Ceo Kejam Itu Jodohku

Ceo Kejam Itu Jodohku
#52


__ADS_3

"APA!!!" Ucap Mega yang kaget mendenger cerita Amanda.


"Hush... Jangan keras keras napa nanti banyak yang ngeliatin mak" Kata Amanda sambil menurunkan nada bicaranya.


Mega yang melihat sekelilingnya terlihat kaget langsung menundukkan kepalanya.


"Terus, terus, lanjutin geh Nak" Ucap Mega.


"Nah kan... Malu si Emak hahahhha..." Ejek Amanda.


"-_- ingin sekali ku kucek otakmu nak supaya lebih sopan sama Emakmu sendiri" Ucap Mega yang menarik rambut Amanda.


"Aw sakit.. Mak.. huhuhu... Emak jahad" Kata Amanda sambil memasang muka melasnya.


"Makanya kamu nak nak... Jangan durhaka sama orang tua.. Trus trus lanjut geh nak ceritanya nak" Ucap Mega yang semakin penasaran.


"Terus ya mak, setelah sampai di rumah sakit"


Falshback on.


"Cepet... malah ngelamun lagi" Kata Amanda.


"Iya nyonya Kusuma" Kata Stevan.


"Buruan!! Ku pukul nanti, buruan lagi" Kata amanda sambil mendorong tubuh Stevan, kearah ruang pemeriksaan.


Dilihatnya Vania tengah duduk sambil menggigit jari mengingat kejadian mengerikan tadi, pakaian compang camping akibat segerombolan bapak bapak gembrot.


Amanda menghampiri Vania lalu duduk di sebelah Vania lalu mengusap kecil punggungnya.


"Vania sudah lupakan saja kejadian tadi, jangan di ingat okeh bebz... Aku keluar sebentar ya.." Ucap Amanda.

__ADS_1


Kemudian dia berdiri dan meninggalkan Vania untuk membelikan minuman hangat di kantin rumah sakit.


________


"Ini bu duitnya terima kasih" Kata Amanda kepada kasir tersebut untuk membayar teh hangat yang ia beli.


Dia kembali berjalan menuju ruang pemeriksaan sampainya di sana dia tidak menemukan Vania.


"Sus pasien yang sedang di periksa tadi di pindahkan ke mana ya??" Tanya Amanda kepada suster yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.


"Oh pasien pak Kelvin sudah di pindahkan ke ruang VIP oleh dokter Stevan di lantai 4 Melati 1" Jawab suter tersebut ramah.


"Ok terima kasih suster"


"Sama sama"


Amanda segera berlari ke arah lift lalu menekan tombol 4.


akhirnya Amanda sampai di tempat tujuan lalu pergi mencari ruangan Melati 1, kemudian dia menemukan ruangan Melati 1.


Tok. Tok. Tok...


Amanda membuka pintu ruangan. "Assalamualaikum" Ucap Amanda.


"Waalaikumussalam" Jawab Vania dan Stean


"Bagaimana keadaannya??" Tanya Amanda, sambil meletakkan teh di atas meja.


"Dia mengalami pendarahan yang cukup deras di bagian kepalanya, membutuhkan donor darah" Jelas Stevan.


"Berapaa banyak??"

__ADS_1


"3 kantong"


"Golongan darah Kelvin apa??"


"O"


"Kebetulan aku O coba kau periksa dulu" Ucap Amanda.


"Tapi kau akan cepat lelah nanti 3 kantong itu sangat banyak" Ucap Stevan.


"Betul Amanda, 3 kantong darah itu cukup banyak dan nanti kamu akan cepat lelah" Sambung Vania.


"Ishhh sudah lah.. cepat kau periksa dan jangan sampai Aldo tahu jika tidak aku akan menjadi anak asuh nya selama beberapa hari" Ujar Amanda.


"Anak asuh??" Ucap Stevan dan Vania kompak.


"Iya aku akan menjadi anak asuhnya setiap hari aku akan melihat wajahnya yang aneh itu" Ucap Amanda santai.


Amanda, Amanda segitu kesalnya kau terhadap sahabatku. Batin Stevan.


"Buruan!!" Ucap Amanda sambil melotot kearah Stevan.


"Slow mbak jangan marah marah"


"Baiklah sekarang kau ikut dengan ku" Ucap Stevan.


"Aku tinggal sebentar Vania dan inget jangan beritahu Aldo, dan kau minum teh hangat yang aku beli supaya tubuhmu lebih hangat" Ucap Amanda sambil berjalan lalu menutup pintu.


...****************...


...Terima kasih yah.. Para Readers yang udah setia maaf nih... Aku jarang up bahkan baru ini up melanjutkan karyaku... ...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan vote rate bintang limanya ya... biar Author semakin semangat membuat ceritanya...


__ADS_2