Ceo Kejam Itu Jodohku

Ceo Kejam Itu Jodohku
Vania dan Kelvin


__ADS_3

"Baiklah saya akan mengatur waktu untuk membahas proyek yang kita bangun Tuan Aldo" Kata Dava sambil menjabat tangan Aldo, dia membalasnya dengan cengkraman yang sangat kuat


"Terima kasih sudah datang ke kantor saya, dan maafkan saya jika anda melihat hal memalukan seperti ini" Ucap Aldo.


"Baiklah saya permisi" Kata Dava yang berjalan ke luar perusahaan Aldo.


"Maaf kan saya pah karena sudah melihat kejadian memalukan di kantor saya" Ucap Aldo sopan "Dan untuk kalian cepat pergi berkerja!! saya memperkerjakan kalian untuk berkerja bukan malah berkumpul" Lanjut Aldo yang tadinya sangat sopan dan lembut kembali menjadi singa kelaparan.


Entah mengapa Aldo dengan santainya memanggil papah terhadap Pak Wijaya.


"Pah... Jangan beritahu mamah yah... Aku takut nanti mamah khawatir" Pinta Amanda.


"Baiklah" Kata papah.


"Em... Bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama sekalian aja kedua temanmu" Tutur Aldo.


Seketika Vania dan Mega saling berpandangan lalu menunjuk diri mereka sendiri.


Kelvin yang melihat wajah Vania menahan ketawa karena wajah lucunya itu. "Pppffftt" kata Kelvin.


Vania langsung memalingkan wajahnya ke arah suara tersebut dengan memasang wajah datarnya.


"Mengapa mukamu datar seperti lantai???" Tanya Kelvin.


"Gak Tau..." Jawab Vania Acuh tak acuh.

__ADS_1


"Vania, kau ikut menemani Amanda dengan mobilku dan kamu Mega bareng sama Sekretarisku saja" Kata Aldo


"Iii.."


"Tidak usah biar aku saja yang menemani Amanda dan Vania bersama Sekretaris Kelvin" Kata Mega yang memotong pembicaraan Vania.


"Tap.... Tapi..." Belum Vania memyelesaikan pembicaraan lagi lagi di potong oleh Mega.


"Papay..." Katanya.


Ish... Mega ini... Apa dia tidak tahu bagaimana jika jantungku berlari cepat kalau bersamanya. Batin Vania.


Ekhm... Bisa ku kerjai kau Vania. Batin Mega.


Mega langsung menggandeng tangan kanan Amanda lalu berjalan ke luar area parkiran. Amanda, Aldo, Mega, serta Pak Wijaya berpisah dengan Vania dan Kelvin.


Belum Kelvin melajukan mobilnya.


Tin Tin Tin Tin.


Vania yang panik mengira itu adalah suar bomb. "Ada bom??? Oh May God aku gak mau mati muda blm dapet anak emak bapak belum bahagia ngapa udah ada orang jahad" Ucap Vania yang panik.


Kelvin yang melihat wajah Vania Tertawa keras."Hahahahahahahhahah.... Apa kau tahu?? Ini adalah alarm pengamam... kau belum memakai sabuk pengaman" Kata kelvin yang menjelaskan.


Pendengar penjelasan Kelvin, Vania langsung memasang sabuk pengamannya dia memalingkan wajahnya keluar kaca mobil Kelvin.

__ADS_1


Keheningan di mobil Kelvin membuatnya memulai pembicaraan.


"Ekhmm"


"Astaghfirullah" Kaget Vania.


Ih... Ini mulut minta di solasiban yak... Bikin malu aja. Batin Vania.


"Mengapa kau terkejut" Tanya Kelvin.


"Ti.. Tidak apa apa, mengapa kau memanggilku??" Tanya Vania gugup.


"Apa kau sudah punya pacar???" Tanya Kelvin.


"Emmm.... Belum pak ada apa??" Tanya Vania.


"Jika di luar kantor jangan panggil saya bapak, karena saya bukan bapakmu panggil saja dengan nama" Jelas Kelvin.


"Baik pak.. Eh.. Kel.. Kelvin" Kata Vania terbata bata. "Bapak belum menjawab pertanyaan saya??" Lanjut Vania.


"Hanya bertanya memang tidak boleh??" Ketus Kelvin.


Dia berbicara seperti itu karena Vania masih memanggilnya dengan sebutan bapak belum lama ia menjelaskan untuk tidak memanggilnya dengan sebutan bapak.


...****************...

__ADS_1


Ok terima kasih sudah mau mampir maaf ya author sibuk di dunia nyata untuk up nanti akan up kembali episode selanjutnya....


Terima kasih juga yang udah mau like, komen dan vote rate bintang limanya ya... πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2