
Tubuh Sena bergetar kala melihat jasad-jasad yang tergeletak didalam bar kafe ini dalam keadaan mengenaskan. Parahnya lagi, ia juga melihat jasad teman baiknya tergeletak di bawah meja itu. Sena segera mendekat lantas mengangkat bahu Kana yang tergeletak dilantai lantas mencoba membangunkan nya.
"Kana! Jawab aku! Kanaaa!!!" Sena bergetar nyaris tak bisa merasakan apapun lagi. Air matanya mengalir begitu saja kala tubuh dingin Kana sudah ada dipangkuan nya. Tak lama kemudian seseorang mendekati dirinya yang masih memangku tubuh Kana. Itu Satan dengan bentuk manusianya.
Tanpa berkata apapun Satan lantas langsung menyibak rambut panjang Kana untuk memeriksa tengkuknya. Pola aneh terpampang disana namun bukan pola segitiga seperti yang ada pada jasad-jasad sebelumya. Pola itu berbentuk lingkaran yang diisi dengan pola bintang hitam ditengahnya.
"Sudah kuduga ini adalah kutukan terkuat itu!" Wajah Satan tampak panik.
Mendengar perkataan Satan, Sena membuka mulutnya tak percaya. Kana menjadi korban kutukan itu? Bagaimana mungkin!, Sena sudah berusaha menjauhkan Kana dari boneka-boneka kutukan itu.
Satan beralih pada jasad-jasad lain dan melakukan hal yang sama. Pola-pola itu memang ada di tengkuk jasad-jasad itu. Satan mendecih kesal.
"Bagaimana ini bisa terjadi?! Apa aku terlambat? Apa kutukan terkuat itu sudah bergerak?" Ucap Sena disela tangisnya.
"Ya" Satan menjawab singkat merespon pertanyaan Sena. Jawaban singkat itu membuat Sena merasa sesak. Ia memeluk tubuh Kana yang dingin berlumur luka dan darah.
"Seorang pelanggan yang datang kemari mungkin sudah membeli kutukan itu sebelum kau. Itu sebabnya kutukan itu menyerang orang-orang yang ada disini" Satan kemudian berbalik menghadap Sena.
"Lalu dimana boneka itu?, Pasti ada di suatu tempat didekat jasad-jasad ini!" Sena meletakkan jasad Kana sejenak lalu mencari-cari disekitar jasad-jasad yang lain.
__ADS_1
"Tidak ada disini! Kutukan itu telah pergi ke tempat lain"
"Apa?! Bukankah boneka itu selalu tergeletak disamping jasad yang sudah ia serang?"
"Kutukan ini berbeda, Sena"
Sena segera menghapus air matanya lalu menguatkan dirinya. "Tolong urusi Kana. Aku akan mencari boneka itu, pasti!" Sena kemudian berlari keluar dari bar kafe. Orang-orang yang sejak tadi memperhatikan dari luar kaget kala Sena berlari keluar lantas segera bubar karena ketakutan. Sekitaran bar kafe itu telah sepi setelah beberapa saat.
Sudah jasad keenam yang Satan sentuh sejak Sena berlalu meninggalkan tempat itu. Namun tiba-tiba cahaya keunguan memancar dari pola yang akan ia sentuh. Segera Satan berpaling ke jasad-jasad sekitarnya yang sudah memancarkan cahaya keunguan dari pola-pola yang ada di tengkuk itu. Nost sudah menghisap energi negatif dari jasad-jasad ini dan mendapatkan kekuatannya. Seketika Satan merasa panik dengan keadaan disekitarnya. Tubuhnya mulai terasa kaku dan sakit saat sinar keunguan itu menyentuh kulitnya.
"Aarghh!!!" Satan mengerang kesakitan saat sudah merubah bentuknya ke bentuk asli untuk bertahan dari sinar-sinar itu namun kembali tersungkur. Tubuhnya terasa panas bahkan sulit baginya untuk membebaskan diri dari sana.
Wajah Lucifer tampak panik saat melihat Satan menahan sakit didalam sana. Ia mencoba untuk masuk namun seluruh bangunan itu sudah dipenuhi segel ungu yang tak bisa diterobos oleh Lucifer. Lucifer kemudian terbang untuk mengambil ancang-ancang kemudian dengan kecepatan penuh menerobos segel itu kemudian berhasil masuk melalui kaca depan yang pecah karenanya. Lucifer mencapai Satan yang sudah meringkuk dibawah sayapnya menahan sakit dari tubuhnya, segera ia bawa Satan menjauh dari tempat itu.
Namun sebuah serangan entah dari mana berhasil mengenai sayap Lucifer sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan lantas ketinggian terbangnya menyusut. Satan telah memisahkan diri darinya dan berusaha untuk terbang sendiri dengan tubuhnya yang masih terasa sakit.
"Pemandangan yang sungguh mengharukan!" Suara itu berasal dari belakang mereka lantas Lucifer dan Satan menoleh. Nost, dia tidak sendiri, ia membawa sejumlah kawanannya dengan Nost paling besar itu berdiri paling depan hingga membuatnya tampak mencolok. Sayap kelelawar yang mengepak di punggung mereka tak seindah sayap hitam yang dimiliki oleh Lucifer dan Satan. Dengan keadaan saat ini, Lucifer dan Satan tentu kalah jumlah.
"Bagaimana petualanganmu, Lucifer? Sekarang aku juga harus menyapa Satan" Senyum sumringah yang terpampang di wajah jelek Nost tampak mengejek kedua iblis itu.
__ADS_1
"Nost" Satan berkata lirih namun jelas sambil menahan rasa sakit yang masih membekas ditubuhnya.
"Sejarah yang aku ketahui, Lucifer dan Satan tidak akan pernah sejalan atau bahkan bekerja sama. Namun apa yang kulihat saat ini? Wah! Sungguh mengejutkan! Lucifer bahkan menggendong adik kecilnya yang selalu memberontak kepadanya menjauh dari tempat bahaya!" Nost itu tertawa keras diikuti oleh tawa Nost yang lain yang berbaris dibelakangnya. Lucifer dan Satan menanggapi dengan tatapan dingin dan tajam.
"Kau terlalu banyak bicara! Ayo selesaikan ini!" Lucifer maju untuk segera menyerang Nost namun segera Satan menghentikannya.
"Lucifer! Jangan sesekali kau mencampuri urusanku!" Satan meninggikan suaranya.
"Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri!" Lucifer menjawab dengan lantang.
"Ini adalah tugasku dan akan selalu seperti itu! Yang bisa membunuh Nost itu hanyalah aku. Bukan kau!" Satan kemudian melempar satu serangan pada Lucifer hingga berhasil membuat kakaknya itu menjauh lalu segera secepatnya menyerang pasukan Nost yang ada didepannya.
Serangan anak panah pertama Satan berhasil membuat pasukan itu terpecah. Namun secepatnya bersiap kembali untuk membalas Satan. Bentuk Satan telah berubah ke tingkat magma. Tingkat magma adalah bentuk kedua dari bangsa iblis dengan energi gelap yang lebih besar dari bentuk tingkat pertama, sigma. Dimana bentuk ini adalah masa bahwa kekuatan avatar mereka telah aktif. Menggunakan bentuk ini juga berpengaruh pada tubuh iblis yang memakainya jika tidak bisa mengontrol kekuatan mereka dengan baik. Sayap Satan bertukar menjadi lebih besar begitupun tanduknya. Mahkota hitam mengkilat itu muncul di atas kepalanya. Baju besi dengan kristal hijau yang berada ditengah-tengah dadanya, serta busurnya yang telah berubah menjadi emas yang penuh dengan kristal hijau membuat Satan terlihat lebih berbeda dari sebelumnya. Andai Sena melihat ini, ia akan jatuh pingsan ketakutan melihat bentuk Satan yang bengis. Satan dengan avatar kemarahan telah aktif.
Di sejarah Devildom tercatat bahwa jika Satan telah mengaktifkan avatar kemarahannya maka tidak akan ada yang berakhir baik. Lucifer sudah bangkit dari jatuhnya setelah terhempas karena serangan Satan. Harus ia akui jika Satan sudah marah, sulit baginya untuk mengimbangi kekuatan Satan. Terlebih lagi Satan sudah berubah ke tingkat magma, ia harus segera menghentikannya jika tidak dunia manusia akan berakhir buruk.
"Satan, kendalikan dirimu!" Teriak Lucifer dari bawah sana namun tak dihiraukan oleh Satan. Ia tetap meluncurkan anak pananya kepada pasukan Nost secara liar seperti diluar kendali. Terlihat beberapa pasukan Nost telah tumbang dan menyisakan beberapa saja.
Nost terlihat kewalahan menghadapi kemarahan Satan. Berkali-kali ia terpental dan menghindar secepat mungkin, secepat itu pula Satan kembali menyasarkan serangan pada Nost. Beberapa saat bertempur sengit akhirnya Nost tidak dapat menyeimbangkan pertahanan nya lagi. Kini Nost itu telah jatuh menghantam tanah. Lucifer yang menyaksikan perseteruan itu membuatnya tertegun dengan kekuatan yang dimiliki Satan. Itu hampir setara dengan kekuatan magma yang ia miliki, bahkan jika seandainya ia bertarung dengan Satan saat ini, pastilah dirinya akan kewalahan seperti Nost itu.
__ADS_1
Satan tak menatap Nost itu sama sekali setelah berhasil membuatnya menghantam tanah. Ia melanjutkan serangannya pada pasukan-pasukan yang tersisa. Dengan satu anak panah yang kala diluncurkan dari busur itu berubah menjadi 7 anak panah, Satan memusnahkan pasukan Nost yang hanya seperti lalat pengganggu baginya.