
Cerita ini membawa kita ke sebuah desa kecil yang tersembunyi di pegunungan Jepang yang lebat. Desa ini adalah tempat tinggal bagi sekelompok penduduk yang hidup dengan damai. Namun, di malam yang gelap dan sepi, ada sesuatu yang mengerikan yang mengintai di antara mereka.
Di desa itu, ada seorang wanita bernama Keiko. Keiko adalah wanita muda yang hidup dengan sangat sederhana dan berpakaian dengan kerudung tebal. Tapi di malam hari, Keiko memiliki rahasia mengerikan yang hanya diketahui olehnya sendiri.
Suatu malam, ketika bulan tersembunyi di balik awan, Keiko merasa dorongan aneh untuk berjalan keluar rumahnya. Dia berjalan perlahan-lahan menuju hutan yang gelap dan sunyi yang mengelilingi desa.
Di tengah hutan, Keiko mengalami perubahan yang menyeramkan. Kepalanya mulai terangkat dari tubuhnya, dan lehernya yang elastis mulai memanjang seperti ular. Dia telah berubah menjadi Rokurokubi, hantu dengan kemampuan untuk memanjangkan lehernya untuk mencari mangsa.
__ADS_1
Keiko, atau Rokurokubi ini, berjalan melalui desa dengan lehernya yang panjang, mencari korban yang tidak beruntung. Ketika dia menemukan seseorang yang tertidur di luar rumah mereka, lehernya dengan cepat melilit korban tersebut dan menghisap darahnya dengan rakus.
Orang-orang desa mulai curiga tentang hilangnya darah mereka di malam hari, tetapi tidak ada yang tahu bahwa Keiko adalah Rokurokubi yang bertanggung jawab atas semua ini. Dia menjaga rahasia mengerikan ini dengan cermat, berpura-pura seperti wanita yang tak bersalah di siang hari.
Namun, Keiko merasakan kebingungan dan rasa bersalah yang mendalam tentang apa yang terjadi pada dirinya di malam hari. Dia ingin mengakhiri teror yang dia bawa pada desa itu, tetapi dia tidak tahu bagaimana melakukannya.
Sementara itu, kegelapan dan ketakutan merajalela di desa kecil ini, dan siapa pun bisa menjadi korban berikutnya dari Rokurokubi yang tersembunyi ini.
Saat bulan mengambang tinggi di langit yang gelap, Keiko atau Rokurokubi ini, mendekati seorang anak kecil yang sedang tertidur di dalam kamarnya. Dengan lehernya yang panjang dan licin, dia perlahan-lahan mengintai ke dalam kamar anak itu.
__ADS_1
Ketika leher Keiko melilit anak itu dengan lembut, dia merasa sesuatu yang aneh. Anak itu tidak bergerak atau berteriak ketakutan seperti korban-korban sebelumnya. Alih-alih, anak itu memandangnya dengan mata yang kosong, dan senyum mengerikan terukir di wajahnya.
Tanpa peringatan, anak itu menyerang. Dia memiliki gigi yang tajam seperti serigala dan mulai menggigit leher Keiko dengan ganas. Rasa sakit yang menghancurkan melanda Keiko, dan darahnya sendiri yang terus dihisap oleh anak ini.
Keiko berjuang untuk berkelit dan menghindari serangan anak itu, tetapi anak itu begitu kuat dan ganas. Keduanya bergulat dalam pertempuran yang mengerikan, dan darah mengalir membasahi lantai.
Akhirnya, dengan kekuatan terakhirnya, Keiko berhasil melepaskan diri dari cengkraman anak itu. Dia melarikan diri dengan lehernya yang masih panjang, meninggalkan anak itu dengan nafsu darah yang tidak terpuaskan.
Keesokan paginya, penduduk desa menemukan tubuh anak itu tergeletak di dalam kamarnya, lengkap dengan senyum mengerikan yang membeku di wajahnya. Mereka tidak tahu apa yang telah terjadi, dan ketakutan semakin merajalela.
__ADS_1
Keiko, yang kembali menjadi wanita yang tidak bersalah di siang hari, merasa bersalah atas apa yang telah terjadi. Dia menyadari bahwa teror yang dia bawa kepada desa ini tidak bisa lagi dibiarkan berlanjut.
Kini, dia berusaha mencari cara untuk mengakhiri kutukan yang telah mengubahnya menjadi Rokurokubi dan mencari pemulihan bagi anak itu yang telah menjadi makhluk mengerikan. Namun, dia tahu bahwa dia harus bertindak cepat sebelum kegelapan benar-benar melanda desa kecil ini.