
"Tapi pah..."
"Tidak ada tapi tapi, papah sudah menentukan kalian akan menikah sebentar lagi dan sisanya papah serahkan kepada Aldo" Ucap Papah.
Tanpa mereka sadari hari semakin sore hingga senja pun datang. Aldo mengantar pulang Amanda Mega dan calon mertuanya tinggal lah Kelvin dengan Vania yang masih berada di lestoran tersebut.
"Rumahmu di mana?? Biar aku yang mengantarmu" Kata Kelvin yang bertanya kepada Vania.
"Tidak usah... Saya bisa memesan taksi lagian juga rumahku sangat berlawanan arah dengan lestoran ini" Ucap Vania santai.
"Sudahlah jangan banyak cakap, naik saja aku akan mengantarmu" Kata Kelvin yang memegang tangan Vania.
"Tidak usah Kelvin saya bisa pulang sendiri, lagian juga anda pasti capek kan kerja terus... Mending anda istirahat mandi lalu tidur" Ucap Vania.
"Pak taxi??" Tanya Vania yang melihat mobil taksi berhenti di depannya.
"Silahkan neng" Katanya mempersilahkan Vania, kemudian Vania segera memasuki taxi tersebut.
"Pak!! Jangan kebut kebut ya bawanya" Kata Kelvin.
Idieh... Sapa dia nyuruh nyuruh bapak supirnya... Aneh. Batin Vania.
"Pak, anterin ke jl. Pribumi ya" Kata Vania.
"Baiklah, mari pak" Ujar sang supir dengan sopan.
di perjalanan Vania sedikit bingung mengaoa arah jalan ke arah rumahnya berbelok ke kanan saat berada di lampu merah.
"Pak bukankah... Arah ke rumahku masih lurus mengikuti jalan mengapa bapak berbelok" Tanya Vania.
"Oh maaf nona, saya ingin membelikan sesuatu untuk keponakan saya" Ucap sang supir.
"Oh baiklah jangan lama lama ya pak soalnya saya sudah di tunggu oleh orang tua saya" Ucap Vania yang sedikit curiga namun dia tetap berpikiran positif.
__ADS_1
Merasa bosan akhirnya dia memainkan ponselnya, dia mengerutkan dahinya setelah membaca sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
Perasaanku tidak enak... Batin seseorang yang sedang berada di dalam mobilnya, lalu memutar balikkan arah kendaraannya.
di sisi lain.
"Emmm... Pffttt hahahhahah apaan sih kok pada marahan" Kata Vania sambil bercanda dengan teman di dalam chat grupnya antara lain Mega dan Amanda.
Amanda
Emang kamu mau gitu sama dia??
Mega
Ya mau lah... Udah tajir, ganteng
lagi
Amanda
^^^^^^Vania^^^^^^
^^^Tau... masa sama temen^^^
^^^sendiri mau nikung^^^
Mega
Ape lu... gak belain
temen sendiri
Amanda
__ADS_1
Elu yang ape nikung temen
sendiri
Mega
Terserahlah... lu yang mau
nikah gw yang sewot
beralih dengan perjalanan Vania kembali menatap sekelilingnya, tampak di tengah perjalanan sang supir memberhentikan mobilnya.
"Loh... Pak kok berhenti dan ini dimana??? Ini bukan jalan tujuan saya pak" Tegas Vania.
"Iya nona saya mau mengisi ban mobil saya... yang bocor" Kata pak supir tersebut sambil turun dari kendaraannya.
Perasaan Vania menjadi tidak enak.
Di sini sepi sekali.... Seperti kota mati.. Mengapa perasaanku menjadi tidak enak. Batin Vania.
Vania melihat sang supir yang menerima telponnya, tak lama kemudian sang supir memutuskan panggilan dengan orang yang menelponnya. Dia berjalan lalu membuka pintu mobil milik Amanda.
"Turun!!! aku bilang turun atau akan ku tusuk kau dengan pusau kecilku ini" Pinta sang supir, sambil menodongnya dengan pisau kecil yang sudah berada
Vania hanya mampu menganggukkan kepalanya, dia hanya pasrah dengan keadaan.
Ya Allah... Cobaan apa lagi ini... Hiks... Hiks... Batin Vania.
Akhirnya dia menuruti sang supir yang sedang menunggu seseorang datang, Tak lama kemudian seseorang yang di telpon oleh sang supir datang menghampiri mereka.
...****************...
...maaf ya kalo author jarang nge up tapi... Author bakalan usahain sekali up banyak.......
__ADS_1
...terima kasih buat yang udah ngedukung auhor dengan like komen serta tanggapan kalian buat author yang jarang up ini 🤗🤗...
...Dan Vote rate bintang limanya... Makasiiiiihhhhhhhh banget yang udah mendaratkan di karyanya author ini🤗🤗ðŸ¤ðŸ¤...