
Di sebuah desa terpencil di Jepang, terdapat sebuah legenda yang menakutkan tentang seorang wanita misterius yang dikenal sebagai Futakuchi-Onna, atau "Wanita dengan Mulut di Belakang Kepala." Legenda ini telah menghantui penduduk desa selama berabad-abad.
Diceritakan bahwa Futakuchi-Onna dulunya adalah seorang wanita cantik yang tinggal di desa itu. Namun, dia adalah seorang yang sangat pelit dan rakus, selalu menahan makanan untuk dirinya sendiri dan merahasiakan dari yang lain.
Suatu malam, ketika bulan purnama bersinar terang, terdengar suara-suara aneh datang dari rumahnya. Penduduk desa mendengar suara makanan yang dimakan dan kuburanan. Mereka mengira dia sedang mengadakan pesta, tetapi ketika mereka mendekati rumahnya, mereka menemukan hal yang mengerikan.
__ADS_1
Futakuchi-Onna duduk di tengah ruangan, rambut panjang menutupi wajahnya yang pucat. Tetapi yang paling menakutkan adalah apa yang tersembunyi di belakang kepalanya. Di sana, di bagian belakang kepalanya, tumbuh mulut kedua yang besar, penuh dengan gigi yang tajam. Mulut itu tampak lapar dan rakus, mengunyah makanan yang dia sembunyikan dari yang lain.
Penduduk desa mengetahui rahasia mengerikan Futakuchi-Onna. Mulut di belakang kepalanya muncul sebagai kutukan sebagai akibat dari rakusnya yang tak ada tandingannya. Dia harus terus memberi makan mulut itu dengan makanan, atau itu akan menggerogoti dirinya sendiri.
Maka dimulailah kutukan Futakuchi-Onna, yang harus hidup dalam penderitaan selamanya. Meskipun dia terus memberi makan mulutnya yang kelaparan, dia juga harus menghadapi tangis dan teriakan yang keluar dari mulut mengerikan itu setiap kali dia melakukannya.
Ketika penduduk desa mengetahui rahasia mengerikan Futakuchi-Onna, ketakutan pun menghantui mereka. Mereka merasa bahwa kutukan wanita itu bisa saja menular kepada siapa pun yang berani mendekatinya. Oleh karena itu, mereka mengisolasi Futakuchi-Onna di rumahnya yang terpencil dan menyediakan makanan di depan pintu rumahnya tanpa berani berbicara dengannya.
__ADS_1
Futakuchi-Onna terpaksa menjalani hidup yang sangat kesepian. Dia merasa kesakitan dan terhina karena kutukannya. Setiap hari, dia harus merawat dua mulut yang kelaparan, memberi makan makanan kepada mulut yang baru tumbuh di belakang kepalanya itu, sementara mulut di depan wajahnya terus menutupi pandangan dunianya.
Namun, ada satu hal yang selalu menghantuinya. Setiap kali dia mencoba makan, mulut di belakang kepalanya mengeluarkan suara yang menyeramkan, seperti jeritan lapar dan marah. Mulut itu mengancam akan merobeknya jika dia tidak memberikannya makanan yang cukup. Futakuchi-Onna merasa terperangkap dalam kutukan ini, dihantui oleh ketakutan akan keserakahan tanpa akhir mulut mengerikan di belakang kepalanya.
Sementara itu, penduduk desa terus mengawasi dari kejauhan, takut bahwa Futakuchi-Onna mungkin akan keluar dan mencari makanan dengan cara yang lebih mengerikan. Mereka merasa iba pada nasib wanita itu, tetapi ketakutan akan kutukan itu lebih besar.
Legenda Futakuchi-Onna adalah cerita peringatan tentang dampak negatif dari ketamakan dan kekikiran. Bagi mereka yang hidup dalam keserakahan, kutukan seperti ini mungkin hanya menjadi akibat alami dari perilaku mereka. Saat ini, Futakuchi-Onna terpaksa hidup dalam kutukan yang tak berujung, dipenjara oleh kegilaan kelaparan yang tak terpuaskan.
__ADS_1