Ceo Kejam Itu Jodohku

Ceo Kejam Itu Jodohku
Sadar


__ADS_3

"Maaf bang bukannya Ayu tidak mau ngomong sama abang tapi.... Kalau Ayu ngomong nanti abang tidak memperbolehkan Ayu untuk belajar bela diri, lagian juga kan sahabat sahabat Ayu juga bisa bela diri" kata Ayu lesuh.


"Sudah sudah jangan berantem kalo mau berantem tuh sono di rumah jangan di sini" Kata Kelvin.


Raka yang masih meringis kesakitan dia mencoba bangkit dan ingin menusuk Ayu atas perbuatan yang ia lakukan kepadanya.


"ABAAAAANGGG!!!" Teriak Ayu.


Disisi lain.


"Kakak sayang bangun ya..... Alexa kangen hiks... hiks..... bangun kakak bangun.... hiks.... Alexa tidak mau kakak ninggalin Alexa sendirian.... Nanti tidak ada yang jagain Alexa kakak.. Hiks... Hiks... Kakak bangun"Kata Alexa sambil memegang tangan sang kakak dan meletakkan kepalanya di samping kakaknya.


Tiba tiba ada yang mengelus rambut sang adik.


"Sudah jangan menangis Xa kakak udah ada disini" Kata Amanda.


Alexa yang kaget langsung memeluk kakaknya. " Ya Allah kakak ini beneran kakak, kakak Alexa kangen sama kakak hiks... Hik... Kenapa baru sadar sekarang, ini Alexa tidak sedang bermimpi kan??" Kata Alexa yang sangat senang karena kakak kesayangannya sudah terbangun dari tidur panjangnya.


"Dokter!!! Dokter!!!! Cepat kau periksa kakakku....." Kata Alexa.


Dokter Stevan langsung memeriksa keadaan Amanda.


"Maaf adik Alexa bolehkah saya berbicara dengan Amanda sebentar" Kata Stevan.

__ADS_1


"Baiklah, kak aku permisi dulu" Ucap Alexa sambil berjalan keluar ruangan.


"Aldo terkena tusukan di bagian perutnya, apakah kau mau menjenguknya??" Kata Stevan dengan ragu.


"APAAA!!! Bagaimana bisa.... Setelah aku menemuinya bolehkah kau menceritakan kejadiannya denganku??" Kata Amanda.


"Emmm Baiklah, mari ku Antar" Kata Stevan.


Stevan membawa Amanda ke ruangan Aldo dan Alexa sedang menerima telfon dari sekolahnya.


"Hiks.... Hiks... Kak, Ayu mau beli makanan dulu, permisi" Ayu melangkah keluar dari ruangan Aldo, ia menuruni tangga ke arah kantin.


Setelah Ayu pergi dari ruangan muncul Amanda datang bersama Stevan menggunakan kursi roda karena tubuhnya belum pulih seperti semula.


Aldo yang sedari tadi memejamkan matanya terbangun mendengar suara yang tidak asing baginya.


"Amanda!!" Kata Aldo dia terbangun dan memeluk Amanda.


"Maaf sudah membuatmu menjadi korban penembakan waktu itu" Lanjutnya.


"Sudah sudah Tuan Kejam mengapa kau sepertinya sangat lemah, masa laki laki di tusuk pisau udah di bawa ke rumah sakit" Ledek Amanda.


" Hei!!! Gadis pengacau, ini sakit tau" Kata Aldo.

__ADS_1


"Idih masa kalah sama cewe jadi cewe aja sana kalau lemah begitu" Kata Amanda.


Stevan yang mendengarnya tertawa seketika wajah Aldo menjadi sangat dingin dan manetap Stevan dengan tatapan membunuhnya. Stevan yang menyadarinya langsung tahu bahwa Aldo memberikan kode kepdanya untuk diam tetapi dia masih saja tertawa.


"Sudahlah aku lelah kepalaku pusing, terima kasih dokter Stevan yang tamvan.. Kau sudah mengantarkanku ke ruangan makhluk Kejam ini" Kata Amanda sambil menyentuh tangan Stevan yang sedari tadi memegang kursi rod yang dinaikinya.


Ntah mengapa Aldo yang melihat suatu tontonan di depan matanya sangat kesal kepada Amanda, dia tidak mau Amanda bersikap seperti itu dengan laki laki lain.


"Baiklah sekarang ku antar kan kamu Amanda ke ruangan mu" Kata Stevan, ia mendorong kursi roda milik Amanda untuk berjalan ke arah ruangan pasiennya itu.


Dengan sigap Aldo langsung menahan kursi roda tersebut. "Aku saja yang mengantarkan mu Amanda, tidak baik keluar dengan orang asing" Kata Aldo.


"Tidak perlu repot repot tuan Aldo saya diantar oleh dokter bukan PREMAN!!!" Jawab Amanda ketus.


Melihat tingkah laku Amanda, Stevan kembali tertawa karena dari sekian banyak wanita hanya Amanda lah yang bisa membuat Aldo terdiam dengan kata katanya.


...****************...


...Terima kasih para readers... sudah mau mampir dan membaca karyaku....


...Sekarang Author sudah Up untuk yang kedua kalinya nieh.... Jangan lupa ya... Like dan vote nya serta komen yang berharga buat thor....


...OkπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2