
Happy reading😘😘😘
Soon Ae meringis saat bangun dari tidur. Posisi tidurnya dari semalam memang salah. Jadi tidak heran sekarang ia merasakan pegal di sekujur tubuhnya. Saat ia hendak bangun tiba-tiba selimut terjatuh dari atas badannya ke lantai.
Oh?
Sejak kapan ia memakai selimut?
Apa Yoongi yang memberikan selimut ini? Soo Ae tersenyum tipis.
'Apa namja tembok es itu bisa perhatian juga? Ckk'
Soon Ae memegang selimut itu sambil menatap kasur yang telah kosong. Saat melirik jam masih pukul 6 pagi. Tapi Yoongi sudah tak ada ini kamar.
Kemana dia?
Tak ingin memikirkannya terlalu dalam Soon Ae pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan pergi ke bawah.
"haah......masak apa hari ini , aku bingung...." Gumam Eunmi yang sedang berada di dapur. Sebenarnya dia sudah sejak semalam berada disana. Bahkan Eunmi sampai ketiduran di dapur.
"Oh iya bukankah kakek Park memberiku daftar makanan kesukaan cucu nya." sambil mulai membuka ponsel dia pun mulai membaca note yang ada diponselnya.
"ah okee aku akan memasak daging saja dengan beberapa salad , seperti nya cocok untuk sarapan pagi ini. Cah semangat !!" sambil sedikit mengangkat tangannya.
"aw , haah sepertinya aku salah posisi tidur , salahku sendiri kenapa tidur di dapur " Eunmi terkekeh.
Ketika sedang asik memilih bahan bahan makanan. Seperti biasa seseorang dengan suara paling keras memanggilnya.
"Pagi ,eonni masak apa hari??"
Yaa itu Soora, siapa lagi kalau bukan dia. Masih pagi begini dia sudah sangat semangat seperti tidak punya beban sama sekali.
💜💜💜
Saat kaki Soon Ae perlahan menuruni tangga ia melihat banyak maid yang tengah berlalu Lalang.
Ada yang membersihkan lantai, membawa cucian dan sebagainya. Saat ini ia hendak minum ia sangat haus.
"Oh nyonya sudah bangun? Mau saya buatkan makanan?" Tanya salah satu maid saat bertemu dengan Soon Ae di dekat tangga.
"Ah tidak terimakasih.. Aku hanya ingin minum. Tak apa aku yang akan membawanya. lanjutkan saja pekerjaan anda" Ucap Soon Ae sopan.
Sang maid itu tersenyum lalu pamit pergi.
Soon Ae mencium bau makanan dari dapur. Ahh seketika perutnya jadi lapar. Saat ia sedang antusias pergi ke dapur.......
Tapi langkahnya terhenti saat melihat ternyata yang memasak bukan maid.

Tak ingin berada di situasi canggung Soon Ae pun memutuskan untuk kembali ke kamar saja namun saat ia berbalik.......
"Oh Soon Ae-ssi!! "
Seseorang memanggilnya.
Perlahan Soon Ae berbalik. Lalu menatap si pemanggil. Ternyata itu Soora.
"Ayo kemari....." kata Soora melambaikan tangannya.
"Aahh tak apa aku hanya ingin minum......."
Soora memanyungkan bibirnya. Lalu melangkah menghampiri Soon Ae.
Dia menarik tangan yeoja itu masuk ke dapur.
"Ayolah kau tidak usah sungkan pada kami" kata Soora.
Tanpa Bisa menolak ia pun ditarik dan di dudukkan dimeja makan.
"selamat pagi Soon Ae-ssi......." sapa Eunmi hangat.
"Ada apa dengan wajah mu itu?" Lanjut Eunmi melihat raut wajah Soon Ae yang sedikit pucat.
Soora duduk didepan Soon ae sambil menaruh tangannya di dagu.
"A-aku tak apa-apa"

"hmm benarkah ? Tapi kau terlihat lelah , kau mau segelas susu?" ucap Eunmi tersenyum.
"dan kau Soora diam ditempatmu jangan mengacau dapurku" ucap Eunmi saat melihat Soora akan bangun dari tempat duduknya.
Bukan apa-apa hanya saja gadis itu akan membuat kacau jika dia sudah berada di dapur. Eunmi sangat ingat terakhir kali ia membiarkan Soora membantunya. Ahhh semuanya berakhir berantakan.
"Eonni kau hanya memberi susu pada Soon Ae saja" protes Soora.
"hei ayolah,biasanya juga kau ambil sendiri"
"Ahhh eonni mulai pilih kasih" Gumam Soora berdiri dan mengambil Susu lalu duduk kembali di depan Soon Ae.
"Kau sakit? " Tanya Eunmi saat melihat Soon Ae sedikit meringis.
"Ne eonni tadi saat aku menariknya dia juga meringis. Soon ae-ssi gwencanayo?" tanya Soora setelah meneguk minumannya.

__ADS_1
"Jadi benar kau sakit?" kata Eunmi penasaran.
" itu.. Badanku sebenarnya sedang pegal semua" Jawab Soon Ae.
Soora menatap Soon Ae seksama.
Lalu tiba-tiba...
"Apa Soon Ae melakukan malam pertama dengan Yoongi oppa?"
Prang........
Eunmi menjatuhkan bahan makanan dan memelototkan matanya. Pipinya langsung memerah ketika mendengar perkataan polos Soora.
"Uhuk-uhuk_akkhh" Soon Ae memegang kepalanya karena nyeri tersedak olah susu yang diberikan oleh Eunmi.
Bertepatan dengan itu para suami dan sang kakek kembali ke mansion. Tentu mereka mendengar perkataan Soora.
Kakek Park yang mendengarnya langsung membolakan mata. Tak jauh dengan 3 namja yang lainnya.
"Waeyo(kenapa)......?" tanya Soora saat melihat reaksi mereka.
"hyuung ..."Hoseok hanya memandang Yoongi dengan mata terbuka lebar.
Melihat situasi akward ini sang kakek berinisiatif membuka suara.
"hahaha duduk duduk lah dulu , mari kita sarapan. Eunmi-ah sarapan sudah siap kan ??"
Eunmi mengerjap polos dan menggangguk kan kepala nya sambil membalikkan badan.
💜💜💜
Siang hari Yoongi memilih pergi bekerja meski sebenarnya dia masih diberikan libur cuti. Tapi.. Karena keadaan di mansion sangat menyebalkan jadilah ia pergi bekerja saja.
Si Jeon dan Ahn itu juga selalu menanyakan pertanyaan yang sama.
"Hyung benar kau sudah melakukannya?!"
Ingin sekali Yoongi menimpuk kepala mereka berdua.
Uhhh~ tau saja Yoongi membenci Soon Ae bagaimana bisa mereka melakukan hal Itu?
Saat sedang fokus pada pekerjaannya tiba-tiba suara interkom berbunyi. Yoongi menekan tombol lalu suara Sang sekretaris pun terdengar
"Sajangnim, tuan Jeon dan tuan Ahn sedang berada di lobi menuju keruangan anda". Setelah bicara begitu Yoongi menjawab seadanya.
"Kenapa lagi dua curut itu ke kantorku?! " Kesal Yoongi sambil kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Sudah ku duga kau ada disini hyung" kata Taehyung sesaat setelah dia membuka pintu.
"Wae?(kenapa) " Tanya Yoongi datar saat melihat Taehyung dan Hoseok masuk ke ruang kerjanya.

"Jika kalian kesini hanya untuk berbicara omong kosong lebih baik keluar. Pintunya terbuka lebar " Tunjuk Yoongi pintu keluar dari ruangannya.
"Hahhhh Hyung......." Hoseok membuang napasnya.
".......jika itu memang benar pun tidak apa-apa" kata Hoseok.
"Sudah kubilang aku tak melakukannya. Kenapa kalian masih ngotot eoh? " Kesal Yoongi.
"Bukannya itu nikmat hyung?"kekeh Taehyung sambil menjilat bibirnya.

"kenapa kau musti menutupinya dari kami?"
"Yak.....Taehyung-ssi....apa kau juga sudah melakukannya dengan Eunmi?" ucap Hoseok curiga dengan ucapan Taehyung.
Yoongi menaikan ujung bibirnya saat mendengar ucapan Hoseok pada Taehyung.
"Aku ??? Naega ?? Melihat nya saja aku tidak bernafsu"balas Taehyung.
"apa-apaan dengan ekspresi mu itu hyung?" ketus Taehyung saat melihat ekspresi Yoongi.
"Geunyang" Jawab Yoongi malas.
"Lalu dari mana kau tau itu nikmat eoh?" tanya Hoseok.
"Hanya mendengar dari beberapa teman ku dan darimu juga hyung. Apa kau lupa?"kekeh Taehyung sambil menunjukkan senyum kotaknya.
" ah sudahlah jika kalian kesini hanya untuk bertengkar lebih baik pulang saja......." lagi-lagi Yoongi mengusir mereka.
"..........atau pergi ke club seperti yang biasa kau lakukan" kalimat itu dia tujukan pada Hoseok. Hal itu hanya mereka yang tau. Jika kakek Park sampai tau jika Hoseok selalu pergi ke club dan menghabiskan waktu dengan para yeoja disana mungkin berakhir sudah hidup Hoseok.
"Aaahhh hyuuung , aku tidak mau pulang , malas sekali bertemu dengan yeoja itu , kekantor pun percuma , aku pasti diusir oleh sekretarisku disana , dia tidak membolehku masuk jika masa cuti ku belum habis" keluh Taehyung.
"Disana sedang tidak ada yeoja yang sesuai keinginanku. Lebih baik aku disini saja." ucap Hoseok membaringkan tubuhnya.
"bagaimana kalo kita bermain game hyung.....?" usul Taehyung pada Hoseok.
"......aahh kenapa kantor mu membosan kan sekali?" Taehyung berjalan kesana kemari sambil memainkan ponselnya.
Yoongi memutar bola matanya malas melihat tingkah keduanya.
"Yak......kurasa tidak ada salahnya juga kita melakukannya?" kata Hoseok tersenyum ke arah Tae dan Yoongi.
__ADS_1
Sontak Yoongi menatap Hoseok penuh dengan aura gelap.
"Pulang atau kubunuh kalian" titah Yoongi.
"Bunuh saja hyung , Hoseok hyung sudah bosan hidup" dibarengi ketawa Taehyung yang meledak.
"... Hehe tapi.. Melakukan apa ?"ucap Taehyung bingung sambil menggaruk leher belakangnya.
"Kubilang berhenti membahas hal itu dan pergi" Yoongi sungguh sangat muak Sekarang.
"memangnya kami membahas apa ?? Aku hanya mengajak Hoseok Hyung bermain game" ucap Taehyung memberengut.
"Melakukan hal yang membuat kita berkeringat di atas ranjang" kata Hoseok dengan senyum liciknya.
"wow , kau mulai tertarik dengan gadis bodoh itu?" kekeh Taehyung. Jika sudah berkata seperti itu maka otak Taehyung akan langsung memahaminya.
Peletak!
Sebuah pulpen melayang dan tepat mengenai kepala Taehyung! Hoseok si pelaku hanya menatapnya tajam.
"aahh appo , kenapa hyung melempari ku dengan pulpen"sinis Taehyung sambil mengusap kepalanya yang terkena lemparan.
"Aku tidak mengatakan aku menyukainya. Pabboya(dasar bodoh) lagi pula untuk melakukan itu tidak perlu harus saling menyukai" kata Hoseok dengan entengnya.
"Ya sudah lakukanlah, setelah itu dia akan hamil dan kau tak akan bisa menceraikannya"
"Terkadang kalian bodoh melebihi idiot" ucap Yoongi kesal.
"Yaaaak, aku tidak idiot.... Buktinya aku bahkan bisa membuka cabang perusahaan dimana mana hyung" Taehyung mendelikkan mata tajamnya ke arah Yoongi karena tak Terima dengan kata-katanya.
"Waahh jinjja(benarkah). Kalau begitu lebih baik aku yang pergi. Aku bisa gila lama-lama disini" Ucap Yoongi yang sangat muak dengan pembahasan tak bermutu kedua sepupunya.
"Pakai pengaman saja hyung"celetuk Taehyung tiba-tiba.
"Yak hyung......."
Hoseok merangkul Yoongi.
"Bukankah sudah seharusnya seorang istri melayani suaminya?"
"Lalu?"Tanya Yoongi datar. Sementara Taehyung hanya menaikkan alisnya.
"Tidak ada salahnyakan kita melakukanya. Sesuai kata Taehyung pakai pengaman jika kau tidak ingin dia hamil" ucap Hoseok dengan smriknya. Memang dasar otak Hoseok sudah penuh dengan hal mesum saja.
"jangan bawa bawa namaku hyung , aku hanya menyarankan " cebik Taehyung.
"Kecuali jika kau tidak punya hasrat untuk melakukan itu?" kata Hoseok meremehkan Yoongi.
"ckkk jika kalian memang ingin melakukannya silakan saja. Tidak perlu mengajakku" ucap Yoongi penuh penekanan.
"Kau takut tak bisa memuaskannya?" Tanya Hoseok pada Yoongi.
"Sialan kau!"
Hoseok pun tertawa melihat Yoongi yang sangat kesal akan kata-katanya.
"Aku hanya tak ingin melakukan hal itu dengan wanita yang tak aku cintai. Jangan sama aku dengan dirimu Hoseok. Dan yang terpenting aku membencinya dan akan tetap menceriakannya nanti. Jadi berhenti membahas hal itu didepanku! Mengerti?! " Yoongi bicara dengan nada penuh kekesalan, setelahnya namja itu pergi keluar ruangan dengan menutup kasar pintu.
Blam!!!
"wow dia terlihat marah,atau sangat marah" celoteh Taehyung.
"Cckkkkk.......cinta? Dia berbicara hal yang tidak masuk akal" ucap Hoseok menggelengkan kepalanya.
"Dan kau sendiri Tae....apa kau yakin bisa memuaskan Eunmi?" goda Hoseok.
"Yak......Hyung...."
Hoseok hanya mengendikkan bahu sambil terkekeh , berlalu pergi menyusul Yoongi yang sudah pergi entah Kemana, meninggalkan Taehyung yang entahlah. Mungkin tengah memakinya.
💜💜💜
Yoongi memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Kepalanya tengah memanas dan tubuhnya lelah.
Saat ini pukul 4 sore. Jadi ia langsung ingin ke kamar saja. Untungnya tadi ia tak melihat kakek Park, hanya ada Eunmi yang tengah memasak di dapur. Dia juga melihat Soora sedang serius melakukan pekerjaannya.
Hanya saja dia tak melihat Soon ae? Kemana wanita itu??
Huh? Apa baru saja Yoongi menanyakan keberadaan Soon Ae? Hah konyol.
Setelahnya Yoongi pun membuka pelan pintu kamar nya, seketika matanya membulat sempurna. Hal yang pertama kali ia lihat adalah punggung Soon Ae yang tak memakai baju sehelai pun.
Yoongi dengan cepat berbalik dan kembali menutup pintu.
Konyol?!! Kenapa juga yeoja itu tidak mengunci pintu. Tapi itu kan kamar mereka sekarang? Yoongi menggaruk kepalanya frustasi.
Yoongi menatap kearah bawah.
"Ah sialan!! "
TBC.........
Santai dlu guyss.......
fikirannya jangan kemana-mana dulu ini kan baru pemanasan😂😂😂 (di timpuk readers) nanti kita bikin kok adegan itunya 👉👈👉👈 tapi bukan sekarang.
So ikutin terus yah. Jangan lupa vomen dan juga juga follow akun ini yah.
__ADS_1
See you next chap
By Rara, Vina, Lion💜💜💜💜