
Akhirnya mereka sampai juga di lestoran milik Aldo.
Tunggu, ini kan??? mengapa semua pelayan berbaris seperti menunggu seseorang??. Tanya Amanda bingung dia terkejut karena ini adalah lestoran yang sewaktu dia ingin sarapan dengan Dava.
"Silahkan Tuan Aldo kami sudah menyiapkan meja yang anda inginkan" Kata pelayan perempuan sopan sambil menyela rambut di telinganya untuk mendapatkan perhatian Aldo.
Aldo berjalan memasuki lestoran mevah itu dan tidak menghiraukan pelayan wanita tersebut.
"Baik silahkan papah" ucap Aldo mempersilahkan pak Wijaya untuk duduk di kursinya, lalu dia kembali kepada Amanda.
"Silahkan tuan putri.." Kata Aldo sambil mengedipkan matanya. Entah mengapa Amanda melihat reaksi Aldo ingin tertawa sebab dia baru kali ini melihat Aldo yang seperti itu, bertingkah layaknya lelaki pada umumnya sedangkan bila dia berbicara kepada orang lain baik pejabat maupun pengusaha lainnya hanya memasang muka dinginnya itu.
"Baik terima kasih" Jawab Amanda gugup.
"Ga" Panggil Amanda namun panggilan itu hanya bisa di dengar oleh Mega yang berada di sebelah kirinya.
"Ada apa??" Kata Megayang tak kalah kecil seperti semut suaranya.
"Bisa kau antarkan aku ketoilet sebentar??" Tanya Amanda ragu.
"Baiklah" kata Mega sambil berdiri ingin beranjak dari meja makan yang berbentuk lingkaran itu, belum mau melangkahkan kaki Aldo langsung menarik tangan Amanda.
"Ingin pergi kemana kalian??" Tanya Aldo mengkerutkan alisnya.
"Ma... Mau kekamar mandi sebentar" Jawab Amanda yang masih gugup.
"Baiklah jangan lama lama" kata Aldo santai.
__ADS_1
Amanda dan Mega segera berjalan ke arah toilet.
"Kamu tunggu di sini sebentar yak" Kata Amanda yang berjalan memasuki toilet wanita tersebut, sedangkan Mega hanya menunggu di depan wastafel.
"Huh... huh.. Aku masih takut dengan sikap Aldo yang benar benar berubah" Gumam Amanda yang ingin menenangkan pikirannya.
Akhirnya Kelvin tiba di lestoran tersebut langsung berlari kecil membukakan pintu mobil Vania.
"Aku bisa membuka pintu mobilmu dengan tanganku sendiri" Ujar Vania.
"Tapi aku ingin membukakan pintu mobilku untuk putri cantikku ini" Goda Kelvin.
Muka Vania berubah menjadi seperti tomat yang sudah matang, dia malu lalu menundukkan kepalanya.
"Cie.... Malu" Ledek Elvin.
Tiba Tiba
Kelvin menggenggam tangan Vania lalu berjalan memasuki lestoran tersebut sedangkan Vania masih menundukkan kepalanya dia malu sekaligus senang karena Kelvin menggenggam tangannya.
"Maaf saya terlambat" Ucap Kelvin lalu mempersilahkan Vania duduk di sebelahnya.
"Ekhm..." Ledek Mega.
karena Vania di tepat di sebelah mega dia bertanya kepada Mega dimana keberadaan Aldo dan Amanda.
"Shut shut..." Kata Vania.
__ADS_1
"Apa" Bisik Mega.
"Amanda mana??" tanya Vania.
"Lagi ke toilet" jawab Mega yang mendapat reaksi dari Vania yang membulatkan mulutnya berbentuk 'O'.
Akhirnya mereka berdua pun datang lalu duduk di tempatnya masing masing, Berbeda dengan Amanda dia kembali dengan muka yang sedikit pucat.
"Ada apa denganmu nak??" Tanya pak Wijaya.
"Tidak apa apa ayah hanya aku sedang pusing belum makan" Jawab Amanda santai.
Pelayan pun datang membawa pesanan yang sebelumnya sudah Aldo pesan saat di perusahaan.
"Terima kasih" kata Amanda yang melemparkan senyum kepada pelayan pria yang meletakkan makanan di sampingnya.
Aldo yang melihatnya langsung menatap tajam kepada pelayan tersebut, pelayang yang mendapatkan tatapan tidak senang sekaligus mematikan dari Aldo merasa risih sehinggah dia meletakkan makanan dengan cepat lalu pergi ke arah dapur untuk mengambil pesanan tamu lainnya.
"Lain kali jangan tersenyum manis kepada pria selain diriku" Bisik Aldo.
...****************...
...Terima kasih ya... Yang udah mampir lalu mendukung author dengan cara like komen dan vote rate bintang limanya........
...Tunggu Episode selanjutnya ya......
...selamat membaca🤗🤗🤗...
__ADS_1