
Kuchisake-onna terus menghantui kota kecil itu, mengejar korban demi korban. Setiap malam, dia mengembara dalam mencari darah dan jiwa untuk memuaskan hausnya yang tak terpuaskan. Kengerian yang mengelilingi legenda Kuchisake-onna semakin mendalam, dan orang-orang tidak berani keluar di malam hari.
Suatu malam, seorang pria muda bernama Hikaru sedang dalam perjalanan pulang dari kerja. Dia berjalan sendirian melintasi jalan gelap yang tidak begitu jauh dari tempat Mika menjadi korban Kuchisake-onna. Angin malam yang dingin membuatnya menggigil, dan dia merasa sesuatu yang aneh di sekitarnya.
Ketika dia mendekati sebuah gang kecil yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar, dia mendengar suara langkah kaki yang lembut. Langkah-langkah itu mengikuti langkahnya, dan Hikaru mulai merasa takut. Dia berpikir untuk berjalan lebih cepat, tetapi keingintahuannya yang khas membuatnya berhenti sejenak dan berbalik.
Di sana, di tengah gang yang gelap, dia melihat sosok Kuchisake-onna. Wanita itu mengenakan mantel merah yang melambai-lambai, rambutnya terurai dengan angin malam. Mulutnya yang terbelah membentuk senyuman yang mengerikan. Hikaru tahu bahwa dia tidak bisa melarikan diri.
Kuchisake-onna menghampirinya dengan lambat, dan dia berkata dengan suara yang tajam, “Apakah aku cantik?”
Hikaru, dalam kebingungan dan ketakutan, menjawab dengan ragu, “Y-ya, kamu cantik...”
__ADS_1
Tetapi jawaban itu adalah kesalahan besar. Kuchisake-onna tiba-tiba mengungkapkan senyumannya yang mengerikan, mulutnya yang terbelah membuka lebar. Dia tahu bahwa dia telah menangkap korban baru.
“Apakah aku masih cantik sekarang?” Kuchisake-onna berkata dengan suara yang tajam.
Hikaru hanya bisa menatap dengan ketakutan ketika wanita itu mendekatinya dengan cepat, guntingnya yang tajam berkilat dalam cahaya rembulan. Kuchisake-onna memotong mulut Hikaru dengan kejam, membuatnya berteriak dalam penderitaan yang tak terbayangkan.
Saat darah segar mengalir dari mulutnya yang terbelah, Hikaru merasa rasa sakit yang luar biasa. Kuchisake-onna terus menggunting dan melukainya, menciptakan lukisan horor di wajahnya.
Namun, Kuchisake-onna tidak puas hanya dengan itu. Dia ingin Hikaru terlihat seperti dirinya. Dengan ketelitian yang mengerikan, dia terus menggunting, memotong dan membentuk mulut Hikaru sehingga mirip dengan dirinya sendiri.
Sementara Kuchisake-onna pergi, meninggalkan Hikaru dalam penderitaan yang tak tertahankan dan mengerikan. Legenda Kuchisake-onna terus berlanjut, dengan wanita itu terus mencari korban untuk memuaskan haus darah dan keinginannya untuk membuat orang lain mirip dengannya.
__ADS_1
Setiap kali Kuchisake-onna mengambil korban baru dan menjalankan kutukannya yang mengerikan, kengerian di kota kecil itu semakin mendalam. Orang-orang yang tinggal di sana hidup dalam ketakutan yang tak terbayangkan, merasa terjebak dalam mimpi buruk yang tak berujung.
Kisah-kisah tentang Kuchisake-onna menjadi lebih menakutkan dari sebelumnya. Mereka yang telah melihatnya dengan mata mereka sendiri tahu bahwa dia tidak hanya sebuah legenda, tetapi roh jahat yang berada di antara mereka.
Tidak ada yang tahu bagaimana menghentikan Kuchisake-onna atau membebaskan korban-korban yang terjebak dalam kutukannya. Upaya penyelidikan dan pembersihan paranormal selalu gagal, dan wanita itu selalu berhasil menghindari penangkapan.
Sementara Kuchisake-onna terus berkeliling mencari korban baru, kota kecil itu terus meratap dalam ketakutan. Mungkin suatu hari nanti seseorang akan berhasil mengungkap misteri yang mengelilingi legenda ini, atau mungkin Kuchisake-onna akan terus berlanjut dalam pencariannya yang gelap.
Kisah Kuchisake-onna berakhir, setidaknya untuk saat ini, dengan kengerian yang tak terbayangkan dan kekejaman yang tak ada tandingannya. Dia akan terus muncul di malam-malam gelap, mencari korban baru untuk memuaskan haus darah dan hasrat jahatnya yang tak terpuaskan.
Dan di tengah kengerian itu, kota kecil itu akan terus hidup dalam bayang-bayang Kuchisake-onna, mengenang teror yang pernah mereka alami. Legenda ini akan terus menjadi cerita yang mengerikan yang mengingatkan mereka akan bahaya yang selalu mengintai di dalam kegelapan.
__ADS_1
Akhir cerita ini tidak membawa kelegaan, hanya ketakutan dan pertanyaan yang tak terjawab. Kuchisake-onna masih berada di luar sana, menunggu saat berikutnya untuk muncul dan mencari korban baru dalam malam yang gelap.
Demikianlah berakhir kisah Kuchisake-onna, legenda horor yang selalu menghantui pikiran kita dalam malam yang sunyi dan menakutkan.