
Happy reading😘😘😘
Vote itu gratis loh😁 tekan LIKE kali, gak rugi juga😂😂😂
Hari ini sudah memasuki satu bulan pertama mereka tinggal di masion itu. Semuanya terlihat biasa saja. Tak ada penolakan berarti atau pertengkaran hebat. Semuanya berjalan begitu tenang. Semua pasangan hanya berusaha menghindar satu sama lain.
Bahkan kakek Park pun merasa jengah karena tak ada kemajuan sama sekali dalam hubungan 3 pasangan itu. Ia pun berinisiatif keluar rumah untuk memberikan keleluasaan untuk mereka berenam.
Kakek Park berdalih akan melakukan perjalanan bisnis, semua maid di berikan cuti untuk beberapa minggu Sang kekek juga sudah berpesan pada cucu dan istri dari cucu nya untuk saling menjaga satu sama lain dan merawat rumah dengan baik.
Sang kakek hanya ingin tau seberapa jauh kedekatan mereka atau......... Seberapa jauh kebencian mereka yang tumbuh seiring berjalannya waktu.
Kakek Park khawatir?
Tentu tapi tak apa ia telah menyimpan beberapa kamera pengintai yang tak akan disadari oleh penghuni masion. Dan dengan begitu setidaknya ia bisa memantau dari jauh.
Hari pertama tanpa kakek Park di mansion.
Tampak Eunmi sedang duduk bersiap siap hendak pergi bekerja. Jika ada yang bertanya mana suami nya. Dia sedang....
Ceklek
... Jogging. Umurnya panjang sekali baru saja di sebut kan tadi.
"Eunmi , kau mau bersiap siap??" tanya Taehyung setelah duduk di kasur king size milik mereka berdua.
"Hmm apa tidak terlihat oleh mu aku sedang apa." jawab Eunmi yang tetap melihat kearah kaca sambil memoles beberapa alat make up yang dia punya.
"Ck , aku hanya bertanya" sinis Taehyung sambil tetap memandang Eunmi dari posisi nya itu.
"Ayolah Tae , aku sedang duduk di meja rias , sedang berdandan, dan juga memakai baju yang biasa aku pakai untuk bekerja , lalu untuk apa kau bertanya lagi." Ucap Eunmi yang mulai membalikkan badannya menatap tajam Taehyung. Sedangkan yang ditatap hanya mengendikkan bahu nya.
"ah iya , satu lagi . Kau sudah mulai masuk kerja kan hari ini. Setelan jas mu sudah ku siapkan........" ucap Eunmi menyambar tasnya di atas meja rias.
".......Aku berangkat dulu." ucap Eunmi yang mulai Beranjak.
Sebelum mencapai pintu kamar nya suara Taehyung memanggil Eunmi dengan nada bertanya.
"Eunmi-ssi, hari ini aku tidak terlalu sibuk dan juga tidak buru-buru kekantor.......apakah kau mau menunggu sebentar dan berangkat bersamaku?" Taehyung berkata tetap dengan tatapan datarnya.
"Ne ??(apa) Apa aku tidak salah dengar Taehyung-sii??" ucap Eunmi tidak percaya dengan pertanyaan Taehyung tadi. Apakah namja itu sedang demam?
"Sudah lah tidak usah repot repot. Aku bisa sendiri. Aku pergi." Eunmi segera berlalu dan menutup pintu itu.
Taehyung ?? Dia hanya mencebik kan bibirnya sambil mengerutu.

"ck yeoja itu.......menyebalkan. Aku hanya ingin bersikap baik padanya , dan apa apaan dia itu , sok sok menolakku. Dasar wanita tidak tau terima kasih. " Taehyung segera masuk kekamar mandi untuk bersiap-siap.
💜💜💜
Soora terus mengembangkan senyumnya sambil memperbaiki sedikit tampilannya. Soora memang belum masuk bekerja tapi Eunmi sudah berjanji akan membawanya ke resto hari ini. Yah hanya sekedar untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Eonni...…...." teriak Soora saat menuruni tangga. Dia melihat Eunmi melangkah terburu-buru keluar dari rumah.
"Eonni tunggu aku....." teriak Soora lagi. Tapi sepertinya Eunmi tidak mendengarnya.
Gadis itu terus berjalan menuju mobilnya. Sementara Soora terus mengejarnya. Tapi dia kalah telak Eunmi sudah pergi.
Soora memanyungkan bibirnya.
"Kenapa eonni meninggalkanku?" kata Soora kecewa.
Dia duduk dibangku teras dengan wajah yang terus di tekuk.
"Eonni jahat....." lirih Soora.
💜💜💜
Soon ae terbangun dikasur sendirian, ya......Soon ae memang sudah tidak tidur di sofa lagi seperti dulu namun..
Ia akan tidur sendirian di kamar besar ini, saat tidur sendiri begitu pula saat bangun.
Ia melirik kearah kiri kasur. Hah~ Yoongi tak ada di sini...
Soon Ae bangun lalu membereskan tempat tidurnya, setelahnya ia pergi membersihkan diri, hari ini ia tidak masuk kerja jadi ia akan menghabiskan waktu untuk merefresh otaknya yang lelah akan pekerjaan.
Setelah Soon Ae selesai mandi, ia pun mengeringkan rambutnya sesekali melirik jam dinding,
__ADS_1
"Kenapa dia belum juga kembali?"
Pikiran buruk? Tentu Soon Ae juga manusia. Ia selalu berfikiran buruk saat Yoongi selalu pergi saat malam hari. Ia Pernah bertanya tapi malah dijawab dengan sarkas oleh namja itu. Jadi sampai sekarang Soon Ae hanya diam saja saat Yoongi memilih pergi di malam hari.
Pukul 7 Yoongi baru sampai di mansion. Soon Ae pun menatap Yoongi.
"Mandilah air hangat nya sudah siap"
Yoongi sama sekali tidak berkata apa-apa dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Soon Ae hanya bisa memutar bola matanya malas lalu mengecek jadwal kerja Yoongi. Hari ini dia libur, jadi Soon Ae menyiapkan pakaian santai untuk Yoongi.
"Semoga dia memakainya" Gumam Soon Ae.
Setelahnya ia pergi keluar dari kamar.
Keadaan mansion sepi, begitu juga dapur.
"Tumben sekali Eunmi eonni tidak ada disini.......ahhh hari ini kan dia mulai bekerja. Sepertinya aku sendiri yang harus membuat sarapan" gumam Soon Ae.
Soon Ae memakai celemek berwarna peach lalu membuka lemari pendingin. Melihat ada apa saja bahan makanan yang ada. Ini bukan pertama kali ia memasak untuk Yoongi sebenarnya, tapi ia selalu bingung memilih menu.
Ia melihat jam sudah hampir waktunya sarapan. Karena waktu dan sarapan hanya untuk berdua, Soon Ae pun memutuskan membuat menu makanan bibimbap saja.
Sebenarnya ia jago memasak hanya saja sudah lama ia tak memegang pisau jadi agak sulit. Kemampuannya mungkin juga agak menurun. Terkahir dia memasak adalah 8 tahun lalu sebelum ia sibuk bekerja.
Terakhir saat ia membuat bekal makan siang untuk Yoongi Soon ae malah melukai tangannya. Eunmi saja yang waktu itu tengah memasak bersamanya malah panik. Tapi tak apa sekarang ia mulai kembali terbiasa menggunakan pisau.
Setelah kurang lebih 40 menit memasak akhirnya masakannya selesai. 2 mangkuk bibimbap siap di sajikan.
Yoongi turun dari tangga saat perutnya sudah mulai berbunyi. Aah mansion ini sepi sekali. Pikirnya.
Saat sampai dimeja makan ia melihat Soon Ae tengah melepas celemek nya.
"Oh? Sudah selesai mandi? Yoongi-ssi ayo sarapan" Ucap Soon ae sambil meletakan air minum setelahnya ia juga meletakan bibimbap itu di depan Yoongi. Sedikit tertegun saat menyadari baju yang dia siapkan lagi-lagi tak Yoongi pakai.
Yoongi yang melihat makanan tersaji didepannya terdiam.
Saat Soon Ae baru saja duduk, Yoongi malah kembali berdiri lalu hendak pergi begitu saja tanpa menyentuh makanannya.
"Ahhh ne..... Soon Ae kan ada"kata Soora gembira. Ia pun bangkit, sedikit berlari menuju kamar Soon Ae dan Yoongi.
Tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara berisik dari arah dapur.
Dia melihat Soon Ae dan Yoongi disana.
"Eh Yoongi\-ssi kenapa tidak sarapan? "
"Aku tak lapar" Ucap Yoongi dingin.
"Tapi setidaknya hargai aku yang telah memasak untukmu" Ucap Soon Ae mulai memohon.
"Kalau begitu buang saja" Jawab Yoongi enteng.
"Tapi aku sudah susah payah membuatkannya untukmu, sayang jika dibuang" \_lagi seperti terakhir kali Soon ae melihat Yoongi membuang bekal makan siang yang telah ia buat. Miris pikir Soon Ae. Hatinya mulai berdenyut sakit.
"Apa aku pernah memintamu membuatkan aku sarapan? " Ucapnya sarkas.
__ADS_1
"Mwo?!!\(Apa\)" Teriak Soon Ae tak Terima. Cukup kesabarannya sudah habis!
"Apa kau tak bisa menghargai usaha istrimu sendiri PARK YOONGI\-ssi?! " Teriak Soon ae penuh amarah.
Yoongi yang awalnya kembali berjalan pun terhenti lalu berbalik.
"Tak bisakah kau melihat ku sebagai istrimu eoh?! Berhenti bersikap dingin dan hargai aku! Aku juga manusia bukan patung yang bisa kau tinggalkan dan tak kau hiraukan begitu saja! "
"Aku tak pernah memintamu untuk melakukan semua itu jadi jangan salahkan aku" Ucap Yoongi tak mau kalah.
"Hah? Ya benar kau tak pernah meminta tapi aku melakukan semua ini karena itu adalah kewajibanku sebagai seorang istri\_"
"Berhenti berbicara seakan kau adalah benar istriku!!! Kau hanyalah wanita yang dipilih kakek untuk menjadi istriku, dan bukan aku yang memilih kau! Jadi berhenti membual dan berprilaku layaknya seorang istri untukku, kau tak lebih hanya orang asing bagiku! Mengerti?!"
"Istri? Apa menurut mu aku senang menjadi istrimu?! Apa aku senang? Coba kau pikirkan! Dihari dimana seharusnya kau bahagia menjadi hari yang sangat memuakkan di sepanjang hidupku. Menikah dengan sosok dingin sepertimu yang tak memiliki hati! Membiarkan aku tidur disofa sendiri dimalam hari?! Meninggalkan aku saat tidur?! Dan kembali saat fajar.!! Menolak semua usahaku dan tak menghargainya?!!!"
Soon Ae menarik napasnya mencoba menahan air matanya yang sudah akan tumpah.
"........Kau!! Tak lebih dari seorang pengecut yang memperlakukan wanita bagaikan boneka yang tak kau sukai! Jika kau tak menerima pernikahan ini kenapa tak kau tolak saja waktu itu? ".
"Ak\_"
"Apa? Kau tak bisa kan? Kau tak bisa melawan perintah dari kakekmu. Lalu sekarang apa? Berpura\-pura baik padaku didepan kakek dan memperlakukanku bagaikan patung di belakang kakek?! Istri mana yang ingin diperlakukan seperti itu???!! Meski aku tau kita menikah tanpa didasari rasa cinta meski aku tau tak ada rasa sayang diantara kita tapi......." akhirnya pertahanan Soon Ae runtuh. Air matanya mengucur deras.
"........ Bisakah kau hargai aku?!! Bisakah kau hanya duduk dan memakan semua yang aku buat? Sarapan, makan malam seperti saat Eunmi eonni yang menyiapkannya. bahkan bekal makan siang. Ahhh dulu saat aku pertama kali disuruh kakek mengantarkan bekal makan siang untukmu.. Kau.. Menyuruh sekretaris mu untuk membuang bekal yang telah aku buat benar? Kau pikir aku tak tau?! Bahkan saat aku harus terluka karena memasak bekal mu.. Bahkan saat aku harus berlari menuju kantormu saat kau lupa membawa bekal mu? Bahkan saat aku membuatkan sarapan seperti ini? Pernahkah kau menghargai sedikit saja usahaku? Dan.. Pakaian yang aku siapkan. Apakah sejelek itu fashionku? Sampai kau tak pernah memakai baju yang aku siapkan?" isakan Soon Ae terdengar sangat menyakitkan.
" Hah~ bukannya ini lucu? Ya ini sangat lucu untukmu tuan Park. Memperlakukan seseorang layaknya patung. Jika perceraian yang kau inginkan maka lakukan! Aku tak perduli lagi atas konsekuensi yang bakal terjadi!! Aku tak perduli lagi jika orang tuaku akan diejek nantinya! Jika hidupku akan berhenti disini! Aku tak akan perduli lagi!! " Ucap Soon Ae frustasi lalu melempar kasar mangkuk bibimbap Yoongi ke tong sampah.

Tak memperdulikan air matanya yang terus mengucur, Soon Ae berlalu keluar mansion. Meninggalkan Yoongi yang terdiam menatap bibimbap yang telah hancur dalam tong sampah.
Soora menutup mulut menahan tangis di balik pintu melihat kepergian Soon Ae.
'Apa yang terjadi?'
TBC..........
Gimana? Gimana? Jangan lupa koment guys. Supaya kita\(penulis\) bisa tau gimana pendapat kalian tentang story ini.🙏🙏🙏
__ADS_1
Ok see you next chap
By Rara Vina Lion💜💜💜