
Kini sudah memasuki pukul 18:30 Aldo memutuskan untuk mengantar Amanda ke rumahnya, sedangkan dirinya harus pergi ke kantor karena tadi Kelvin memberikan sms bahwa dirinya harus menghadiri rapat dadakan.
"Assalamualaikum" Salam Amanda.
"Wa'alaikumussalam.. Anak mamah sudah pulang, gimana?? jalan jalannya?? seru??" Tanya Mamah Meli.
"Seru apanya mah... yang ada Amanda malu banget, astaghfirullah" Kata Amanda sambil berjalan ke ruang tengah lalu mencium tangan Meli.
"Malu kenapa sayang??" Tanya mamah Meli.
"Aku..."
Masa iya mah cerita kejadian memalukan itu dengan mamah .. Ya Allah... malu bangettt!!! Batin Amanda.
"Kenapa hemmm??"
"Enggak gak papa kok mah... cuma Amanda lagi capek aja" Kata Amanda yang berjalan ke arah kamarnya.
...๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ...
"Huuuuufffttttt...."
Amanda merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk lalu membuka ponselnya, dia membuka aplikasi Anime.
Dari pada mikirin nikahan mending gue ngenolep dulu.... Batin Amanda.
(Amanda wibu wkwkwk).
sekitar 2 jam lebih Amanda asyik nonton anime sampai lupa waktu, tiba tiba Vania mengirim pesan di grupnya.
__ADS_1
Ayu.
Assalamualaikum.
Ada waktu gak?? aku bosen
^^^^^^Amanda^^^^^^
^^^Kemana??^^^
Ayu.
Jalan jalan kek, nonton
bioskop kek gue bosen banget
^^^...Amanda...^^^
^^^Mella mana sih??^^^
Ayu.
Gak tau tuh dia gak on on
...๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ...
"Tuan... Aku mohon... tolong beri aku keringanan waktu untuk membayar hutang hutang pamanku" Kata wanita yang memohon kepada rentenir.
"Sudah 3 Bulan kau belum membayar hutang mu!!! ingat saya tidak akan memberikan kamu kesempatan lagi, jika kamu tidak bisa membayar terpaksa rumah ini saya sita" Kata Rentenir yang berbadan besar itu.
__ADS_1
"Paham kamu!!!" Bentaknya.
"I... Iya pak saya paham, terima kasih.. Terima kasih saya secepatnya akan membayar hutang hutang paman saya" Kata Mella sambil mengusap air matanya.
"Brak!!"
Rentenir itu langsung pergi tanpa mengucapkan permisi, meninggalkan mega seorang diri.
"Hiks... Hiks... cuma ini satu satunya cara supaya hutang mereka berdua lunas" Kata Mella sambil menatap keadaan rumah yang kini berantakan akibat ulah rentenir dan temannya itu, mereka mengacak acak rumah peninggalan orang tua Mega.
Paman dan bibi Mella sengaja berhutang kepada rentenir menggunakan nama Mella agar mereka tidak membayar hutang mereka.
"Hiks... Hiks... Hiks..." Mella menangis sambil membereskan beberapa baju dan membawa barang seperlunya saja lalu mencari surat tanah rumahnya.
Mella yang kini sudah merapihkan rumahnya lalu dia pergi keluar rumah sambil membawa koper miliknya.
Dia kembali menoleh kebelakang, air mata yang lolos jatuh di pipinya, ia harus meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya.
Aku harus pergi kemana. Batin Mella.
Mella terus berjalan tanpa arah meninggalkan rumah nya sambil membawa koper air matanya tidak berhenti meneteskan air bening yang membasahi pipinya.
pikirannya kacau di satu sisi dia tidak memiliki uang lagi mobil sudah ia jual motor sudah ia gadaikan apa lagi yang tersisa bahkan ponsel pun dia jual.
Tadinya dia bekerja di lestoran namun dia di pecat karena tidak bisa membayar hutang kepada managernya.
Hujan turun membasahi Mella, semakin lama semakin deras Mella merasa dirinya hancur akibat ulah paman dan bibinya.
Byuuurrrr!!!....
__ADS_1
sebuah mobil melintas dengan begitu cepat hingga genangan air di jalanan itu muncrat ke tubuh Mella.
"UGGHHHH!!!! GUE SUMPAHIN KALO LU GANTENG JADI JODOH GUE KALO LO JELEK JADI BABU GUE!!!" Teriak Mella yang sebal dengan pembawa mobil tersebut.