CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"

CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"
KOSTUM AJAIB


__ADS_3

Satan dan Sena sudah masuk ke bar bawah tanah itu sejak beberapa saat yang lalu. Sena heran mengapa Satan belum mengubah bentuknya menjadi manusia sejak tadi. Ia mulai merasa terganggu dengan bentuk Satan yang seperti itu, terlebih lagi ia merasa tidak bebas mengobrol dengan Satan karena itu terkesan seperti ia sedang berbicara sendiri. Dan lagi, mengapa iblis ini masih mengikutinya? 'Lebih baik pergi saja sana' batin Sena. Siaran televisi yang ada di bar itu tak habis-habisnya membahas tentang jasad-jasad yang menghilang, Sena sudah lelah mendengarnya.


"Tim kami sekarang sedang berada di depan rumah seorang korban yang bekerja di bar kafe itu. Namun saat ini sepertinya pemilik rumah sedang tidak ada didalam, akan segera kami laporkan kembali saat kami mendapat informasi baru" ucap seorang reporter dengan latar rumah Sena. Sena mendengus pelan setelah meminum sodanya.


"Aku bukannya tidak ingin berbicara, tapi aku tidak tau harus mengatakan apa" ujar Sena.


"Hei mengapa kau masih disini?" Sena beralih pada Satan.


"Aku ingin melihat kesialanmu hari ini, kira-kira apalagi yang akan kau alami, ya?" Satan menggoda Sena karena memang Sena sudah dipenuhi kesialan sejak bertemu dengan iblis seperti mereka. Sena mendengus kesal 'ini semua karena aku harus terlibat dengan iblis aneh seperti kalian!' batin Sena.


"Mengapa kau tidak mengubah bentukmu? Itu sedikit menganggu" Sena bertanya lagi.


"Aku sedang malas melayani gadis-gadis yang akan menyapaku" bagus sekali, iblis sialan ini mulai sadar diri akan ketampanannya yang menarik perhatian banyak orang. Tunggu, mengapa ia berubah menjadi menjengkelkan saat menyadari ketampanannya? Sena jadi kesal, alhasil hanya membuang napas panjang.


"Sena!" Itu suara Shigeyo. Sena melambaikan tangannya saat Shigeyo mendapati dirinya duduk disebuah meja di bar itu. Namun ada yang aneh dengan ekspresi Shigeyo, ia seperti melihat sebuah penampakan yang sangat mengerikan kala mendekat pada Sena.


"Sena, kostum apa yang dipakai oleh Terada? Ini bukan Halloween kan? Mengapa dia berpakaian seperti ini?" Shigeyo bertanya kepada Sena.


Sena membulat kan matanya kala mendengar penuturan Shigeyo, begitu juga dengan Satan yang hampir tak percaya bahwa Shigeyo dapat melihat keberadaannya. Pikiran Satan mulai berlayar ke beberapa hal. 'Apakah ini efek dari kultivasi singkat? Apakah kekuatanku berkurang? Apakah ini ada kaitannya dengan Nost? Apakah aku dikutuk?' batin Satan tak henti-henti. Ia juga memperhatikan sekitar nya untuk memastikan bahwa orang lain tidak melihatnya, namun tak ada yang menyadari keberadaannya selain Sena dan Shigeyo. Semua orang yang lewat dan duduk sama sekali tak menyadari kehadiran Satan, jikapun iya, reaksi mereka tak akan sebiasa itu. Normalnya mereka akan heboh seperti yang dilakukan oleh Shigeyo saat ini.


"S-shigeyo kau bisa melihatnya?" Sena berusaha memperlurus.


"Apa maksudmu? Tentu saja aku bisa melihatnya" ucap Shigeyo tak habis-habisnya memandang Satan. "Ini sangat menyeramkan, tapi sangat keren! Terada, kostum ini sangat luar biasa!" Sambung Shigeyo mengacungkan kedua jempolnya.


Sena menarik temannya itu untuk segera duduk dan mengontrol sikap Shigeyo yang heboh.


"Dengar! Ini adalah hal penting yang akan kukatakan padamu!" Ucap Sena setelah menempelkan telunjuknya di bibirnya.


"Hal penting? Maksudmu kostum baru Terada?" Shigeyo dengan polosnya.


"Aish! Bagaimana aku akan menjelaskan ini!" Sena mulai frustasi karena dia tidak tau harus mulai dari mana.


Tiba-tiba bar menjadi heboh karena siaran televisi yang menayangkan berita terbaru lagi. Bukan tentang jasad-jasad itu, namun kali ini seorang reporter menjelaskan detail kejadian tentang tewasnya tim polisi dan detektif yang sedang mengobservasi bar kafe tempat Sena berkerja. Mereka tewas tak tersisa. Pandangan Sena, Satan dan juga Shigeyo segera tertuju pada layar yang juga ditatap oleh puluhan pasang mata di bar itu. Sena dan Satan berpandangan sejenak lalu segera menganggukkan kepala satu sama lain lantas segera beranjak dari bar itu.

__ADS_1


"Sena! Tunggu aku!" Shigeyo juga ikut keluar bersama Sena dan Satan.


Tepat saat mereka keluar dari bar bawah tanah itu, Lucifer datang mendarat tepat didepan mereka.


"Kutukan itu menyerang lagi!" Ucap Lucifer setelahnya.


"Aku tau! Aku harus segera kesana untuk mencari boneka itu!" Sena menanggapi Lucifer, namun Satan terlihat membuang mukanya setelah Lucifer mendarat. Lagi-lagi Lucifer ikut campur urusannya.


"Uwaahhh!!! Kostum seperti itu benar-benar bisa terbang?! Sena, siapa pria ini?! Kau selalu dikelilingi pria tampan" Shigeyo heboh sendiri kala melihat Lucifer.


Belum sempat menjawab pertanyaan Shigeyo, Lucifer sudah membawa Sena terbang untuk segera mencapai bar kafe itu. Satan juga akan segera menyusul namun Shigeyo menghentikan nya.


"Terada! Apa kau juga bisa terbang dengan kostum itu?"


Satan mendecih kesal dengan pertanyaan Shigeyo, ia mulai merasa bahwa pria ini cukup menganggu.


"Tck! Tutup mulutmu dan diam!" Satan meraih kaos belakang yang digunakan oleh Shigeyo lantas membawa pria itu terbang bersamanya.


"Huwaaaaaaa!!!!!" Shigeyo berteriak histeris kala Satan membawanya dalam keadaan tergantung. Satan hanya memegang belakang kaosnya dengan satu tangan, tentu saja itu membuat teman Sena ini ketakutan.


Lucifer dan Sena sudah mencapai bagian belakang bar kafe itu, mereka tidak muncul dari bagian depan karena reporter dan petugas polisi masih sangat ramai. Pria berpangkat Inspektur, Satu orang berpangkat Sersan, serta seorang detektif dan petugas-petugas lain yang tadi ikut memeriksa bar kafe sudah menjadi korban penyerangan boneka kutukan itu.


Sena akan segera mendekat pada kerumunan itu, ia meyakini bahwa boneka kutukan itu masih ada disana. Namun segera Lucifer menahan lengannya. "Jangan gegabah, sebaiknya tunggu sampai mereka pergi"


"Tapi boneka itu mungkin ada disana"


"Kutukan itu tidak akan diam begitu saja setelah menyerang, Sena. Dia sudah pergi, jikapun itu masih ada disini, kutukan itu pasti akan menyerang petugas-petugas yang baru tiba ini"


Sena mengurungkan niatnya untuk pergi, perkataan Lucifer ada benarnya juga.


Tak lama kemudian Satan dan Shigeyo telah tiba. Shigeyo terlihat sangat parah dengan mualnya sehingga ia langsung mencari tempat untuk membuang mual.


"Merepotkan!" Umpat Satan setelah mendaratkan pria itu.

__ADS_1


Sena menghampiri Shigeyo untuk sekedar membantu temannya itu.


"Bagaimana kau akan menghilangkan tanda kutukan dari jasad-jasad itu?" Lucifer bertanya kepada Satan saat Sena sibuk membantu Shigeyo.


"Ini merepotkan, haruskah aku habisi semua manusia itu? Mereka menghalangi pekerjaanku!"


"Jaga bicaramu, kau tidak mungkin melukai manusia"


Perkataan Lucifer hanya melintas sekilas saja di pendengaran Satan, tapi ia tidak akan melukai manusia, tentu ada cara lain dalam hal ini. Tak lama setelah itu Sena dan Shigeyo telah kembali. "Bagaimana ini? Satan tidak bisa melakukan penyucian jiwa pada jasad-jasad itu jika mereka terus disana" ucap Sena setelah muncul kembali.


Satan menghadap Sena lantas memegang kedua bahu gadis itu menatapnya serius.


"Aku sungguh membutuhkan bantuanmu, maukah kau serius untuk membantuku sekarang?"


"Apa yang bisa aku lakukan?"


"Jadilah umpan. Buat kutukan itu menyerang mu secepatnya, hanya dengan cara itu kita dapat memancing kutukan itu muncul. Sena, jika kutukan itu lenyap, jasad-jasad itu tidak perlu disucikan, kutukannya akan hilang dengan sendirinya"


"Tidak! Apa yang kau pikirkan?! Itu sangat berbahaya!" Lucifer menyangkal permintaan Satan terhadap Sena.


"Aku akan melakukannya!" Ucap Sena yakin. Lucifer menahan perkataannya yang akan keluar lagi setelah mendengar kalimat Sena.


"Aku juga!" Tiba-tiba Shigeyo muncul dan ikut membaur. "Aku tidak tau apa permasalahannya tapi aku tau ini serius. Aku akan ikut membantu!" Ujar Shigeyo yakin.


"Shigeyo..." Sena merasa senang bahwa Shigeyo mengerti situasinya. "Satan, bisakah kau memberiku petunjuk dimana keberadaan kutukan itu? Tidak bisakah kau merasakan keberadaannya?" Sena perlu informasi ini, ia cukup kesulitan menemukan boneka kutukan itu tanpa patokan.


"Di sebuah panti asuhan didekat gedung A. Itu ada disana. Cepat! Kita tidak punya banyak waktu" Lucifer menjawab pertanyaan Sena sebelum Satan. Ya, yang memiliki kemampuan untuk mengetahui lokasi sebuah objek adalah Lucifer, bukan Satan. Lucifer diberkati kemampuan dengan jarak terawang yang cukup luas hanya dengan merasakan energi spiritual dari ujung sayapnya.


Tanpa berpikir panjang Sena langsung menarik tangan Shigeyo menjauh dari sana. Ia telah mengkonfirmasi bahwa Shigeyo akan ikut membantunya, dan Shigeyo akan tau seiring berjalannya misi mereka nanti.


"Ayo!" Lucifer akan segera terbang menyusul Sena dan Shigeyo. Satan hanya diam tak menanggapi, melihat sikap Satan, Lucifer mendaratkan kakinya kembali.


"Ada apa? Kita harus menyusul Sena, bukan?. Kau harus memantaunya saat ia mendapatkan kutukan itu"

__ADS_1


"Sudah kubilang jangan campuri urusanku!" Satan melempar sebuah serangan pada Lucifer hingga iblis itu terpental agak jauh darinya. Segera Satan terbang meninggalkan tempat itu membiarkan Lucifer yang berusaha bangkit setelah serangannya.


Lucifer menatap Satan yang terbang meninggalkannya, ia tak merasa marah dengan apa yang telah Satan lakukan. Baginya sekarang, semua perbuatan Satan terhadap dirinya adalah sesuatu yang wajar. Ia sungguh berharap Satan dapat memaafkannya dan segera mengakhiri perselisihan ini. Dalam pribadi Lucifer, ia telah merasa berdosa dan sangat bersalah atas banyak hal. Tidak dapat ia temukan hal setimpal yang dapat membalas segala dosa-dosanya, karena sejatinya Lucifer memanglah iblis yang penuh dengan dosa. Menggunakan jiwa suci malaikat untuk tetap hidup, tidak ada yang lebih hina daripada Lucifer saat ini.


__ADS_2