CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"

CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"
DEJAVU


__ADS_3

Wodhas telah meluncur ke arah Sena dan juga Shigeyo. Segera kedua manusia itu menghindar saat Wodhas melayangkan ekor lancipnya ke arah mereka. Beberapa kali menghindar akhirnya mereka memutuskan untuk lari. Nost itu tertawa puas melihat kepanikan Sena dan Shigeyo karena ia tau sekuat apapun mereka berlari mereka hanya akan berputar-putar saja ditempat ini. Tempat ini sudah disegel dan telah menjadi wilayah Nost.


"Satan, kau urusi dia, aku akan membantu mereka!" Lucifer memberikan perintah kepada Satan dan akan segera beranjak.


"Jangan mencoba untuk pergi, kakak tertua" Nost melayangkan serangan pada Lucifer lalu iblis itu terjatuh dan segera Nost menciptakan penjara untuk mengurung Lucifer. Sekarang ia tak bisa kemana-mana.


"Lucifer!" Satan terbelalak menyadari kemampuan Nost yang sudah berubah drastis padahal hanya dalam waktu satu malam. Ini pasti karena ia sudah menyerap cukup banyak energi negatif dari manusia-manusia yang berhasil ia bunuh.


"Satan, habisi dia!" Lucifer tampak memberontak didalam jeruji hitam itu namun yang ia lakukan hanyalah sia-sia. Penjara itu tak bergeming sedikitpun.


Nost semakin kegirangan karena ia memiliki kesempatan besar untuk menghabisi Satan. Ia tau kekuatan spiritual Satan belum pulih sepenuhnya bahkan jika ia telah melakukan kultivasi singkat. Nost merasa unggul dengan kemampuannya yang dirasa sudah meningkat dengan pesat.


Satan terbang meninggalkan Lucifer yang terkurung untuk segera menghabisi Nost. Kemarahannya sudah membuncah kala melihat sikap Nost yang seolah meremehkan dirinya. Busur kebanggan Satan sudah muncul dan segera ia melayangkan anak panahnya menggila. Satan sudah diluar kendali lagi, begitu mudah ia tersulut emosi. Tak heran jika ia memegang avatar kemarahan. Lucifer hanya berharap Satan tak gegabah mengaktifkan bentuk magmanya lagi karena ia tau Satan tidak akan bisa bertahan lama dengan bentuk itu sebab energi spiritual nya yang masih belum pulih.


Sementara Satan yang berseteru sengit dengan Nost, Sena dan Shigeyo masih kerepotan melarikan diri dari kejaran Wodhas. Mereka berkali-kali bersembunyi namun kutukan sialan itu terus-menerus dapat menemukan mereka.


"Aku sudah lelah berlari, dimana Satan dan Lucifer?, setidaknya salah satu dari mereka membantu kita!" Shigeyo dengan langkahnya yang mulai melemah mengeluh kelelahan.


"Aku merasa kita hanya berputar-putar saja!" Sena menyadari gedung-gedung yang terlihat sama saja sejak mereka terus berlari. Ia merasa mereka melewati tempat itu berkali-kali.


Sampai akhirnya sebuah hantaman besar jatuh dihadapan mereka berhasil membuat kedua manusia itu terpental.


Wodhas kini berada didepan mereka. Hantaman besar tadi adalah hadangan Wodhas untuk menghentikan mereka.


"Tamat sudah" Ucap Shigeyo pasrah menatap Wodhas yang semakin mendekat.


Wodhas sudah menjulang kan ekornya akan menyerang mereka berdua.


"Aaaaaahhhh"


Lucifer dan Satan tersentak kala mendengar teriakan yang berasal entah darimana. Serangan bertubi-tubi Satan telah berhenti sejak suara teriakan itu. Nost terlihat menyeringai remeh menyadari bahwa Wodhas yang sudah berhasil menghabisi kedua manusia itu, lantas ia tertawa keras melihat ekspresi Lucifer dan Satan.


Satan dan Lucifer lantas berpandangan sejenak memastikan bahwa satu sama lain mendengarkan hal yang sama. Namun secepatnya Nost memanfaatkan kelengahan Satan lantas menyerangnya. Satan terpental kesamping jeruji hitam tempat Lucifer ditahan, iblis itu tampak kesakitan.


"Lemah sekali" remeh Nost mendekati Satan dengan bangganya.


"Satan! Lebih baik lari, jangan paksakan dirimu, energi spiritual mu masih belum pulih!" Teriak Lucifer dari dalam jeruji itu.

__ADS_1


"Diam!" Satan menyanggah Lucifer sebaliknya memaksakan diri untuk kembali bangkit. Nost semakin tertawa keras melihat kegigihan Satan yang menurutnya sangat konyol.


Satan sudah berhasil bangkit dan kemudian memaksa mengaktifkan magma. Nost menganga melihat kegigihan Satan, Lucifer semakin merasa bahwa yang dilakukan Satan tidaklah benar, ini akan berujung buruk.


"Satan..." Ucap Lucifer lirih kala melihat Satan yang sudah berubah wujud.


Saat Satan sudah melayang di udara bersiap-siap akan membidik Nost dengan anak panahnya, tiba-tiba Nost terpental begitu saja oleh serangan yang entah berasal darimana. Tawa ejekan Nost sekarang berubah menjadi erangan kesakitan.


"Jangan ceroboh, Satan" suara itu. Pandangan Satan dan Lucifer tertarik pada sosok yang terbang dengan dua orang manusia yang mereka kenal. Itu Leviathan, dengan Sena dan Shigeyo di dekapan kiri dan kanannya.


"Leviathan!"


"Levi?!"


Lucifer antara senang melihat kedatangan Leviathan membawa Sena dan Shigeyo, kedua manusia itu terlihat baik-baik saja. Namun ia merasa sedikit kesal dengan kedatangan Leviathan karena itu artinya Lucifer harus berurusan dengannya.


Leviathan mendaratkan Sena dan Shigeyo di aspal itu dan segera beralih pada Nost yang masih belum selesai ia urus.


"Kalian baik-baik saja?!" Teriak Lucifer dari dalam jeruji kala Sena dan Shigeyo sudah mendarat. Kedua manusia itu mengangguk lantas mendekat kepada jeruji Lucifer, membiarkan Nost itu menjadi urusan Satan dan Leviathan.


"Bagaimana ini bisa terjadi?!" Sena menyentuh jeruji yang mengurung Lucifer.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Sena pada Lucifer.


"Jangan khawatirkan aku"


Sena berpaling pada Satan dan Leviathan tengah berseteru dengan Nost. Sena dan Shigeyo telah dibantu oleh Leviathan kala hampir menjadi mangsa Wodhas. Kini Wodhas terkuat itu telah lenyap ditangan Leviathan.


Satan telah terpental berkali-kali. Bahkan dengan bentuk magma yang selalu ia andalkan ia tak bisa menyentuh Nost.


"Satan!" Leviathan mendarat menghampiri adiknya itu.


"Aku baik-baik saja" ujar Satan lirih menyentuh perutnya yang terasa perih.


"Mengapa kau memakai bentuk ini" Leviathan menyesali Satan yang memaksakan dirinya terlalu keras. Pandangannya kini beralih pada Lucifer yang ada di dalam jeruji itu. "Cih! Tidak berguna!" Cerca Leviathan mengklaim bahwa Lucifer pecundang dan sama sekali tidak ingin terlibat dalam urusan saudaranya sendiri.


Kini Leviathan terbang kembali menyerang Nost. Ia kemudian menancapkan pedangnya ditanah kemudian mengucapkan sebuah mantra.

__ADS_1


"Aku Leviathan. Dengan avatar ku, aku memanggilmu untuk bertarung bersama ku. Bangkitlah dari tidurmu! LOTAN!"


Lucifer terbelalak melihat pedang Leviathan sudah berubah menjadi sebuah mahkluk ular naga disertai dengan suara gemuruh yang luar biasa.


"Lotan..." Ucap Lucifer lirih. Ia merasa berada di masa lalu saat ia hampir membunuh Satan dan juga Belphegor. Saat itu Leviathan juga sedang melindungi Satan atas perbuatan Lucifer. Namun kali ini bukan karena Lucifer, Leviathan mengeluarkan Lotan karena Nost. Tetap saja ia melindungi Satan.


Shigeyo berteriak heboh melihat mahkluk besar dan menyeramkan didepannya saat ini. Ia bersembunyi di belakang Sena berusaha melindungi diri. Sena merasa takjub dengan apa yang ia lihat, ia hampir tak percaya dengan semua ini.


Nost tak tinggal diam begitu saja. Merasa terancam dengan serangan Leviathan ia memanggil pasukannya untuk bertarung bersama. Seribu pasukan Nost telah muncul dan siap bertarung. Leviathan tersenyum remeh melihat pasukan-pasukan yang tak ada artinya dibanding Lotan yang ia miliki.


"GENNOSTRA!" Ucap Nost setelah semua pasukannya telah berkumpul. Seketika pasukannya berkumpul membentuk satu kesatuan menciptakan bentuk gabungan. Leviathan tersentak melihat pasukan Nost yang bergerak mengikuti perintah demi menciptakan bentuk baru dari gabungan diri mereka. Seekor kelelawar besar telah muncul dari gabungan pasukan itu mengambang patuh di belakang Nost. Ukurannya berkali lipat dari ukuran Nost asli. Bahkan itu setara dengan besar kepala Lotan.


"Hahahaha! Dengan seperti ini pertarungan akan adil, Leviathan!" Nost tertawa puas melihat reaksi Leviathan yang tak menduganya sama sekali.


Tanpa buang-buang waktu Leviathan mengarahkan tangannya ke depan lantas Lotan bersiap siaga akan menyerang seolah mengikuti pergerakan tangan Leviathan. Lagi-lagi Nost tertawa, ia membuka kedua tangannya lantas sayap Gennostra yang ada dibelakangnya mekar begitu lebar.


"Habisi ular itu!" Seru Nost mengarahkan telunjuknya ke arah Lotan lalu Gennostra segera mematuhi perintah tuannya itu.


Leviathan mengontrol Lotan dengan lincah. Sejauh ini tak ada serangan Gennostra yang berhasil mengenai dirinya karena tangkisan dari Lotan.


Nost mempelajari gerakan Lotan dari kejauhan, ia menyadari bahwa pergerakan Lotan dikontrol oleh Leviathan yang berada di lingkaran perlindungan. Nost mendecih remeh kala menyadari kesempatan yang ia lewatkan begitu saja, sasarannya seharusnya adalah Leviathan, bukan Lotan.


Nost terbang secepat kilat hampir tak terlihat pergerakannya. Seketika ia berada di belakang Leviathan yang tengah fokus mengontrol Lotan.


"Kena kau!"


Trash! Leviathan terpental dari lingkaran perlindungan akibat serangan mendadak oleh Nost. Seketika Lotan kehilangan kendali, itu memudahkan Gennostra untuk membalas serangannya.


"Levi!" Satan ingin sekali bertarung membantu Leviathan, namun tubuhnya sangat sulit untuk bergerak. Bentuk magmanya telah menghilang otomatis sejak Lotan muncul, menyisakan dirinya dengan bentuk sigma.


"Sialan kau!" Leviathan mencerca Nost yang selalu berbuat curang. Lagi-lagi mahkluk jelek itu tertawa.


Lotan meraung, mengerang keras karena serangan Gennostra yang bertubi-tubi pada sekujur tubuhnya. Mahkluk ular naga kebanggan Leviathan itu kini perlahan lenyap saat Leviathan berusaha mengontrol nya kembali. Namun hal itu tak dibiarkan oleh Nost begitu saja, ini adalah kesempatan sempurna baginya untuk menjatuhkan Leviathan, dengan begitu tak ada lagi yang dapat menghalangi dirinya. Nost melempar serangan kepada Leviathan lantas iblis itu kembali terpental. Lalu Lotan sudah hilang sepenuhnya.


Leviathan tumbang, Gennostra melempar serangan langsung kepadanya tanpa aba-aba.


"Leviathan!" Teriak Lucifer dari dalam jeruji itu.

__ADS_1


Jantung Sena berdetak sangat kencang. Melihat Leviathan yang dikalahkan begitu saja, Lucifer yang masih terkurung, Satan yang tak berdaya, serta Nost yang mendominasi membuat Sena memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tak ada yang bisa ia andalkan sekarang, namun ia juga tak bisa melakukan apa-apa.


__ADS_2