
Di sebuah kota kecil Jepang yang dikelilingi oleh hutan misterius, terdapat legenda yang sangat menakutkan tentang Kuchisake-onna, wanita dengan mulut yang terbelah. Konon, dia adalah roh yang haus akan darah, mengintai di malam-malam gelap untuk menemukan korban-korbannya.
Cerita ini bermula ketika seorang guru sekolah, Kyoko, pulang terlambat dari pekerjaannya di malam yang mendung. Dia berjalan melalui lorong kecil yang sepi di antara rumahnya dan sekolah, ketika tiba-tiba, dia merasa ada yang menguntitnya. Langkah-langkah lembut mengikuti langkah-langkahnya, dan suara desiran angin menggema di kupingnya.
Kyoko mulai merasa tidak nyaman dan mempercepat langkahnya. Tapi ketika dia melihat ke belakang, dia melihat seorang wanita dengan mantel merah yang melambai-lambai di belakangnya. Tubuhnya tertutup rapat, kecuali untuk mulutnya yang terbelah.
Takut dan bingung, Kyoko mencoba untuk menghindari wanita itu dan mempercepat langkahnya. Namun, wanita itu dengan cepat mengejar, dan ketika dia berhenti di hadapannya, dia berbicara dengan suara lembut.
"Apakah aku cantik?"
Kyoko merasa terjebak dan tidak tahu apa yang harus dia jawab. Wanita itu mengulang pertanyaannya dengan nada yang lebih tajam.
__ADS_1
"Apakah aku cantik?!"
Kyoko, dalam kebingungan dan takut, menjawab dengan ragu, "Ya... kamu cantik."
Tapi jawaban itu adalah kesalahan besar. Tanpa kata lagi, wanita itu membuka mantelnya, dan apa yang muncul di bawahnya membuat Kyoko merasa terdiam dalam ketakutan yang luar biasa. Mulut wanita itu terbelah, mulai dari telinganya hingga ke tenggorokannya, membentuk senyuman yang sangat mengerikan.
"Apakah aku masih cantik sekarang?" Wanita itu berkata dengan nada tajam.
Kyoko hanya bisa berteriak ketika wanita itu mendekatinya dengan cepat, sebuah gunting tajam di tangan kanannya. Kyoko berusaha melarikan diri, tetapi dia terjatuh di tanah, dan wanita itu mengayunkan guntingnya dengan ganas.
Kematian tragis Kyoko menjadi berita utama di kota kecil tersebut. Warga desa yang terkejut berkumpul untuk berbicara tentang insiden tersebut, dan legenda Kuchisake-onna menjadi pembicaraan hangat. Banyak yang mulai merasa bahwa legenda ini bukanlah sekadar cerita menakut-nakuti, melainkan kenyataan yang mengerikan.
Seorang penyelidik paranormal, Hiroshi, mendengar berita tentang kematian Kyoko dan memutuskan untuk datang ke kota kecil itu untuk menyelidiki kebenaran di balik legenda Kuchisake-onna. Dia adalah seorang yang skeptis, tetapi juga ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Hiroshi mulai mendengarkan kisah-kisah warga tentang penampakan Kuchisake-onna yang semakin sering terjadi di sekitar kota. Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa mereka telah melihat wanita itu di tengah hutan yang misterius.
Suatu malam, Hiroshi memutuskan untuk menjelajahi hutan tersebut sendirian. Dia membawa peralatan paranormalnya yang paling canggih, termasuk kamera inframerah dan alat rekam suara. Dengan hati yang berdebar-debar, dia memasuki hutan yang gelap.
Ketika dia berjalan melalui hutan yang sunyi, dia merasa ada yang mengawasinya. Langkah-langkah ringan dan desiran angin membuatnya semakin gelisah. Dan ketika dia melihat sesuatu yang bergerak di balik pepohonan, dia tahu bahwa dia tidak sendirian.
Tiba-tiba, dari kegelapan hutan itu muncul sosok yang sangat mengerikan. Wanita itu mengenakan mantel merah, dan rambutnya yang panjang terurai dengan angin malam. Tapi yang paling menakutkan adalah senyum terbelahnya yang mengerikan.
Hiroshi mencoba untuk menghadapi ketakutannya dan berbicara dengan wanita itu. "Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan?"
Wanita itu hanya menatapnya dengan mata kosong dan mulutnya yang terbelah, tanpa menjawab. Dia mulai mendekati Hiroshi dengan langkah yang lambat, dan suasana semakin mencekam.
Hiroshi berusaha untuk mengambil gambar wanita itu dengan kamera inframerahnya, tetapi ketika cahaya itu menyentuhnya, wanita itu tampak menghilang, meninggalkan hanya bayangan di belakangnya.
__ADS_1
Tapi kelegaan Hiroshi tidak berlangsung lama. Saat dia berbalik untuk melanjutkan menjelajah hutan, dia mendengar suara langkah ringan yang mendekat dari belakang. Dia merasa nafas dingin di lehernya dan ketakutan merayap di seluruh tubuhnya.
Saat dia berbalik, dia melihat Kuchisake-onna berdiri di depannya, senyum terbelahnya yang mengerikan menganga lebar. Hiroshi tahu bahwa dia tidak akan bisa melarikan diri kali ini.