia percaya padamu. Sehingga dia bisa bercerita apapun padamu. "
Taehyung mengangguk lalu tersenyum tipis. "Akan aku lakukan. "
"omong\-omong.. Apa kau mencintai Eunmi eonni? "
"Kenapa bertanya? " Tanya Taehyung sedikit aneh.
"Jawab saja"
"Tentu aku mencintainya. Meski aku baru menyadarinya beberapa waktu yang lalu" Jawab Taehyung membuat Soon Ae mengangguk mengerti.
"Beruntungnya.. " Gumam Soon Ae yang nyatanya masih terdengar oleh Taehyung.
Taehyung kembali menatap Soon Ae. Wanita itu sangat cocok dengan Yoongi si keras kepala. Bicara soal Yoongi.. Ia menjadi merasa sedih. Saat Taehyung tadi mengikuti Soon Ae, ia melihat Soon Ae dicium pipinya oleh namja tadi yang menjemputnya.
Taehyung takut jika Yoongi akan kembali ditinggalkan. Dan ia tak sanggup melihat bagaimana Yoongi hancur untuk kesekian kalinya. Cukup hanya waktu dulu jangan sekarang. Sekarang Taehyung ingin melihat Yoongi bahagia. Itu adalah janji Taehyung dan Hoseok. Mereka ingin melihat Yoongi bahagia dan kembali tersenyum. Mereka merindukan gummy smile milik Yoongi. Sungguh.
Haruskah Taehyung bicara?
"Menurutmu Yoongi hyung itu bagaimana?" Tanya Taehyung pada Soon Ae.
"Huh? Yoongi\-ssi??" Tanya Soon Ae memastikan.
"Ya.. "
Soon ae menatap langit sedikit menerawang.
"Emmm.. Yoongi\-ssi itu.. . Orangnya tak banyak bicara, pekerja keras, tampan, mapan" Jawab Soon ae jujur.
"Haha.. Itu saat kau melihat Yoongi hyung dari sisi orang yang baru mengenal dia bukan? "
"Huh? Maksudmu? "
Taehyung membenarkan posisi duduknya.
"Yoongi hyung itu,.. Keras kepala, gila kerja, tampan, baik, jago dalam bernegosiasi dengan kolega, mampu mencetak skor tinggi dalam penjualan produk, mampu mengendalikan perusahaan besar meski dulu usianya masih tergolong muda" Jawab Taehyung sambil menaikkan satu persatu jarinya.
"Kau sedang memujinya? "
"Haha iya. Bukankah dia terlihat sempurna?." Soon ae mengangguk setuju.
"Benar, Yoongi hyung adalah sosok orang yang membuat aku dan Hoseok hyung menjadi seorang pemimpin di perusahaan. Dia itu sosok inspirasi kami"
Taehyung sedikit berbisik diakhir.
"Dulu ia memegang perusahaan Park saja usianya yang baru 22 tahun, dan itu pun saat dia masih menjalani kuliahnya"
"Woah sungguh? daebak!\(Luar biasa\)" Heboh Soon Ae.
"Kan. Apa aku bilang. Dia itu hebat dan sempurna, memiliki perusahaan besar, terlahir dikeluarga yang hebat, pintar, disegani banyak orang, banyak wanita tergila\-gila padanya tapi......" kata Taehyung tersenyum namun detik berikutnya ia kembali sedih.
".......Ada sisi lain yang tak orang banyak ketahui tentangnya, fakta bahwa dia berhenti tersenyum"
"Berhenti tersenyum?"
"Dulu.. Yoongi hyung itu sering bercanda, tertawa bahkan jadi anak nakal pada usia kami masih kecil, sampai ibunya meninggal menyisakan luka dalam pada hatinya ditambah lagi kakek Park yang mendesak paman Park untuk menikah lagi\_"
"Kenapa begitu?" Soon Ae makin penasaran.
"Karena waktu itu paman Park akan menduduki jabatan tertinggi di perusahaan. Jika ada desas desus bahwa paman Park tak punya istri dan masih berduka itu akan berpengaruh pada saham perusahaan. Kakek Park memaksa paman Park untuk menikah disaat sehari setelah ibu Yoongi hyung meninggal. Bukankah itu kejam? "
Soon Ae mengangguk. Ia tak habis pikir, ternyata kakek Park tak sebaik yang ia kira. Dan Yoongi..
"Apa yang terjadi dengan Yoongi\-ssi? "
"Ia berhenti tersenyum. Sampai sekarang. Dan ia tak pernah mempercayai orang lain selain dirinya. Karena itu ia selalu bekerja keras dan mengandalkan dirinya sendiri dalam hal apapun. Setelah di tinggal oleh ibunya.. Ia juga pernah ditinggal cinta pertamanya. Dan.. Sahabat baik nya. Jadi.. Kuharap kau tak meninggalkan dia juga" Ucap Taehyung menatap intens Soon Ae. Jika wanita itu sadar sebenarnya Taehyung sedang berusaha menyadarkannya.
"Tapi dia ingin bercerai denganku bukan? "
"Ya benar. Yoongi hyung juga pernah bilang begitu padaku dan Hoseok hyung. Tapi sebenarnya ia tak benar\-benar ingin bercerai. "
"Kenapa? "
"Karena ia tak ingin kembali sendirian". Soon ae terdiam.
"Jika benar Yoongi hyung ingin bercerai bukankah seharusnya dari dulu kalian bercerai? Kenapa harus menunggu lama? Bukankah Yoongi hyung sendiri ingin bercerai. Lalu pernahkan dia meminta mu untuk menandatangani dokumen perceraian? tidak pernahkan? "
Soon ae mengangguk pelan.
"Dan itu sudah menjadi bukti bahwa Yoongi hyung tak ingin ditinggal lagi sendiri. Ia juga ingin dicintai"
"Tapi\_"
"Kuharap kau bisa mengerti dirinya melebihi Yoongi hyung sendiri. Bantu dia untuk terlepas dari beban yang selama ini ia tanggung, bantu dia untuk terlepas dari trumanya. Kau adalah istrinya sekarang. Semua keluarga Min mengandalkanmu dan aku juga. Kuharap kau bisa. Dan aku............aku pun akan berusaha membuat Eunmi percaya padaku. "
Taehyung berdiri dari tempat duduknya. "Masuklah udara semakin dingin. Sudah malam juga. Ahh aku lapar. Ayo makan malam"
Soon Ae masih terdiam.
'Jadi dibalik sikap dinginnya terdapat berbagai luka yang terpendam sangat lama. Benar aku tak pernah melihat dia tertawa atau bahkan tersenyum dengan tulus. Aku.. Bisakah aku membuatnya kembali tersenyum? Lalu bagaimana dengan Jungkook? '
TBC...........
Ada yang bisa bantu kegalauan Soon Ae?????
Gimana yeorobun??? Chap kali ini cukup menguras emosi kalian???
See u next chap👋👋👋
By Rara Vina Lion💜💜💜
__ADS_1