CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"

CELESTIEAL RAY "Loving You Is A Sin"
KEDATANGAN LEVIATHAN


__ADS_3

Nost yang sempat menghantam tanah berhasil bangkit melawan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Bahkan sayapnya telah remuk hingga hampir tak berbentuk. Keadaannya telah kacau akibat serangan maut oleh Satan. Sekuat tenaga ia mencoba berdiri, ia menyaksikan bagaimana Satan melenyapkan pasukannya dengan mudah. Nost mengangkat tangan kanannya mengarah pada Satan yang masih menyerang pasukannya. Telapak tangan Nost mengeluarkan spiral dengan percikan petir hingga membentuk sebuah lingkaran besar. Lucifer melihat hal itu lantas terbang mencoba untuk menghindarkan Satan dari serangan curang Nost. Saat mencapai Satan, spiral petir itu telah mencapai mereka dan akhirnya Lucifer dan Satan terpental cukup kuat ke tanah. Bulu-bulu hitam berterbangan kala kedua iblis itu jatuh menghantam tanah.


Satan kembali mencoba untuk bangkit memaksakan dirinya, namun sayapnya terluka dan tidak memungkinkannya untuk terbang lagi. Begitu sama halnya dengan Lucifer yang terpisah agak jauh dari Satan. Sayap hitam indah mereka kini terlihat lusuh.


Nost yang merasa puas dengan serangan diam-diam nya kini tertawa sarkas, bagai menangkap dua nyamuk dalam sekali tepuk. Dengan langkah tertatih namun pasti ia berjalan mendekati Satan untuk segera melenyapkan anak raja iblis itu. Bentuk Satan telah berubah menjadi sigma dengan otomatis karena tubuhnya sudah tidak mampu menanggung kekuatan magma itu lagi. Hal itu membuat Nost semakin merasa berjaya.


Kini Nost sudah berada tepat didepan Satan. Spiral petir seperti sebelumnya sudah ada ditangan kanannya lalu segera melemparnya kepada Satan. Satan menutup kedua matanya, kedua tangannya telah ia jadikan tameng didepan wajahnya. Namun, tak terjadi apa-apa saat Satan telah bersiap menerima rasa sakit serangan Nost.


Lucifer membulatkan matanya tak percaya. Ia berjarak beberapa langkah dari Satan dan dapat melihat dengan jelas siapa yang menangkis serangan Nost terhadap Satan. Biar ku cerahkan, bukankah itu pria aneh yang Sena temui di depan lift toko tadi siang? Benarkah? Tunggu, namun Sena tidak disini.


"Leviathan?" Ucap Lucifer melihat sosok yang berdiri didepan Satan itu.


Satan membuka matanya dan didapatinya kemunculan Leviathan yang sudah menangkis serangan Nost darinya.


"Levi?!" Satan kini membulatkan matanya.


Nost itu tampak ketakutan kala melihat Leviathan yang berjalan semakin dekat kepadanya lantas ia mencoba untuk lari. Namun sayapnya kini tak bisa diajak untuk terbang.


Leviathan segera mencabut pedangnya lantas menebaskan pada Nost yang berusaha lari itu. Namun segera Nost itu menghilang dan menyisakan asap hitam kala pedang Leviathan akan segera menembus tubuh Nost itu, itu membuat pedang kegelapan kebanggaan Leviathan hanya menebas asap hitam. Ia berhasil melarikan diri lagi. Leviathan mendengus tenang lalu menyimpan kembali pedangnya. Itu benar-benar Leviathan.


"Levi!" Satan sudah berhasil bangkit beberapa langkah dibelakang Leviathan.


"Kau sepertinya terluka parah, Satan" ucap Leviathan setelah menghadap Satan. Satan tak menanggapi apapun, ia sudah cukup kecewa pada dirinya sendiri. Bahkan dengan mengaktifkan magma pun ia tak bisa mengalahkan Nost.


Leviathan beralih pada Lucifer yang sudah berhasil bangkit juga sejak tadi. Ia berjalan mendekat pada putra tertua itu dengan tatapan dingin. Begitu juga sebaliknya dengan Lucifer. Satu lagi saudara pemberontak.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukanmu" ucap Leviathan ketika berada dua langkah didepan Lucifer.


"Jika kau mencari ku untuk membuatku kembali, tujuanmu akan sia-sia" tanggapan Lucifer dingin.


"Mengapa aku harus melakukan itu?"


"Karena raja Diavolo telah mengutus mu untuk mencari ku, Leviathan"


"Jika kau tau kesalahan mu maka kau harus kembali tanpa harus dengan paksaan. Aku yakin kau bukan iblis yang naif sehingga aku perlu menyadarkan kesalahanmu"


Lucifer menatap Leviathan tajam. Ia bisa menebak kemana arah percakapan ini akan berakhir.


"Lilith Rachet, tidak akan pernah kembali lagi, Lucifer. Pikiran mu telah dicuci oleh Ezekiel sehingga menjadikanmu seorang penghianat"


Lucifer tersentak mendengar penuturan Leviathan. Ternyata dugaannya benar, penghianatan nya telah terbongkar.


Satan terlihat mendecih pelan kala mendengar perkataan Leviathan kepada Lucifer dari kejauhan. Leviathan sungguh ahli menyembunyikan dengki yang ada dalam hatinya terhadap Lucifer dan Lilith. Satan mengetahui segalanya.


Lucifer tak menanggapi perkataan Leviathan. Ia sudah malas untuk berdebat setelah semua yang terjadi hari ini. Ia hanya membuang pandangan datarnya pada tanah.


"Satan, urusi urusanmu segera lalu kembalilah ke Devildom. Jangan mengecewakan raja Diavolo seperti pemegang avatar kebanggaan ini. Aku pasti akan segera menyelesaikan urusanku juga" Leviathan membicarakan tentang Lucifer. Ia lalu terbang meninggalkan tempat itu menyisakan Lucifer dan Satan dengan keadaan masing-masing yang masih sangat lusuh.


Lucifer dan Satan berpandangan sejenak dari kejauhan lalu segera Satan meninggalkan tempat itu setelah merubah bentuknya menjadi manusia namun tak merubah tampilan tubuhnya yang penuh dengan luka. Ia masih perlu mengurus jasad-jasad yang masih tersisa di bar kafe. Jika tidak Nost akan kembali memanfaatkan energi negatif yang masih tersisa dari jasad-jasad yang masih belum hilang polanya. Sebelum terlambat, Satan harus segera menghapus pola-pola itu secepatnya.


Lucifer menghela napasnya lalu merubah bentuknya menjadi manusia. Tak disangka tubuh manusia membuatnya merasa lebih kesakitan akibat luka-luka di tubuhnya. Tentu saja, level kekebalan tubuh iblis dan manusia tentu jauh berbeda.

__ADS_1


Lucifer berjalan meninggalkan tempat itu. Ia memutuskan untuk mengikuti Satan, ia tau Satan akan mengurusi jasad-jasad itu sendirian dengan kondisi spiritnya yang masih belum pulih karena sudah cukup lelah bertarung.


Lucifer dan Satan tiba didepan bar kafe itu saat matahari sudah terbenam. Jasad-jasad itu masih pada posisi mereka masing-masing saat terakhir kali Satan dan Lucifer meninggalkan tempat ini.


"Aku bisa mengurus ini sendiri" Satan berbicara kepada Lucifer.


"Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri" lagi-lagi Lucifer mengatakan itu, membuat Satan merasa muak. Lucifer selalu merasa dirinya paling dibutuhkan di segala hal, Satan membenci itu. Ia ingin membuktikan bahwa dia bisa tanpa Lucifer.


"Mengapa kau selalu mencampuri urusanku?!"


"Satan, kau tidak bisa melakukan ini sendirian!"


Satan diam menatap Lucifer dingin. "Sungguh kau membuatku muak, kau selalu saja ingin terlihat sempurna!"


Kali ini Lucifer mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti maksud Satan. Ia juga tidak ada niat untuk membantu Satan jika adiknya itu tidak memperkenankan nya. Namun setidaknya ia ingin mengawasi Satan andai saja ada hal buruk yang akan terjadi lagi.


"Aku tidak berada dipihak mu dan tidak akan pernah, ingat itu baik-baik, Lucifer. Aku sudah tau penghianatan mu sejak lama, aku mendengar semua perjanjian mu pada Ezekiel. Kau selalu memutuskan segalanya sendiri seolah keputusan dari saudara-saudaramu tidaklah berarti. Kau selalu bersikap sombong hingga sangat yakin bahwa kau bisa mengatasi segalanya dengan berhianat sendirian" Satan menjeda perkataannya mengatur emosinya yang mulai tersulut kembali.


"Aku benci perselisihan. Aku ingin mengakhiri semuanya namun aku tidak bisa menahan amarahku. Aku memutuskan untuk menjalani misi ini sendirian tanpa bantuanmu karena itu akan membuat raja Diavolo akan segera mengetahui keberadaan mu disini. Jika ia tau secepat itu, maka kau akan tiada, Lucifer. Aku tidak merasa khawatir atas itu, aku menghindari konflik. Aku muak dengan konflik apalagi harus terjebak didalamnya" Satan masuk ke bar kafe itu dan mulai menghampiri jasad satu persatu.


Perkataan Satan membuat Lucifer bungkam. Apakah Satan diam-diam menghawatirkan dirinya? Apakah Satan berusaha merahasiakan keberadaan Lucifer di dunia manusia dari ayah mereka?. Tiba-tiba Lucifer menyadari itu sejak pertama kali kedatangan Satan dan mengatakan bahwa Leviathan akan segera mencarinya. Lucifer baru menyadari bahwa itu adalah peringatan dari Satan untuk segera melindungi diri.


'Kalau begitu mengapa tidak kita selesaikan konflik yang terjadi diantara kita berdua, Satan?' Namun kalimat itu tak mampu Lucifer sampaikan. Ia menatap punggung adiknya yang mengurusi jasad itu dari luar bar kafe.


"Shigesada!"

__ADS_1


Suara itu membuyarkan Lucifer lantas menoleh pada suara yang ia kenali itu. Sena.


__ADS_2