
Shigeyo sudah sampai di rumah sakit saat Sena baru saja diserahkan kepada dokter. Kini Lucifer tengah duduk di kursi tunggu hingga akhirnya Shigeyo menghampiri nya.
"Bagaimana keadaan Sena?" Sambar Shigeyo bertanya setelah mencapai Lucifer.
"Dokter akan menanganinya, dia akan baik-baik saja" Lucifer mencoba meyakinkan Shigeyo yang terlihat sangat cemas. Teman Sena itu kini mendudukkan dirinya di kursi itu pasrah. Ia terus berharap Sena akan segera baik-baik saja, apapun yang terjadi Sena harus selamat.
"Aku harus pergi" ucap Lucifer kemudian bangun dari duduknya.
"Kau akan kemana?"
"Menemui Satan. Aku serahkan Sena padamu" Lucifer sudah menukar bentuknya menjadi sigma kembali, dan saat ini hanya Shigeyo yang dapat melihatnya. Shigeyo tak bisa berkata-kata lagi, ia juga tak begitu mengenali iblis ini, apa tujuannya juga Shigeyo tak begitu paham. Akhirnya Lucifer berlalu meninggalkan Shigeyo di rumah sakit.
Lucifer terbang mengarungi hujan. Ia harus segera mencari Satan dan meminta penjelasan atas tindakannya pada Sena. Mengapa ia tega melakukan itu padahal Sena telah bersedia membantunya selama ini, bahkan Sena tak segan mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan boneka kutukan itu untuk Satan. Bayangan aneh terlintas di pikiran Lucifer kala ia mengingat kembali saat Sena terkena anak panah dari Satan. Itu membuat bayangan Lilith yang jatuh bebas di udara terlintas sejenak di matanya. Ini terjadi lagi, ia menyaksikan Satan menyerang orang terdekatnya. Memang tidak pantas ia menyebut Sena sebagai orang dekatnya karena jujur ia masih belum terlalu mengenal gadis itu, tapi hanya Sena yang dapat melihat kehadiran nya dan juga telah mengetahui segala sejarah tentang dirinya. Sena sudah menjadi teman baginya, Lucifer merasa wajar untuk marah atas perbuatan Satan.
Lucifer mendarat didepan sebuah rumah. Itu adalah rumah Satan, hanya tempat ini yang terpikirkan oleh Lucifer saat memikirkan mencari Satan. Adiknya itu pastilah telah membawa serta Leviathan kesini.
Lucifer masuk ke rumah itu tanpa mengetuk atau semacamnya. Pintu tidak terkunci jadi ia langsung masuk saja. Benar saja, Satan ada disini bersama Leviathan. Satan terlihat melakukan penyaluran energi spiritual kepada Leviathan yang masih terlihat lemah. Aktivitas mereka terhenti kala menyadari kehadiran Lucifer di ambang pintu ruangan itu.
Lucifer mendekati mereka dengan santai.
"Hanya karena aku terus diam, bukan berarti aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan, Satan" ucap Lucifer setelahnya. Leviathan terlihat sudah membuka matanya setelah mendengar suara Lucifer.
"Gadis itu telah rela mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan kutukan itu untukmu, lalu ini balasanmu kepadanya?" Sambung Lucifer lagi setelah ditanggapi dengan diam oleh Satan.
"Ini juga bagian dari tugasku" Satan akhirnya bersuara.
"Mengapa kau sangat peduli tentang gadis itu? Setelah membiarkan malaikat jatuh cinta padamu, kau sekarang ingin menyesatkan manusia untuk memujamu?" Leviathan ikut dalam percakapan. Dia sudah cukup mengerti apa permasalahan Lucifer dan Satan.
__ADS_1
Lucifer mengabaikan Leviathan. Ia tau semua yang dikatakan Leviathan tidak lain tujuannya adalah untuk membuat emosinya tersulut. Lucifer harus bisa mengendalikan dirinya dari emosi.
"Jelaskan padaku apa saja yang menjadi tugasmu" ucap Lucifer kepada Satan dan mengabaikan Leviathan.
Satan menyingkir dari belakang Leviathan dan sudah mengakhiri penyaluran energi spiritual nya sejak tadi.
"Melenyapkan reinkarnasi Lilith" ucap Satan dekat di telinga Lucifer. Terdengar sangat jelas dan penuh penekanan. Lucifer membulatkan matanya kala mendengar penuturan Satan.
"Reinkarnasi Lilith? Kau mendapatkan dia sebelum aku?" Ucap Lucifer berusaha tetap tenang.
"Kau bahkan tidak tahu. Kau terlalu naif datang ke dunia ini 100 tahun lebih cepat. Tanpa kau ketahui bahwa jiwa malaikat yang akan terlahir sebagai jiwa lain butuh waktu 100 tahun untuk dapat bereinkarnasi. Sejak saat itu dimulai, 100 tahun kemudian reinkarnasi Lilith lahir ke dunia ini. Dan kau menyia-nyiakan waktu 21 tahun setelah kelahiran nya hanya menghabiskan waktu untuk mengembara di dunia ini tak tentu arah" Satan menjelaskan.
Leviathan ikut mendengar topik diantara kedua saudaranya ini. Berusaha mencerna setiap perkataan Satan. Begitupun Lucifer.
"Dan saat bertemu, kau bahkan tidak menyadari bahwa Sena adalah orang yang kau cari. Reinkarnasi Lilith Rachet, Putri ketujuh Celestial Ray" Satan menyambung perkataannya.
"Bagaimana kau bisa mengetahui ini!" Lucifer mencengkram kedua bahu Satan dengan sangat kasar, menatap nya tajam.
"Aku mungkin diam tapi aku tidak bodoh, Lucifer. Aku lebih pintar darimu, aku mengetahui sejarah lebih banyak daripada dirimu. Jangan remehkan buku-buku ku" ucap Satan dengan santai.
Benar, Satan adalah yang paling pintar diantara ketujuh Demon bersaudara itu. Kebiasaannya yang sering membaca buku membuat pengetahuan nya lebih luas bahkan melampaui Lucifer.
Lucifer terdiam. Bukannya dia tidak menyadari bahwa Sena adalah orang yang dia cari. Dia sudah cukup curiga saat pertama kali bertemu dengan Sena, gadis itu bisa melihatnya. Lalu keberanian Sena, cara-cara Sena merawatnya, Lucifer selalu teringat akan Lilith saat diperlakukan baik oleh Sena. Lalu saat melihat anak panah menancap di dada Sena, itu membuat otak Lucifer seolah memutar kilas balik tragedi menyakitkan di tanah Royale itu, hari terakhir dimana dia memeluk Lilith.
Namun Lucifer hanya tak memiliki cukup bukti untuk meyakini bahwa Sena adalah orang yang dia cari. Sampai akhirnya ia tau dari Satan. Mengetahui Satan yang juga mengincar Sena sebagai sasaran, Lucifer merasa muak karena telah sedikit menaruh rasa percaya pada Satan. Pada akhirnya adiknya ini selalu tidak berada di pihaknya.
"Selamatkan dia atau aku tidak akan menunggu waktu lagi untuk menghabisinya" ucap Satan membuyarkan lamunan Lucifer.
__ADS_1
"Mengapa kau harus melenyapkan nya? Apa kesalahan Lilith padamu? Dan apa salah Sena? Dia sudah mengorbankan dirinya untukmu, apakah itu tidak cukup?" Suara Lucifer terdengar bergetar.
"Ini bukan tentang kesalahan atau kebenaran, Lucifer. Tapi ini tentang takdir. Lilith memang ditakdirkan untuk mati demi kedua kerajaan, dan Sena harus dilenyapkan supaya tidak memunculkan masalah baru bagi kedua kerajaan itu" Satan berkata santai tapi jelas.
"Mengapa? Apa yang bisa manusia lakukan untuk menimbulkan masalah di kerajaan?" Lucifer berargumen lagi.
"Sena adalah Lilith. Jiwa Lilith tertanam di dirinya. Walaupun sekarang dia tidak tau siapa dirinya yang sebenarnya, waktu akan membuat nya mengingat segalanya. Dan kau, kau masih mencintai Lilith. Keadaan sekarang sudah berbeda, jika raja Diavolo mengetahui keberadaan Sena saat kau berhasil membawanya kembali ke Celestial Ray, tamat sudah riwayat mu. Lalu kehancuran tidak akan bisa terhindarkan lagi, ucapkan selamat tinggal pada Devildom dan juga Celestial Ray. Tragedi seperti dimasa lalu mungkin akan terulang kembali" Penjelasan Satan menjawab pertanyaan Lucifer.
Penuh resiko untuk membawa Sena kembali ke Celestial Ray. Apalagi Sena belum mengetahui apa-apa. Tapi Lucifer tidak bisa membiarkan nya lenyap di tangan Satan untuk yang kedua kalinya, kali ini ia harus bisa menyelamatkan Lilith.
Lucifer membuang napas kasar lalu segera terbang melewati jendela itu. Dia berlalu membelah angin malam menuju rumah sakit tempat Sena dirawat.
"Apakah semua yang kau katakan benar? Gadis itu adalah Lilith?" Leviathan bertanya pada Satan saat Lucifer berlalu.
"Ya" jawab Satan singkat.
"Mengapa kau tidak memberitahu ku sejak dulu jika Lucifer datang ke dunia ini untuk mencari reinkarnasi Lilith?"
"Karena kau pasti akan melakukannya juga, lalu akan terjadi pertikaian antara kau dan Lucifer" ucap Satan.
Leviathan terdiam. Yang dikatakan Satan memang benar, jika mengetahui Lucifer pergi untuk mencari reinkarnasi Lilith, Leviathan juga akan melakukan itu walau tanpa diberi tugas oleh siapapun. Karena sejatinya, Leviathan memperdulikan tentang Lilith. Namun rasa muak nya terhadap cinta antara Lucifer dan Lilith membuat nya diam-diam membenci keduanya. Tak ada tempat bagi Leviathan. Satan memang tau segalanya. Dialah yang paling memperhatikan setiap saudara-saudaranya walaupun hanya diam dan terpaku pada sebuah buku.
"Apa kau akan membawa Lucifer kembali? Itu adalah tugasmu, bukan?" Tanya Satan setelah beberapa saat hening.
"Ya, aku tidak pernah mengkhianati tugasku. Akan kubawa Lucifer kembali, tidak peduli apa misinya di dunia manusia ini" ucap Leviathan.
Satan tersenyum miring. Senyuman itu penuh arti, seolah ia mengetahui terdapat keraguan di hati Leviathan.
__ADS_1