
"Kau jahat Aldo... Hiks... Hiks... " Amanda terus memukuli dada Aldo hingga dia diam Aldo merasa heran mengapa dia diam kemudia dia membalikkan tubuh Amanda.
"Ternyata dia tidur, pantas dia diam... Nah beginikan manis..." Kata Aldo kemudian dia mengangkat tubuh Amanda lalu dia letakkan di atas sova nya.
"Tidurlah Istriku..." Ucap Aldo kemudia dia kembali memeriksa pekerjaan kantornya.
Waktu terus berjalan menuju pukul 12:00 menandakan waktu makan siang Aldo ingin membangunkan Amanda untuk memberitahunya kalau dia ingin makan.
Dia berjalan ke arah sofa sambil membenarkan jam tangannya, kemudian dia berjongkok agar bisa melihat wajah Amanda di perhatikannya wajah Amanda sehingga.
Amanda membuka matanya.
"Mengapa kau memperhatikan wajahku" Tanya Amanda yang membuyarkan pikiran Aldo.
"Emmm ini sudah makan siang bagaimana kita makan terlebih dahulu.. Aku tidak mau kau kelelahan berkerja" Ucap Aldo sambil berdiri tegak layaknya boss di kantornya.
Kerja aja kagak di bilang kelelahan berkerja... Haduh.. Haduh... Batin Amanda.
"Baiklah aku juga sudah mulai lapar, tapi aku ingin makan pecel" Kata Amanda.
"Aku akan pesan online"
"Iihhh... Gak mau... Maunya ketempat nya sekalian makan...." Rengek Amanda.
Tumben sekali dia memohon mohon kepadaku... biasanya dia selalu menghindar. Batin Aldo.
"Tapi aku..."
"Tidak ada tapi tapi... Kalau tidak mau aku saja yang pergi" Kata Amanda yang membereskan kemeja kerjanya.
"Ok ok ok... Tapi kita makan di lestoranku saja... Disana akan di hidangkan dengan rasa yang lezat" Ucap Aldo.
__ADS_1
"Gak mau... Aku maunya yang pedagang kaki lima.. Titik" Ucap Amanda.
Tumben banget dia merajuk biasanya dia tidak peduli denganku. Batin Aldo.
Entahlah mengapa aku sangat menginginkan pecel, dulu SMA aku sering membeli pecel di sekat sekolahku. Batin Amanda.
"Tapi itu gak bersih Amanda..." ucap Aldo.
"Gak ada alesan.. Aku maunya di situ..." Kata Amanda.
"Di situ di mana..." Ucap Aldo.
" Di dekat sekolahku dulu ada warung pecel... Disitu enak tau... Boleh yah.." Bujuk Amanda.
"Emm.... Baiklah tapi kau tunjukkan jalannya yah..." Kata Aldo.
"Yes..." Kata Amanda kegirangan.
"Ishh.... Serah lah aku berangkat sendiri aja" Kata Amanda yang berjalan ke arah pintu lalu membuka pintunya. Belum melangkahkan kaki keluar dari rungan kerja Aldo.
Aldo sudah menarik tangannya membuat dia jatuh di hadapan Aldo.
"Tuh kan... Kebiasaan narik tangan orang sembarangan" Ucap Amanda.
"Iya iya.. Maaf tadikan gak sengaja" Kata yang mengulurkan tangannya.
"Tidak perlu!! Aku bisa sendiri" Kata Amanda yang mencoba berdiri.
"Baiklah" Kata Aldo yang diam memperhatikan Amanda.
Amandapun berdiri lalu berjalan meninggalkan Aldo menuju lift.
__ADS_1
"Hei.. Hei.. Hei... Main ninggalin aja.. Mau kemana kamu??" Tanya Aldo.
"Mau makan" Jawab Amanda.
Ting!!
Lift sampai lalu terbuka pintu lift tersebut tanpa Aba aba Amanda langsung masuk tanpa memperdulikan Aldo.
"Hei kamu mau kemana pakai lift karyawan??" Tanya Aldo.
"Loh kan ini lift aku, untuk khusus kamu itu di sebelah noh" Kata Amanda sambil menunjuk ke arah sebelah kanan.
"Pengecualian untuk kamu Amanda" Ucap Aldo.
"boodoo.." ucap Amanda, lalu pintu lift terrutup.
Aldo degan sigap menekan kembali tombol agar lift terbuka, setelah terbuka dia langsung masuk ke dalam lift tersebut.
"Mengapa kau ikut masuk kedalam lift karyawan??" Tanya Amanda.
"Karena ada kamu" Kata Aldo sambil mencubit hidung Amanda.
"Aduhhh... Sakit tau" kata Amanda sambil menundukkan kepalanya
"iya kah?? Aduh maaf maaf aku tidak sengaja"
"Tapi boong hahahahahaa...." Tawa Amanda.
Pintu lift pun tertutup, lalu bergerak ke parkiran kantor.
"Jail ya... Udah mulai jail kayak gini nih ciri cirinya" Kata Aldo.
__ADS_1
"Cie... Ngambek cie..." Ledek Amanda