Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 18


__ADS_3

Kengerian Teke-Teke semakin meresahkan warga kota Tokyo. Berita tentang serangan mengerikan yang dilakukan oleh makhluk terpotong ini telah menyebar dengan cepat, dan masyarakat semakin berhati-hati di malam hari. Namun, ada yang masih tidak percaya dan menganggapnya sebagai cerita seram semata.


Akio, seorang jurnalis muda yang penuh semangat, memutuskan untuk menyelidiki legenda Teke-Teke. Dia ingin mengungkap kebenaran di balik kisah ini dan menentukan apakah ada sesuatu yang lebih dari sekadar cerita urban.


Akio mulai mencari informasi dan melacak kejadian-kejadian terkait Teke-Teke. Dia berbicara dengan saksi-saksi mata yang selamat dari serangan makhluk tersebut dan mencoba mengumpulkan bukti-bukti yang lebih konkrit.


Selama penyelidikannya, Akio bertemu dengan seorang pria tua yang tinggal di dekat jalan terkutuk itu. Pria itu, yang disebut Ichiro, memiliki cerita mengerikan sendiri tentang pertemuannya dengan Teke-Teke beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Ichiro menjelaskan bahwa dia pernah terperangkap di jalan tersebut pada malam yang gelap. Dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat dan segera menyadari bahwa dia tidak sendirian. Ichiro menggambarkan pertemuan menakutkan dengan Teke-Teke, yang mencoba menyerangnya dengan tangan dan siku yang kuat.


Namun, Ichiro berhasil melarikan diri dengan terluka parah. Dia merasa beruntung masih hidup dan bersedia memberikan keterangan kepada Akio tentang pengalamannya. Itu adalah bukti nyata bahwa Teke-Teke adalah makhluk yang nyata dan sangat berbahaya.


Akio, semakin yakin tentang eksistensi Teke-Teke, memutuskan untuk menjelajahi jalan terkutuk itu sendiri. Dia merasa bahwa untuk benar-benar memahami kengerian ini, dia perlu menghadapinya secara langsung. Namun, ia tidak menyadari bahwa pengalaman yang menakutkan dan mengerikan sedang menantinya di malam yang akan datang.


Malam tiba dengan kabut yang menyelimuti jalan terkutuk tempat Teke-Teke sering kali muncul. Akio mempersiapkan diri dengan cermat, membawa senter, pisau lipat, dan kamera untuk merekam bukti visinya. Dia merasa tegang, tetapi tekadnya untuk mengungkap misteri ini menguatkan hatinya.

__ADS_1


Tiba-tiba, Akio mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Napasnya terhenti sejenak, dan dia segera mengarahkan senternya ke sumber suara. Di antara pepohonan, dia melihat bayangan yang mengerikan. Itu adalah Teke-Teke, hantu terpotong yang terkenal.


Teke-Teke melangkah maju, dengan matanya yang bercahaya dan tangan serta siku yang mematikan. Akio merasa ketakutan luar biasa, tetapi dia tetap mempertahankan ketenangannya. Dia memotret makhluk mengerikan ini, mencoba mengumpulkan bukti yang akan memastikan eksistensinya.


Namun, ketika Teke-Teke mendekati Akio, terjadilah pertempuran yang mengerikan. Akio mencoba untuk menjauh, tetapi Teke-Teke dengan cepat menyerang dengan tangan dan siku yang memotong. Darah segar bercucuran, dan kamera jatuh ke tanah.


Akio merasa nyaris tidak mampu bergerak saat luka-lukanya berdarah. Dia tahu bahwa dia adalah korban berikutnya dari teror Teke-Teke. Dengan napas terakhirnya, dia meraih pisau lipatnya dan mencoba menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi itu sudah terlambat.

__ADS_1


Teke-Teke mengakhiri hidup Akio dengan cara yang mengerikan, meninggalkannya terpotong dan bermandikan darah di malam yang gelap. Kamera yang jatuh merekam insiden ini, dan kengerian Teke-Teke akhirnya diabadikan sebagai bukti.


Legenda horor Teke-Teke terus berlanjut, dan ketakutan akan makhluk ini tetap menghantui kota Tokyo. Orang-orang belajar dari pengalaman tragis Akio bahwa mengabaikan peringatan misterius bisa berakhir dengan nasib yang sangat mengerikan.


__ADS_2