
"Boss ini wanita yang saya janjikan, jadi lunas semua hutang hutang saya ya boss" Kata sang supir.
Vania yang melihat seseorang yang di sebut tersebut meraja jijik, sudah gendut, botak, boncel mentang mentang kaya seenaknya saja dengan orang yang lebih rendah dari dirinya.
"Cantik juga kamu.... Aku sudah tidak sabar ingin mencicipi mu... Mulai dari sekarang kau akan melayaniku dan aku akan membayarmu dangan harga yang sesuai dengan tubuh s**y mu ini..." Kata pria tua sambil membelai rambut Vania.
"Cih.. Jangan harap lo bisa nyicipin tubuh gw ini... Ban***t" Kata Vania sambil meludahi si gembrot itu namun.
"Plakk!!!"
Sebuah tamparan mendarat di pipi Vania dengan sangat keras. "Dasar tidak tahu untung kamu!!! Masih untung jika kau menerima penawaranku ini... Perempuan J****g. Akan ku buat hidupmu menderita" Ancam si gembrot itu.
"Coba saja kalau kau berani" Ucap seseorang yang berada di belakang mereka.
"Siapa kau Br*****k" Ucap pak Tua itu.
"Mungkin kau akan mengetahui ketika aku sudah menghajarmu hinggah kau mati" Kata Pria itu yang menggunakan jaz rapih.
"Brak.... Brak... Brak..."
__ADS_1
"Cih... Pak tua sialan" Dengus Pria itu.
"Kau pikir aku sendirian datang ke sini Anak muda Br*****k kau sudah membuang waktuku saja... HEI KALIAN.... CEPAT HAJAR PRIA BRE****K INI" Ucap Pak tua yang menyuruh anak buahnya.
"Cih... Cuma segini mah gimpil" Kata Pria itu yang menunggu perlawanan dari musuhnya terlebih dahulu.
Sedangkan Vania dia bersembunyi di balik mobil taxi dan sang supir melarikan dirinya entah pergi kemana. Dia melihat pria yang tinggi berjaz itu melakukan perlawanan dengan sangat gesit.
Pria tersebut melayangkan tendangannya ke arah muka anak buah pak tua, di sisi lain.
"Hei Kau pria br*****k jika kau membuang waktuku ini... Akan ku bunuh dia" Sambil memegang pistol yang ada di sakunya.
Pria tersebut menghentikan perlawanannya.
"TIDAK JANGANNN" Teriak Vania walaupun dia
Satu persatu anak buahnya menghajar pria itu yang lain mengunci tubuh pria yang atletis itu dia terus menerus menerima pukulan serta tendangan di bagian tubuhnya yang mengakibatkan dia memuntahkan darah dari mulutnya yang, pukulan yang mendarat di wajahnya juga meninggalkan bekas yang membiru.
"Tolong Tuan jangan sakiti pria itu... Tolong... Hiks... Hiks..." Kata Vania.
__ADS_1
"Hahahhahaha lihat sepasang manusia berandalan ini akhirnya memohon kepadaku..., Hentikan dan kau pria Sialan... Cepat beritahu siapa dirimu akan ku buat kau hidup menjadi gelandangan hahahhahah" Ucap si tua gembrot itu tanpa ada rasa bersalahnya.
"Heh!! Hahahahahh... Aku sekretaris sekaligus sahabat Aldo Alexandra Kusuma.... Dan kau... Pak Rihardika... Aku akan memberitahukan hal ini kepada Aldo yang akan membuat hidupmu melarat sekaligus kau akan ku cebloskan ke penjara..." Ucap Kelvin yang linglung.
Vania yang mendengarnya langsung menginjak kaki pak Dika lalu mengambil pistolnya.
"Hei kalian.... Cepat menjauh darinya... " Sambil mengusap air matanya lalu dia berlari ke arah Kelvin.
Bagaimana ini... Aku sudah ingin mendapatkan kekayaan dari saham yang di berikan oleh Kusuma Group... Habis sudah nasibku. Batin Dika.
Kemudian dia meninggalkan Vania dan Kelvin yang sudah lemah di pangkuan Vania. "Hiks.. Hiks.... Maaf... Maafkan aku Kelvin.... Hiks... in.. Ini semua salahku... Hiks.." Kata Vania yang mengusap kepala Kelvin.
"Sudah... ini bukan salahmu.. Ini salahku yang datang terlambat sedikit... Shhhttttt Un.. Untung aku datang... Uhuk.. Uhuk..." Ucap Kelvin yang membelai rambut Vania.
Akhirnya Vania memutuskan untuk menelfon Amanda dan Mega.
...****************...
...Ok para readers... Jangan lupa yak... Dukung Author......
__ADS_1
...Dan terima kasih yang sudah mendaratkan...
...like, komen dan vote rate bintang limanya......