
"Emm... Maaf ya pak bukannya saya mau lancang tapi.... Saya tidak tahu apakah saya menyukai laki laki, karena saya sudah di... eee.... itu.... Anu......" Sebelum melanjutkan pembicaraan Aldo memotongnya.
"Apa??? Itu.... Anu... apa??" Tanyanya penasaran.
"Emmm... Sebenarnya saya sudah di jodohkan sama papah tapi... Saya tidak mau dan saya juga tidak tahu siapa orangnya" Jawab Amanda.
"Apa kau tidak mau menjadi wanitaku??" Kata Aldo.
"Maaf saya harus permisi karena saya masih banyak kerjaan pak dan juga disini masih di kantor" Jawab Amanda singkat yang beranjak meninggalkan Aldo.
Namun Aldo terlalu cepat menarik tangan Amanda. "Tunggu aku belum selesai berbicara" Tegas Aldo.
"Lepaskan!!!! Aku tidak mau membahas itu lagi Aldo...." Kata Amanda sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Aldo.
"Tidak aku mohon.... Kau harus menurutiku jika tidak aku akan berbuat kasar kepadamu" Tegas Aldo.
"Jaga perilaku mu Aldo ini di kantor jangan membuatku menjadi membencimu karena kekasaran mu kepadaku, jadi tolong LEPASKAN!!!" Kata Amanda yang berusaha melepaskan dirinya dari Aldo.
"TIDAK!!!!" Teriak Aldo.
"Aku memintamu dengan cara yang baik jika tidak aku akan memperlakukan mu dengan kejam, maka akan ku turuti apa kemauan mu" Kata Aldo.
Seketika Amanda menciut namun ia tetap kepada pendiriannya.
"Jika kau ingin kejam denganku silahkan, aku tak peduli denganmu permisi" Sambil menarik tangannya.
"AMANDA!!!" Panggil Aldo.
Jadi ini yang kau inginkan baiklah aku akan membalaskan dendam orang tuaku.... Lihat saja kau akan melihat mayat orang tuamu mati mengenaskan sehingga kau dan keluarga busuk mu lenyap dari bumi ini. Batin Aldo dengan penuh Amarah.
Sedangkan Amanda merasa lega telah lepas dari Aldo yang berubah sifatnya, dia tak mengenal Aldo yang sekarang karena dia lebih kasar dari yang ia kenal dulu.
Amanda segera turun menggunakan lift, dan tentu saja. "Hos.... Hos... Hos... Hos... Huh...."
Nafas Amanda tak beraturan.
__ADS_1
"Kenape lu Man??" Tanya Vania.
"Lari lari kayak di kejer setan"Ledek Mega
Seketika tawa mereka pecah.
"Hahahhahahahhahahahha" Tawa mereka.
"Kau tau dia sangat galak dan tentu saja aku berlari darinya" Gumam Amanda.
"Hei mau makan bareng tidak ini sudah jam makan siang loh..." Ucap Mega.
"Eummmm.... Kalian duluan saja deh aku ada urusan" Kata Amanda, yang di sambut mereka.
"Baiklah, kami duluan ya.... Assalamulaikum" Ucap mereka.
"Wa'alaikumussalam" Jawab Amanda, mereka meninggalkan Amanda yang masih berdiri di depan lift.
Amanda langsung berjalan menuju minimarket depan perusahaan.
"Ada apa?? Mengapa kau ingin bertemu denganku disini???" Tanya Amanda, ketus.
(Ya cewe mah jual mahal dulu lah bozz... Jangan langsung to the point buat drama aja dulu maunya apa๐๐).
"Aku mau mengajakmu makan siang, boleh??" Kata Dava.
"Untuk urusan apa??" Tanyanya.
"Sudahlah ikut saja dulu, naik mobilku" Ajak Dava sambil menggenggam tangan Amanda, ia membukakan pintu mobil dan menyuruh Amanda untuk duduk.
Dava menyusul untuk masuk kedalam mobilnya, dia mendekatkan dirinya kepada Amanda yang sedang melihat ke arah luar kaca mobil, saat Amanda memutar kepalanya.
Deg
Mereka bertatapan Amanda melihat bola mata Dava yang memperhatikannya sangat dalam.
__ADS_1
Deg deg deg apa yang terjadi... Mengapa jantungku berdetak kencang. Batin Amanda.
Kau begitu mempesona Amanda, ingin rasanya aku memilikimu seutuhnya. Batin Dava.
Dava semakin mendekatkan dirinya sedangkan Amanda hanya bisa mundur dam saat dia sudah tidak bisa mundur lagi, tangan Dava menyelipkan sabuk pengaman untuk Amanda.
"Heii... Mengapa pipimu memerah, apakah kau saki???" Tanya Dava.
"Emm.. Itu... Eengg... Tidak kok.. Aku.. Aku tidak sakit..." Tanya Amanda menjadi salah tingkah.
Melihat tingkah laku Amanda yang salah tingkah membuat kedua ujung bibir Dava mengembang.
pfft... Kau sungguh membuatku gemas Amanda. Batin Dava sambil menatap Amanda.
"Hello!!! Pak kenapa ada yang aneh di wajahku??" Tanya Amanda, membuyarkan pandangan Aldo.
"Tidak, hanya saja di dalam dirimu terdapat cinta yang tak terduga" Jawab Dava.
Wajah Amanda kembali merona.
"Sudahlah, kalau masih lama aku turun nieh.." Kata Amanda.
"Eits... Jangan jangan jangan, baiklah mati kita pergi" Kata Dava, sambil melajukan kendaraannya.
Mereka berhenti sejenak di melihat lampu lalu lintas yang amsih menyala merah, tak lama kemudian lampu tersebut kembali berwarna hijau.
Belum lama Dava melajukan mobilnya, tiba tiba.
...****************...
...Baiklah ceritanya sampai di sini dulu.... OK...
......jangan lupa like dan vote nya ya.... Ku tunggu loh.........
...Untuk Komen dan saran masih ku tunggu......
__ADS_1
...Terima kasih ya... udah mau mampir ke karyanya thor ini sampai jumpa di eps selanjutnya........