Can You Change ?

Can You Change ?
For who?(누가)


__ADS_3

Annyeong yeorobun kami kembali lagi👋👋👋.


Happy reading😘😘😘


Maafkanlah typo yang bertebaran😁


Eunmi membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat pusing. Dia mencoba mengumpulkan kesadarannya. Menggerakkan tubuhnya yang terasa berat.


"Tangan? Tangan siapa ini?" gumam Eunmi saat merasakan tangan yang melingkar sempurna di pinggangnya. Wanita itu pun berbalik. Dan betapa kagetnya dia melihat Taehyung di sampingnya. Eunmi menutup mulutnya.


"Jadi kejadian itu bukan mimpi" ucap Eunmi bergetar. Dia menyingkap selimut itu memeriksa keadaan tubuhnya dan......Taehyung. Polos tanpa sehelai benangpun. Eunmi kembali menutup selimut itu lalu kembali menatap Taehyung yang masih tertidur pulas.


"Aarrhh apa yang aku lakukan" Eunmi berteriak tanpa suara , menyesali perbuatan nya tadi malam.


Meremas rambutnya , Eunmi hendak beranjak dari tempat tidur itu ketika Taehyung mulai terbangun dan mengeratkan pelukannya.


"sayang...." suara serak Taehyung ketika netra nya terbuka sempurna melihat Eunmi yang seperti berusaha mengangkat tangannya dari pinggang.


"Kau mau kemana?" tanya Taehyung dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.


"A-aku mau kekamar mandi Taehyung" Eunmi menjawab sedikit terbata membuat Taehyung mengernyitkan dahinya ,merasa aneh dengan jawaban Eunmi dan juga panggilan nya.


Tidak biasanya eunmi memanggilnya 'Taehyung' lengkap ,biasanya juga hanya 'tae' saja.Taehyung membuang nafasnya pelan. Lalu melepaskan tangannya dari pinggang Eunmi.


"Baiklah..."


Eunmi segera beranjak menuju kamar mandi. Dan ketika sudah menutup pintu kamar mandi dan juga mengunci nya.


Eunmi segera membuka keran shower itu hingga gemericik air terdengar disana.


Eunmi menangis dalam diam masih tak menduga kenapa hal ini bisa terjadi padanya dalam semalam. Menyesal kenapa bisa terkena obat perangsang itu di pesta sang kakek.


Sementara Taehyung masih setia menatap pintu yang sudah tertutup itu.


"Kau pasti sangat membenciku sekarang...." ucap Taehyung lemah.


Bahkan untuk menatap Taehyung saja Eunmi tidak mau. Entah kenapa Taehyung sangat menyesal. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Namja itu mengacak surainya kasar lalu bangkit dari tempat tidur. Dia juga butuh mandi sekarang.


Tak terasa sudah sekitar 20 menitan Eunmi didalam kamar mandi , dia segera menyudahi kegiatan mandinya itu. Menyambar bathrobe yang tersedia disana , dan segera keluar.


Melirik kearah kasur sedikit bingung ketika tidak melihat Taehyung disana.


'apa dia mandi dikamar mandi lain' pikir Eunmi dan segera menuju lemari untuk mengambil pakaian nya.


Eunmi berencana keluar , kemana saja asal jangan dirumah. Masih tidak percaya ah bukan lebih tepat nya menyesal. Berharap kejadian semalam tidak meninggalkan efek terburuk pada dirinya.


Bukan benci. Dia bukan membenci Taehyung , hanya saja dia belum siap berhadapan dengan namja yang notabene nya adalah suami sah nya itu.


"Kau mau kemana?" tanya Taehyung yang baru saja masuk kedalam kamar.


Dia melihat Eunmi sudah berpakaian rapi dan sedang memoles sedikit make up di wajahnya.


"keluar" singkat namun tersirat nada ketus didalamnya.


Taehyung mendekati Eunmi yang sudah akan melangkahkan kakinya.


Dia memegang lengan gadis itu. Eunmi menatapnya tapi detik berikutnya dia kembali memalingkan wajah.


"Hei , ada apa Eunmi-ah?" Taehyung meremas pelan lengan Eunmi.


"Lepaskan aku Tae" ucap Eunmi mencoba melepaskan tangannya namun gagal karna Taehyung menggenggamnya dengan erat.


"Mau kemana ?? Jawab dulu pertanyaan ku JEON EUNMI" Taehyung terlihat menekan kata kata dibagian nama istrinya.


Terlihat seperti berusaha menekan emosi melihat istrinya itu seperti ingin mencoba menghindarinya.


"Apa garagara kejadian semalam ?? Kau tidak mempercayai ku ? Aku suami mu Eunmi. Tidak mungkin aku tidak bertanggung jawab terhadap mu" Taehyung berkata dengan nada yang frustasi.


"Hentikan Tae......." bentak Eunmi menatap tajam Taehyung.


"......sudah cukup aku tidak ingin membahasnya lagi. Sekarang lepaskan aku" lanjut Eunmi melepaskan tangan Taehyung lalu pergi dari sana.


Taehyung hanya menghela nafas nya pasrah memandang kepergian sosok sang istri yang sepertinya marah besar terhadap perbuatan nya semalam.


"Mianhe Eunmi-ah , mian" lirih Taehyung.


Eunmi menyetir mobil nya dengan lambat , berpikir kemana seharusnya dia pergi. Setidaknya ketempat yang bisa membuat dirinya sedikit tenang dan sedikit melupakan kejadian semalam.



Eunmi memakirkan mobil nya sejenak di pinggir jalan , mengambil ponsel yang berada di tas nya dan mulai membuka kontak yang ada disana. Ingin menghubungi eomma nya tapi , dia tidak ingin ditanya macam macam oleh sang eomma. Apalagi eomma nya mengetahui sikap Eunmi kala dilanda masalah. Menscroll kontak yang ada di hp nya , terpampang nama eomma Jeon ,ahh tidak mungkin dia menghubungi mertua nya tersebut , yang ada pasti dia ditanyai tentang kehamilan nya yang tidak kunjung terdengar kabarnya. Membuat mood nya semakin turun.



Dan ketika netra nya melihat kontak Soora dan Soon Ae , Eunmi tersenyum hendak menekan tombol dial di kontak Soon Ae tetapi kembali mengurungkan niat nya. Karna dia tau Soon Ae sendiri pasti punya masalah dengan Yoongi. Apalagi semalam dipesta dia melihat raut wajah Soon Ae yang seperti menyembunyikan sesuatu. Tidak mungkin dia malah membebani anak itu dengan masalahnya. Dan akhirnya dia menghubungi Soora. Tapi ketika dering terakhir terdengar , Soora tak kunjung mengangkat sambungan telpon nya.



'apa anak ini masih tidur ? Ah iya aku langsung ke mansion mereka saja kalau begitu. Sekalian sarapan mungkin' pikir Eunmi dengan riang sambil melajukan mobil nya dengan hati hati setelah memastikan tidak ada mobil lain yang lewat ketika dia mulai menginjak gas kembali.



Sesampainya Eunmi dimansion pasangan Ahn Eunmi membunyikan bel yang ada dipintu utama Disana.


Setelah menekan hingga tiga kali , pintu utama itu pun terbuka menampilkan kepala pelayan yang ada di mansion itu.


"Annyeong nyonya Jeon , ada yang bisa dibantu? Silahkan masuk terlebih dahulu" ucap sopan sang kepala pelayan menyambut Eunmi yang hanya menganggukkan kepala nya.


"silahkan duduk nyonya , apa anda ingin minum sesuatu? Akan saya ambilkan" kepala pelayan itu berkata lagi.


"Tidak usah repot Repot ahjumma(bibi) , aku hanya ingin bertemu Soora. Apa dia ada didalam ? Bisa tolong panggilkan?" Eunmi tersenyum kepada kepala pelayan setelah mengucapkan kalimat itu.


"Maaf nyonya , tuan Hoseok dan nyonya Soora sudah keluar sejak pagi tadi" jawab sang kepala maid sambil masih bersikap sopan.


"Ahh jeongmalyo(benarkah)? Sayang sekali. Kalau begitu aku pergi saja. Terima kasih ahjumma" ucap Eunmi yang sudah berdiri namun terhenti ketika kepala maid itu kembali bersuara.


"nyonya tidak ingin menunggu disini saja ?..." ?menjeda sebentar kepala pelayan melanjutkan ".... Atau nyonya bisa menitip pesan kepadaku untuk nyonya Soora jika memang itu hal yang penting nyonya" kepala pelayan itu tersenyum sopan.


"Ah aniyo, tidak penting juga. Lagipula pasti mereka lama perginya. Kalau begitu aku pamit dulu. Annyeong" Eunmi segera beranjak dari sana setelah membungkuk kan sedikit badannya.


Eunmi memasuki mobilnya dan menegadahkan kepalanya nya bersender di jok mobil tersebut. Menghela nafas dan berucap sedikit frustasi.


"Haaah , aku harus kemana lagi setelah ini. Kerestoran , aku sudah mengatakan pada Lisa jika aku mengambil libur beberapa hari. Arrgggh aku bingung" Eunmi mengacak rambutnya frustasi. Namun tiba tiba saja terlintas sebuah ide yang membuat senyum senang nya kembali terbit.



"Seperti nya disana tempat yang cocok untuk melepas resah. Baik kajja(ayo) Eunmi-ah" ucap Eunmi kepada dirinya sendiri. Dan segera melajukan mobil nya dengan kencang setelah melewati pagar besar mansion keluar Ahn.


💜💜💜


Hoseok melajukan mobil menuju tempat parkir mall. Dia bergegas masuk menuju tempat acara meet and greet Soora berlangsung. Tampilan kasualnya membuat orang yang berada di sana menatap kagum.


Ternyata acara itu baru saja selesai. Soora tersenyum lalu menghampiri Hoseok saat netranya menemukan namja itu melambaikan tangan.


"Acara yang luar biasa" ucap Hoseok.


"Gumawo(terima kasih) oppa" kata Soora menghamburkan pelukannya pada Hoseok.


"Kau pasti lapar?". Soora mengangguk mengiyakan pertanyaan Hoseok.


"Kajja(ayo)".


Setelah menghabiskan makanan mereka berjalan-jalan sambil berbelanja beberapa keperluan masing-masing.


Ddrrtttt......


"Sebentar yah...aku angkat telpon dulu" ucap Hoseok lalu pergi meninggalkan Soora setelah yeoja itu mengangguk.


Soora berjalan masuk ke sebuah toko aksesoris. Dia tersenyum melihat aksesoris dengan hiasan yang lucu.


"Eomma....."


Soora tersentak saat seseorang menarik mantelnya. Seorang anak kecil yang tengah menangis dan mengira Soora adalah ibunya.


"Sayang di mana ibumu?" tanya Soora menggendong anak itu. Mungkin usianya baru 1 tahun lebih jadi dia belum bisa berbicara banyak.


"Tenang yah sayang...." ucap Soora sambil menepuk punggung anak itu lembut. Anak itu sudah berhenti menangis.


"Aahh kau lucu sekali!!" tutur Soora gemas saat anak itu menatapnya sambil tersenyum.


Tapi senyum itu pudar saat Soora melihat Hoseok sedang berbicara dengan seorang yeoja.


Yeoja yang Hoseok temui di bar hari itu.


"Iya iya nanti saya akan usahakan. Gumasimnida\(terima kasih\)" kata Hoseok menutup telponnya. Dia baru saja akan berbalik tapi....



"Oppa......." panggil seseorang membuat Hoseok menghentikan langkahnya. Namja itu merotasikan matanya malas saat melihat wanita itu tengah berlari kecil menghampirinya.



"Yak oppa kau kemana saja eoh? Kenapa kau tak pernah datang ke bar lagi?" tutur wanita itu dengan manjanya. Bahkan dia mengalungkan tangannya di lengan Hoseok.

__ADS_1



"Jauhkan tanganmu itu eoh?" timpal Hoseok menyingkirkan tangan wanita itu.


"Oppaaa~~~ aku sangat merindukanmu. Aku rindu saat bermain denganmu" bisiknya makin membuat Hoseok jengah.


"Hentikan kau\_\_\_"



"Hoseok oppa..." ucapan Hoseok terpotong saat Soora memanggilnya.


Hening untuk beberapa saat. Hoseok menatap Soora yang sedang menggendong seorang anak.



"Nuguya oppa\(siapa dia\)?" tanya wanita itu.


Hoseok segera tersadar lalu merangkul Soora.


"Dia istri dan anakku" ucap Hoseok lantang. Mata wanita itu membulat tak percaya.


"Ani\(tidak\).....itu tidak mungkin eoh? Oppa kau pasti bercanda kan?". Benar saja wanita itu tidak percaya.



Soora memberikan anak itu pada Hoseok lalu berjalan menghampiri wanita di depannya.



"Berhenti mengganggu suamiku" ucap Soora penuh penekanan.


"Kalau aku tidak mau?" wanita itu malah balik menantang.



Plak?!!!!!



Satu tamparan keras di layangkan Soora pada wanita itu. Hoseok yang melihat itu pun kaget setengah mati.



"Soora\-ya...." gumam Hoseok.


"Ini peringatan untukmu. Jangan pernah menganggu Hoseok oppa lagi. Dia itu milikku. ARASSO\(MENGERTI\)?!!" bentak Soora.



Wanita itu memegangi pipinya lalu pergi dari sana tanpa berkata apa\-apa. Dia malu sungguh karna mereka menjadi tontonan banyak orang.



Soora membuang napasnya berat, berbalik lalu mengambil alih menggendong anak tadi. Dia berjalan duluan tanpa menatap Hoseok.



"Yak...Ahn Soora" teriak Hoseok mengejar Soora.



Soora mengantar anak itu ke resepsionis untuk mencari ibunya. Setelah memberi pengumuman seorang wanita menghampiri mereka.



"Anakku..." ucapnya mencium pipi anak itu berkali\-kali.


"Gomasimnida\(terima kasih banyak\)" ucap wanita itu menunduk beberapa kali pada Soora dan Hoseok.


"Sama\-sama. Lain kali jangan sampai terulang lagi. Kasihan dia" kata Soora mengusap lembut kepala anak itu.



Anak itu malah mengulurkan tangannya ingin di gendong oleh Soora lagi.


"Kemarilah sayang....". Lihat betapa senang anak itu di gendong oleh Soora.


"Sepertinya Yunaa sangat menyukaimu" ucap ibunda Yunaa.


"Ohh jadi namanya Yunaa. Nama yang sangat cantik seperti pemiliknya" kata Hoseok mencubit pipi Yunaa.



"Soora\-ya kita buat satu yang seperti ini juga yah?" lanjut Hoseok yang dihadiahi tatapan tajam dari Soora. Gadis itu masih marah pada Hoseok. Bahkan sejak tadi dia tidak mau bicara dengan Hoseok.



"Iya kalian harus mempunyainya segera".


"Tentu akan kami usahakan" tutur Hoseok semangat.



Wanita bernama Airy itu menghempaskan tasnya dengan kasar.


"Kurang ajar......" erangnya tak karuan. Seorang namja memperhatikannya dengan seksama.


"Yak.....kau kenapa?" tanya namja itu.


"Aku sedang kesal dengan seseorang" jawab Airy.


"Dengan siapa?" tanya namja itu.


Airy menatapnya.


"dengan sahabatmu Ahn Hoseok dan istrinya Soora"


Sungkyu malah mengidikkan bahunya.


"dia bukan sahabatku lagi"


"Waeyo(kenapa)?" tanya Airy heran. Dia tau betul Sungkyu dan Hoseok berteman baik. Tapi kenapa namja itu malah mengatakan Hoseok bukan lagi temannya.


"Dia bukan Hoseok yang kukenal lagi" timpal Sungkyu.


Airy membuang napasnya kasar.


"Aku juga sangat kesal dengan istrinya. Dia sudah mempermalukanku di depan banyak orang. Menyebalkan" gerutu Airy.


"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Sungkyu penasaran.


"Dia menamparku"


"Mwo(apa)?"


"Ne......tapi aku akan membalasnya........" ucap Airy murka.


"......dan kau harus membantuku" lanjutnya menunjuk Sungkyu.


"Baiklah......". Sungkyu mengangguk pelan lalu menghampiri Airy.


"Aku punya ide untuk menghancurkan mereka"


💜💜💜


Setelah kepergian Soon Ae Yoongi duduk di tepi ranjang. Ia memegang dadanya dan merasakan detakan jantungnya.


"tak ada degupan kencang atau semacamnya yang menujukan aku mencintai dia. Tapi kenapa saat aku menjawab pertanyaan tadi disini_


Yoongi meraba bagian dadanya


_disini terasa kosong.. "


Soon Ae memejamkan matanya saat setelah menutup pintu kamarnya sendiri. Hatinya mencelos saat mendengar jawaban yang keluar dengan mudah dari bibir Yoongi.



"Semudah itukah dirimu menjawab?" Tanya Soon Ae pada angin.



Seharian penuh Jungkook hanya diam di apartment hari ini adalah hari ke 3 setelah terakhir kali ia bertemu Soon Ae di depan minimarket. Jungkook tak berharap banyak akan jawaban Soon Ae. Sejauh yang Jungkook tau Soon Ae itu tipikal orang yang realisasi dan keras kepala dan kemungkinan besar Jungkook akan ditolak oleh Soon Ae. Tentu Soon Ae sudah punya Yoongi, dan ia pasti jauh tersingkir karena dalam hal aspek apapun Jungkook terlihat jauh lebih kecil dibanding Yoongi.


Jungkook melempar kaleng soda yang kesekian yang telah ia minum. Ponselnya terus berbunyi isinya notif pekerjaan semua atau.. Panggilan dari hyung nya. Malas mendengar petuah untuk sesaat. Ia hanya ingin melangkah ke depan menghampiri Soon Ae. Meski ia tau itu sangat salah tapi untuk sekarang ia ingin egois.


DING DONG.


Bel kesekian yang datang dihari ini. Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang mencari Jungkook untuk melakukan pemotretan. Seharusnya Jungkook bekerja hanya saja ia dalam mood yang buruk akhir-akhir ini. Terlebih tak ada kabar apapun dari Soon Ae. ingin menghubungi tapi selalu berakhir menghapus kembali pesan yang telah ditulis atau menekankan kembali tombol merah saat ia sedang akan menelfon Soon Ae. Meragu? Ya.. Jungkook ragu akan semuanya. Tak tau harus bagaimana. Ia seperti perahu kertas yang terombang-ambing di lautan lepas. Sungguh menyedihkan.


DING dong! Dong dong!


"Sial!" Gumam Jungkook lalu berjalan menghampiri pintu.

__ADS_1


Dengan malas ia membuka pintu.


"Aku tidak akan bekerja sekarang hubungi nanti " Jawab Jung tanpa melihat orang didepannya dan akan kembali menutup pintu sebelum suara familiar ia dengar ditelinga.


"Kau tak bekerja?! "


Sontak Jungkook membuka matanya lebar begitupun pintu yang ia banting untuk dipaksa terbuka dengan cepat.


Soon Ae sedikit berjenggot karena suara bedebum pintu yang terhantuk tembok apartemen. Jika tembok itu bisa bicara mungkin tembok itu akan mengumpati Jungkook.


Melihat reaksi Jungkook yang terlihat tercengang entah kenapa Soon Ae malah dengan tanpa permisi mendorong tubuh Jungkook agar menepi dari jalannya. Ia masuk ke apartemen dan melihat ruangan itu sudah bak tempat pembuangan sampah.


Soon Ae membuka mulutnya saking kaget dengan apa yang ia lihat.


"So-soon ae! Jangan mas.. Uk.. Dulu.. " Jungkook yang tersadar bahwa apartemen nya berantakan sontak berbalik dengan cepat dan menahan Soon Ae yang terlanjur melihat keadaan ruangannya. Suara jungkook juga memelan diakhir. Merasa percuma memperingati mungkin?



"Apa susahnya sih membuang sampah ke tampat sampah? " Omel Soon Ae pada Jungkook yang tengah duduk di kursi sambil memanyunkan bibirnya lantaran kesal juga dimarahi disiang bolong begini.



"Ini? Apa? "



"Cup bekas ramen" Jawab Jungkook terkesan polos.



"Yang bilang ini buku siapa?"



"Kan tadi kau tanya ya aku jawab itu cup\_"



"Yak Choi Jungkook! "


Jungkook ciuutt.



"Kau makan ramen setiap hari? "



Jungkook mengangguk sebagai jawaban.


"Dan minum banyak soda? "



Lagi jungkook mengangguk. Soon Ae berjalan cepat lalu membawa buku majalah yang ada di meja melipatnya menjadi memanjang lalu memukul Jungkook.



"Yak! Michoseo! \(Gila\) "



"Kau ingin sakit eoh? Kenapa makan ramen tiap hari? Huh? "



"A\-aw! Appoo!!\(Sakit\)" Rengek Jungkook


"Biarkan! " Kesal Soon Ae sambil kembali memukul punggung Jungkook.



Kesal juga dipukul terus, Jungkook dengan cepat memegang kedua tangan Soon Ae dan hal itu membuat Soon Ae kehilangan keseimbangan karena tertarik oleh jungkook dan akhirnya ia jatuh diatas Jungkook.



Mereka diam untuk beberapa detik hingga Jungkook memeluk Soon Ae.



"Eh? "



"Diam! Jangan memukulku terus. Itu sakit. Aku tau aku salah karena makan terlalu banyak ramen dan minum soda. Tapi kau tau? Hal itu aku lakukan karena aku 3 hari ini sedang kacau karenamu"



"Nega wae? \(Aku kenapa?\) " Tanya Soon Ae sambil menatap Jungkook.



Jungkook menyamankan posisi memeluknya.



"Karena aku mencintaimu. Menunggu jawaban darimu adalah hari yang sangat melelahkan bagiku. Jadi jawabannya? "



Soon Ae diam. Membuat Jungkook sontak melepas pelukannya dan Jungkook duduk dan begitupun Soon Ae.



"Tak apa Jika aku ditolak. Aku\_"



"Kookie ah"



"Nde? " Jungkook berhenti bicara saat mendengar suara Soon Ae yang terlihat serius dan gelisah di waktu yang bersamaan.



"Aku sudah bersuami, tapi aku ingin selalu bersamamu. Aku tak bisa membuat keputusan untuk menerima atau menolakmu. Yang lebih tepatnya aku tak ingin menolakmu tapi tak bisa menerimamu karena statusku juga.." Soon Ae menunduk. Sambil mengigit bibir dalam nya. Kebiasaan saat Soon Ae gelisah.



"Kau mencintai Suamimu? "



"Mungkin tidak" Jawab Soon Ae setelah terdiam cukup lama.



"Lalu apa kau mencintaiku? "



"Iya.. " Jawab Soon Ae pelan sambil kembali menunduk karena malu.



"Daengida \(syukurlah\) "



"Wae? \(Kenapa?\) " Tanya Soon Ae.



"Ania.. \(Tidak.. \) " Jungkook beringsut mendekat lalu memeluk Soon Ae dari samping.



Soon Ae hanya diam tak terlihat terkejut dengan perlakukan Jungkook. Mungkin ia merasa nyaman?



Soon Ae malah menyandarkan dirinya di dada bidang Jungkook dan hal itu sukses membuat Jungkook tersenyum.


'Tak apa jika tak ada status asal cintamu hanya untukku' monolog Jungkook mulai egois.



TBC.........



Gimana yeorubun????

__ADS_1


See u next chap 👋👋👋


By Rara Vina Lion💜💜💜


__ADS_2