
"Ini hasilnya ternyata darahmu cocok dengan Kelvin" Ucap Stevan yang menyerahkan berkas hasil tes darah.
"Cepat kau ambil darah ku" Ujar Amanda.
"Kau yakin??" Tanya Stevan kembali meyakinkan Amanda.
"Yakin lah... masa gw boongan kan gak level bengetz... " Ujar Amanda.
"Zantai Embak... Baiklah naik ke atas ranjang nanti akan ada suster yang datang menyiapkan keperluan" Kata Stevan yang berjalan ke luar ruangan.
Tak lama kemudian datang seorang suster mengambil alat darah untuk mengecek tekanan darah Amanda.
Ternyata tekanan darah Amanda normal.
"Baiklah... sekarang kita bisa langsung mengambil darahnya" Ucap Suster tersebut dengan ramah.
Sedikit merasakan ngilu di tangannya wajah Amanda mulai memucat hingga akhirnya selesai.
"Di makan dulu telur serta susu yang sudah di siapkan" Ucap suster meletakkan nampan yang berisi telur rebus serta susu.
"Baik, terima kasih suster" Ucap Amanda ramah.
"Sama sama" balas suster sambil melebarkan senyum manisnya.
Amanda yang mengupas kulit telur sampai bersih lalu tampa ba bi bu be bo dia langsung menghabiskan makanan yang ada di depannya.
"Em... Untung aku bawa jaket agar bisa menutupi baju koyaknya Vania" gumam Amanda.
Dia merapihkan bajunya lalu pergi menuju Ruang Melati 1.
Ceklek.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Kata Amanda.
"Wa'alaikumussalam" Jawab Stevan dan Vania.
"Bagaimana keadaannya??" Ucap Amanda.
"Sudah mulai membaik" Jawab Vania.
"Kamu udah minum tehnya kan??" Kata Amanda.
"Ya sudah, tuh dah abis" Jawab Vania.
cklek
"Kamu tidak apa apa kan Amanda??" Tanya Aldo yang tiba tiba muncul sambil berjalan ke arah Amanda.
Flashback Off.
"Tapi kamu gak kenapa kenapa kan??" Kata Mega.
"Enggak emak Mega super bawel bagaikan api... Tuh... Lihat baik baik saja kan" Kata Amanda yang berdiri dari tempat duduknya lalu memutar mutarkan tubuhnya.
"Iya anakku yang bawel, hahahhahahah..." Kata Mega sambil tertawa.
"Ideihhh.... yang bawel dia ngatain anaknya bawel-_-" Kata Amanda yang memasang muka datarnya.
"Tuh kan... bikin gumush..." Mega yang dari duduk kemudian berdiri mencubit pipi gembul milik Amanda.
"Emak kalo nyubitin pipiku nanti pipinya yambah lebar..." Kata Amanda.
"Iya bibirnya tambah doer hahahahha..." Mega kembali tertawa lalu melepaskan tangannya yang mencubit pipi Amanda.
__ADS_1
"Tuh kan... Sama anaknya sendiri geh... jahad banget coba ngatain doer kalo anaknya doer emaknya juga doer hahahahahaha...." Amanda yang mengembalikan ejekkan Mega membuat Mega memanyunkan bibirnya.
"Anak emak mulai aktif yak..." Ujarnya.
"Emaknya mulai ngambek yak bund..hahahha..." Ledek Amanda.
"Asshhhiiiaaaappp" Sahut Mega.
"Sudah sudah berkerja sekarang nanti di marahin bos" Lanjut Mega
"Siapa yang marah??" Tanya Amanda.
"Tuh calon suamimu" Jawab Mega santai.
"Idieehhh... Calon suami dari hongkong" Jawab Amanda.
"Mana orangnya aja enggak ada" Lanjut Amanda acuh tak acuh.
"Eeeee.... Coba kau tengok belakangmu" Kata Mega sambil menggaruk kepalanya walau tidak gatal.
"Manaaaaaa..."
"Oh iya lupa aku mau ke toilet sebentar hehehe..." Kata Amanda yang mencoba menghindari pria yang ada di hadapannya.
"Sakit perut aduh.." Amanda yang mencoba melangkahkan kakinya namun sudah di tahan lebih dulu oleh pria itu.
"Mau kemana??" Tanyanya dengan wajah yang geram.
...****************...
...Jangan lupa ya... dukung karya Author... Dengan cara Like, komen dan vote rate bintang limanya......
__ADS_1
...kalau ada kekurangan kata kata atau banyak banget kata kata yang salah.... nanti akan author perbaiki lagi ngoghey......