
Amanda membulatkan matanya.
"Ma, ma, Maksudnya??? Nikah??? Sama?? Dia??" Kata Amanda.
"Iya... Kau akan menikah bukankah Aldo sudah menentukan kalau kalian akan menikah satu minggu lagi??" Ucap papah.
"APA!! S,s,satu?? M.. m.. Minggu?? boong kan pah... Jangan bercanda geh pah gak lucu tau" Kata Amanda sambil menyenggol Pak Wijaya.
"Sejak kapan aku bermain main dengan ucapanku sendiri??" Sambar Aldo.
"In.. ini serius" Kata Amanda yang memastikan kalau ini hanya omong kosong.
"makanya kalo orang tua ngomong itu di dengerin jangan asik sendiri..." Sambar Aldo.
"aku gak setuju titik gak pake koma" Kata Amanda.
"tidak ada kata tidak tadi kamu sudah setuju dengan pembicaraan papah dengan Aldo mengapa kamu sangat plin plan sekali Amanda" Kata papapah wijaya.
"Tapi aku masih ingin bekerja... aku tidak mau menikah secepat itu" Kata Amanda.
"Tidak bisa kamu sudah menyetujuinya" Jawab Aldo.
"makanya ya... orang tua ngomong itu jangan pecicilan kayak anak kecil aja" Bisik mamah Meli.
__ADS_1
"Iya deh maaf mamah salah Amanda juga tidak memperhatikan" Jawab Amanda.
"Bagaimana Amanda?? Apa kau mau menikah dengannya??" Tanya papah Wijaya.
Amanda meng iyakan permintaan papanya itu dengan lesuh "Baiklah pah" Jawab Amanda.
"Baiklah saya akan mengurusnya pak Wijaya" Ucap aldo sambil tersenyum.
Akhirnya di berada di genggamanku. Batin aldo.
Setelah lamanya mereka berbincang bincang Pak Wijaya dan Ibu Meli pamit untuk kembali ke kediamannya.
Tersisa Amanda dengan Aldo di ruangan itu Karena canggung Aldo membuka suara terlebih dahulu.
"Untuk??" Jawab Amanda dengan nada dingin.
"Sudah mau menikah denganku"
"Sebenarnya aku ingin menolak namun papah memaksaku yah... aku akan menurutinya" kata Amanda.
"Mengapa kau selalu menghindar dariku??" tanya Aldo.
"Maksudnya??"
__ADS_1
"Maksudku kenapa kau selalu tidak ingin di sampingku??"
"Ntah lah.... Aku sangat tidak suka denganmu karena kau itu pemaksa" Jawab Amanda santai.
"Sejak kapan aku memaksamu"
"Saat aku makan bersama Dava karena hanya ingin dia menebus kesalahannya lalu meneraktirku di sebuah lestoran saat itu ku sedang bersama dengan kekasih Gatelmu" Kata Amanda.
Kekasih gatel?? siapa ya .. pfffttt dia hnya salah paham aku mendekati Rita karena dia anak dari salah satu mafia yang harus aku kuasai. Batin Aldo sambil menyengir kuda.
"Lalu kau memaksaku dengan kasarny oau menarik tanganku, kau menggenggamku sangat kuat aku kesakitan dan kau tidak memperdulikanku... hiks... kau membawaku ke hotel dan merusak kehidupanku... hiks... aku berharap tidak pernah bertemu denganmu lagi..." Kata Amanda sambil menangis lalu dia berdiri dari sofa milik Aldo dan ingin keluar dari ruangan itu
Aldo menahannya dengan memeluk tubuh mungil Amanda.
"Maaf kan Aku Amanda.. Aku khilaf... Maafkan aku" Kata Aldo.
"Hiks... Hiks... Aku... Aku tidak tahu harus berbuat apa... Hiks... kau merusak kebahagiaanku... Aku sudah mebjaga mahkota ku untuk orang yang mencintaiku dehgan tulus... dan kau.. hiks... kau meruksanya Aldo..." Jelas Amanda lalu membalikkan badannya dan memukuli dada Aldo.
"Hiks... Kau jahat Aldo... Sangat jahat... Seandainya aku tidak bertemu denganmu mungkin hidupku akan bahagia dan seandainya.. Hiks.. Aku tahu kalau ini perusahaan mu maka Aku tidak akan melamar pekerjaan di sini... Hiks..." Jelas Amanda.
Dan seandainya kau tidak kembali maka aku akan semakin gila Amanda... Aku akan semakin tidak bisa melupakanmu... maaf kan aku jika aku terlalu kasar dengan mu.. Aku hanya tidak ingin kehilangan dirimu Amanda. Batin Aldo.
...****************...
__ADS_1
...Terima kasih temen temen yang sudah setia mendukung Author... Maaf nih jarang Up tugasku numpuk xixixixi......