
Satan melihat dengan jelas Leviathan dikalahkan oleh Nost. Itu membuat amarahnya kembali membuncah. Aura hitam beserta hijau menyebar disekitar tubuh Satan kala iblis itu sudah berhasil bangkit. Tatapannya tajam mengarah pada Nost yang telah berani menjatuhkan kakaknya.
"Satan..." Lucifer menyadari energi spiritual Satan yang meningkat begitu pesat, apa yang terjadi ia tak mengerti. Satan kini telah mengaktifkan magma kembali dan terlihat cukup baik-baik saja daripada sebelumnya.
Satan terbang secepat kilat mengarah pada Nost. Kecepatannya hampir tak bisa dilihat oleh Nost saking cepatnya hingga Nost hanya menerima hujaman anak panah berkali-kali entah darimana saja asalnya.
"Dia cepat sekali" gumam Sena takjub.
"S-Satan? Apakah itu bentuk aslinya?" Shigeyo yang masih merasa ketakutan kini berusaha membiasakan diri.
"Itu bentuk magma. Avatar iblis akan aktif di bentuk ini, Satan sudah berkali-kali mengaktifkan magma untuk mengalahkan Nost tapi dia selalu gagal. Dengan energi spiritualnya yang masih belum pulih, aku tidak mengerti mengapa dia bisa mengaktifkan bentuk itu lagi" jelas Lucifer.
Sena mengangguk mengerti. Satan adalah avatar kemarahan, saat ia marah tentu saja energi spiritualnya akan meningkat karena kemarahannya memicu aktifnya avatar yang ada pada bentuk magmanya. Menakjubkan.
Kini Sena merasa tenang kembali, Satan sudah kembali dengan kekuatannya yang tak terkalahkan, ia tak perlu menghawatirkan keselamatan dirinya ataupun Shigeyo. Sena yakin semuanya akan baik-baik saja sekarang.
"Tapi Satan belum bisa mengendalikan kemarahan nya sendiri" Lucifer berkata lagi. Sena dan Shigeyo menoleh seolah meminta Lucifer melanjutkan penjelasannya.
"Amarah adalah salah satu hal yang susah untuk dikendalikan. Satan tidak pernah bisa mengendalikan amarahnya, itu artinya jika ia terlalu lama pada bentuk magma, Satan akan berubah menjadi liar" sambung Lucifer.
Mendengar penjelasan itu Sena kembali merasa khawatir. Bagaimana jika yang dikatakan Lucifer benar-benar terjadi? Apa yang akan terjadi jika Satan tidak bisa mengendalikan amarahnya?. Apakah dunia ini akan hancur?.
"Tidak ada yang berakhir baik, jika Satan sudah marah, dunia ini dalam masalah" Kalimat Lucifer disertai dengan suara teriakan Nost yang sudah berhasil Satan tumbangkan.
Sena dan Shigeyo merasa ngeri melihat betapa sadisnya Satan mengalahkan Nost itu. Satan kini menginjak kepala Nost dengan kuat. Gennostra yang sedari tadi setia membantu Nost sudah Satan patahkan rahangnya hingga tewas menganga. Kini tersisa Nost yang berada dibawah kaki Satan. Ia menginjak kepala Nost tanpa ampun, tak peduli dengan teriakan mahkluk itu dibawah kakinya.
"Satan!" Sena tiba-tiba berteriak saat Satan sedang fokus pada Nost itu. Satan berpaling menampakkan setengah wajahnya dalam posisi membelakangi Sena.
__ADS_1
"Kendalikan dirimu! Jangan biarkan amarah mu menguasai dirimu!" Satan tersentak kala mendengar ucapan Sena. Tatapan tajam nan sadisnya kini sedikit memudar menjadi lebih tenang. Namun tiba-tiba rahang Satan seperti dilempari sesuatu, kaki Nost telah menendang rahangnya dan berhasil lolos dari injakan Satan. Satan sadar akan kelengahannya, kepalanya yang belum sempat mendingin sepenuhnya sekarang terasa panas kembali karena Nost yang masih berani melawannya.
Nost terbang ke arah Sena lantas mendekap gadis itu. Shigeyo tampak menjauh bersembunyi dibelakang jeruji Lucifer saat Nost terbang mendekat. Sena mencoba memberontak saat Nost mendekap lehernya dari belakang, membuat Sena merasa sesak.
"Sena!" Lucifer memberontak didalam jeruji itu melihat Sena tepat dihadapannya ditahan oleh Nost. Namun segera ia diam kala Nost mengancam sesuatu.
"Sebaiknya kau diam, kakak tertua, sejak tadi kau yang paling tidak berguna. Atau gadis ini akan menjadi genangan darah sekarang juga. Kau hanya akan jadi penonton"
Lucifer mendecih mendengar ancaman dari Nost. Jika ia berbuat gegabah Sena akan dalam bahaya. Hanya Satan yang dapat ia andalkan sekarang.
"Lepaskan dia!" Suara Lucifer rendah namun menusuk. Tentu saja perintah itu tak di gubris oleh Nost, sebaliknya ia hanya tertawa lantas berpaling pada Satan.
"Biarkan aku pergi, atau gadis ini akan mati!" Ucap Nost kepada Satan yang masih melayang beberapa kaki di atas mereka.
Sena terus mencoba melepaskan diri, tangan jelek Nost membelai pipi mulusnya hingga lehernya dan itu terasa menjijikkan untuk Sena. Ia gemetar namun tak bisa melakukan apa-apa. Napas Sena sudah tersengal karena sesak. Lucifer makin merasa kesal melihat perlakuan Nost. Shigeyo juga tampak tak rela sahabatnya diperlakukan seperti itu didepan matanya sendiri namun ia tak memiliki keberanian yang cukup untuk sekedar keluar dari belakang jeruji itu.
"Satan, padahal kau bisa membunuh gadis ini bersama ku. Itu adalah tugasmu bukan? Bunuh dia, Satan! Apa yang kau tunggu?!" Nost menghentak-hentakkan kakinya ditanah sambil terus tertawa.
"Gadis ini akan membawa bencana untuk kedua kalinya, bukan? Tujuanmu datang ke dunia manusia bukan hanya untuk melenyapkan ku, tapi kau punya misi gelap dibalik semua itu. Hahaha! Satan! Sungguh kau iblis yang sangat mencintai kedamaian di tempat kelahiran mu! Jangan biarkan gadis ini hidup, ini kesempatan mu!" Nost itu kembali tertawa diujung perkataannya.
Lucifer mencoba meresap setiap kalimat yang Nost ucapkan. Apa yang dimaksud oleh Nost ini. Apa hubungan Sena dengan misi gelap Satan yang Nost maksud?.
"Apa yang kau katakan!" Lucifer akhirnya bersuara. Nost itu berpaling kepada Lucifer lantas menertawakannya.
"Hahaha! Bahkan kakak tertua kita Lucifer tidak tau?! Sangat menarik!"
"Berhenti membicarakan omong kosong!"
__ADS_1
"Lucifer, kau telah tiba di penghujung petualangan mu, dan itu artinya bencana baru akan segera dimulai. Itu semua karena-.."
Stab! Sebuah anak panah menghujam Nost ditengah-tengah kalimat nya. Satan telah membuat Nost itu menghentikan kalimatnya dengan paksa tanpa peringatan.
Nost itu segera tumbang dan menghilang dihadapan Lucifer. Jeruji hitam yang mengelilinginya kini juga sudah menghilang, Lucifer telah bebas. Dinding segel pembatas wilayah Nost juga telah menghilang, kini rintik hujan sudah mulai terasa membasahi. Hujan telah turun dari tadi sejak mereka terjebak di dinding segel wilayah Nost.
Namun tiba-tiba pandangan Lucifer tertuju pada Sena yang berdiri beku tak bersuara.
"Sena!!"
Anak panah menancap di dada Sena dan gadis itu ambruk. Segera Lucifer menangkapnya, Sena sudah tidak sadarkan diri. Satan telah mengenai Sena bersamaan dengan Nost.
Kini Satan mendarat, bentuknya telah berubah menjadi sigma. Ia berjalan mendekati Lucifer dan Sena dengan santai.
"Satan! Mengapa kau melakukan ini?!" Lucifer berteriak pada Satan yang sudah ada didepannya.
"Ini adalah keharusan. Jangan salahkan aku jika gadis ini terlalu mempercayai ku" ujar Satan dengan santai. Ia tak merasa sedikitpun bersalah karena telah mengenai Sena dengan anak panahnya. "Aku yakin kau masih belum menemukannya, aku mendahului mu, Lucifer" sambung Satan setelah itu ia berlalu meninggalkan tempat itu. Tak lupa ia membawa Leviathan bersamanya yang sudah tak sadarkan diri sejak tadi. Lucifer tak mengerti sedikitpun perkataan Satan.
Shigeyo perlahan mendekat, ia berlutut disamping Sena yang ada di pangkuan Lucifer.
"Sena... Mengapa ini terjadi" tatapan Shigeyo kosong menatap keadaan sahabat nya. Sudut matanya mulai mengeluarkan bulir bening yang akan segera jatuh. "Aku pecundang, aku tidak bisa melindungi teman-temanku!" Shigeyo merutuki dirinya sendiri.
Lucifer mengangkat tubuh Sena lantas membawanya terbang.
"Kau susul lah kami, aku akan membawa Sena ke rumah sakit, dia masih bisa diselamatkan" itu kalimat terakhir Lucifer kepada Shigeyo sebelum akhirnya iblis itu terbang membawa Sena. Shigeyo menatap anak panah yang sudah dicabut oleh Lucifer dari diri Sena beberapa saat yang lalu. Ia tak pernah menyangka kedua sahabat nya harus mengalami hal semacam ini. Segera Shigeyo berlari membelah hujan untuk secepatnya mencapai rumah sakit.
Lucifer mendarat didepan sebuah rumah sakit. Ia menyenderkan Sena pada dinding itu sejenak untuk meringankan pekerjaan dokter. Meringankan pekerjaan dokter? Lucifer membantu menyalurkan energi spiritualnya kepada Sena untuk membantunya bertahan, dengan begitu Sena akan segera baik-baik saja ditangan dokter. Lucifer telah mengubah bentuknya menjadi manusia lantas ia mengangkat kembali tubuh Sena untuk segera diserahkan kepada dokter. Seluruh badannya basah kuyup, begitupun dengan Lucifer. Susah payah ia membawa Sena terbang dalam keadaan hujan yang begitu lebat.
__ADS_1