
"Idihhhh.... Najis banget sumpah" Gumam Amanda, yang masih terdengar oleh Aldo.
"Apa yang kau katakan barusan???" Tanya Aldo.
"Em... Ti... Tidak.... Tidak ada yang ingin aku katakan.." Kata Amanda yang sedikit terbata bata.
Tok Tok Tok...
Terdengar suara ketukan pintu. "Masuk" Kata Aldo yang mengubah nada suaranya menjadi dingin.
"Maaf pak, saya ingin mengantarkan berkas ini" Kata wanita itu, yang memakai baju sedikit terbuka, lalu berjalan lenggak lenggok layaknya wanita penggoda.
"Baiklah kau taru saja di mejaku" Jawab Aldo dingin.
"Em... Ini kita makan bersama kan??" Tanya Aldo yang mengubah nada bicaranya menjadi halus kepada Amanda.
Cih... baru kerja sudah berani menggoda boss aku saja yang sudah lama ingin mengejarnya namun dia tidak menghiraukan ku... Dasar perempuan murahan. Pekik Laras, ya wanita yang mengantarkan berkas untuk menggantikan Kelvin bernama Laras.
"Ekhm... Pak ini saya letakkan di meja bapak" Sahut Laras.
"Oh iya kau letakkan saja di sana lalu cepat kau pergi dari sini..." Ucap Aldo dingin.
"Emm... Aku saja yang pergi kau makan saja buburku sebab aku sudah tidak lapar haha.." Lanjut Amanda kikuk.
"Tidak kau tetap di sini... aku menyuruhnya pergi bukan kau paham... Dan Papahmu akan segera datang ke perusahaanku" Ucap Aldo sambil memegang tangan Amanda.
"Maksudnya??" Tanya Amanda.
__ADS_1
"Ya, mengapa kau tampak bingung??" Tanya Aldo.
"Buat apa papah ke sini??" tanya Amanda.
"Menentukan pernikahan" Jawab Aldo santai.
Laras langsung membulatkan matanya, Ini apa maksudnya?? bukan kah boss tidak mempunyai seorang pacar dan kenapa tiba tiba menikah??!! tidak!! tidak mungkin, gak mungkin kan seorang ceo pacaran terus menikah dengan wanita kampungan ini... Batin Laras yang sedang berjalan lalu menutup pintu ruangan dengan keras.
"Brak!!"
kedua pasangan Kucing dengan tikus itu langsung memalingkan wajahnya ke arah suara itu.
"Mengapa kau bicara seperti itu di hadapan orang lain??" Jawab Amanda sewot.
"Memangnya salah kalau itu kenyataan??" Tanya Aldo yang tak kalah sewot.
"Bodo Amat!! Memang gw pikirin udah lah... pagi pagi bikin ribut aja!!" Rutuk Amanda, sambil membenarkan pakaiannya lalu pergi dari ruangan Aldo.
dia menutup pintu ruangan atasan (maksudnya calon suami) nya itu tak kalah keras dengan Laras, lalu kembali kemeja bekerjanya.
"Apa aku harus mengganti pintunya dengan besi agar dia seenaknya membanting pintu" Gumam Aldo.
____________
"kling"
suara lift yang menandakan telah sampai di tujuan Amanda langsung melangkahkan kakinya. Seperti biasa Mega yang selalu menyapa dirinya dengan Akrab.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan putri!!" Ucap Mega.
"Vania mana yak?? dari kemaren aku telponin gak di angkat kamu tau gak??" Tanya Mega.
Amanda yang sedang meletakkan tasnya di atas meja, lalu duduk di kursinya pura pura tidak mendengar perkataan mega.
"Hush... Neng aku nanya sama kamu bukan sama setan kok gak di jawab" Dengus Mega.
Amanda yang celingak celinguk memutarkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Oh... Kamu ngomong sama aku??!! Aku kira sama yang lain??" Jawab Amanda pura pura polos.
"Lah emang di sini ada siapa lagi bege" Kata Mega sambil menoyor kepala Amanda.
"Aduh... Si emak pake marah lagi!!!" Kata Amanda.
"Emak, Emak, lah emang gw emak lu" Jawab Mega sewot.
"Iiiiii si emak mulai aktif ya bund" Kata Amanda.
"Aku nanya kamu anakku tercayang, kamu tau gak Vania kemana?? Dari tadi malem aku telponin gak di angkat terus sekarang enggak masuk pula" Ucap Mega sambil mencubit pipi Amanda.
"Iya emak sini Aku ceritain deh" Kata Amanda
...****************...
...Maaf ya... Aku baru up soalnya banyak tugas🙃🙃 pushing.......
__ADS_1
...Terima kasih yang udah mendukung author... dengan cara like, komen, dan vote rate nya yak.......
...tunggu episode selanjutnya... hari ini author lago free 🥰🥰...