
Takeshi dan Yumi terus berjuang untuk bertahan di dalam labirin bayangan iblis yang mengerikan. Mereka tidak tahu berapa lama mereka telah berada di sana, tetapi kelelahan dan ketakutan semakin merayapi mereka. Mereka merasa bahwa mereka hampir menyerah, saat tiba-tiba, koridor gelap tersebut mulai berubah.
Sebuah teriakan keji memecah keheningan gulita, dan di ujung koridor itu muncul sebuah sosok yang sangat mengerikan. Sosok itu adalah seorang wanita, tetapi rambut panjangnya yang kusut menutupi wajahnya sehingga tidak terlihat. Dia mengenakan kimono putih yang kotor dan robek, dengan luka-luka yang menganga di tubuhnya.
Sosok itu mengambang ke arah Takeshi dan Yumi dengan gerakan yang lamban, tetapi sangat mengerikan. Mereka dapat merasakan ketakutan yang menusuk tulang ketika sosok itu mendekati. Dan ketika dia mendekat, rambut panjangnya perlahan-lahan tergerai, menampakkan wajahnya yang penuh luka dan mata yang kosong tanpa pupil.
Dia terlihat seperti hantu yang telah terjebak di dalam kegelapan selama berabad-abad. Dengan suara serak yang mengejutkan, dia mulai berbicara, meskipun kata-katanya tidak dapat dipahami dengan jelas. Namun, suaranya sangat menyeramkan, seperti serangga yang merayap di bawah kulit.
Takeshi dan Yumi mencoba untuk menghindarinya, tetapi sosok itu terus mendekat dengan lambat. Mereka merasa bahwa mereka telah terjebak dalam kehadiran yang sangat jahat ini. Cahaya senter mereka seolah-olah meredup saat sosok itu semakin mendekat.
Ketika sosok itu akhirnya mencapai mereka, dia mengulurkan tangannya yang terlihat penuh dengan luka dan darah. Dia mencoba meraih mereka dengan keinginan jahat yang tak terbayangkan. Takeshi dan Yumi melompat mundur, berusaha menghindari kontak dengan sosok itu.
__ADS_1
Namun, sosok itu terus mengejar mereka dengan gerakan lamban yang sangat mengerikan. Takeshi dan Yumi merasa bahwa mereka telah masuk ke dalam mimpi buruk yang tak berujung, dan bahwa mereka mungkin tidak akan pernah bisa keluar dari sana.
Dalam ketakutan yang mendalam, mereka harus mencari cara untuk menghadapi sosok hantu yang mengerikan ini dan mengungkap misteri yang lebih besar yang tersembunyi dalam Rumah Terkutuk.
Sosok hantu yang mengerikan itu terus mendekat dengan gerakan yang lamban, dan suaranya yang menyeramkan terus mengisi koridor. Dia berbicara dengan kata-kata yang terdistorsi dan sulit dipahami, tetapi setiap kata yang dia ucapkan mengirimkan getaran yang menusuk hati Takeshi dan Yumi.
"Kamuuu... tidak bisa kabur... akuu telah menerkamm... selama lammmmaaa..."
Dengan nafas terengah-engah, Takeshi dan Yumi mencoba berbicara dengan sosok itu. "Siapa kamu? Kenapa kamu berada di sini?"
Sosok itu tertawa, suaranya mengerikan dan menyebabkan bulu kuduk mereka merinding. "Aku adalah jiwa yang terjebak... di antara dunia ini dan dunia berikutnya... aku haus akan kehidupan... haus akan darah..."
__ADS_1
Dia terus mendekat, tangannya yang penuh luka-luka mendekati mereka dengan lambat. Takeshi dan Yumi tahu bahwa mereka harus bertindak cepat. Dengan keberanian terakhir mereka, mereka mencoba menggunakan senter mereka untuk menghalau sosok itu.
Cahaya senter itu menyilaukan sosok hantu itu, dan dia melolong dalam keputusasaan. Namun, dia tidak mundur. Malah, dia semakin mendekat dengan keinginan jahat yang membuak-buak.
Takeshi merasa bahwa dia tidak punya pilihan lain. Dia mencoba membaca mantra perlindungan dan mengarahkan energi ke sosok hantu itu. Sosok itu meringis dalam kesakitan saat energi itu menyentuhnya, dan tubuhnya mulai memudar.
Namun, sebelum sosok itu benar-benar lenyap, dia mengucapkan kata-kata terakhir yang membekas dalam ingatan Takeshi dan Yumi, kata-kata yang membuat mereka merinding:
"Kamuuu... tidak... akannnn... lolossss... dari... ini..."
Sosok itu lenyap, dan koridor kembali menjadi gelap. Takeshi dan Yumi merasa lega, tetapi mereka juga merasa bahwa ada sesuatu yang sangat mengerikan di dalam rumah ini yang masih menanti mereka.
__ADS_1
Dengan hati-hati, mereka melanjutkan perjalanannya, berusaha untuk mengungkap misteri yang lebih besar dan menakutkan yang tersembunyi dalam Rumah Terkutuk.