
Setelah menyebabkan penderitaan yang tak terbayangkan pada Yuki, Jorogumo terus berkeliaran di malam yang gelap dan berkabut, mencari korban baru untuk memenuhi hausnya akan penderitaan. Makhluk ini tidak pernah puas, dan hasratnya untuk menyiksa manusia semakin kuat.
Suatu malam, Jorogumo menemukan seorang lelaki yang tersesat di dalam hutan yang suram. Lelaki itu adalah Shouta, seorang petualang yang sedang menjelajahi hutan dalam pencariannya yang kurang bijak. Dia tidak menyadari bahwa dia telah memasuki wilayah yang berbahaya dan bahwa teror yang mengintai dalam gelap sudah menunggunya.
Shouta berjalan sendirian di tengah hutan yang penuh rintangan, mencoba menemukan jalan keluar. Namun, dalam kegelapan yang mencekam, dia tidak menyadari bahwa dia sedang diikuti oleh Jorogumo yang mengerikan.
Ketika Shouta berhenti untuk istirahat sejenak, Jorogumo muncul dengan cepat, menghampirinya dengan matanya yang bercahaya dan senyuman tajam. Shouta merasa ada kehadiran yang ganjil, tetapi sebelum dia bisa bereaksi, Jorogumo sudah menyerangnya.
Makhluk itu dengan licik menggunakan benang-benang laba-labanya yang kuat untuk mengikat Shouta. Lelaki itu berjuang keras untuk melepaskan diri, tetapi dia tidak bisa melawan kekuatan Jorogumo.
__ADS_1
Jorogumo tidak membuang waktu. Dia memulai penyiksaannya dengan kejam, menyiksa Shouta dengan benang-benangnya yang kuat. Lelaki itu berteriak memohon belas kasihan, tetapi Jorogumo tidak punya hati.
Namun, kali ini, Jorogumo tampaknya memiliki rencana yang lebih besar. Dia tidak hanya ingin menyiksa Shouta dengan rasa sakit fisik, tetapi juga merencanakan sesuatu yang lebih mengerikan. Makhluk itu tersenyum dengan tajam saat dia menyatakan niatnya.
“Shouta, kau akan menjadi bagian dari koleksiku,” kata Jorogumo dengan suara yang dingin. “Aku akan membuatmu hidup dalam penderitaan dengan kondisi fisik yang mengerikan.”
Shouta menderita dalam ketakutan dan rasa sakit yang tak tertahankan. Dia tahu bahwa dia telah jatuh ke dalam cengkeraman makhluk yang mengerikan, dan peluang bertahan hidupnya semakin tipis.
Jorogumo dengan senyuman tajamnya terus membiarkan penderitaan Shouta berlanjut. Dia tahu bahwa lelaki itu akan hidup dengan kondisi fisik yang mengerikan, dan inilah hukuman yang paling buruk yang bisa dia berikan.
__ADS_1
Namun, setelah berjam-jam penderitaan yang tak tertahankan, Shouta yang penuh rasa putus asa berbicara, “Tolong... cukupkan penderitaanku. Aku mohon.”
Jorogumo mendengarkan permohonan itu, tetapi dia hanya tertawa dengan tajam. “Kau pikir aku akan merasa belas kasihan padamu? Tidak, Shouta, penderitaanmu akan berlanjut hingga akhirnya aku mengakhirimu.”
Dengan satu gerakan yang tajam, Jorogumo mengakhiri hidup Shouta dengan cara yang mengerikan. Lelaki itu mati dalam penderitaan yang tak terbayangkan, menjadi korban terakhir dari teror Jorogumo.
Setelah membunuh Shouta, Jorogumo melihat sekelilingnya. Hutan yang suram dan sunyi menyaksikan kekejaman makhluk ini. Dia melanjutkan perjalanannya yang gelap, meninggalkan belakangnya jejak penderitaan dan kematian.
Legenda Jorogumo yang mengerikan berlanjut, dan teror yang dia bawa tetap menghantui semua orang yang mendengarnya. Tidak ada yang tahu kapan atau di mana makhluk ini akan muncul berikutnya, tetapi mereka yang bertemu dengannya akan menghadapi nasib yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Cerita tentang Jorogumo berakhir, tetapi jejak teror dan kekejaman yang ditinggalkannya akan selalu menjadi bagian dari legenda horor Jepang yang menyeramkan.