Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 19


__ADS_3

Kengerian Teke-Teke terus menyebar di seluruh kota Tokyo. Setiap cerita seram dan insiden baru membuat orang semakin waspada terhadap jalan terkutuk itu. Namun, beberapa masih mempertanyakan keberadaan makhluk mengerikan ini.


Di sebuah apartemen tua yang terletak dekat jalan terkutuk itu, seorang gadis muda bernama Aiko tinggal sendirian. Dia adalah seorang yang skeptis dan tidak percaya pada legenda urban. Aiko merasa bahwa cerita tentang Teke-Teke hanyalah cara orang-orang untuk menakut-nakuti satu sama lain.


Suatu malam, ketika kabut tebal menyelimuti jendela apartemennya, Aiko mendengar suara langkah kaki yang tak biasa di luar pintu apartemennya. Dia memutuskan untuk memeriksanya, meskipun dengan perasaan skeptis.


Ketika dia membuka pintu apartemennya, Aiko melihat sesosok bayangan yang berdiri di koridor. Itu adalah Teke-Teke, hantu yang terkenal. Tubuhnya terpotong-potong, dan matanya bercahaya dengan kebencian.


Aiko merasa kengerian yang tidak terbayangkan melanda dirinya. Dia berusaha untuk kembali masuk ke dalam apartemennya dan mengunci pintu, tetapi Teke-Teke dengan cepat mendekat dan mencegahnya.

__ADS_1


Dengan tangan dan siku yang mematikan, Teke-Teke menyerang Aiko dengan kejam. Gadis muda itu berteriak minta tolong, tetapi suaranya terputus oleh ketakutan. Tubuhnya terpotong oleh hantu mengerikan ini, dan dia merasakan sakit yang tak terbayangkan.


Teke-Teke tidak berhenti sampai Aiko berada dalam kondisi yang sangat mengerikan. Darah segar dan luka-luka mengerikan melapisi lantai koridor apartemen tersebut.


Kengerian Teke-Teke yang baru ini tidak hanya menambah daftar korban, tetapi juga meningkatkan ketakutan di seluruh kota Tokyo. Orang-orang menyadari bahwa mereka tidak bisa mengabaikan bahaya yang mengintai dalam kegelapan malam.


Kisah Aiko mengejutkan warga kota Tokyo. Kini, tidak ada yang bisa lagi meragukan keberadaan Teke-Teke atau serius menganggapnya sebagai cerita seram biasa. Kengerian yang menjalar di sekitar kota itu mengepung pikiran semua orang.


Di sebuah stasiun kereta bawah tanah yang terletak dekat jalan terkutuk, seorang pegawai stasiun bernama Takashi merasa waspada. Dia telah mendengar tentang serangan Teke-Teke dan merasa ketakutan bahwa makhluk mengerikan itu mungkin akan muncul di stasiun yang tenang ini.

__ADS_1


Takashi adalah seorang yang rasional dan jarang mempercayai hal-hal yang tidak masuk akal. Namun, ketika dia mendengar suara langkah kaki yang aneh dan hembusan napas mengerikan di koridor stasiun yang sepi, kecemasannya mulai tumbuh.


Dia mencoba untuk menyalakan senter yang dia bawa, tetapi sebelum dia berhasil melakukannya, Teke-Teke muncul dari kegelapan. Tubuh terpotong mengerikan itu muncul dengan cepat dan menyerang Takashi dengan tangan dan siku yang mematikan.


Takashi berusaha untuk berteriak, tetapi suaranya terdengar seperti jeritan yang tercekat oleh ketakutan. Dia merasakan luka-luka yang dalam saat Teke-Teke menyerangnya dengan kejam. Kengerian yang dahsyat memenuhi pikiran dan tubuhnya.


Teke-Teke tidak menghentikan serangannya sampai Takashi berada dalam keadaan yang sangat mengerikan. Darah segar dan luka-lukanya yang parah menyiratkan penderitaan yang tak terlupakan.


Korban terbaru ini membuat kengerian Teke-Teke semakin menakutkan. Warga kota Tokyo hidup dalam ketakutan yang mendalam, menyadari bahwa makhluk ini tidak bisa diabaikan. Pertanyaan pun muncul: apakah ada cara untuk menghentikan teror Teke-Teke, atau kengeriannya akan terus menghantui kota ini?

__ADS_1


__ADS_2