
Perselisihan antar kerajaan memang tak bisa dihindarkan. Sebaik apapun hubungan sebuah kerajaan besar, pasti suatu saat akan mengalami tragedi buruk yang meretakkan hubungan keduanya. Seperti halnya dengan Celestial Ray dan Devildom. Lucifer dan Satan adalah dua iblis yang tak akan pernah bisa menyatukan pikiran. Masing-masing seolah membangun benteng tersendiri bagi satu sama lain guna mempertahankan diri mereka. Lucifer dengan keegoisannya dan Satan dengan kemarahannya. Mereka berdua sama halnya seperti dua kerajaan yang saling menjatuhkan.
Tepat 5 hari kepergian Lilith dari sisi mereka, sepulangnya Ezekiel dari Devildom untuk membuat kesepakatan dengan Lucifer. Lucifer mulai membiarkan dirinya dikuasai oleh kesedihannya. Alih-alih menyalahkan dirinya atas kepergian Lilith, kini ia mulai beralih pada Satan yang telah melayangkan anak panah terhadap Lilith. Lucifer menyalahi Satan sepenuhnya atas kepergian Lilith hingga membuat Satan merasa muak dengan tingkah Lucifer yang telah terbodohi akibat dukanya.
Sudah kesekian kalinya Satan terpental ke tanah akibat serangan dari Lucifer. Anak tertua itu sudah mengaktifkan magma hanya untuk menghabisi Satan. Satan terlihat kewalahan menghadapi keliaran Lucifer, jangankan untuk balas menyerang, hanya untuk menghindar saja ia butuh sekuat tenaga.
"Lucifer! Hentikan ini!" Asmodeus berteriak dari bawah sana berusaha menghentikan Lucifer yang semakin menggila. Namun teriakan itu tak digubris sedikitpun, sebaliknya Lucifer semakin menggila menyerang Satan hingga adiknya itu terpental berkali-kali.
Leviathan dan Mammon sudah terbang untuk menghentikan Lucifer sedangkan Asmodeus dan Beelzebub berusaha membantu Satan.
"Belphie, tetap disini" perintah Beelzebub kepada adik kembarnya Belphegor, sebelum ia mengikuti Asmodeus. Belphegor mengangguk memeluk bantal besar kesukaannya.
Mammon dan Leviathan sudah terpental menjauh kala Asmodeus dan Beelzebub mencapai Satan.
"Mammon! Levi!" Teriak Belphegor melihat kakak-kakaknya tumbang. Lucifer telah menghempaskan mereka menjauh, tak ada yang bisa menghentikan dirinya sekarang ini. Lucifer telah mendekat pada Satan yang berada di bawah lindungan Asmodeus dan Beelzebub.
"Lucifer, kendalikan dirimu! Mengapa kau menyerang Satan?!" Ujar Beelzebub.
Lucifer tak menggubris perkataan Beelzebub melainkan meraih Satan secepatnya hingga Asmodeus dan Beelzebub tak sempat menahannya. Lucifer kembali melemparkan serangan kepada Satan tak henti-hentinya, ia benar-benar menyiksa adiknya itu.
Bugh!
Untuk kesekian kalinya lagi Satan menghantam dinding kastil demon. Ia terbatuk hingga mengeluarkan darah yang tak mampu lagi ia tahan. Kini Satan meringkuk dibawah sayapnya merasakan sensasi kesakitan yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"Inilah akibat jika kau bertindak semau mu, Satan!" Ucap Lucifer setelah mendekat.
"Aku tidak mengerti apa maksud mu" Susah payah Satan mengeluarkan kalimat itu disela-sela batuknya.
"Panahmu menciptakan kesialan, Satan! Kau tidak bisa memilih dimana saat yang tepat untuk menggunakan anak panahmu. Kau tidak pernah sekalipun memikirkan target yang kau bunuh! Lilith, mengapa kau menyerang Lilith! Apa dendammu terhadap nya!" Lucifer kembali melempar serangan diujung perkataannya membuat Satan kembali terpental. Tak ada lagi yang berani mendekat, mereka semua sudah terluka karena Lucifer.
"Itu adalah takdir yang harus Lilith lakukan, Lucifer. Kematian Lilith tidak akan bisa dihindarkan, anak raja iblis dan malaikat yang saling jatuh cinta, jika itu terus berlanjut maka bencana besar akan terjadi. Tidak hanya Devildom dan Celestial Ray, seluruh dunia akan hancur karena itu, Lucifer. Lilith seharusnya mengetahui itu, itu sebabnya dia merelakan dirinya untuk dihukum mati, namun kau mengacaukan segalanya. Kau menodai pengorbanan Lilith" Satan akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara walaupun keadaan sudah sangat parah. Lucifer terdiam kala mendengar penuturan Satan.
__ADS_1
"Kau harus berterimakasih padaku. Karena jika aku tidak membunuh Lilith, maka kau akan menyaksikan kematiannya yang lebih mengenaskan daripada itu. Tidak hanya itu, Devildom yang kau cintai akan ikut pergi bersamanya" Satan menyeringai meremehkan wajah Lucifer yang sudah terlihat nanar. Ia meremehkan kebodohan Lucifer yang bahkan tak tau aturan mutlak antara dua kerajaan itu. Devildom dan Celestial Ray memang kerajaan yang saling mendukung, namun keduanya sepakat untuk tidak berusaha menciptakan generasi dari gabungan spirit mereka. Itu adalah aturan alam dan tidak bisa disangkal.
"Jadi apa kau masih ingin menyalahkan diriku, Lucifer?" Lanjut Satan setelah memastikan bahwa keangkuhan Lucifer telah goyah.
"Iblis seperti mu tidak akan pernah mengerti apa itu pengorbanan. Karena yang kau lakukan hanyalah mengatur dan mengatur, semua hal harus sempurna, kau melakukan segala hal sesuka hatimu tanpa mempertimbangkan baik buruknya. Cinta yang kau anggap sejati belum tentu berpengaruh baik untuk semua orang. Tanpa kau sadari kau telah menjadi iblis yang egois karena hidup menjadi iblis penuh dosa dari jiwa suci milik Lilith. Kau tidak pantas menerima jiwa itu. Kau-.." belum sempat Satan menyelesaikan kalimatnya, sebuah tendangan mendarat pada rahang Satan dan membuatnya kembali terpental.
"Kau sudah selesai bicara?" Ujar Lucifer menatap Satan tajam.
Satan tertawa keras sembari berusaha bangkit kembali. Ia tak memperdulikan tulang-tulangnya yang hampir remuk. "Kau sangat keren, aku mengakui itu" sambung Satan setelah berhasil berdiri walau tak sepenuhnya.
Satu tendangan lagi mendarat tepat di perut Satan dan membuatnya kembali jatuh. "Tidak ada gunanya kau membunuhku, aku tidak akan mati dengan penyesalan, karena aku telah melakukan hal benar!" Satan berkata lagi. Mati-matian ia menahan sakit ditubuhnya.
"Satan!" Lucifer meninggikan suaranya. Ia lalu menginjak punggung Satan lantas meraih sayap kanan Satan.
"Aku Lucifer dengan avatar kebanggaan ku, mematahkan avatar kemarahan mu, Satan!"
"Ggaaarrghhh!!!!" Satan berteriak luar biasa saat Lucifer mematahkan sayap kanan Satan.
"Lucifeeer!!!" Saudara-saudaranya berteriak saat melihat hal yang dilakukan oleh Lucifer. Ini terlalu keterlaluan, mematahkan sayap kanan yang sama saja dengan merenggut avatar dari iblis lain. Tidak ada yang berhak melakukan itu kecuali atas perintah raja Diavolo sendiri.
"Aaaarrghhh!!!!" Leviathan menebaskan pedangnya pada punggung Lucifer hingga memunculkan kilat yang luar biasa. Namun serangan Leviathan tak berpengaruh sedikitpun pada Lucifer bahkan tak menimbulkan goresan apapun pada dirinya. Setelah melenyapkan sayap Satan, ia beralih pada Leviathan yang sudah mengalihkan perhatiannya, lalu meninggalkan Satan dengan keadaan tak sadarkan diri.
"Keterlaluan! Satan tidak pantas mendapatkan itu darimu!" Teriak Leviathan marah didepan Lucifer.
Asmodeus, Mammon dan Beelzebub menghampiri Satan yang sudah tak bergerak setelah sayapnya dipatahkan oleh Lucifer. Leviathan dan Lucifer sudah terbang di udara memulai pertarungan. Begitu sengit hingga hampir tak ada satupun yang jatuh atau terpental. Sejatinya memang lawan yang setimpal untuk Lucifer hanyalah Leviathan.
Leviathan menancapkan pedangnya di tanah kemudian mengucapkan sebuah mantra.
"Aku Leviathan, dengan avatar yang aku miliki, aku memanggilmu bertarung bersamaku. Bangkitlah dari tidurmu! LOTAN!" Sekitar Leviathan telah dipenuhi kabut ungu yang menghalangi pandangan. Suara gemuruh amat luar biasa sudah terdengar sejak kata terakhir yang Leviathan ucapkan. Sesosok makhluk yang sangat besar kini telah muncul, pedang yang ia tancapkan sudah berubah menjadi mahkluk ular naga yang sangat besar mengelilingi Leviathan.
"Levi memanggil Lotan?!" Ucap Belphegor sendirian.
__ADS_1
Lucifer berdecih kesal melihat Lotan yang telah Leviathan panggil. Ia maju tak kenal takut menebaskan tongkat avatar nya tepat di kepala Lotan. Namun tak semudah itu.
"Cerberus!" Ucap Lucifer lantang lalu kemudian seekor serigala berkepala tiga datang entah dari mana ikut menyerang mahkluk besar milik Leviathan itu. Cerberus mencabik-cabik kulit Lotan dengan giginya yang sangat tajam. Sesekali mencakar nya hingga membuat Lotan mengerang kuat. Cerberus adalah mahkluk yang paling setia kepada Lucifer. Ia hanya akan mendengarkan perkataan Lucifer saja dan tak segan menyerang iblis lain jika itu menganggu nya. Ia hanya akan berhenti saat Lucifer menghentikannya.
Serangan Lucifer berhasil mengenai Leviathan yang membuat pemilik Lotan itu terpental keluar dari lingkaran perlindungan Lotan. Kini menyisakan Lotan dan Cerberus yang tengah berseteru sengit.
Lotan terlihat kelelahan melawan Cerberus. Dengan ukurannya yang jauh lebih besar dari Cerberus saat ini tak lagi berguna karena Leviathan telah goyah. Lucifer dan Leviathan tengah berseteru saling menjatuhkan. Hingga akhirnya Lucifer berhasil membuat Leviathan menghantam dinding kastil demon, sama seperti Satan. Sekejap Lotan dan Cerberus menghilang setelah suara erangan terakhir yang sangat kuat dari Lotan.
Leviathan jatuh tepat di dinding samping Belphegor yang sedari tadi hanya diam memperhatikan perseteruan antara saudara-saudaranya. Ia tak tahan lagi menyaksikan semuanya. Belphegor terbang mendekati Leviathan saat Lucifer juga tengah menyasarkan serangan menuju Leviathan.
"Belphie! Jangan!" Asmodeus, Mammon dan Beelzebub yang masih bersama Satan berteriak saat melihat adik bungsu mereka mendekati Leviathan. Sah lah, serangan itu sudah mengenai Belphegor.
Bugh!
Belphegor jatuh tepat didepan Leviathan. "Belphie!" Leviathan berusaha bangkit untuk memeriksa adiknya itu. Namun Belphegor sudah tak bergerak kala Leviathan berhasil mencapainya.
Lucifer mendarat dan segera menghampiri Belphegor. "Belphegor!" Terlihat raut khawatir dan bersalah di wajah Lucifer. Namun Belphegor tak bergerak sama sekali. Leviathan menghempaskan tangan Lucifer yang menyentuh pundak Belphegor dengan tatapan penuh kemarahan.
"Puas kah kau sekarang? Apakah melukai saudara-saudaramu sudah menjadi kebiasaan bagimu?! Kau tidak pantas disebut avatar kebanggaan, Lucifer!" Ucap Leviathan.
Lucifer terdiam menatap Belphegor yang ada dipangkuan Leviathan. Seketika lamunannya buyar kala mendengar suara lantang itu.
"Lucifer!" Itu raja Diavolo. "Kekacauan apa yang sudah kau buat?!" Raja Diavolo mendekat pada mereka sedangkan Barbatos terbang menghampiri mereka yang ada bersama Satan.
"Kau sungguh membuatku kecewa, Lucifer! Dimana kau letakkan avatar kebanggaan mu! Kau telah bersumpah sebagai iblis tidak akan pernah menyakiti saudaramu sendiri. Tapi tak kusangka kau telah membuat Satan dan Belphegor menjadi seperti ini!" Leviathan membuang muka mendengar perkataan ayah mereka. Raja Diavolo hanya tidak tau ada lagi masalah yang tak ia ketahui tentang pertarungannya dengan Lucifer dimasa lalu. Itu adalah kali pertama Lucifer melanggar sumpahnya untuk tidak menyakiti saudaranya.
"Atas nama Devildom aku mencabut avatar mu sebagai avatar kebanggan! Dan memenjarakan mu selamanya!" Petir bergemuruh kala raja Diavolo mengucapkan kalimat itu. Tidak ada yang bisa Lucifer lakukan sekarang selain menuruti keputusan ayahnya. Ia seharusnya masih bersyukur karena tidak dibuang dari Devildom karena perlakuannya. Namun perasaan dan duka ini membuat Lucifer benar-benar hilang akal. Ada perasaan menyesal setelah melihat keadaan Satan dan Belphegor yang sungguh menyedihkan. Ia telah menyakiti saudaranya sendiri.
-
Sudah satu minggu sejak Lucifer dipenjarakan di penjara bawah tanah Devildom. Satan dan Belphegor sudah membaik sejak beberapa hari yang lalu. Satan merasa puas kala mengetahui avatar Lucifer telah dicabut oleh raja Diavolo sendiri, dan yang lebih membuatnya senang adalah avatar miliknya telah kembali atas kemauan raja Diavolo. Sayapnya sudah beregenerasi kembali, namun itu sudah bukan sayap aslinya. Satan merasa kesal atas perbuatan Lucifer kepadanya, ia bersumpah sampai kapanpun tidak akan pernah melupakan apa yang telah Lucifer lakukan padanya.
__ADS_1
Lucifer meringkuk disudut ruangan penjara itu. Gelap, hanya berbekalkan pelita yang menciptakan cahaya remang. Lucifer teringat akan janjinya kepada Ezekiel untuk mencari reinkarnasi Lilith di dunia manusia, namun hal itu tak bisa ia lakukan dan harus terjebak di penjara ini selamanya.
Lucifer mencari cara untuk dapat pergi dari sini. Ia melakukan meditasi selama 1 bulan untuk mendapat kekuatan yang cukup untuk membangun portal menuju dunia manusia, tentu hal itu tidak mudah. Berkali-kali Lucifer gagal namun akhirnya ia berhasil berkat sayap Ezekiel yang telah ia miliki. Ia menggunakan kekuatan spiritual murni dari sayap itu yang cukup membantunya mendapatkan energi spiritual untuk membangun portal teleportasi. Petualangan nya akan segera dimulai setelah ia berhasil keluar dari penjara ini.