
Lucifer sudah tiba di rumah sakit itu lagi. Dilihatnya Shigeyo yang tertidur di bibir ranjang tempat Sena berbaring. Ia berjalan mendekat menatap wajah Sena yang terpejam dengan lekat. Tangan nya terulur untuk menyentuh wajah itu, ia seperti melihat siluet wajah Lilith. Ini lah Lilith yang sudah ia cari selama bertahun-tahun mengembara.
"Akhirnya aku menemukanmu" ucap Lucifer lirih. Ia menggenggam tangan Sena dengan erat. Sekilas mencium punggung tangan yang terbalut perban itu lalu sosok Lucifer segera menghilang entah kemana. Menghilang secepat kilat, menyisakan bulu hitam yang melayang lalu jatuh ke atas selimut yang Sena kenakan, lantas segera menghilang menjadi debu hitam yang segera menyatu dengan udara.
_
Sena berada di tengah-tengah mahkluk bersayap yang tak ia kenali satupun dari identitas mereka. 6 sosok manusia bersayap putih memeluk Sena dengan erat sembari terus menangis.
"Siapa kalian?" Tanya Sena mencoba lepas dari dekapan mereka.
Namun tiba-tiba sekeliling nya berubah menjadi tanah luas yang tandus. Sena berada di tengah-tengah mimbar yang amat besar. Di atasnya terbang lah ribuan mahkluk bersayap ada yang hitam dan juga putih. Mereka berseteru sengit hingga akhirnya Sena melayang di udara dalam dekapan seseorang. Seseorang membawanya pergi dari mimbar itu lalu tiba-tiba ia terlepas dari dekapan sosok itu lantas jatuh bebas di udara. Sena tak bisa berteriak, suaranya seolah tersangkut di tenggorokannya.
Tiba-tiba sesuatu yang sangat perih serasa menembus dadanya. Sena tak dapat bergerak lagi, napasnya terasa sesak. Di hadapannya dilihat sosok bersayap putih yang mencoba menggapai dirinya, namun tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Sena jatuh ke tanah bersama dengan rasa perih yang menancap di dadanya.
"Tidaakkkkkk" Sena mendengar teriakan itu samar.
"Lilith... Adikku..."
"Maafkan aku, aku berada dekat denganmu tapi aku tak bisa menyelamatkan mu"
"Lilith..."
"Lilith Rachet..."
Suara itu silih berganti terdengar samar di telinga Sena. Tak dapat dia lihat wajah-wajah itu atau mendengar suara itu dengan jelas, hingga akhirnya tubuhnya seolah jatuh bebas dari langit ketujuh.
_
Trap! Sena terbangun di ruangan kotak bercat putih itu. Aroma obat-obatan tercium jelas di hidungnya. Otak Sena menangkap bahwa ini adalah rumah sakit. Apa yang terjadi? Apakah dia dilarikan kerumah sakit karena jatuh dari langit ketujuh?
__ADS_1
Sena berkeringat luar biasa. Napasnya terengah-engah. Ternyata semua itu hanya mimpi. Mimpi buruk yang datang saat Sena sedang dalam koma, mimpi yang aneh.
"L-lilith..." Bibir Sena kelu mengucapkan kata itu. Suaranya terdengar serak.
Shigeyo yang tertidur di samping lengannya di bibir kasur itu segera bangun kala mendengar suara Sena.
"Sena! Kau sudah bangun?!" Shigeyo tersentak.
Segera pria itu keluar dan memanggil dokter untuk segera memeriksa Sena. Dia senang temannya itu telah bangun setelah satu hari dalam keadaan koma.
Beberapa saat kemudian Shigeyo kembali dengan dokter bersamanya. Segera Shigeyo keluar lagi untuk menunggu pemeriksaan Sena selesai. Tak butuh waktu lama setelah beberapa menit berlalu dokter itu telah keluar lagi.
"Dia sudah baik-baik saja. Sebaiknya butuh perawatan beberapa hari lagi untuk pemulihannya" ucap dokter itu lalu segera berlalu.
Shigeyo sangat senang. Ia masuk kembali ke ruangan putih itu untuk melihat temannya. Sena sudah baik-baik saja sekarang, Shigeyo amat lega.
"Aku baik-baik saja. Apa yang terjadi?" Sena balik bertanya.
"Kau tidak ingat? Kau terkena panah Satan saat dia mengalahkan Nost itu. Lalu Lucifer membawamu kemari untuk segera ditangani oleh dokter, aku hampir tidak percaya saat Lucifer mengatakan kau akan baik-baik saja. Tapi sekarang aku lega" jelas Shigeyo.
Sena diam. Tatapannya terlepas pada langit-langit ruangan itu. Ia ingat bagaimana panah Satan menancap di dadanya saat terakhir kali ia sadarkan diri.
"Dimana Lucifer? Dia membawaku kemari kan?" Tanya sena lagi.
"Semalam dia pergi untuk menemui Satan. Tapi hingga kini dia masih belum kembali"
Pikiran Sena melayang entah kemana. Dia berusaha mengingat mimpi buruk yang baru saja ia alami namun ia tak berhasil mengingat semua detailnya. Yang ia ingat hanyalah wajah samar yang mencoba meraihnya saat jatuh bebas di udara, lalu suara yang sama setiap kali ia bermimpi mendengar seseorang menyebutkan nama Lilith Rachet. Sena ingin tau mengapa ia terus memimpikan hal yang sama, namun kali ini mimpinya sedikit berbeda.
"Shigeyo, apa kau percaya reinkarnasi?" Tanya Sena tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya pada langit-langit ruangan itu.
__ADS_1
"Reinkarnasi? Itu mungkin saja bisa terjadi. Bagi jiwa-jiwa yang memiliki masalah yang belum terselesaikan mungkin mereka akan lahir kembali menjadi orang lain" Shigeyo seenaknya saja memberikan argumen.
"Jiwa yang memiliki masalah yang belum selesai..." Sena mengulang perkataan Shigeyo sementara suara Shigeyo terus merocos seperti burung beo.
"Hm? Mengapa kau tiba-tiba menanyakan ini?" Tanya Shigeyo setelah rocosan mulutnya berhenti.
Sena tak menjawab. Pikiran nya tenggelam lagi, dia mulai berpikir apakah ini ada hubungannya dengan Lucifer? Apakah Lilith yang Lucifer maksud adalah Lilith Rachet yang namanya selalu muncul di mimpinya? Jika ini benar, mungkin Sena bisa membantu Lucifer menemukan keberadaan Lilith agar urusan Lucifer segera terselesaikan.
Pintu itu terbuka, seseorang masuk. Shigeyo menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka. Itu Lucifer.
"Lucifer..." Shigeyo berdiri dari duduknya saat Lucifer masuk.
"Panggil dia Shigesada" sela Sena kepada Shigeyo.
"Tidak apa-apa. Panggil aku Lucifer jika kau mau" ucap Lucifer setelah itu.
Lucifer duduk di bangku sisi kanan dari ranjang Sena sedangkan Shigeyo duduk semula di tempatnya tadi.
"Bagaimana keadaanmu?" Lucifer menanyakan kepada Sena.
"Aku baik-baik saja" ucap Sena.
Lucifer menatapnya lekat dengan tatapan nanar itu. Menyakitkan melihat Sena terluka bahkan sebelum ia mengetahui siapa Sena yang sebenarnya. Terlebih lagi itu dilakukan oleh orang yang sama yang membunuh Lilith 100 tahun yang lalu, Satan.
"Emm, aku akan keluar sebentar untuk membeli minuman" Shigeyo tiba-tiba merasa menjadi pengganggu suasana, dia memutuskan untuk keluar.
"Cepatlah membaik, ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu" ucap Lucifer setelah Shigeyo berlalu meninggalkan ruangan itu.
Sena juga sama. Ada hal yang ingin dia katakan kepada Lucifer, mungkin ini adalah hal yang sama dengan yang akan Lucifer katakan padanya nanti. Tapi Sena tak bisa seenaknya menebak, dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia lihat di mimpinya. Itu mungkin hanya sekedar mimpi yang muncul karena telah mendengar cerita dari Lucifer tentang Lilith. Jadi otaknya menciptakan skenario membayangkan bagaimana Lilith berakhir pada masa itu. Ya, pasti seperti itu, tidak ada hubungannya dengan Sena. Setidaknya itulah yang coba Sena yakini.
__ADS_1