
Happy reading😘😘😘
Beberapa minggu kemudian........
Eunmi menggenggam kuat tangannya. Perasaannya campur aduk. Pikirannya kacau.
Wanita itu sedang berada di rumah sakit untuk memeriksaan keadaannya. Bukan masalah penyakit tapi justru hal lain. Dia curiga jika dirinya hamil.
Melihat kembali nomor antrian yang sedang dia genggam , Eunmi menatap ke arah pintu yang akan dimasuki nya sebentar lagi.
Dan ketika nomor antrian nya terpanggil Eunmi segera bangun dari duduk nya dan menuju kepintu tadi.
Mengucapkan kata semangat untuk dirinya sendiri " Fighting , kau harus semangat Eunmi. Apapun yang akan terdengar nanti kau kuat. Kau bisa"
Masuk kedalam ruangan itu menunduk sopan menyapa sang dokter.
Dia menyampaikan segala keluhannya yang hanya di angguki dokter berparas cantik itu.
"Baiklah kalau begitu silakan mengambil sempel urin agar kami bisa mengujinya" ucap Dokter itu pada Eunmi.
Dokter itu memberi sebuah tabung kecil kepada Eunmi dan mempersilahkan Eunmi masuk kedalam toilet yang berada disana.
Setelah mengambil sempel Eunmi kembali lalu memberikannya pada dokter.
"Terima kasih nyonya Jeon. Kami akan segera memeriksanya" ucap dokter itu memberikan sempel pada suster.
"Silakan menunggu beberapa saat. Tapi sebelum itu saya ingin memeriksa anda terlebih dahulu" lanjut sang dokter.
Dokter itu mempersilahkan Eunmi menaiki ranjang yang ada dikamar itu.
Setelah Eunmi menaiki ranjang tersebut , sang dokter memakai stetoskop yang sedari tadi tergantung dilehernya.
Mulai memeriksa detak jantung Eunmi , dan perutnya. Sedikit menekan perut Eunmi dan mendengarkan melalui alat tersebut.
Sang dokter sedikit tersenyum kearah Eunmi dan kembali menyuruh Eunmi duduk di kursi tadi setelah selesai memeriksa.
"Ini baru perkiraan saya tapi sepertinya anda memang sedang hamil" ucap dokter itu tersenyum.
"S-saya hamil dok ?? Anda yakin ?" ucap Eunmi memastikan kembali ucapan sang dokter.
"Kita tunggu saja hasil lab nya" timpal dokter itu.
Beberapa saat kemudian seorang suster datang membawa hasil lab dari Eunmi. Dokter itu membuka dan membacanya dengan teliti.
Menatap Eunmi sambil tersenyum.
"Selamat Nona Jeon anda positif hamil" katanya mengulurkan hasil lab itu pada Eunmi.
Eunmi menerima kertas laporan yang sempat dibaca oleh sang dokter. Membaca dengan teliti sedikit tersenyum tapi kembali sendu. Eunmi menundukkan kepala nya sedikit , mencoba menerima hasil tersebut. Namun tetap saja sulit rasanya bagi dia.
"Anda tidak apa apa nyonya Jeon?" sang dokter yang sedari tadi melihat Eunmi sedikit bingung ketika Eunmi menunjukkan raut yang sulit dibaca.
Namun Eunmi segera menaikkan wajah nya dan tersenyum kearah sang dokter "aku baik baik saja dokter. Aku hanya sedikit terkejut"
Sang dokter menghela nafas lega. Dan kembali bersuara "Aku akan memberi kan resep obat untuk mu dan juga vitamin agar kau tidak terlalu mual dan lelah"
Setelah dokter itu menulis resep obat , Eunmi segera beranjak meninggalkan ruangan itu untuk segera menebus obat di apotik yang ada di rumah sakit tersebut.
Setelah Eunmi dari dokter kandungan tadi , dia segera pulang menuju rumahnya.
Terduduk disofa yang ada diruang keluarga , Eunmi menyenderkan badannya disana. Melihat kearah langit langit dan dia terlihat seperti melamun. Hal yang paling dia takutkan akhirnya terjadi. Lalu sekarang harus bagaimana?
Eunmi mengambil hp yang dia simpan di tas. Mengotak atik hp nya dan segera mendekatkan benda persegi panjang itu di ditelinganya.
"Annyeong Soora\-ya. Bisa kita besok berjumpa ?.... Pagi Direstoran ku. ... Baiklah akan ku tunggu. Annyeong" Eunmi memutuskan panggilan itu dan kembali mengotak atik hp nya dan juga mendekatkan kembali ke telinga.
"Ne annyeong Soon Ae\-ah , besok kau sibuk ? Bisa kita berjumpa ? .... Ah ne ne , besok pagi direstoran ku. Sampai jumpa."
Setelah selesai menghubungi dua adik nya tersebut , Eunmi bangun dan menuju kekamar nya.
'Beristirahat sejenak sebelum makan malam sepertinya bagus' pikir Eunmi.
💜💜💜
Yoongi menatap kearah parkiran dimana Soon Ae keluar dari mobil bersama namja lain. Ia tau semuanya ia tau akhir\-akhir ini Soon Ae lebih sering berada di luar bersama namja itu dibanding di rumah tapi Yoongi merasa tak punya hak untuk melarang Soon Ae. Karena dari sekian banyak hal yg ingin ia perdulikan nyatanya ia lebih tidak perduli dibanding kenyataannya. Bukan tidak ingin tapi lebih ke berusaha tak perduli. Karena perduli pun percuma saat orang yang kau perduli kan nyatanya sama sekali tak perduli padamu.
Soon Ae mengemasi bekal makan siang Yoongi lalu menyiapkan baju kerjanya. Saat hendak keluar ia melihat satu berkas yang berada dibawah meja mungkin terjatuh?
Soon Ae membawanya dan membacanya ah itu proposal kerja sama dengan kolega dari Jerman ternyata.
"Bukannya ini berkas penting? Seingatku hari ini adalah pertemuannya? " Soon Ae pun memutuskan memasukan berkas itu kedalam tas Yoongi dan setelahnya keluar dari kamar.
Yoongi selesai mandi dan keluar dan melihat baju yang sudah disiapkan Soon ae. Setelahnya ia memakai baju itu dan menatap cermin melihat penampilannya, karena hari ini adalah hari yang sangat penting.
Melihat perpaduan warna dari jas, rompi, celana, jam tangan, sepatu bahkan baju kemeja membuat ia mengangguk puas. Soon Ae ternyata tau seleranya. namun sepertinya ada yang kurang.
Saat hendak keluar kamar tiba-tiba Soon Ae membuka pintu dengan cepat
"Yoongi-ssi! "
'Panggilan itu lagi. Aku benci' monolog Yoongi dalam hati.
"Dasimu " Ucap Soon Ae lalu mendekat untuk memasangkan dasi itu pada Yoongi. Awalnya ingin menolak tapi Soon Ae selalu tau keadaan tubuh Yoongi. Apa dia selalu memperhatikan? Semalam ia melukai ibu jari kirinya saat membuka kaleng soda dan tadi pagi tau-tau saat bangun lukanya sudah diperban.
__ADS_1
"Cah selesai. Sekarang sarapan" Ucap Soon Ae dan pergi membawa tas Yoongi dan membiarkan Yoongi berjalan mengikuti.
Makanan hari ini enak, Yoongi suka.
"Terima kasih" Ucap Yoongi membuat Soon Ae tertegun sejenak sebelum ia berdiri mengantar kepergian Yoongi bekerja sampai pintu depan.
Setelah selesai ia pun bersiap untuk bekerja. Tak lupa membalas pesan singkat yang Jungkook kirim untuknya. Sekedar mengabari Soon Ae akan bekerja pukul 9 pagi.
Saat hendak berangkat tiba\-tiba halaman rumah sudah terparkir mobil Jungkook dan juga Jungkook yang sedang bermain ponsel. Tampilannya kasual, boyfriendabel membuat Soon Ae tersenyum.
"Kook\-ah! " Yang dipanggil mendongak dan tersenyum.
"Sudah selesai? " Tanya Jungkook dan diangguki oleh Soon Ae. Jungkook membuak pintu untuk Soon Ae dan mereka pun berangkat menuju Hotel.
Didalam mobil Jungkook maupun Soon Ae saling bercanda satu sama lain membuat perjalanan yang lumayan memakan waktu karena macet membuat tak terasa. Sangat menyenangkan berbicara dengan Jungkook dan begitupun sebaliknya. Soon Ae malah semakin mencintai Jungkook.
Jungkook mencium pipi kanan Soon Ae sebagai ucapan selamat bekerja. Dihadiahi senyum merekah dari Soon Ae.
"Semangat bekerja nya. Jangan lupa makan siang. Aku juga akan bekerja hari ini " Ucap Jungkook bawel.
"Arraseo\(aku tau\). Cah aku pergi dulu bye kookie\-ah" Ucap Soon Ae manis membuat Jungkook semakin tersenyum..
Soon Ae melambai pada mobil Jungkook sambil tersenyum manis.
"Andai Yoongi se perhatian Jungkook.. " Gumam Soon Ae lalu berbalik untuk masuk ke hotel.
Sore hari ia pulang dijemput oleh Yoongi. Entahlah tiba-tiba saja Yoongi menjemput dan memang kebetulan Jungkook sedang tidak bisa menjemput.
Didalam mobil penuh keheningan seperti biasa. Soon Ae lebih memilih menatap jalanan kota Seoul yang beranjak menjadi gelap karena waktu sudah menujukan pukul 6 sore.
"Terimakasih" Ucap Yoongi membuat Soon Ae menatapnya bingung.
"Nde?(Apa)"
"Terima kasih karena telah memasukan berkas penting ke dalam tas ku. "
"Aahh.. Tentu" Ucap Soon Ae sambil tersenyum. Entahlah kenapa ia merasa bahagia saat mendengar ucapan terima kasih dari Yoongi?
Yoongi yang melihat Soon Ae tersenyum membuatnya ikut tersenyum meski terlihat samar.
"Yoboseyo(hallo)? "
"Oh eonnie Eunmi? Besok? Oh tentu.. Aku bisa.. Nde.. Nde.. "
Mendengar nama Eunmi yang disebut entah membuat Yoongi lega? Apa karena ia takut yang menelfon Soon Ae itu namja yang pernah Soon Ae temui di depan minimarket?
Entahlah.
💜💜💜
Soora memoles beberapa make up ke wajahnya sembari mengecek ponselnya beberapa kali.
"Kau mau kemana?" tanya Hoseok yang baru keluar dari kamar mandi.
"Aku ingin bertemu Eunmi eonni dan Soon ae" jawab Soora.
"Ada apa?" tanya Hoseok lagi.
"Entahlah. Mungkin mereka merindukanku" ucap Soora dengan percaya dirinya.
"Baiklah......apa nanti ingin ku jemput?"
"Tidak usah oppa mungkin kami akan berjalan-jalan juga nanti" tutur Soora memasukkan ponselnya ke tas lalu menghampiri Hoseok.
"Aku pergi dulu yah oppa" pamit Soora mengecup singkat pipi Hoseok.
"Kau tambah membuatku gemas Soora" gumam Hoseok mengelus pipinya yang tadi dikecup oleh Soora.
💜💜💜
Suasana restoran hari itu belum terlalu ramai. Mungkin karna masih jam 8 pagi.
Eunmi sudah berada disana sambil memikirkan bagaimana caranya dia mengatakan semua ini pada Soon Ae dan Soora.
Dia menarik napas beberapa kali. Sebelum lonceng pintu berbunyi.
Dengan senyuman yang terus merekah Soora menghampiri Eunmi.
"Annyeong eonni" sapa Soora memeluk Eunmi sebentar.
"Kau sudah datang ? Duduk lah dulu. Ada satu orang lagi yang belum sampai" Eunmi membalas pelukan Soora. Dan tersenyum sedikit ketika melihat Soora yang seneng berjumpa dengannya.
"Kau memanggil Soon Ae juga kan?" tebak Soora.
"hmm ne , mungkin dia akan sedikit terlambat" jawab Eunmi.
"Tidak apa-apa..." tutur Soora lalu duduk.
"....oh iya eonni memangnya ada apa sampai menyuruh kami kesini?" lanjut Soora yang sudah sangat penasaran.
Eunmi terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Soora " akan ku katakan nanti setelah Soon Ae datang. Cah , kau mau makan apa ?"
Soora mengerucutkan bibirnya tanda merajuk. Namun detik berikutnya dia kembali tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah....tapi aku tidak ingin makan sekarang sebaiknya eonni saja yang makan......lihatlah sekarang eonni terlihat sangat kurus" ucap Soora spontan.
"Hmmm" Eunmi hanya berdehem menjawab celotehan Soora , tanpa ada niat melakukan apa yang disuruh olehnya.
Mereka berbual cukup lama. Hanya hal-hal yang tidak penting sambil menunggu Soon Ae datang. Jujur saja Eunmi terlihat lebih kurus sekarang.
'Apa dia sedang diet yah?' pikir Soora. Dia ingin bertanya tapi berfikir mungkin nanti Eunmi akan bicara setelah mereka semua ada disana.
Eunmi hanya tersenyum dan membalas seadaanya perkataan Soora sambil sesekali melirik jam yang melingkar ditangannya.
Lonceng restoran berbunyi tanda bahwa seseorang memasuki restoran. Sontak mendengar lonceng itu berbunyi membuat perhatian Soora dan Eunmi teralihkan.
Soon Ae membuka pintu lalu masuk ke dalam sedikit tergesa-gesa karena ia yakin ia terlambat. Dan benar dugaannya. Nyatanya Eunmi dan Soora tengah Menunggunya.
"Ah mianhamnida aku terlambat" Ucap Soon Ae menunduk sambil berusaha mengatur nafas.
"Ne gwenchana , kami juga tidak terburu buru kok Soon Ae-ah" sedikit tersenyum kearah Soon Ae.
"Yak Soon Ae kau habis di kejar anjing sampai napasmu terengah-engah" tanya Soora.
"Huh? Ah anieo ( ah tidak) " Ucap Soon Ae dengan bahasa formal.
"Berhenti bicara formal" Ucap Soora kesal.
"Eh? Mianhae(maaf)" Soon Ae gugup
"Nah itu lebih baik. Duduklah" Ucap Soora sambil tersenyum.
Soon Ae mengangguk lalu memilih duduk di salah satu kursi yang kosong.
Eunmi meremat sedikit tangannya bingung hendak memulai dari mana , menatap bergantian Soora dan Soon Ae.
"Aku sengaja mengajak kalian berkumpul disini , karna ada yang mau aku katakan kepada kalian berdua. "
Soora hanya menatap serius ke arah Eunmi menunggu wanita itu melanjutkan ucapannya.
"Akan ku jelaskan secara detail. Dan tolong dengarkan aku....." terdiam sejenak "... Aku ingin kalian berdua cerita tentang perlakuan suami kalian. Jangan dilewatkan satupun."
Soora menggaruk tengkuknya tanda tak mengerti lalu melirik Soon Ae seakan bertanya apa maksud perkataan Eunmi.
"Soon Ae-ah ? Kau bisa duluan menjelaskan nya. Bagaimana hubunganmu dengan Yoongi oppa? Jujurlah tak apa..." Eunmi menunggu Soon Ae angkat suara ketika melihat yeoja itu hanya diam saja.
Soon Ae awalnya tak mengerti arah tujuan dari pembicaran Eunmi tapi ia kini mengerti. Baiklah lebih baik Soon Ae bicara sejujurnya.
"Yoongi? Dia.. Ya.. Tidak ada perubahan yang signifikan. Semuanya masih sama."
"Woahh jinjja(benarkah)?!! Padahal kalian menikah sudah lebih dari 5 bulan, apakah Yoongi oppa pernah menyatakan cinta atau mengatakan bahwa ia membencimu? " Soora tak percaya.
"Nde.. Pernah juga aku bertanya tentang apa dia mencintaiku atau kah tidak dan dengan cepat ia menjawab tidak. Itu sudah cukup membuatku tau bahwa dia tak ada niatan untuk memulai berusaha mencintaiku, atau paling parah mungkin dia membenciku "
"Sikapnya padamu bagaimana ?? Dia tetap dingin seperti biasa ?" Eunmi menatap intens Soon Ae yang terlihat menarik nafas dalam.
"Ya.. " Soon Ae menjawab lemah.
Eunmi menghela nafas kasar , lalu beralih ke Soora.
"Lalu hubungan mu dengan Hoseok bagaimana Soora? " Soora yang awalnya menatap Soon Ae prihatin dengan cepat menatap Eunmi.
"Aku dan Hoseok Oppa....."
"jawab saja , tak perlu ada yang ditutupi" tukas Eunmi cepat melihat Soora yang terlihat ragu menjawab.
"Hoseok oppa mengatakan padaku jika dia mencintaku bahkan kami sudah berciuman beberapa kali" lanjut Soora.
"Berciuman ? Kalian sudah ke tahap itu" tanya Eunmi memastikan pendengarannya.
"Ne....bahkan aku yang duluan menciumnya......" jawab Soora berfikir sedikit.
"....maksud eonni tahap itu apa?" tanya Soora tak paham dengan pertanyaan eunmi barusan.
"Kapan sebenarnya kalian sudah saling mengatakan cinta? " Tanya Soon Ae. Ia merasa aneh akan sesuatu.
"jawab saja dulu pertanyaan Soon Ae" jawan Eunmi.
"Aku tidak tau pastinya tapi sekitar 1 bulan yang lalu" jawab Soora menatap Soon ae.
Soon Ae terdiam. Jadi yang kemarin itu benar Hoseok atau bukan? Fikir Soon Ae.
Ya kemarin ia melihat Hoseok berada di Club malam tepatnya 3 hari yang lalu? Ia waktu itu tak sengaja bertemu Hoseok yang bersama yeoja lain di club karena ingin memastikan ia mengikuti betapa terkejutnya ia saat melihat Hoseok pergi ke salah satu kamar bersama Yeoja lain. Tapi ia kira itu bukan Hoseok karena waktu itu ia sedang dalam keadaan lelah. Dan ia juga memang tak yakin.
'Haruskah aku berbicara pada Soora terkait ini? Ah tidak....bisa saja aku salah orang kan?' gumam Soon Ae.
Eunmi menghela nafas kasar. Ketara sekali masih menimbang apa dia akan mengatakan hal itu atau tidak.
"akan susah jika begini" lirih kecil Eunmi, lirih sekali.
"Lalu hubungan Eonni dengan Taehyung oppa sendiri bagaimana?" Tanya Soora.
"Sama saja dengan Soon Ae , hanya dia saja dia sedikit lebih perhatian sekarang." Eunmi tersenyum diakhir kalimat.
"Syukurlah jika begitu" ucap Soora memegang tangan Eunmi.
Dia pun memegang tangan Soon ae. Sedikit memberi kekuatan padanya.
Memang jahat sekali Yoongi Memperlakukan Soon Ae seperti itu.
"Jadi , aku akan berbicara inti pertemuan kita" ujar Eunmi mantap.
Soon Ae dan Soora mengangguk setuju.
"Aku ingin kita bertukar suami" singkat Eunmi sambil melihat respon keduanya.
"MWO?????"/"Nde?!! "
TBC.........
Omoo😱😱😱😱😱 apa ini????? Entahlah😂😂😂
See u next chap😘
By Rara Vina Lion💜💜💜
__ADS_1