Ceo Kejam Itu Jodohku

Ceo Kejam Itu Jodohku
#54


__ADS_3

"Mau kemana??" Tanya Aldo.


"Mau ke toilet sebentar sakit perutku... Aduh..." Kata Amanda sambil memasang muka melasnya.


"Jangan banyak Alasan, dari tadi aku perhatikan kamu tertawa bahagia dengan rekan kerjamu" Aldo yang mulai geram dengan Amanda menatapnya dengan tatapan memburu.


"Sejak kapan kau ada di sini" Kata Amanda yang membulatkan matanya.


Dia mendengar tidak ya.. saat aku menceritakan donor darah kalau iya habis lah aku, aku tidak mau bersama dengannya huwa... tolong aku. Batin Amanda.


"Sejak kau bercanda dengannya, aku menghampirimu karena papah sudah datang dia berada di kantorku" Jelas Aldo.


Huh.... Selamat gw. Batin Amanda.


"Baiklah sampai jumpa semuanya" Amanda langsung berlari ke arah lift yang di gunakan karyawan lainnya.


Sedangkan rekan kerja Amanda hanya beberapa yang tau kalau dia anak perusahaan Wijaya.


Aldo menarik tangan Amanda lalu di bawanya dia menggunakan lift yang khusus untuk dirinya


"Ihhh... Lepasin" Kata Amanda.


"Kenapa aku hanya bergandengan dengan calon istriku" jawab Aldo santai, sengaja menekankan kata 'calon'


"Terserah, ini bukan bergandengan tapi PEMAKSAAN" Jawab Amanda yang menekankan kata 'pemaksaan' sambil meninggikan suaranya.


______


"Cih... Dadar sampah Pake pelet apa dia, sampai Tuan Aldo turun tangan menjemputnya" Ucap Jessica geram.


"Mungkin dia bermain di ranjang dengan Tuan Aldo hahahaha... Dasar wanita Ja*****g" Ucap Sindia.


"Bagaimana kalau kita kasih pelajaran kepada wanita ******* itu" kata Fira.


"Bagus juga.. kita lihat sampai mana dia tahan berada di perusahaan ini" Kata Jessica yang meremas cup teh yang dia minum tadi.


______

__ADS_1


"Papah!!..." Teriak Amanda sambil bersalaman dengan papahnya.


"Masuk ruangan itu salam sayang" Kata mamah Meli.


"Loh ada mamah juga, iya mamah Assalamualaikum" Ucap Amanda.


"Wa'alaikumussalam anak mamah yang cantik" Ucap mamah Meli.


"Assalamualaikum" Salam Aldo.


"Wa'alaikumussalam" Jawab ibu, anak, dan bapak kompak.


"Silahkan duduk" Kata Aldo sambil menyodorkan tangannya.


Amanda duduk si samping Mamah Meli sedangkan papah Wijaya berada di antara Aldo dan Meli.


"Mamah kok dateng ke sini sama papah" Bisik Amanda.


"Iya mamah juga gak tau papah aneh aneh aja" Jawab mamah Meli.


"Iya aneh papah" Jawab Mamah Meli.


Pak Wijaya yang melihat anak dan ibunya sedang berbisik bisik membukakan suara.


"Ekhm... Bisa kita mulai" Ucap Pak Wijaya.


"Mah tumben papah jadi serius biasanya suka jail sedikit" Bisik Amanda.


"Shhuuuutt papahmu sedang dua rius" jawab mamah Meli.


"Asshhiiiaaaappp Begaya Amat kali" Sambung Amanda.


"Apanya yang begaya??" Ucap Pak Wijaya yang menoleh ke arah putrinya.


Amanda yang tersadar jika dia keceplosan bicara kangsung menutup mulutnya rapat rapat lalu menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kita lanjutkan" Ucap Aldo yang mengubah topik.

__ADS_1


"Bagaimana rencanamu, kapan kau akan menikahkan Amanda??" Jawab Pak Wijaya.


"Secepatnya Pak" Jawab Aldo.


"akan ku kasih kau satu bulan untuk menikahkan anakku" Ucap Pak Wijaya


"Kalau bisa aku akan menikahkannya minggu depan, saya yang akan mengatur semuanya" Jelas Aldo.


Di sisi lain.


"Tuh kan mamah udah bilangin jangan berisik masih aja gak bisa diem" Bisik Mamah Meli sambil mencubit paha milik Amanda.


"Ya aku minta maaf mamah" Kata Amanda Amanda.


"makanya jangan petakilan, perempuan itu harus lemah lembut jangan kayak anak Lanang" Jelas mamah Meli.


"Ok ok, Amanda diem" Kata Amanda


"Bagaimana Amanda??? Apa kau setuju??" Kata papah yang bertanya kepada Amanda.


Eeeeee setuju apaan yak?? perasaan kagak denger?? iyain apa enggak... iyain aja deh. Batin Amanda.


"Amanda??" Panggil Papah Wijaya.


"Emm... i... Iya... Pah" Jawab Amanda terbata bata.


"Baiklah... Karena Amanda sudah setuju maka akan ku serahkan semuanya kepadamu Aldo, ingat jangan sampai ada yang terlewatkan" Ucap Pak Wijaya yang membangkitkat badannya lalu menjabat tangan Aldo


"Semuanya akan berjalan sempurna, tetapi untuk pernikahan ini akan ku adakan secara besar besaran di pulau pribadiku" Jelas Aldo.


"Baiklah kau tanyakan saja semua kepada Amanda, aku hanya ingin terima beres... Jadi aku yang sudah tua ini melihat cucuku berlari kesana kemari lalu menghabiskan masa tuaku di rumah bersama istriku" Ucap Pak Wijaya.


"Baiklah terima kasih pak" Kata Aldo.


...****************...


...Ok para readers.. jangan lupa ya... Like, Komen dan Vote Rate bintang limanya... Karena itu yang membuat Author semakin semangat melanjutkan karyanya🥰🥰🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2