
Lucifer lahir di sebuah kerajaan demon sebagai putra pertama dengan avatar kebanggaan. Dengan avatar yang ia miliki membuat Lucifer tumbuh menjadi pribadi yang selalu perfeksionis dan menuntut kesempurnaan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang sadis dan kejam bagi saudara-saudaranya.
Putra kedua adalah avatar keserakahan, bernama Mammon. Mammon merupakan putra kedua dari Raja Diavolo yang selalu tertarik kepada kemewahan dan selalu tentang uang. Segala hal baginya selalu tentang uang dan kemewahan.
Putra ketiga bernama Leviathan. Ia dikenal sebagai tuan kegelapan yang moody, ia tak suka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang berisik seperti Mammon dan beberapa saudaranya yang lain, karena menurutnya itu akan membuang waktunya saja. Leviathan merupakan avatar iri. Sesuai dengan avatar yang ia pegang, Leviathan memang sosok iblis yang selalu merasa iri terutama terhadap kakak pertamanya, Lucifer. Ia selalu iri kepada Lucifer yang bisa mengatur segalanya.
Putra keempat adalah Satan. Avatar kemarahan yang dikenal paling rasional. Satan penuh dengan muslihat tapi dia sangat menghormati Lucifer walaupun sebenarnya ia jelas menentang Lucifer dalam segala hal. Satan dikenal tenang namun mudah marah. Jika ia marah lebih baik menghindar. Setiap senyuman dan perkataan Satan, tidak semuanya dapat dipercayai.
Putra kelima bernama Asmodeus. Asmodeus memiliki kepribadian yang paling berbeda antara keenam saudaranya yang lain. Dengan avatar nafsu yang ia pegang, membuat Asmodeus menganggap bahwa seluruh dunia memujanya. Ia dikenal paling ahli dalam memikat seseorang hanya dengan menatap matanya. Sifat narsis yang ia miliki membuatnya menjadi iblis yang selalu tampil sempurna.
Putra keenam, Beelzebub. Merupakan avatar kerakusan. Beelzebub sangat rakus terhadap semua hal tentang makanan. Sebagai iblis yang sedang tumbuh, ia selalu makan dan makan. Beelzebub sangat menyayangi adik kembarnya Belphegor yang merupakan putra bungsu.
Putra ketujuh, Belphegor. Dengan avatar kemalasan yang ia pegang, Belphegor tumbuh menjadi iblis yang paling jarang bergerak. Setiap waktu ia habiskan hanya untuk bermalas-malasan dan tidur. Meski begitu ia menyimpan rentetan pemberontakan dihatinya. Ia juga licik dan merupakan iblis paling nakal. Ia menghormati Lucifer dan menyayangi Beelzebub.
Devildom berdiri dibawah pimpinan Raja Diavolo yang merupakan avatar dari segala avatar yang dipegang oleh anak-anaknya. Raja Diavolo dikenal sadis dan kejam, ia tak akan segan-segan menjatuhkan hukuman bahkan kepada putra nya sendiri jika saja mereka melakukan kesalahan.
_
_
_
100 tahun yang lalu...
Lilith Rachet putri ketujuh dari 7 Ray bersaudara jatuh cinta kepada anak pertama dari bangsa iblis, Lucifer. Jatuh cinta yang dilarang ini menyebabkan tragedi besar antara Celestial Ray dan Devildom dikarenakan Lilith yang melanggar peraturan besar Raja Victorus yg merupakan ayahnya sendiri.
Suatu hari Lucifer bertarung hebat dengan saudaranya sendiri, Leviathan. Lucifer terluka parah dan hampir meregang nyawa. Lucifer yang sedang menahan luka di perutnya akibat hunusan pedang Leviathan, Lilith saat itu menemukannya dengan keadaan setengah mati. Lilith tidak ingin kehilangan Lucifer hingga ia memutuskan untuk membantu Lucifer dengan kekuatan yang ia miliki. Ia memberikan separuh nyawanya untuk Lucifer sehingga Lucifer berhasil diselamatkan. Namun hal itu membuat Lilith dipanggil oleh Raja Victorus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Lilith tau hal yang ia lakukan adalah salah, namun ia tidak tega melihat Lucifer yang menahan sakit seperti itu. Raja Victorus menjatuhkan hukuman berat terhadap Lilith. Walaupun ia adalah anak dari Raja Victorus, hukuman seperti ini tetaplah berlaku bagi siapapun malaikat di tanah Celestial Ray yang mencoba menyelamatkan jiwa lain dengan menyerahkan jiwanya. Lilith dijatuhi hukuman mati. Mendengar keputusan itu, keenam saudaranya tentu tidak menerima keputusan ayah mereka. Mereka berusaha untuk menenangkan kemarahan ayah mereka terhadap Lilith dan meyakinkan pasti ada cara lain untuk menembus kesalahan Lilith. Terutama putra tertua, Ezekiel.
"Ayahanda, tidakkah kau bisa mempertimbangkan kembali keputusan yang telah kau buat, ayah?. Bagaimana pun juga Lilith adalah putri mu" Ezekiel mencoba meyakinkan ayahnya. Berharap pikiran ayahnya bisa berubah.
"Justru karena dia adalah putriku, aku menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Semua rakyat Celestial Ray tau bahwa memberi kehidupan kepada mahkluk lain yang sudah meninggal itu adalah dosa besar yang tidak boleh dilakukan bangsa malaikat. Ezekiel, kita punya kemampuan seperti itu tapi kita bukan tuhan!"
"Ayah-..."
"Jangan menyangkal! Sumpahku sebagai Raja adalah berlaku adil termasuk kepada anak-anakku sendiri. Perbuatan Lilith tidak bisa dimaafkan"
"Ayah aku mohon-..."
Belum selesai Ezekiel menyelesaikan kalimatnya, Raja Victorus sudah menutup pintu kamarnya. Ezekiel merasa putus asa atas sikap ayahnya. Tapi yang dikatakan oleh ayahnya merupakan kebenaran, perbuatan Lilith tidak bisa dimaafkan. Terlebih lagi ia memberikan kehidupan kepada bangsa iblis yang jelas-jelas bertolak belakang dengan bangsa malaikat.
Dengan kecewa Ezekiel meninggalkan kamar ayahnya. Ia menemui saudara-saudaranya yang sedang berkumpul di kamar Lilith.
Beberapa langkah lagi Ezekiel akan mencapai pintu kamar Lilith, dimana semua saudara-saudaranya berkumpul menunggu kabar darinya. Dari luar sini, bisa Ezekiel dengar suara berisik mereka yang sedang bercanda. 'Bagaimana bisa mereka tertawa di situasi seperti ini' batin Ezekiel.
Begitu pintu terbuka, semua pandangan tertuju pada Ezekiel. Zadkiel, putra kedua Raja Victorus langsung berjalan menghampiri Ezekiel.
"Bagaimana?"
Ezekiel tidak menjawab apapun dengan wajahnya yang sedih. Melihat tanggapan Ezekiel yang seperti itu, mereka tau bahwa bukan kabar baik yang akan mereka dengar dari Ezekiel. Seketika kamar itu menjadi hening.
Ezekiel menghampiri Lilith yang duduk di kasurnya. Ia membelai wajah adiknya itu dengan lembut tanpa ia sadari bulir bening mulai jatuh dari sudut matanya.
"Maafkan aku" hanya itu yang mampu Ezekiel katakan.
Lilith meraih tangan Ezekiel yang membelai pipinya. Ia menggenggam tangan kakaknya dengan kedua tangannya lantas tersenyum.
__ADS_1
"Aku bersalah, kakak. Aku pantas mendapatkan ini"
Pernyataan Lilith disangkal oleh Eden. Putra keempat Raja Victorus.
"Bisakah kau menanggapi ini sedikit lebih serius, Lilith? Kau akan menyerahkan hidupmu!"
"Kami menghawatirkan mu" kali ini Luke, putra keenam yang duduk disamping Lilith menyentuh bahu Lilith lembut.
"Mengapa kau menghidupkan kembali Lucifer? Kau tau itu adalah perbuatan yang sangat dilarang" Raphael putra kelima yang berdiri dibelakang Zadkiel sekarang bertanya.
Semuanya diam menanti penjelasan Lilith. Mereka juga ingin tau apa yang menyebabkan Lilith membantu Lucifer.
"Aku melakukan dosa besar karena telah mencintai Lucifer, kakak. Aku tau sejak awal cepat atau lambat aku akan segera dihukum mati karena perbuatanku. Aku telah mencintai Lucifer yang bertolak belakang dengan ku. Aku telah melakukan hal yang sangat dilarang. Aku siap menerima apapun keputusan ayah"
Mendengar penjelasan Lilith, mereka semua tertegun. Ekspresi wajah mereka tak menentu menerima kenyataan bahwa adik mereka telah mencintai anak dari Raja iblis.
"Lilith jaga ucapanmu, bagaimana bisa kau mencintai Lucifer?!" Kamael, putra ketiga yang sedari tadi hanya duduk di dekat Raphael itu kini berdiri mengangkat suaranya.
"Lilith, itu bukan hanya pelanggaran, tapi juga dosa besar" Ezekiel menatap mata adiknya lekat.
"Aku tau. Dan aku telah melakukan dosa itu" Lilith menunduk. Air matanya tidak bisa ia tahan lagi. Ada perasaan menyesal, namun sekarang tak ada yang bisa ia sesali, segalanya telah terjadi. Dan karena perbuatannya ia harus menanggung akibatnya.
Zadkiel terduduk lemas. Ia tak percaya ini akan menjadi serumit ini. Jika ayah mereka sampai tau maka benar-benar ia tidak akan pernah memaafkan Lilith.
"Lilith kau..." Zadkiel tak melanjutkan perkataannya. Matanya mulai memerah dan akan segera mengeluarkan bulir bening. Namun segera ia seka sesegera mungkin lalu keluar dari kamar Lilith. Ia kecewa dan sakit hati, namun ia sangat menghawatirkan Lilith.
Tangisan Lilith tak bisa ditahan. Ia tau kakak-kakaknya sangat kecewa kepadanya, namun kata maaf pun tak akan bisa menyelesaikan semuanya. Luke yang duduk disamping Lilith memeluk adiknya itu. Luke adalah saudara yang paling dekat dengan Lilith, apa yang Lilith rasakan juga dapat dirasakan oleh Luke begitupun sebaliknya.
"Mengapa kau ceroboh memberikan hatimu kepada iblis, Lilith. Jangan mempercayai iblis, ayah tidak pernah melarang kita untuk berteman dengan mereka tapi tidak untuk cinta dan kepercayaan" Suara Luke bergetar. Jujur ia juga kecewa terhadap penuturan Lilith, namun ia tak bisa menyalahkan adiknya sepenuhnya.
Lilith masih menangis di pelukan Luke. Ia tak mampu berkata apapun lagi. Jikapun ada yang akan dia katakan itu hanyalah kata maaf, hanya itu.
_
Sementara di Devildom, tempat dimana para iblis tinggal yang dikuasai oleh raja Diavolo. Lucifer yang mengetahui berita hukuman mati Lilith mencoba mencari cara agar upacara itu dibatalkan.
PRANGG! BRAKK!
Segala barang yang tertata di atas meja itu di sapu oleh Lucifer dengan tangannya. Napasnya terdengar kasar dengan tatapan bengisnya. Tak ada yang berani mendekat, saudara-saudaranya hanya melihat perbuatannya tanpa berani menghentikannya.
"Hentikan ini! Apakah ini akan menyelesaikan masalahmu?" Leviathan, putra ketiga mendekat beberapa langkah pada Lucifer dan hanya mendapat tanggapan berupa tatapan bengis.
"Lucifer, jika ada hal yang menganggu mu katakan pada kami" Mammon, anak kedua yang biasanya tidak tertarik dengan urusan-urusan serius kali ini mengangkat suara.
"Apa yang membuatmu seperti ini" Asmodeus, putra kelima juga memberanikan diri untuk menenangkan Lucifer.
"Lilith akan segera dihukum mati" jawaban Lucifer menjawab segala pernyataan saudara-saudaranya.
"Lilith? Maksud mu putri bungsu Celestial?" Satan, putra keempat yang sejak tadi tidak terlalu peduli dengan amukan Lucifer kini mulai tertarik.
"Lalu mengapa kau sangat frustasi?" Mammon kembali bertanya.
"Ini semua karena perbuatanmu!" Lucifer menatap Leviathan tajam dan bengis namun sedikitpun Leviathan tak merasa takut. Ia sudah terbiasa menerima tatapan seperti itu dari Lucifer.
Mereka semua merasa heran dengan reaksi Lucifer yang menurut mereka berlebihan atas berita hukuman mati Lilith yang bahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Devildom.
"Aku terluka karena bertarung denganmu hingga aku hampir mati, Leviathan. Lilith memberikan separuh nyawanya untuk memberikan ku kehidupan dan itu adalah hal yang sangat dilarang di Celestial Ray! Dia dihukum mati karena itu. Dan ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak menyerang ku!" Lucifer maju langkah demi langkah mendekati Leviathan memberikan tatapan intimidasi.
__ADS_1
Namun hal itu sama sekali tak membuat Leviathan takut. Sungguh ia bersikap santai menanggapi Lucifer yang sedang di puncak kemarahan.
"Itu terjadi karena kau lemah. Kau mencintai gadis itu, Lucifer" Leviathan dengan tenang mengatakan hal itu didepan saudara-saudaranya.
Kemarahan Lucifer tak terbendung hingga akhirnya ia melempar serangan kepada Leviathan. Sinar merah yang berasal dari telapak tangannya berhasil membuat Leviathan terpental hingga menabrak dinding itu hingga memunculkan retakan. Leviathan terjatuh setelah terbentur cukup keras. Serangan kedua akan segera Lucifer layangkan, namun segera Mammon dan Satan menghentikannya.
"Jangan membuat keributan, Lucifer!" Suara lantang Mammon berhasil membuat Lucifer berhenti. Bukan karena ia merasa takut, namun ia tak ingin jika sampai keributan ini terdengar oleh Barbatos, kepala pelayan sekaligus tangan kanan raja Diavolo. Jika sampai Barbatos tau, maka itu artinya raja Diavolo juga akan segera tau.
Lucifer menghempaskan cengkraman Satan dan Mammon dari tubuhnya lalu segera terbang melewati jendela besar itu. Sementara Asmodeus, Beelzebub dan Belphegor membantu Leviathan untuk berdiri.
"Lucifer itu, dia sangat naif" Leviathan masih sempat mengejek Lucifer dengan tubuhnya yang hampir remuk karena serangan tak kira-kira dari Lucifer. Sekarang ia berhasil berdiri dibantu Asmodeus dan Beelzebub.
"Apa yang terjadi antara kau dan Lucifer?" Mammon sekarang bertanya kepada Leviathan.
Tak menjawab pertanyaan Mammon, Leviathan segera melepas pegangan Asmodeus dan Beelzebub dari tubuhnya lalu segera ia meninggalkan tempat itu. Ia terbang entah kemana. Saudara-saudaranya hanya menatap dari jendela besar itu yang menyisakan bulu-bulu hitam yang berterbangan.
"Kecemburuan" Satan mengatakan sesuatu yang membuat pandangan teralih padanya.
"Apa maksudmu?" Mammon bertanya.
"Aku melihat pertempuran mereka. Levi menyimpan kebencian yang sangat dalam terhadap Lucifer. Hanya dengan melihatnya saja aku sudah tau, semua ini terjadi hanya karena satu nama, Lilith" Satan menjelaskan.
"Kau melihat mereka bertempur namun kau tidak menghentikan mereka? Bahkan Lucifer bilang dia hampir mati saat itu" Belphegor mendekat selangkah di belakang Satan.
"Ada apa dengan Lilith?" Beelzebub juga mengangkat suara.
"Saat kecemburuan dan cinta bertarung, menurutmu siapa yang akan memenangkan pertempuran?" Satan malah balik bertanya. Kalimatnya sama sekali tak menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Aku mengerti. Levi cemburu pada Lucifer karena dekat dengan Lilith" Asmodeus mengambil kesimpulan.
"Apakah benar jika malaikat dan iblis memiliki perasaan seperti itu? Apakah pantas bagi keduanya?. Devildom tidak pernah memiliki sejarah permusuhan terhadap Celestial Ray, tapi kali ini, ini akan menjadi awal perselisihan kerajaan kita" Mammon terlihat khawatir. Masa depan Devildom tergantung pada Lucifer, seberapa kuat ia menahan perasaannya sendiri.
"Menurutmu apa yang akan Lucifer lakukan?" Asmodeus bertanya lagi kepada Satan.
"Tentu saja menghentikan upacara hukuman mati Lilith besok" Satan menjawab.
"Dia tidak bisa melakukan itu. Dia benar-benar akan memunculkan masalah" Beelzebub mulai khawatir membayangkan jika saja benar Lucifer akan melakukan itu.
"Lucifer..." Belphegor menyebut nama Lucifer penuh kekhawatiran.
_
_
_
Hari hukuman mati Lilith akhirnya tiba. Ini adalah hari yang Ezekiel harapkan untuk tidak pernah datang. Namun hari ini datang juga.
Rakyat Celestial Ray telah berkumpul di tanah Royale tempat upacara hukuman mati Lilith akan dilaksanakan. Tentu saja banyak yang tidak menerima keputusan raja Victorus namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hukuman tetaplah hukuman dan itu berlaku bagi siapapun rakyat Celestial Ray.
Ezekiel memeluk Lilith dengan erat. Tangisnya sudah tak dapat ia tahan lagi. Ia tak percaya ia akan melepaskan adiknya itu, membiarkannya menyerahkan nyawanya seperti itu. Lilith dengan tabah tersenyum di pelukan Ezekiel berusaha menguatkan kakak tertuanya yang sangat menyayanginya.
"Maafkan aku, Lilith, Maafkan aku" hanya itu yang dapat Ezekiel katakan.
"Jangan meminta maaf padaku, kakak. Ini semua kesalahanku"
Ini adalah hari terakhir mereka akan melihat Lilith. 7 Ray bersaudara berkumpul untuk yang terakhir kalinya dikamar Lilith sebelum menuju tanah Royale. Mereka memeluk Lilith penuh kasih sayang. Seorang kakak yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk keselamatan adiknya, kira-kira seperti itulah penyesalan yang tersimpan di hati mereka terhadap Lilith.
__ADS_1