
Di dalam gua yang gelap, Takeshi dan Yumi merasa kehadiran iblis itu mengancam nyawa mereka. Mata merah menyala terus memandang tajam, dan suasana di sekitarnya dipenuhi oleh kegelapan yang tak terbayangkan. Ketakutan yang memenuhi mereka semakin membesar, tetapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mundur.
Dengan berani, Yumi mencoba berbicara dengan iblis itu. "Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan?"
Suara serak dan menggigil melengking dari bibir iblis. "Aku adalah penghuni kegelapan yang telah tidur selama berabad-abad. Aku haus akan darah dan jiwa manusia. Kalian berdua adalah korban berikutnya."
Seketika itu juga, iblis itu melepaskan kekuatannya. Ruangan gua mulai bergetar, dan dinding-dinding gua terasa mengepung mereka. Takeshi dan Yumi merasakan tekanan mengerikan yang membuat mereka hampir terjatuh.
Mereka berdua berusaha untuk melawan. Takeshi mencoba membaca mantra perlindungan yang dia pelajari dari buku-buku tentang supranatural. Yumi memegang sepotong kayu yang diambilnya di dalam rumah, mencoba menggunakan keberanian terakhirnya.
__ADS_1
Namun, iblis itu kuat. Dia melepaskan gelombang energi hitam yang membalikkan mantra Takeshi dan mendorong Yumi menjauh. Mereka berdua terjatuh dan merasa seolah-olah mereka terhisap ke dalam kegelapan yang tak berujung.
Takeshi dan Yumi terdampar di tempat yang gelap, lingkungan yang aneh dan menakutkan. Mereka merasa ada sesuatu yang mengintai di dalam kegelapan, dan mereka tidak bisa melihat apa-apa. Ketakutan menghantui mereka, karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dengan susah payah, mereka mencoba untuk bangkit. Takeshi menggenggam senternya, mencoba untuk menyinari area di sekitarnya. Dan saat cahaya itu menghiasi kegelapan, apa yang mereka lihat membuat mereka merinding.
Di sekitar mereka, ribuan bayangan menakutkan muncul. Semuanya memiliki mata merah menyala, seperti iblis yang telah mereka temui sebelumnya. Mereka mulai mendekat, meluncur di atas tanah dengan gerakan yang menyelinap.
Takeshi dan Yumi merasa nafas mereka terhenti saat bayangan-bayangan iblis itu semakin mendekat. Mata merah mereka memancarkan keinginan jahat yang mengerikan, dan suasana terasa semakin menakutkan. Mereka mencoba bergerak, tetapi kaki mereka seakan-akan terjebak dalam lumpur hitam yang tak berujung.
__ADS_1
Bayangan-bayangan itu semakin mendekat, dan Takeshi dan Yumi merasa kekuatan jahat yang tak terbayangkan merayapi diri mereka. Mereka mendengar suara-suara serak yang memerintah, meskipun kata-katanya tak terdengar jelas.
Takeshi berusaha keras untuk memanggil mantra perlindungan lagi, tetapi suaranya terdengar gemetar. Yumi memegang erat kayu yang ia bawa, tetapi terlihat ketakutan yang mendalam di matanya.
Tiba-tiba, salah satu bayangan itu melompat ke depan, mencoba menyerang Yumi. Dengan reaksi refleks, Yumi melambaikan kayunya, dan cahaya kecil memancar dari ujungnya. Bayangan itu mengeluarkan jeritan yang mengerikan saat cahaya itu menyentuhnya, lalu lenyap.
Takeshi melihat ini dan memutuskan untuk mengikuti contoh Yumi. Dia mengarahkan senter ke bayangan-bayangan itu, dan segera terlihat bahwa cahaya itu adalah senjata efektif melawan iblis. Mereka berdua berjuang untuk menyingkirkan bayangan-bayangan itu, tetapi terasa seperti pertarungan yang tak berujung.
Ketika satu bayangan lenyap, yang lain muncul untuk menggantikannya. Mereka terus bergerak maju, mencoba mencapai tempat yang lebih aman. Namun, terasa seperti labirin gelap yang tak berujung yang membingungkan mereka.
__ADS_1
Saat mereka melanjutkan perjuangan mereka, Takeshi dan Yumi merasa kelelahan dan ketakutan yang terus meningkat. Mereka tidak tahu berapa lama mereka harus bertahan, dan pertanyaan yang menghantui mereka adalah apakah mereka akan keluar dari situasi ini dengan hidup.
Di tengah kengerian yang mencekam ini, satu-satunya hal yang mereka yakini adalah bahwa mereka harus bertahan dan berjuang untuk hidup mereka, sebelum iblis dan bayangan-bayangannya menghabiskan mereka di dalam kegelapan yang abadi.