CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"

CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"
KERJASAMA SENA DAN SHIGEYO


__ADS_3

Sena dan Shigeyo telah turun dari bis dan segera menuju panti asuhan didekat gedung A yang dimaksud oleh Lucifer.


"Sena, jadi Terada itu adalah Satan? Siapa pria yang satunya lagi? Apakah kostum itu nyata?"


"Mereka bukan manusia" ucap Sena untuk segera mengakhiri pernyataan-pernyataan Shigeyo sembari tetap berjalan dengan tempo cepat menyusuri jalanan itu.


"Bukan manusia? Jelaskan padaku lebih detail!"


"Mereka iblis yang datang dari dunia lain, mereka memiliki misi penting. Sudah! Jangan banyak bertanya, kau akan tau nanti. Yang harus kita lakukan sekarang adalah menemukan boneka kutukan itu" Sena mulai geram karena Shigeyo terus bertanya dan membuatnya menjelaskan disaat yang tidak tepat.


"Boneka kutukan? Aku terus mendengar kalian membahas soal itu, apa itu sebenarnya?"


"Boneka tupai yang pernah kau beli. Itu adalah kutukan yang disebarkan oleh mahkluk yang bernama Nost. Boneka itu akan menyerang pemiliknya disaat yang tak terduga dan menyerap energi negatif untuk mendapatkan kekuatan" kecepatan langkah kaki Sena tak menyusut sembari menjelaskan kepada Shigeyo.


"Jadi-..."


"Diam lah! Simpan pertanyaan mu untuk nanti, kita hampir tiba" Sena menghentakkan kakinya ke aspal itu untuk menghentikan pertanyaan Shigeyo yang bertubi-tubi. Segera pria itu diam setelahnya. 'Sepupunya adalah iblis. Sena, aku ragu apakah kau seorang manusia?' batin Shigeyo.


-


Tanpa membuang waktu Sena dan Shigeyo langsung masuk ke panti asuhan yang dituju untuk segera mencari kutukan itu. Tak ada waktu untuk basa-basi pada pengurus yang ada disana, terpenting saat ini adalah tujuan mereka.


"Ada yang bisa dibantu?" Salah satu pengurus panti asuhan menghampiri mereka namun diabaikan begitu saja. Shigeyo melihat seorang anak berumur sekitar 6 tahun memeluk boneka itu. Segera ia menoel bahu Sena.


"Hei, itu disana!" Bisik Shigeyo. Segera Sena berpaling ke arah tunjukan Shigeyo. Sena menghela napas keberatan kala melihat boneka itu ada pada seorang anak kecil. Jujur Sena canggung kepada anak kecil dan tak tau cara menghadapinya, namun bukan berarti ia benci anak kecil. Shigeyo tau apa masalah Sena, segera ia menepuk-nepuk bahu temannya itu dan dengan bangga mengarahkan jempolnya kepada dirinya sendiri.


"Serahkan padaku" ucap Shigeyo percaya diri.


Shigeyo menghampiri anak itu dengan ramah, Sena hanya memperhatikan temannya ini dari jauh. Tak lama kemudian Shigeyo kembali padanya dengan boneka itu. Shigeyo berhasil. Entah apa yang ia sogok kepada anak kecil itu sampai bisa memberinya boneka itu dengan mudah.


"Ini pekerjaan yang mudah" Shigeyo menyerahkan boneka itu kepada Sena.


Mereka segera keluar dari panti asuhan itu, berjaga-jaga jika saja kutukan itu mulai beraksi dan malah menyerang penghuni panti asuhan jika mereka masih berada disekitar sana.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" Shigeyo bertanya saat mereka sudah keluar dari panti asuhan.

__ADS_1


"Kita akan menemui Satan untuk melenyapkan ini"


"Satan? Maksudmu Terada?"


"Namanya Satan!"


"Baiklah"


Tiba-tiba boneka itu terjun dari dekapan Sena lantas membuat kedua sahabat itu kaget. Boneka itu mulai melayang dengan sendirinya mengeluarkan aura hitam disekitarnya, manik mata indah boneka itu sekarang merah menyala, dibelakangnya mulai muncul sepasang sayap kecil seperti sayap kelelawar. Ekor khas tupai yang ada dibelakangnya kini memanjang dan berubah bentuk memunculkan sesuatu yang lancip pada ujung ekornya, itu semakin memanjang menjulang keatas mengarah pada Sena dan Shigeyo.


"S-S-Sena... Apa kau melihat apa yang aku lihat?" Shigeyo tampak ketakutan sambil berwaspada.


Sena membulatkan matanya tak percaya, jadi seperti inilah wujud boneka menggemaskan ini sebenarnya, seperti inilah boneka itu saat menyerang Kana. Kala ekor boneka itu siap menghujam mereka, saat itu juga Sena memberi isyarat untuk lari.


"Lari!" Secepatnya Sena dan Shigeyo berlari menjauhi boneka itu. Namun sial, boneka itu mengejar mereka. Sena menoleh kebelakang sembari berlari untuk memeriksa posisi boneka itu dibelakang mereka. Dapat ia lihat dengan jelas boneka itu masih mengejar.


Sena dan Shigeyo hanya bisa terus berlari sekuat yang mereka mampu, jika berhenti, tamat sudah hidup mereka.


"Dimana Terada dan temannya itu!" Ucap Shigeyo panik sambil terus berlari.


Sena dan Shigeyo berbelok saat boneka itu sudah tak terlihat di belakang mereka. Mereka bersembunyi di sebuah lorong gedung buntu untuk menyelamatkan diri mereka. Napas keduanya tersengal sembari perlahan mengintip kebelakang untuk memastikan boneka itu tidak lagi mengejar.


"Apakah itu kutukan yang kalian maksud?" Tanya Shigeyo ditengah-tengah dadanya yang masih kembang kempis.


"Ya, aku juga baru kali ini melihat bentuk aslinya" jawab Sena.


"Ya tuhan, apa yang terjadi pada dunia ini!" Shigeyo meremas rambutnya menyadari bagaimana kacaunya keadaan saat ini.


"Satan, Lucifer, dimana kalian?" Ujar Sena menatap langit yang sudah mulai mendung.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan entah dari mana. Sena langsung menyadari akan boneka kutukan yang mengejar mereka tadi, pastilah boneka itu telah mendapatkan target lain. Oh tidak, Sena melupakan tugasnya, ia seharusnya menghentikan boneka itu. Sekarang korban makin bertambah, secepatnya mereka harus melakukan sesuatu. Sena akan keluar dari persembunyian kala mendengar teriakan itu namun segera Shigeyo menahannya.


"Kau mau apa? Apa yang bisa kau lakukan?"


"Tapi aku sudah berjanji pada Satan"

__ADS_1


"Sena lupakan apapun itu aku tidak mau tau! Keselamatan mu lebih penting saat ini. Jika yang kau katakan memang benar, biarkan iblis itu mengurus urusannya sendiri, tidak ada hubungannya denganmu!" Shigeyo memegang kedua bahu Sena meyakinkannya untuk tidak keluar dari persembunyian.


Sena menelan saliva nya ketika suara teriakan kedua kembali terdengar. Telinganya terasa panas kala mendengar teriakan itu, ia jadi membayangkan Kana saat berada di posisi itu tanpa dirinya dan tak bisa melakukan apa-apa.


"Lepaskan!" Sena menghempaskan tangan Shigeyo dari bahunya lantas berlari secepat mungkin ke arah suara teriakan itu berasal. Shigeyo mengacak-acak rambutnya frustasi dan mengerang kesal, mau tidak mau ia harus mengikuti Sena saat ini, ia sudah ikut campur sejauh ini setidaknya ia harus melindungi satu-satunya sahabatnya.


"Hei!!" Teriak Sena pada boneka kutukan yang masih melayang setelah menghabisi seseorang. Boneka itu berpaling pada Sena dan mengeluarkan suara aneh yang tak Sena mengerti. Tapi sepertinya boneka itu tampak kegirangan kala melihat kehadiran Sena.


"Sena kau pasti sudah hilang akal! Ayo pergi dari sini! Kita akan diserang!" Shigeyo yang tiba-tiba datang menarik lengan Sena untuk menjauh. Namun gadis itu tidak berniat untuk pergi sekalipun. Sebaliknya ia malah berjalan mendekati boneka itu perlahan.


"Sena!" Shigeyo berusaha untuk menghentikan Sena.


"Tu-an pu-tri... Hahahaha tuan putri..." Ucap kutukan itu kegirangan melihat Sena. Jujur saja Sena tak begitu paham dengan apa yang dikatakan oleh kutukan ini, tak begitu jelas terdengar olehnya. Yang ia lihat hanyalah perubahan sikap kutukan ini dari liar menjadi jinak seperti ini. Namun tentu Sena tak percaya begitu saja. Sena mengulurkan tangannya berusaha menyentuh boneka itu berniat untuk menangkapnya. Boneka itu kembali mengeluarkan suara aneh yang membuat Sena waspada. Shigeyo masih bergetar ditempatnya berharap-harap temannya ini akan baik-baik saja.


Tiba-tiba sebuah kilat menyilaukan pandangan mata Sena saat ia sedikit lagi berhasil menyentuh boneka itu. Bersamaan dengan itu ia rasakan perih yang amat luar biasa di bahu kirinya. Sena terpental menjauh.


"Sena!" Shigeyo segera menghampiri temannya itu saat sesuatu yang aneh telah terjadi beberapa detik yang lalu. Boneka kutukan itu telah menghilang di tempatnya.


"Sena, kau baik-baik saja?" Shigeyo khawatir saat mencapai temannya itu. Sena sudah berhasil bangkit dengan bantuan Shigeyo, dia baik-baik saja hanya saja ia merasa sedikit kesakitan.


"Itu menghilang!" Ucap Sena membulatkan matanya kala menyadari boneka itu telah menghilang dari sana.


Seketika langit berubah menjadi hitam keunguan. Sepertinya ini bukan langit asli, mereka seolah terjebak dalam dinding segel yang diciptakan oleh seseorang. Dan benar saja, sesuatu tiba-tiba muncul dari atas gedung itu melompat ke hadapan Sena dan Shigeyo. Sontak keduanya terkejut melihat betapa buruk dan menyeramkan nya sosok yang ada didepan mereka ini.


"Astaga apa lagi ini?!" Ujar Shigeyo ketakutan. Itu adalah Nost. Dia telah kembali.


"Lawan mu adalah aku!" Tiba-tiba suara itu terdengar memecahkan kesenyapan Sena dan Shigeyo atas terkejutnya mereka dengan sosok Nost. Satan dan Lucifer sudah datang.


"Satan, kau kembali" ujar Nost itu dengar senyuman ejekan yang terpampang di wajah jeleknya itu. "Halo juga untukmu, kakak tertua" Nost melambaikan tangannya santai kepada Lucifer. Mahkluk ini memang tak kenal rasa lelah setelah hampir dihabisi oleh Leviathan. Ia terlalu meremehkan Satan karena ia tau Lucifer tidak akan ikut campur untuk menyerangnya. Jika saja Lucifer lakukan itu, maka sudah lama hidupnya tamat.


Jika dilihat dari pandangan lain, mereka sekarang berada di segel yang Nost ciptakan guna memisahkan antara dimensi manusia dan dimensi spirit. Segel yang Nost buat hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang terjebak didalamnya, seperti Sena dan Shigeyo. Lucifer dan Satan? Tidak, mereka bukan manusia, mereka bisa-bisa saja menerobos dan keluar dari segel itu sesuka mereka. Jangkauan segel ini hanya dapat mencakup beberapa kilometer saja.


Nost mengeluarkan sesuatu dari belakang sayapnya yang sudah beregenerasi kembali. Terakhir kali ia meninggalkan tempat pertarungan kemarin, sayap Nost sudah hampir tak berbentuk.


Sesuatu yang ia keluarkan itu adalah boneka kutukan terkuat yang menghilang terakhir kali Sena dan Shigeyo melihatnya tadi. Ternyata sejak tadi mereka sudah dipermainkan oleh Nost dan menjebak mereka untuk masuk ke dalam segel buatannya.

__ADS_1


"Wodhas, beri pelajaran pada gadis pemberani itu dan juga temannya, sasaran empuk ada didepan mu sekarang, aku akan mengurus dua iblis pengganggu ini" ucap Nost pada boneka kutukan yang ia pegang lantas boneka itu bersuara aneh lagi, sepertinya ia menuruti perkataan tuannya. Ternyata namanya Wodhas.


__ADS_2