
"Amanda.... Kamu sudah siap belum, ini udah pukul 20:00 sebentar lagi akan mulai makan malamnya" Kata mamah Meli.
"Iya mah...." Kata Amanda yang muncul tiba tiba menuruni tangga.
"Lihatlah pah anak kita cantik sekali pah" Kata mamah Meli.
"Aciiieeeee..... Yang udah punya calon nanti aku mau jadi tante deh" Ledek Alexa.
"Hush... Masih lama kalee..., jangan geer deh orang cuma di suruh mamah aja kalo gak mah aku males datengnya" Kata Amanda.
"Sudah sudah yuk.. Berangkat" Ajak mamah.
Mereka berangkat untuk memenuhi undangan makan malam mereka.
.
Mereka sudah sampai di Villa tempat mereka makan malam.
Tunggu!! sepertinya Villa ini tidak asing, mengapa aku seperti mengenal jalan ke arah villa itu??. Batin Amanda.
"Silahkan Tuan Nyonya, Tuan muda menunggumu di dalam" Ucap salah satu penjaga dengan sopan.
"Baiklah terima kasih, yuk masuk" Ajak mamah Meli.
"Silahkan duduk, saya ambilkan minum sebentar, Tuan muda sedang ada di kamarnya, sedang bersiap siap"Kata Si pelayan.
Villa tersebut memang sangatlah mevah, Amanda yang masih bingung seperti mengingat tempat ini dia merasa kalau dia pernah datang dan tidur di sini.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Wijaya, maaf kan saya jika saya terlambat mendampingi kalian" Kata pria tersebut sambil menuruni tangga.
Amanda yang masih celingak celinguk kebingungan, dia belum menyadari jika pria itu sudah menuruni tangga.
"Aduh jatuh...... " Kata Amanda mengambil ponselnya. tiba tiba ada sepasang sepatu yang menghampirinya.
Amanda mendongakkan kepalanya dan
Deg
Semua kejadian masa lalu mengingatkan Amanda kembali, ketika dia di skap dan hampir di le***kan oleh Aldo.
Wajah Amanda memucat karena dia takut kejadian seperti dulu terulang kembali.
"Tante apa kabar, sudah beberapa hari ini kita tidak bertemu" Kata Aldo sopan, namun mata elangnya melirik ke arah Amanda yang membuatnya semakin takut.
"Omah kamu dimana Aldo??" Tanya Mamah Meli yang sudah lama akrab dengan Nenek tua tersebut.
"Oh, omah ada di dalam sebentar lagi keluar" Ucap Aldo.
Mereka berbincang bincang, tak lama kemudian Omah Riska pun datang dan berkumpul bersama mereka.
"Omah" Panggil Amanda lalu dia langsung bersalaman dengan Omah Riska, ternyata dia adalah Omah yang sewaktu di jalan bertemu dengan Amanda.
"Hei sayang... Kita bertemu lagi, dan ternyata kamu calon istri untuk cucung omah" Kata Omah.
"Lalu ini siapa?? Masya Allah cantik sekali kamu pasti Alexa ya.... Tidak kalah cantik dengan Amanda" Kata Omah Riska dengan ramah.
__ADS_1
Alexa dan Amanda pun bingung mengapa Omah Riska mengetahui mereka berdua padahal mereka baru bertemu. Karena di sana anggota keluarga mereka segera memulai ritual makan tersebut.
Mereka berbincang bincang cukup lama, sedangkan Amanda merasa kikuk karena masih sedikit takut dengan Aldo. Aldo yang sedari tadi menatap Amanda terus menerus membuat Amanda menjadi risih hinggah malam telah tiba.
Pukul telah menunjukkan pukul 23:00 orang tua Amanda dan Omah merencanakan sesuatu yang sudah di rencanakan sedari tadi sebelum ritual di mulai.
"Amanda bisa tolong buatkan teh untuk Omah" Kata Omah.
"Emmm... Baiklah Omah" Kata Amanda berjalan menuju dapur.
"Memang kamu sudah tahu dimana letak dapur??" Tanya Omah, heran
"Emmm.... Itu.... Nanti aku bisa bertanya kepada pelayan Omah" Jawab Amanda.
"Kalau begitu Aldo bisa kau antarkan Amanda kearah dapur" Pinta Omah.
Tanpa berpikir panjang Aldo langsung meng iyakan suruhan Omahnya itu, dia mengantarkan Amanda hinggah sampai ke dapur.
"Mengapa kau mengantarkan ku, Aku kan sudah tahu dimana letak dapur" Ketus Amanda.
"Heh.. Jadi kau sudah tidak sabar jadi Nyonya di rumah Kusuma" Ledek Aldo.
"Sudahlah kau pergi dari sini!! Aku tidak bisa di ganggu jika sedang berkerja" Kata Amanda.
Tanpa basa basi Aldo langsung pergi meninggalkan Amanda yang tengah sibuk mencari teh.
Mula mula ia menyiapkan gelas terlebih dahulu lalu merebus air untuk melarutkan gula. Lalu ia mencari dimana teh celup itu di letakkan.
"Shhhh... Dimana ya... Oh disini, aduh tinggi banget lagi kayak mana ya.." Kata Amanda yang sedang mencari cara untuk mengambil teh celup itu, di atas lemari tinggi.
Diam diam Aldo memperhatikan Amanda dari kejauhan, dia sedikit menahan tawanya karena melihat tingkah konyol Amanda yang mencoba mengambil teh celup.
Tak sengaja tangan Amanda menyenggol gelas yang ada di meja itu.
Prank
"Aduh aduh... Jatoh lagi.... Makin repot deh". Kata Amanda.
Aldo yang mendengar hal tersebut semakin membuatnya tidak bisa menahan ketawa. Sedangkan Amanda mencoba mengambil pecahan pecahan gelas itu sehingga membuat tangannya terluka.
"Aduh... Ssshhhhhh... Sakit sekali, ya Allah di sini bikin kayak gini aja rempong banget" Gerutu Amanda.
Aldo yang melihat Amanda terkena pecahan gelas dengan cepat dia berjalan ke arah Amanda.
"Tuhkan, kenapa bisa jadi begini sih.... Udah cebol nyusahin orang aja" Kata Aldo, sambil mengambil tangan Amanda lalu memasukannya kedalam mulut Aldo.
"Hei hei hei... Apa yang kau lakukan" Kata Amanda yang mencoba sedikit memberontak tangannya di masukkan kedalam mulut Aldo.
"hi hi ipi ying kai likikin, lihat dong apa yang sedang aku lakukan padamu" Kata Aldo dia terus menghisap darah yang keluar dari tangan Amanda seolah olah dia menjadi vampir penyedot darah.
Melihat tingkah laku Aldo, Amanda hanya bisa pasrah saja. Aldo mengambil kotak P3K yang ada di atas lemari.
"Sudah cuma hal sepele seperti itu kau perpanjang, Aku mau mematikan kompornya dulu takut abis airnya" Kata Amanda, dia segera mematikan kompor listrik itu, ia mengambil gelas baru di masukannya gula secukupnya.
Lagi lagi ia terlupa kalau teh celup itu masih berada di atas lemari yang tinggi.
"Aduhh..... Tinggi banget sih lemarinya" gerutu Amanda.
__ADS_1
Tiba tiba.
Tangan putih yang mulus telah mengambil teh celup itu, Amanda yang melihat itu dia langsung membalikkan badannya.
Terlihat wajah mereka berdekatan, sangat dekat mungkin hanya beberapa centi.
1 menit.
2 menit.
4 menit.
5 menit.
Lamanya mereka bertatapan hinggah di pecahkan oleh suara Aldo yang berbisik di telinga Amanda.
"Apakah kau sudah tidak sabar menunggu malam pertamamu denganku" Mendengar perkataan Aldo, Amanda langsung mendorong dada bidang Aldo. (Wisshhh Dada bidang coy...Dada apa roti sobek nih).
"Hei apa maksudmu?? Malam pertama?? Denganmu?? Jangan harap deh" Kata Amanda.
"Iihhhh... Siap juga yang ngarep emangnya kamu yang geer" Kata Aldo.
"ihh... Kamu kali yang geer"
"Gak lah ngapain juga geer lah yang bilang jangan harap emang aku yang mengharapkanmu ihhhhh.... ga mau ngaku"
"Lah... Ee.... ii.. Iya tah... Masa aku bilang kayak gitu, kamu kali yang salah denger"
"Ih... Dasar gak mau ngaku"
"Bodo lah mau bikin teh susah amat disini, di gangguin molo, udah sana sana pergi" Kata Amanda sambil mendorong dorong dada Aldo.
"Ya maunya disini kok maksa, emang ini rumahmu??" Tanya Aldo.
"Terserah saja ku tak peduli" Kata Amanda Acuh.
Iiiiihhhhh... Ngapain juga sih dia disini bikin ruwet aja.... Batin Amanda.
Lihatlah dia begitu menggemaskan saat sedang marah, eh Aldo apa yang kau lakukan buang jauh jauh pikiranmu itu. Kau hanya ingin membalaskan dendam keluargamu kepadanya. Batin Aldo, dia memang sudah menyukai Amanda, namun egonya terlalu besar untuk melawan rasa yang ia miliki.
"Udah... Gak usah mengejekku di dalam hatimu, kau mengejek orang yang mempunyai kedudukan yang terpandang" Kata Aldo.
Lah kok dia tau aku mengejeknya jangan jangan, siluman lagi... Ngeri aku. Batin amanda.
"Ihhhhh... Kegeeran bilang terpandang, terpandang Naon terpandang di dinding yang ada, kamu itu tau gak kalo jadi orang itu gak usah dingin dingin ngapa nanti gak dapet jodoh loh..." Ledek Amanda sambil menganggukan kepala dan memasangkan bibir manyunnya.
"Idih... Gini gini banyak kale yang ngantri" Kata Aldo bangga.
"Ih.... Pede tingkat dewa" Kata Amanda sambil berjalan menuju keruang tamu, karena selepas makan mereka kembali ke ruang tamu yang di sediakan.
Ck ck ck... Amanda, Amanda kau menggemaskan sekali. Batin Aldo
...****************...
...Baik, terima kasih sudah mampir, and maaf banget nieh... Ceritanya kurang menarik kalau menurut kalian....
...Soalnya Author bikin cerita suka di waktu yang mepet bebs.... Jadi maaf ya... Kalo gak nyambung....
__ADS_1
...Sekali lagi nieh... Author mau sampaikan jangan lupa untuk likenya... Dan Vote bintang limanya loh.......
...Untuk komen masih sama masih ku pantengin loh....ππππ₯°π₯°π₯°π€...